Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Shimun!



episode 60


Sherly tampak mundur karenanya. Dia terkejut.


"Heh!"


Sepertinya mereka akan bertarung. Wanita itu siap dengan diagonicnya dan Sephij dengan suatu mantra.


Tiba-tiba ...


"Sephij!"


Entah dari mana asalnya. Ada suatu seruan.


Itu membuat Sephij berhenti.


"Hmm, baiklah Mugo. Aku akan kembali," ucap orang itu. Membuat Sherly bingung setengah mati.


"Sepertinya aku tidak boleh menyentuh manusia bukan?"


Tampak tubuh orang itu pudar begitu saja. Kini, Sherly tampak bergerak. Mendeteksi adanya pemuda itu. Namun, dia tak temukan sama sekali.


Tempat lain.


"Shimun kau yakin?" tanya jago.


"Tujuan orang itu membangkitkan nenek moyang kita. Para Alger. Jadi itulah kenapa kita membantunya," jawab Shimun beralasan.


Jago tampak pasrah akan putusan dari Shimun.


Shimun lalu berdiri dan menuju ke lorong itu, tetapi dia mendengar kata-kata dari Jago yang berada di belakangnya.


"Shimun, tetaplah hidup. Ada dendam yang kau urus karena ini mengenaiku ras kita Alger."


Shimun pun paham.


"Baiklah, aku masih mengingatnya!"


Tap tap tap tap tap!


Shimun pun pergi.


Kini, tampak orang bernama Jago itu. Membuka matanya setelah dia mengingat kepergian rekan satu bangsanya yang sudah lama punah. Ras Alger.


Hanya beberapa yang bertahan. Namun, mereka akhirnya juga mati. Hanya dirinya dan dua temannya yang masih bisa hidup dan punya kekuatan spesial.


Jago menutup matanya. Pria manusia serigala itu tampak mendesah seperti menyesali sesuatu.


'Sudah kuputuskan!"


Kini dia entah kenapa seperti menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya. Pria rambut biru bernama jago. Ras Alger.


Tempat Shimun bertempur.


Kini,  dia masih melawan sang monster besi itu. Bombamen. Masih adu kekuatan di tempat itu. Kota itu terasa sepi saat ini.


Namun, Shimun tak ingin ambil pusing. Dia masih fokus adu kekuatab dengan besi kuat ini.


Pov Shimun.


Dia selalu mennadingiku. Namun, dia tak bisa mengatakan apa-apa. Dia dan aku mungkin mirip.


Dari kecil aku selalu diasingkan oleh penduduk sesama ras kami. Yaitu Alger.


Ras kami adalah keturunan dari Werewolf dan sedikit mempunyai darah vampir akibat beberapa kali persilangan dengan ras lain.


Alger hidup di sekitar hutan yang banyak monster seperti hutan-hutan di dimensi itu. Aku dulu hanyalah seorang anak manusia Alger yang tak bisa diandalkan.


Flasback.


Terlihat bocah berambut putih yang tinggi itu. Kini tengah dipukuli oleh berapa anak kecil yang bahkan lebih kecil darinya. Anak berambut putih itu adalah Shimun.


Shimun kecil nampak menangis karena dipukuli oleh anak-anak itu. Dia menangis tersedu-sedu. Kemudian, dia pun mencoba bangkit setelah jatuh itu.


Tapi, sekali lagi dia dipukuli terus hingga dia tak sadar di tempat itu.


Esok harinya.


Seorang bocah berambut biru dengan gigi-gigi tajamnya. Dia sepeetinya habis memakan mangsanya karena ras Alger adalah hewan buas setengah manusia.


Tak sengaja anak berambut biru melihat seonggok daging manusia. Namun, dia tak ingin makannya karena dia sudah kenyang. Anak itu bernama jago.


Jago nampak berjalan ke arah manusia yang tergeletak itu.


Tap tap tap tap tap!


Dia lalu terkejut, karena dia mendapati bocah yang berdarah dan banyak luka dari pukulan itu.


"Eh? Sepeetinya dia habis dianiaya," ucap jago kemudian.


Lalu, dia terkejut lagi.


Tampak, Shimun kecil ternyata masih hidup.


"Woah, ku kira kau sudah mati!" seru jago.


Mendengar adat teriakan bocah. Shimun pun bangkit. Dia lalu memerkan tubuhnya yang kini bisa membesar bahkan merobek pakaiannya itu. Otot di tubuhnya meregang melebihi batasnya.


