Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Memulai Misi.



episode 76


Sato pun perlahan sadar. Sebelumnya dia merasakan sesuatu keras menerjang kepalanya.


 


“Ibu! Kenapa kau  tega!”


 


“Maaf Nak! Ayahmu sedang sakit. Sudah berapa kali aku bilang padamu!”


 


“Aaah! Ibu  ini!”


 


“Ugh!”


 


Sato pun sadar. Dia langsung bangkit dari terbaringnya.


 


“Sato!”


 


Kedua temannya tampak langsung mengerubunginya. Dia masih di lantai kamar Fernie. Ternyata dia tak dibaringkan di kasur atau semacamnya. Sato pun menutup matanya. Dia mencoba tak permasalahkan itu.


 


Melihat  jam. Itu sudah  malam. Sato  tak habis pikir. Dia terbaring selama lima jam  di lantai. Dia tak habis pikir.


 


Sato pun keluar untuk pulang. Sayugo mampir ke sebuah warnet. Sato tak  ingin main game. Dia pasti sudah ditunggu di rumah.


 


Dia pun berjalan  penuh di  sana. Sato menatap sekitarnya di malam itu. Hujan tampak tak terlalu bersinar. Menghela nafas dan menahan dingin  karena dia tak  memakai  jaket.


 


Tap!


 


Dia  berjalan  di sana. Lalu, berpapasan dengan putra keluarga Thornatum.


 


‘Dia akan  ke mana ya?’ Batin Sato melihat punggung anak itu yang barusan melewatinya. Keduanya lawan arah.


 


Mobil masih lalu  lalang. Hingga Sato pun sampai dan menyaksikan drama lebay dari ayahnya Marco itu.


 


Wuuuush!


 


Angin hari itu sama anehnya. Sato tak menyadarinya atau dia sedikit kelupaan tentang itu. Kemudian, mega pun menghampiri Sato setelah menemaninya makan  malam.


 


“Kak, aku temukan sesuatu dari sihir antropolog,” ujarnya di sana.


 


Sato menatap terkejut sekaligus takjub.


 


‘Itu sihir tingkat tinggi dan langka bukan?’ Batin Sato.


 


“Kak, aku akan menuliskan semuanya melalui email! Karena email keluarga kita terlindungi  sihir!” ucap mega lagi.


 


Sato pun mengangguk. Dia baru paham email keluarga mereka dilindungi. Tapi, itu sudah pasti  kan. Mereka adalah bagian dari klan dunia  sihir.


 


Sato  pun mencoba mengecek hapenya  yang dia tinggal di kamarnya itu.


 


Sebelumnya dia  tahu dari mulut Sayugo dan Fernie. Sesaat setelah dia bangun pingsan.


 


“Tampaknya, keluarga Onpipan yang terkenal itu sedang menghadapi masalah!”


 


“Itu mungkin saja fakta! Melihat Sato saja punya masalah serius dan siapa yang berani untuk membongkar itu?”


 


Muka Sayugo tampak sedih dan prihatin. Sato tak tahu harus apa.


 


“Data keuangan asli mereka, dipublikasikan. Lalu, setiap hari. Kegiatan perusahaan mulai dari pembuatan sampai transaksi. Semuanya disebar  luaskan ke publik.”


 


“Perlahan, orang-orang pun mulai menyuarakan diri mereka. Karena mereka yakin itu tak apa.”


 


“Orang-orang yang menyebarkan  itu, selalu membicarakan keadilan dan hal posistif lainnya. Dia juga menjamin hidup semua orang yang berani mengungkap kejahatan Onpipan.”


 


“Dan satu lagi. Jika  keluarga ketua klan Onpipan berhasil dijatuhkan. Semua orang yang bekerja sama akan ditimbali balik berupa bagian dari kekayaan Onpipan itu sendiri.”


 


“Jadi, begitu!”


 


Sato lalu membuka semua hal itu.


 


Tung!


 


Email pun  dia terima langsung dia buka dan membacanya.


 


Banyak hal yang dirangkai di sana. Sepertinya masal lalu tentang seluruh klan. Semuanya karena pecahan liontin yang sebelumnya dijelaskan megamu adalah ingatan dan kesadaran lain milik Godklannad.


 


Lalu, satu kejadian aneh terjadi. Di mana ternyata terjadi pertukaran liontin itu. Lalu, hal itu menciptakan kumpulan klan yang sepertinya.


 


“Saling tercampur?”


 


Lalu penjelasan berikutnya.


 


“Klan campuran itu adalah Onpipan!”


 


Sato berpikir.


 


‘Jika suatu sumber energi sihir itu saling bercampur, bukankah itu akan menyebabkan genosida?’ Pikir Sato.


