
episode 69
Groaaaarg!
Tampak Deus mulai hancurkan semua orang di sekitarnya. Memunculkan hawa dingin yang kuat dan api birunya itu.
Goaaaaarg!
Benda lalu menyerang beberapa orang. Vinita melompat ke arah monster dan meninjunya. Namun, kekuatan penggandanya itu tak mempan.
Kini, Sherly mencoba peruntungannya dengan diagonicnya.
"Hyaaaaaa!"
Dia menyerang bersama Haik.
Jduagh jduuaaagh! Namun, hanya membuat monster itu menghadap ke samping saja. Itu sama seperti pukulan bayi.
"Apa?!"
Keduanya tampak mendarat di robot milik Masilius lagi.
Pria muda itu tampak melihat tubuh Deus itu.
"Dia besar namun, tidak terlalu panjang sampai bisa memenuhi bumi ini," gumam Masilius.
Lalu dari atasnya. Tertembak meriam yang sepertinya.
"Twist Blast!" seru Bernard.
Blaaaaaaaar!
Itu adalah serangan meriam khas dari Bernard. Nampaknya beehasil sudutkan monster itu.
Namun ...
Groaaagrh!
Bernard tampak akan di hempaskan oleh angin dingin yang mengakibatkan api biru itu.
"Sial!" seru Bernard dan dia sepertinya akan menghindar.
Blaaaaaar!
Kota itu terbakar. Ternyata Bernard di selamatkan oleh seseorang.
"Dragon, kau lumayan cepat juga. Hampir seperti Bombamen," puji Bernard yang dalam gendongan orang bernama Dragon.
Dragon lalu menjatuhkan sengaja Bernard.
'Jangan pernah panggil tuan Shin seperti itu' batin dragon.
Dia tampak melayang di sana. Deus tampak menjauh tak mendeteksi dirinya.
'Dia monster yang sama kuatnya dengan iblis' batin tepat dragon.
Sring!
Perlahan dia membuka kekuatan pedangnya itu. Dia menariknya perlahan.
"Heaaaaaa!"
Wuuuush!
Sebuah gelombang hitam berbentuk naga dia tembakan ke arah Deus yang terbang.
Deus menerimanya. Lalu, untuk dua kilinya dia jatuh ke tanah. Sebelumnya oleh Bernard.
Tap!
Berand mendarat di atas rumah warga yang sudah kosong penghuninya. Kemungkinan seluruh dunia kini diungsikan di tempat rahasia.
Namun, di belakangnya. Muncul tangan ungu raksasa.
Blaaaar!
Dia menghindari sabetan susanoo itu.
'Dia sangat kuat sampai aku ingin membunuhnya' batin Bernard dan mengenakan lima pesawatnya untuk menerjang susanoo yang saat ini lebih besar dan nyata.
Kemungkinan biasa dilihat oleh semua orang.
Groaaaaar!
Monster itu terus membabi-buta. Namun, pesawat milik Bernard menangkisnya dengan mudah.
'Dia lebih kuat dari yang sebelumnya' batin Bernard kesal.
Tampak saat ini bentuknya lebih berbeda. Susanoo itu punya senjata yang dia simpan di punggungnya. Serta penampilannya sangat khas dengan seragam perangnya.
Groaaaaaarg!
Di tempat Sato.
"Sato, kau harus membunuh monster besar itu dulu!" perintah megamu.
"Ya baiklah!" jawab Sato penuh semangat. Menggenggam tangannya.
"Apa?!" Forg sangat kaget..
Chintya menepuk bahunya.
"Tenanglah dia sekarang sudah sanggup!" ucap Chintya.
Kini, Sato mengambil alarm yang meresahkan dari Billy. Lalu, menggabungkannya dengan pedangnya.
Ckklaaaak!
Kini, pedang satu tampak sedikit lebih panjang. Sepertinya Sato punya senjata yang lumayan kuat.
'E-energi pedangnya membuatku terpana. Itu selevel dengan melimpahnya energi Bombamen' batin Forg tak percaya.
Groaaaarg!
Deus bangkit lagi. Namun, diaa diserang oleh seorang.
Blaaaar!
Sebuah sinar listrik entah kenapa bisa keluar dari udara kosong.
"Bagus Fernie," ucap megamu.
Kini, Sayugo dengan kekuatannya itu. Dua berdiri dengan senjata besarnya.
"Sinar pemusnah hyaaaa!"
Dengan senjata corong super raksasanya. Dia nampaknya menembakkan sinar yang kuat!
Blaaaaar!