Jago terkejut.


"Jika kalian maju, aku akan membunuh," ucap Shimun tajam.


Anak bernama jago lalu menggeleng cepat.


"Tidak tidak aku tak akan menyerangmu. Justru, aku hanya akan lewat saja tadi lalu terkejut menemukan dirimu yang menutup mata sangat lama sambi terbaring di tanah," jelas anak bernama jago.


Shimun lalu menormalkan kembali tubuhnya. Dia lalu akan berlalu dari tempatnya.


Namun jago mengatakan sesuatu kepadanya.


"Kau sepertinya kuat. Apa aku bisa berteman denganmu?"


Mendengar itu. Shimun pun berbalik. Dia yang baru mendengar ajakan pertemanan itu kini menangis sambil berdiri.


Sepertinya dia menerima ajakan pertemanan itu. Shimun dan jago lalu berteman.


Suatu hari, keduanya tengah berada di dalam hutan. Mereka sepertinya memisah dari tempat utama ras Alger.


Karena sesuatu mereka kini hidup berdua di hutan belantara itu. Juah dari semua orang.


Tap tap tap tap!


Saat Shimun sendirian sedang memandangi air sungai. Seseorang datang dari arah sampingnya.


Shimun melihatnya dan dia tampaknya mengenalnya.


"Shimun, sudah lama sekali," ucap seseorang itu. Yang kini melambai tangan ke arah Shimun yang sudah berusia 17 tahun.


"Kau? Sago?" tanya Shimun.


"Ya kau ingat! Karena kau aku jadi kuat dan punya kekuatan," jawab Shimun.


Lalu, datang jago ke arah mereka.


"Hey Shimun siapa dia?" tanya jago.


Sago memandang jago. Mereka tampak memandang masing-masing dengan tatapan asing.


"Perkenalkan dia adalah sago. Penerus pemimpin ras Alger. Dia yang sudah memberikan pil ajaib yang bisa membuatku kuat dari mimpi itu," jawab Shimun.


"Hallo Nak, apa kau ingin kekuatan juga?" tanya sago menawarkan sesuatu.


"Kekuatan? Tapi aku sudah kuat," jawab jago.


Lalu dia pun merubah dirinya menjadi serigala berwarna biru dan melolong.


"Auuuuu!"


Melihat itu, sago tampak puas.


Setelah itu ketiganya hidup di hutan itu. Sago yang sibuk bepergian ke desa itu lagi dan beberapa tempat. Sementara bocah itu terus berada di dalam hutan.


Tap tap tap tap!


Suatu hari sago datang bersama satu orang dewasa sepertinya. Jago dan Shimun melihat kedatangan mereka.


"Siapa itu sago?" tanya jago.


Lalu, tampak orang iu langsung berkenalan debagn mereka.


Dia berjalan ke depan mendekati dua remaja itu.


"Aku adalah orang yang akan membuat kalian bisa hidup nyaman di dunia ini, namaku adalah Mugo!" ucapnya memperkenalkan diri.


Jago dan Shimun lalu berkenalan balik.


"Jadi untuk apa kau kesini?" tanya jago.


Sago lalu menjelaskan.


"Orang ini mempunyai rencana yang besar. Di mana dia akan membuat dunia ini menjadi kosong lagi."


"Kenapa?" tanya jago lagi.


"Itu karena ..."


"Dunia ini begitu rusak dan tidak adil. Seperti kalian semua. Hanya karena berbeda dan sedikit berselisih dengan anak-anak tetua yang sudah menjahili kalian. Kalian semua menjadi diusir begini kan?" jawab Mugo dengan nada tingginya itu.


Kedua remaja itu menunduk. Sago tampak tak terpengaruh.


"Jadi, untuk membuat mereka sadar. Kita harus mengacau dan buktikan bahwa kita semua bisa menghancurkan keadilan palsu itu," lanjut Mugo lagi.


Kedua remaja itu lalu mengangguk.


Setelah itu, mereka pun diminta untuk ikut andil dalam pemusnahan klan Alger.


Keduanya hanya diberitahu untuk membunuh tetua-tetua yang jahat itu saja.


Pertempuran terjadi. Mereka berhasil dalam membunuh semua tetua raa Alger yang sombong.


