Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Bergumam.



Episode 109


Sato terlihat baru saja menahan kekuatan api itu.


 


‘Api itu sedikit kuat. Bahkan, rasa panasnya juga aku rasakan dan menjalar sampai jantungku’ batin Sato mendeskripsikan hal ini.


 


Kemudian muncul orang debgan baju sihir hitam dan di dalamnya ada motif api yang juga berwarna sama.


 


Dua berambut hitam. Sayoma adalah salah satu penyihir yang bisa diandalkan.


 


Dua menjabat sebagai menteri di sebuah negara luar akademi. Karena dia dulunya adalah salah satu murid akademi sihir. Dia pun akan membantu semua perang ini.


 


Namun, sebelum itu. Ternyata dia pernah bertemu dengan Sephij dan Mugo.


 


Tap!


 


Orang itu punya tatapan yang seperti Sayfull yang terpengaruh intervasi itu.


 


Sato menatapnya. Tampak orang itu sedikit tenang.


 


“Kau akan mencoba menyusup ya!” ujar orang itu dan ciptakan bola api lagi di tangannya.


 


Tampak bola itu akan ditembakkan.


Sekali lagi Sato menahannya dengan telapak tangannya. Lalu dia pun sedikit tergeser ke belakang.


 


Jduaaar!


 


Sato pun tampak melihat ke depab dengan satu matanya. Menahan panas dan sakit itu.


 


‘Sialan,  apinya ternyata bisa lebih kuat!’ batun Sato kesakitan.


 


Sayoma tampak akan gunakan pedangnya. Lalu dia rapalkan sihirnya dan kini lapis pedangnya itu.


 


“Vire asgardos!”  ucapnya dan tampak  pedangnya itu dia angkat.


 


Lalu,  dari atas sana.  Muncul pusaran-pusaran dari  api.  Kemudian di dakamya.  Berjatuhan bola-bola api yang  berbentuk  memutar  juga.


 


Sato  lalu melompat  ke segala  arah. Namun, saat  api  itu  menyentuh tanah.


 


Bblaaaarr!


 


Api itu meledak dan menyebar dapam radius yang begitu luas.


 


Namun, Sato terbang. Namun,  berhasil  menghindar.


 


Sayoma tampak melihatnya. Lalu, srmua pusaran itu hilang. Kini dia pun bersiap dan melesatkan suatu tebasan api yang sangat besar.


 


“Tebasan api sayoma!”


 


Blaaaaaar!


 


Tamoak, Sato pun kini mental sangat kauh. Dengan api yang menyertainya.


 


Tampak pintu dan gerbang yang berhasil dia susupi. Kini, menutup. Lalu, tampak ada persai api di depannya.


 


Sato pun tampak kaget.


 


Sayoma sepertinya pelakunya.


 


Lalu, dia pun berbalik sembari kembalikan pedangnya lagi ke tempat.


 


“Tak akan kubiarkan kau memasuki tempatku ini!” jelasnya tegas. Sato masih bisa mendengarnya.


 


“Sialan! Lagi-lagi!”


 


Saat akan berbalik dan berjalan ke  arah tempatnya lagi.


 


Tampak dari braknag sana. Ada suatu benda  yang ke atas dan  tengah menembus apinya yang beelapis-lapis tu. Dia pun terbelalak.


 


“Apa?!”


 


Dia berbalik ke belakangnya. Lalu, dia pun melihat ke belakang. Di sana ada sosok dengan cahaya gelap itu.


 


Wuuuuh!


 


Tampak itu adalah Sati berama Rognoins Syaumu. Mereka tengah terbang dan menembus semua perisai dan apinya bersamaan.


 


Hyaaaa!


 


Jduaaar.


 


Blaam blaaam  blaam blaaam!


 


Tap!


 


Sato pun berhasil masuki jediaman orang itu. Lalu, membuat orang itu pun kembali bersiap  dengan pedangnya dan melompat dekatinya.


 


Sayoma nelihat tajam ke arah Sato.


 


Lalu, mereka berdua maju.


 


Hyaaaa!


 


Sato menghundari tebasan apinya. Lalu, dia pun mencoba menendang dengan energi yang tak kalah besar.


 


Sayoma lalu melesat ke belakang. Lalu dia pun tembakan tebasan api yang menyilang.


 


Sato menyilangkan tangannya. Tamoak bisa tahan tebasan itu.


 


Asap membuatnya tak bisa lihat Sayoma. Dia sedikit  tahan rasa letih di  sana.


 


Lalu, setelah itu. Dia pun rasakan serangan lagi.


 


Sayoma  tampak berteriak terbang menebasnya  dari arah samping.


 


Hyaaaa!


 


Sato melompat jauhinya. Lalu,  kembali Sayoma melakukan tebasan api andalannya itu.