Ternyata itu menambah kerusakan kepada monster yang masih tersebgat listrik merah muda tadi. Kemungkinan dari Fernie atau megamu.
Groaaaarg!
Musuh tampak kesakitan dan dia mundur sangat jauh sekali berkat kekuatan itu.
Goaaaar!
Sayugo tampak puas.
Kini, Sato melompat dari heli itu. Forg tak percaya.
'Kombo mereka sangat kuat. Hampir setara dengan serangan gabungan Yam, haik dan Bernard' batin Forg.
Groaaarg!
Kini, monster itu akan bangkit.
Namun ...
"Hyaaaaa!"
Sato dengan pedang barunya itu. Bersiap untuk menusuk kepalanya. Energi tusukan itu memenuhi pedang itu. Bentuknya raksasa. Cahaya putih kebiruan itu.
"Penusuk jarum!" ucap Sato.
Blaaaaar!
Tusukan itu sepertinya masih membuat listrik milik megamu atau Fernie aktif di tempat monster itu.
lalu listrik kini bergabung dengan warna cahaya milik Sato.
Groaaaaar!
Tampak monster itu kesakitan sekali. Dia menahan tusukan itu dengan rintihannya.
Haik dan Sherly memandang kekuatan itu. Mereka terkejut karenanya.
'Tiga bocah itu sudah setara dengan kita' batin keduanya.
Groaaaaarg!
Yam yang sedang melawan monster Kraken lagi. Kini, dikejutkan dengan suara paling besar itu.
Dia pun kaget sama seperti semuanya.
'Apa?!' Batinnya tak percaya.
Kini, Bernard tampak satu lawan satu dengan susanoo. Namun, dia juga dikejutkan dengan serangan Sato.
Serangan itu terus menyebar ke sekitar monster di dekatnya.
Listrik itu bahkan membunuh banyak monster.
Blaaaar blaaaar!
'Sial, padahal aku akan menyerangnya dengan Twist blastku' batinnya tak terima..
Blaaaaar!
Monster itu tampak gosong karena terkena listrik. Susanoo itu lalu ditaklukan dengan mudah oleh Bernard. Dengan tembakan Twist Blast yang arahnya dari dirinya sendiri.
Blaaaaar!
Monster itu pun kalah.
Masilius juga kagum. Melihat serangan Sato berdampak positif bagi keadaan di sekitarnya.
'Aku akan menjaga monster itu jika bangkit lagi' batin Masilius bersiaga.
Blaaaar!
Sato usai menyerang. Kini, dia melompat ke arah teman-teman lainnya.
'Fernie akan sefia dari dimensi yang tak terlihat, sementara kami akan terus menyerang dia dari depan' batin Chintya yang kini sudah menyatu dengan helikopter kura-kuranya.
"Grey 3!"
Setelah memasang gelang di kaki, tangan kanan, dan lehernya. Dia bisa memanggil robot heli kura-kura dan bergabung dimana robot itu bisa membawanya terbang dan melindungi tubuhnya.
Grey 1 Chintya ada lima jenis tergantung di mana Chintya memasang gelangnya itu.
Grey dua adalah gabungan dari dua gelang yang terpasang begitu pula seterusnya.
Karena saat ini ada sekitar lima yang ada. Chintya sepertinya punya banyak varian kekuatan.
Wajahnya menatap ke depan.
Dia lalu memasang satu gelang lagi. Kini ada 4 yang terpasang di tubuhnya.
"Grey 4!"
Lalu, tiba-tiba saja. Cuaca memburuk. Semuanya bertanya-tanya.
Namun, Chintya menenangkan mereka.
"Ini adalah kekuatanku, terus maju!" ucap Chintya lantang.
'Dengan kelebihan kami yaitu listrik. Aku akan membuat medan listrik yang lebih meluas' batin Chintya bangga.
Vinita juga tampak bersiap turun. Tampak, dia mulai akan ikut andil. Forg juga mengikutinya.
Mereka semua berkumpul. Masilius berada di atas. Sementara Marijla kini sedang membantu semua unit.
Dia punya kekuatan energi spiritual yang lebih besar dari Bernard.
Wuuush!
Kini, tampak ada satu pesawat besar Bernard. Layaknya UFO.
Sepertinya Bernard memanggil pesawat lagi yang lebih besar dari yang biasanya.
Sato yang di sampingnya heran.
"Kekuatanmu memanggil pesawat ya?" tanya Sato. Padahal jawabannya sudah jelas.
"Ya begitulah! Dari kecil aku menggemari pesawat apalagi pesawat tempur luar angkasa!," jawabnya senang.