 


Lalu, dia pun mencoba berpikir. Lalu, dia lihat angin di luar sana. Membuatnya terkejut lagi.


 


‘Benar, angin ini. Aku akan menanyakannya pada Mega’ batin Sato semangat.


 


Alur kejadian yang  sudah Sato alami yakni.


 


Pertama dia bertemu dengan  Onpipan ramah. Bernama Shanee. Kemudian, dia dimintai tolong karena mengaku klan Onpipan akan dimusnahkan. Dia membawa ke rumahnya namun di sana. Shanee sudah terluka. Lalu ...


 


Sato pun tidur malam itu. Dia sedikit lebih tenang. Sudah mengirimkan pesan pertanyaan itu kepada adiknya dan akan dia balas di esok harinya.


 


Esoknya Sato menerima pesan dari mega. Dia tahu, mega pasti sedang di dunia sihir. Tentu saja kepentingan belajar sihirnya. Itu yang dipikirkan Sato.


 


Sato melihat informasi itu. Serelah dia melihat lalu makan sepotong roti yang ibunya sediakan untuknya.


 


Semua keluarganya pamit untuk urusan sekolah sihir mega. Mereka berkata beberapa bulan. Mungkin untuk ujian.


 


Tung!


 


Ini hari Sabtu. Besok  akhir  pekan. Dia sendirian di rumah. Itu cukup untuk mencari informasi tanpa harus dikhawatirkan ibunya.


 


Walau dia tetap diawasi dengan sihir. Namun berkat mega. Sato  bisa mengatasi sihir itu. Adiknya itu adalah  orang yang baik.


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


Sato berjalan sambil makan roti paginya itu. Sembari melihat ketikan milik adiknya itu. Di sana sangat detail sekali. Lalu, kesimpulan yang tak ditulis ayahnya itu. Dia pun tahu.


 


Angin obber yang sebenarnya bernama angin sihir selatan dan barat itu atau sebaliknya. Bukanlah angin yang berbahaya. Fenomena itu biasa terjadi.


 


“Hmm,  jadi begitu.”


 


Akan tetapi, beberapa penyihir bisa gunakan itu. Namun, mereka  harus siap menumbalkan  korban  dengan penyatuan darah spesial.


 


“Tunggu sebentar!”


 


Sato tersentak.


 


“Penyatuan darah?”


 


“Bukankah ini seperti klan campuran?”


 


Sato lalu  datang ke kelas. Dia tampak melihat Sayugo  dan Fernie juga  di kelas masing-masing.


 


‘Apa mungkin?’


 


 


Pertama, sihir ilusi. Mereka bisa mengaburkan pandangan, gerakkan dan sebagainya.


 


Kedua, sihir ilusi tingkat lanjut. Membuat halusinasi dan sebagainya namun tak berdampak pada manusia normal non penyihir.


 


Ketiga, memunculkan halusinasi tingkat tinggi. Yang targetnya adalah suatu perkumpulan.


 


Keempat, mereka akan memunculkan banyak monster sihir. Membuat monster sihir amat kuat dan tahan pada apa pun juga.


 


Kini, Sato pun paham.  Empat sihir yang bisa digunakan dengan angin sihir barat dan  selatan itu.


 


‘Jadi begitu’ batin Sato berpikir sambil melihat ke ruangan luar. Dia melihat  banyak siswa di sana. Berolahraga dan melakukan hal lainnya.


 


Lalu, Sati pun melihat ke arah bangku kosong itu. Di mana kata guru siswa itu sedang ijin untuk lakukan suatu lomba akademis. Tak lain milik Sayfull Onpipan.


 


Dia membayangkan seorang Shanee juga.


 


‘Aku harus mencari tahu apa kebenarannya’ batin Sato.


 


‘Kak Shanee, dia lain daripada Onpipan yang lainnya’ batin Sato.


 


Bell pulang tiba.


 


Saat ini ada less. Namun,  Sato bolos. Dia ijin untuk beberapa bulan. Dia berjanji akan selesaikan tugas yang menumpuk itu.


 


Dia berencana untuk identifikasi hal ini. Mungkin sendirian. Mengingat dia tak mengatakan kepada siapa pun.


 


Sato pulang  dan langsung berganti pakaian. Membuat makanan sendiri sambil terus berpikir  tentang langkah selanjutnya.


 


‘Saat ini, kepolisian belum mendapatkan informasi’ batin Sato sambil melihat tayangan televisi. Dia yang melaporkan sesuatu di sana.


 


Nampak ditayangkan karena memang banyak saksi dan pelapor. Namun, anehnya mereka tak melaporkan dirinya yang sempat keluar masuk dari tempat  itu.