 


Sato terpental sedikit dan masih bisa bertahan. Asap  kembali tercipta.


 


Sato rasakan kehadiran orang itu lagi.


 


Sato melommpati orang itu  yang akan menusuknya.


 


Sayoma kaget dengan Sato yang dengan secepat itu bisa berada di atasnya.


 


Lalu, Sato pun tampak memegang wajahnya. Orang itu pun tampak terbanting dan terseret mental di tanah itu.


 


Brak!


 


Lalu, sayoma pun bangkit. Sato ternyata baru saja mendarat.


 


Lalu, Sayoma pun langsung menembak puluhan bola api lagi.


 


Kini tampak sangat banyak. Membuat Sato pun termundur ke belakang.


 


Lalu, Sato pun lompat ke atas. Dia terbang ke atas sana.


 


Lalu, sayoma menembakkan tebasannya lagi.


 


Blaaar!


 


Sato terbanting. Namun,  dia bisa terbang kembali ke  atas. Sato menatap ke arah sayoma. Lalu dia pun langsung menerjangnya.


 


Sayoma menghindar. Dia tampak sampai berdiri di atas  atap. Karena kekuatan atap itu.


 


Lalu, Sato pun napak di sekitarnya. Sati lalu menujunya lagi.


 


Blar blaar blaaar!


 


Sayoma tampak menangkis semua hal yang Sato lakukan. Namun, dampaknya sangat terasa kle sekitarnya.


 


‘Kekuatan besar seperti apa ini? Ini hanya energi yang disalurkan karena adanya Rognoins kan?’ natun sayoma tak percaya.


 


Blaaaar!


 


Satu pukulan miliknya hancuran satu tempat di istana itu.


 


Lalu, dia sayoma. Langsung gunakan serangan yang berupa tebasan memutar.


 


Tampak dia sebutkan mantranya itu juga.


 


Blaaaar!


 


Tebasan itu menghancurkan apa pun yang disentuhnya.


 


Blaaar blaaar blaaar!


 


 


Jduaaaar!


 


Sato ternyata ikut imbasnya. Dia tampak kesakitan dan terjatuh dengan baju yang juga terbakar itu.


 


Sayoma dengan cepat sudah ada di depannya. Lalu dia pun sepertinya akan memenggal Sato.


 


Krassh!


 


Sato tampak memgang pedangnya itu. Sayoma pun sepertinya panik entah kenapa.


 


Lalu, Sato pun mencoba menendangnya. Namun, kini Sayoma malah menendang kepalanya lebih dulu.


 


Lalu, Sato pun terpaksa mundur.


 


‘Aku akan mebcoba lagi’ batin Sato yang kelimpungan.


 


Lalu sayoma gunakan jurus pusaran tebasan itu. Yang sangatlah luas dan ada satu tanda sihir yang juga berbentuk.


 


“Hyaaaaa!”


 


Sayoma lalu terus mendesaknya.


 


Sato lalu mencoba melompat aangat tinggi dan terbang. Hal itu ternyata berhasil. Lalu, Sato jatuhkan diri di dalam sana.


 


Sayoma langsung ada di dekatnya.


 


‘Inilah saatnya!’ Batin Sato.


 


Lalu dia pun mengarahkan badan dengan cepat ke arah sayoma. Sayoma pun kaget.


 


“Terima ini!”


 


Blaaaaaar!


 


Sayoma menangkis serangan Sato.  Namun, depannya masih sangat luar biasa.


 


Blaaaaaaaaaaar!


 


Tampak, membuat Sato pun sedikit kelelahan memuji tadi.


 


Lalu, energi kembali masuk. Membuatnya bisa pulih lagi.  Rahasia dua tak pernah lelah adalah Rognoinsnya itu. Yang punya kekuatan besar dan selalu akan mentransfer kepadanya.


 


Lalu, Sayoma pyn bangkit jauh darinya.


 


Krak!


 


Dia lalu bangkit dan kini tampak  mulai serius.


 


Lalu, dia  tampak masukan pedangnya ke sarungnya. Kemudian, menutup matanya. Tampak sebuah naga api di pikirannya  itu.


 


Groaaar!


 


Bwooosh!


 


Dia pun mengeluarkan mata pedangnya lagi. Kemudian muncul api dari dalam saryng itu yang amat sangat banyak.


 


Lalu api itu  tampak ke atas dan perlahan tapi pasti membentuk seekor naga yang besar.


 


Groaaaarg!”


 


“Vire girrego!”  gumam  sayoma.


 


Sayo menatap naga itu yang menganga di atas sana.  Dia lalu tampak mencoba ayunkan naga itu yang ke arahnya.


 


Naga panjang itu lalu  kembali  ke arahnya. Membakar apa pun yang tersentuh dan di sekitarnya.


 


Blaaaaar!