Haik dan Yam sudah bersedia mengepung monster itu yang masih terbaring. Manda melihat di monitornya saja.
Sepertinya dia tak akan membantu saat ini. Namun, dia kemudian memencet sesuatu.
Lalu dari atas sana. Muncul banyak sekali robot-robot yang kini membantu semua unit yang berhadapan dengan monster lain.
'Aku juga akan ikut andil' batinnya. Kini, sesuatu sinar di keningnya. Menyala dan seperti karma Sato. Namun, berbeda warna dan lambang.
Sato bersiap lagi.
Megamu juga begitu melihat sang monster itu.
"Dia akan bangkit!" Serunya.
Masilius merasakannya.
Lalu dia meluncurkan banyak roket ke arahnya.
Blaaar blaaar blaaaar!
Groaaaarg!
Monster itu kembali tertidur. Serangan itu begitu kuat dan, saat ini tak akan berhenti.
Semuanya terpana.
'Hujan misil ini tak akan berhenti' batinnya.
Tampak misil itu terus berdatangan. Dikeluarkan dari smua robotnya itu.
"Dengan begini, monster itu akan lenyap," ucap Forg.
Chintya menatap serius ke depan.
Blaaar blaaar blaaar blaaaar!
Tampak, semua misil itu sepertinya dihentikan oleh sesuatu.
"Hey, jangan curang!"
Deg!
Sato merasakan kehadiran di atas sana.
"Si-siapa?"
Terlihat Sephij yang menggunakan sihir untuk menghentikan semua misil itu. Kini, membuat monster itu terbang ke atas sana dan kembali mengacau.
Semuanya terbagi fokusnya. Bernard dan beberapanya mengejar Deus.
"Ayo, jangan sampai terjadi kerusakan!" ucap Bernard.
Sementara Sato dan yang lainnya. Fokus terhadap Sephij yang ada di atas mereka.
"Kau! Rupanya!" teriak Sato geram.
Sephij pun meliriknya.
'Bocah karma ada di sini. Baguslah' batin Sato.
Dia lalu mengayunkan tangannya. Setelah itu.
Duaaar duaaar Duaaaaar!
Tampak, semua misil itu hancur tak tersisa. Kini, robot itu sepertinya tak bisa keluarkan misil itu.
Karena Sephij sepertinya sudah menyegelnya.
'Sialan' batin Masilius yang merasakannya sendiri.
Lalu, Sosok Sephij entah kenapa tak ada.
"Ke mana dia?" tanya Chintya.
Forg juga heran. Dia merasakan orang itu jauh lebih kuat dari apa yang pernah dia temui.
Vinita bersama Bernard kini mengejar sosok naga Deus. Naga itu membakar mereka dengan angin dingin.
Lalu, dari atas sana. Pesawat milik Bernard yang besar itu. Mengeluarkan sinar pelindung yang berbagai warna. Membuat tembok yang menghalanginya.
Walau hasilnya pesawat itu terkena angin itu dan sedikit membeku.
'Sial' batin Bernard merasakan pesawatnya itu terkena dampak.
Sherly tampak gunakan tank. Dia melapisi tank itu dengan diagonicnya. Begitu pula dengan Yam.
Tampak Yam juga gunakan tank milik genmu yang dikirim oleh manda dan dilapisi dengan energi biru.
Mereka sama-sama tembakan semua misil itu ke arah Deus yang masih terbang.
Blaaar blaaaar blaaaaar!
Namun, masih tidak mempan sama sekali. Kini, Sato mulai menghampiri mereka. Serelah pastikan sosok itu tak ada di tempat itu.
'Untuk apa dia kemari?' Batin Sato heran.
Di tempat lain.
Sephij tampak sudah berada di tempat hitam itu. Dia tampak mengambil beberapa barang yang ada di sana.
Dia berkemas saat ini. Matanya sangat tajam.
'Sudah saatnya untuk pertunjukan kedua' batinnya..
Lalu, tampak di Albania. Semua penjaga dan peneliti di sana tampak pingsan.
Tap tap tap tap!
Seseorang melangkah ke arah tempat itu. Sosoknya mengenakkan pakaian penyihir berwarna biru. Seperti seragam sihir akademi Saintov.
Tap tap tap tap.
Dialah Mugo. Dai sepertinya sedang menggenggam sesuatu di tangannya. Lalu ....
Sephij sudah siap untuk pergi.
'Kini, aku akan fokus pada tujuan pribadiku' batin Sephij penuh perasaan.
Bersambung.