 


‘Aneh  memang’ batin stao. Dia meniriskan spageti di piring. Lalu, menambahkan cairan saus di atasnya.


 


Dia kembali melanjutkan menonton tayangan itu. Di rumah, televisi entah kenapa jarang sekali digunakan. Sato beberapa  kali saja menggunakannya. Untuk melihat berita yang waktu itu disanterkan. Yaitu, klan Onpipan yang penipu.


 


Itu beberapa dari anggapan publik. Melihat jumlah uang milik Onpipan dan kolega mereka yang melebihi batas. Banyak spekulasi dari mana uang  itu. Ada yang bilang itu  pendirian hak, dan pencurian keuntungan.  Bahkan, penerbitan uang palsu.


 


Sato  masih tak tahu. Apa yang terjadi pada klan sihir ini.


 


Sato sudah habiskan semua itu.


 


Dia lalu melihat hapenya.


 


‘Sepertinya aku akan mulai untuk selidiki tentang klan Onpipan dulu’ batin Sato di sana.


 


Dia pun bergegas. Dia menuju ke rumah sahabatnya Sayugo. Mengetuk pintu di rumah besar kayu Sayugo yang berada di pinggiran kita itu.


 


“Maaf, Sayugo tak ada. Dia tampaknya pergi ke  rumah teman perempuan yang waktu itu.”


 


Sato pun mengerti. Dia lalu bergegas. Saat ini, Sati gunakan sepeda. Dia menyewanya untuk percepat dirinya  dalam investigasi ini.


 


Brak!


 


Dia sampai di  depan rumah gadis rambut pendek iru.


 


Di sana sudah ada  dua orang itu yang sepertinya bersiap keluar dari sana.


 


“Sato! Kau kembali,” ucap Sayugo.


 


“Hey,  kalian. Bisa  kita bicara sebentar?”


 


“Apakah harus langsung?  Kenapa kau tak  gunakan  sms atau telepon  gitu  kek!”


 


“Aku tak ada waktu Fernie.  Aku terburu-buru.


 


“Pulsamu pasti menganggur karena tak pernah beli paket,”  ujar Sayugo mengkritik.


 


“Diamlah!”


 


Mereka lalu bicara di  luar rumah ketiganya.  Di sebuah  kafe tampaknya.


 


“Begini, aku ingin kalian ceritakan  rentang klan Onpipan yang kalian tahu. Semua informasi itu.  Aku  tak sempat cari satu per satu.”


 


“Oh, baiklah!”


 


“Klan  Onpipan adalah  klan  terkaya.  Family terkaya. Mereka punya  banyak  gedung dan  bisnis. Makanan  sampai mesin  hampir seluruhnya kecuali rumah sakit dan tempat kebutuhan masyarakat sejenis itu.”


 


“Maksudnya?”


 


“Mungkin sejenis panti   asuhan,  panti jompo dan  seperti itu lah.”


 


“Bisnis keamanan seperti detektif juga kan?”


 


“Ya, benar,” ujar Fernie pada Sayugo.


 


“Lalu, bisnis apa saja yang sudah dipublikasikan oleh oknum tak dikenal itu?” tanya Sato.


 


Keduanya berpikir. Sayugo tampak menghitung dengan jari-jarinya.


 


“Hmmm, mungkin hampir semuanya.”


 


“Apa?!”


 


Sato lalu pergi dari keduanya dengan sepeda itu sembari menggumam.


 


“Tak mungkin kan? Aku harus memeriksa satu per satu perusahaan mereka yang super banyak itu?!”


 


Saat sudah tak melihat Sato lagi. Keduanya lalu dikejutkan oleh orang yang sama.


 


“Hey, Sayugo Fernie. Kalian kenapa tak menungguku membeli ramen Onpipan? Aku membelikannya loh!” ucap pemyda smp teman merela.


 


Membuat keduanya bingung.


 


‘Bukankah Sato tadi pergi dari kita ya?’


 


Orang di depan mereka adalah Sato. Menenteng mie di sana.


 


Wuuush!


 


Sato terus mengayuh sepedanya. Dia mungkin menuju seseorang.


 


“Aku akan mencoba bertanya pada kak Marra ataupun kak Chintya,” gumamnya.


 


Kini, dia sampai dan di hadapannya ada mobil hitam mewah. Keluarlah Marra dari sana.


 


Keluarganya lalu mengobrol di pinggir danau itu. Di sana sangat sepi.


 


Sato tampak menunduk. Seperti memohon di sana.


 


“Ada apa Sato?” tanya Marra. Duduk menggunakan pakaian formal itu.


 


“Maaf kak Marra. Mengganggu waktumu. Tapi aku ingin tahu tentang kabar semua perusahaan Onpipan. Aku mohon.”


 


Bersambung.