 


Sato melesat  ke atas. Lalu, dia melihat ke sekitar naga itu.  Tampak sayoma di bawahnya.  sepertinya naga itu berasal darinya. Tepatnya sarung pedang  itu.


 


Sayoma lalu arah tangan yang mencengkram ke arah Sato.


 


Sato  pun  rasakab naga itu mengarah lebih cepat  ke arahnya.


 


Groaaarg!


 


Blaaaaaar!


 


Sato mental snbaht jauh.  Lalu, naga itu kembali akan menyerangnya. Sato mengarahkan tangannya.


 


Blaaaaaaaar!


 


Sebuah ledakan api besar terjadi.  Karena Sato  ditabrak oleh naga  itu. Sayoma tampak merasa menang. Lalu dia pun  melompat ke dekat tempat Sato. Masuki asap itu.


 


Dua kaget Sato masih hidup dan utuh  walau dia tampaknya sekarat.  Sato terlihat terbaring di atas tanah yang juga hancur lebih itu.


 


Sayoma  lalu  lompat  ke dekatnya.  Dia mungkin hendak bunuh Sato dengan tusukan pedang pas ke arah jantung bocah itu.


 


“Belum saatnya!”


 


Ngung!


 


Suatu bisikan itu membuat diri dari sayoma itu pusing. Dia  hentikan dirinya dan mundur  ke belakang.  Dia pun tampak kesakitan  di ana.  Bahkan, sampai berlutut.


 


Lalu, membuat Sato pun bisa bangkit. Lalu Sato pun meluhat dirinya. Dia lalu melompat menjauh.


Sayoma lalu nelesatkan puluhan bola api. Dengan tebasan api juga. Membuat seangan yang besar dan meledak.


 


Jduaaarr!


 


Untunglah Sato bisa terbang sangat tinggi. Lalu, dia pun mendarya di  arah yang sebaliknya.


 


Sayoma tampak mencarinya.  Lalu, sayoma bisa lihat  Sato berada di belakangnya.


 


‘Dia mencoba kabur ya!’ batinnya meremehkan.


 


Lalu, Sayoma pun tampak melesat lagi ke arahnya. Tampak dia  dengan pedang yang terbalut apinya lagi. Kini, lomoat dan akan menebasnya.


 


Sato  menghindarinya. Sayoma pun terus melakukan serangan ke arah Sato.


 


Dia terus menebas dan hantarkan tebasan-tebasan mematikan. Daru jauh dan dekat.


 


Blaaaar!


 


Lalu, Sayoma pun berhenti untuk akan menusuknya. Lalu, Sato pun bangun. Dia sedikiit merasa marah pada musuhnya ini.


 


Lalu, Sato pun tampak akan memukulnya.


 


Blaaaaar!


 


Sayoma lalu menghindari dengan mudah.


 


‘Sialan, dia sangat kuat’ batin Sato kesal.


 


Sayoma akan gunakan tebasan apinya lagi.  musuhnya kini tak terlalu berekskresi. Lalu Sato pun menghindarinya.


 


Blaaaaaaar!


 


Sato pun tampak berhasil dan menapak  di suatu tempat. Lalu, datang sayoma lagi dan akan menebasnya.


 


Wuush!


 


Sato pun tampak berhasil menghindarinya lagi. Lalu, dia akan menyerangnya. Sayoma tamoak terkena tendangan itu terpental amat jauh.


 


‘Dua sedikit berbeda’ batin Sato merasakan keanehan.


 


Sayoma yang kini dentab ekspresi datarnya. Mulai bangkit lagi. Lalu, Sato pun tampak mesat ke arahnya.


 


Hyaaaa!


 


Meninju  sayoma dan membuatnya terguling-guling di tanah lagi.


 


Brak!


 


Sato pun tampak sepertinya merasa. Menang. Lalu sayoma tampak bangkit. Namun, kekuatannya tampak melemah. Sati merasa ada yang aneh.


 


“Aku akan mengalahkanmu di perang nanti! Ingatlah ini!” ujar sayoma sebelum dia ambruk dan tiba-tiba tak sadarkan diri.


 


Sato pun tak mengerti. Dia mencoba memeriksa orang itu.


 


“Heh! Belum saatnya kau mati! Sayoma! Kedekatanmu dengan beberapa orang-orang mengganggu rencana! Akan kami manfaatkan! Lagipula bagaimana si anak karma ini ada di tempat sayoma! Sial! Rencana kita sedikit meleset. Apa ada mata-mata?” ujar Sephij di suatu temoat. Dua gunakan sebuah sihir dan tanda sihir yang terus menyala di depannya itu.


 


Dari suatu tempat. Tampak seseorang baru saja melihat dari jauh dengan suatu sihir. Dia tampak punya penampilan seperti magi. Namun, dia punya berewok yang tipis.


 


 


Bersambung.