Lalu, saat mereka keluar. Tampak sago menarik keduanya dengan kekuatan metalic idea. Membuat mereka berada di hutan yang jauh dan tersembunyi.


Itu adalah hutan sang raja Alger. Tempat kediamannya atau istana. Namun, saat sampai di hutan itu. Tak ada raja atau siapa pun.


Lalu terdengar langkah kedatangan dari arah lain. Membuat jago dan Shimun nampak melihat ke sana bersamaan.


Tap tap tap tap!


Tampak ada sago di sana. Melangkah gontai. Tampak dia juga sebenarnya tertusuk oleh sesuatu di dadanya.


Mereka pun tampak mendatangi pangeran ras mereka itu.


"Sago ada apa?" tanya jago dan Shimun khawatir.


Sago tampak mengeluarkan darah dari mulutnya terus. Karena suatu pedang besar sepertinya menancap dan menembus jantungnya.


Dia mungkin tak lama pagi di dunia ini.


"Kalian berdua de-dengarlah pesanku ini," ucapnya lemah sambil keluarkan terus darah karena semua organ itu rusak.


Jago dan Shimun menjawab bersamaan.


"Baiklah!"


"Dengar ini, orang yang bernama Mugo itu telah membantai semua klan Alger. Termasuk ayahku juga. Raja klan Alger," ucap sago serak.


Lalu keduanya tampak terguncang. Mereka tak tahu akan hal itu. Ternyata Mugo membohongi keduanya. Bahkan, sago tak diikut sertakan. Mereka sepertinya terbuai dengann rayuan itu.


"De-dengarlah ini, suatu saat aku akan bangkit lagi. Namun, itu bukanlah diriku."


"Apa maksudmu sago?" tanya keduanya bingung.


"Dia Mugo, tertarik pada kekuatanku. Namun, aku menolak beberapa pandangannya untuk membangkitkan ras nenek moyang kita. Itu karena dunia ini bisa hancur lebur. Pembalasan dendam yang dia bicarakan adalah omong kosong. Dia ingin membunuh semua orang."


"Uhuk. Pesanku adalah. Kalian harus hentikan mereka di saat-saat itu juga. Atau kalian serang saja saat lengah. Bunuh Mugo dan antek-anteknya tu. Untuk balas dendamku dan seluruh ras Alger yang dimusnahkan."


Tampak. Sago kini tak bisa bergerak. Sepertinya itu adalah pesan terakhir yang bisa dia sampaikan. Lalu, keduamya menguburkan jasad itu


Jago dan Shimun lalu datang ke tempat itu lagi. Tak disangka disana ada sago juga. Melambai seperti tak terluka sedikit pun.


Jago dan Shimun agak bingung. Namun, mereka hanya menjawabnya saja.


"Kini, kita harus melakukan langkah selanjutnya. Mungkin akan lama," ucap Mugo.


"Apa itu?" tanya jago.


"Kita akan paksa kebangkitan dari vampir dan Werewolf. Lalu, memaksa mereka bertarung untuk membuktikan siapa yang terkuat," jawab Mugo.


Keduanya berpikir sejenak. Lalu mengangguk.


"Dengan adanya mahkluk jahat terkuat. Dunia ini pastilah tidak stabil. Tennag saja semuanya akan kita kendalikan. Aku sudah tahu harus seperti apa."


Setelah itu Mogo meninggalkan ketiganya di sana. Keduanya sudah tahu. Mugo adalah pembohong yang hebat.


Keduanya hanya menunggu waktunya saja. Atau di saat-saat terakhir. Mereka akan membalas dendam pada orang bernama Mugo.


Sudah membunuh dan menyalin sago seenaknya. Serta membantai habis keluarga mereka ras Alger.


"Suatu hari, itu tidak lama lagi kan?" tanya Shimun kepada jago.


Jago mengangguk mantap. Mereka lalu ikut dalam tugas penting dari Mugo.


Yaitu, membunuh semua klan Pegasus. Walaupun klan itu kuat karena kekuatan turunan dari Godwitcher dan Godklannad. Namun, mereka semua rapuh saat diserang tiba-tiba seperti saat mereka tengah terkelap tidur di ranjang.


Sago, dia bangkit sebenarnya juga untuk tujuan lain. Dia sebenarnya tak mati waktu itu. Itu hanyalah sesuatu yang sudah direncanakan oleh seseorang yang tak diketahui siapa.


Bersambung.