
episode 62
Blaaaaaaaar!
Dentuman itu cukup besar. Sampai melebarkan paksa lubang yang cukup dalam itu. Tapi, teriakan Shimun juga terdengar dari dalam sana.
Tentunya suara ledakan itu lebih besar dari yang ia keluarkan.
Blaaaaaaar!
Ledakan itu terus membombardir daratan itu. Meluas hingga seluas-luasnya. Suara Shimun terdengar semakin tertutupi dengan ledakan besar ini.
Shimun mungkin masih bertahan di dalamnya. Bombamen juga begitu. Ledakan meluas terus sampai hampir satu jam. Ledakan itu masih ada.
Bluuuuuum!
Jduaaaaar!
Cahaya ledakan itu tampak bersinar terang. Bulatan tak sempurna itu sangat luas dan masih bisa meluas lagi untuk beberapa saat lagi.
Blaaaaar.
Kini, perlahan ledakan itu pun sirna. Terlihat mulai tergantikan oleh asap dari banyak hal pasca ledakan tadi.
Wuuush!
Terdengar suara seperti mesin roket. Di atas sana. Kini, terlihat seseorang yang berbeda dari Bombamen mau pun Shimun.
Orang itu tampak seperti robot. Karena bagian punggungnya terdapat roket yang membuatnya bisa melayang.
Namun wajah dan kulitnya mungkin terbuat dari bahan yang mirip kulit manusia. Wajah orang itu terlihat juga normal layaknya manusia lainnya.
Wuuuush!
Bahkan awan di atas sana terpengaruh. Mereka menyebar. Membentuk lubang langit biru yang seluas ukiran ledakan tadi. Ukuran yang sangat jumbo dari ledakan milik salah satu jurus Bombamen.
Tampak, Sato pun terpana kaget kimi di tempat Forg. Keduanya kaget saat melihat betapa besarnya dampak ledakan tadi.
Mereka melihat ke layar itu. Menatap dengan kekagetan yang mendalam. Ekspresi mereka membuat tak bisa melakukan apa pun selain bungkam dan terpaku saja.
Sato melihat dengan beberapa kedipan. Dia mencoba sadarkan dirinya yang masih kaget. Forg sampai terbatuk-batuk.
Sosok Forg nampak meminum dari gelasnya di samping komputernya tadi. Tampak, Forg terlihat menelan sesuatu dengan begitu sulit.
Kembali di pertarungan.
Wuuush.
Awan di atas mulai normal lagi. Kini, sosok orang dengan roket itu. Melihat ke bawahnya. Dia kini mempunyai lengan yang seperti robot buatan juga. Robot yang dibuat semirip manusia.
Asap dan hal lainnya di bawahnya. Mulai perlahan sirna. Seketika itu juga, terlihat besi-besi berserakan.
Entah kenapa ada besi-besi besar dan seperti baru hangus itu di tempat itu. Terlihat asap pun mulai sirna keseluruhannya.
Wuuuush!
Orang yang berada di atas tak lain adalah Bombamen. Dia sepertinua sudah menjadi wujud lainnya lagi.
Lalu, setelah lama. Kini, terlihat juga musuhnya yang sama sepertinya. Sama-sama kuat dan tahan lama.
Terlihat rambut putih milik Shimun. Kini, tampak sudah sedikit pendek dari yang biasanya. Tubuhnya juga tampak mengeluarkan asap putih yang sudah dari tadi akan lenyap.
Orang itu terbaring di sana. Menutup matanya saat itu. Kemungkinan, Shimun hilang kesadaran atau sedang kelelahan.
Asap sudah sirna. Kini, terlihat lubang besar itu. Sungguh luas sekali. Setelah di lihat lagi. Kini, Albania hanya menyisakan sekitar tanah seluas dua meter saja.
Wuuuuush!
Asap sudah tak ada. Sosok keduanya ini sudah jelas di tempat itu. Mereka nampaknya masih menunggu musuh-musuh mereka.
Beberapa saat kemudian.
Kraaak!
Tanah di sekitar Shimun. Nampak retak. Walau hanya retakan kecil tapi itu aneh.
Bombamen dari atas sana sedikit sadari sesuatu. Mata manusianya itu melihat tajam Shimun.
Kraaak krraaak kraaaak!
Kini, tampak tanah itu menjadi punya banyak retakan. Seakan-akan mau hancur berkeping-keping.
Bombamen membulatkan matanya sedikit kaget. Dia melihat aneh tanah-tanah yang berada di bawah dan sekitar Shimun itu.
Kraaak kraaak kraaak!
Terlihat, kini Shimun pun bangkit perlahan.
Kraaak kraaak kraaak!
Energinya yang selama ni berwarna putih bersinar itu. Mulai keluar dan kini, energi itu terlihat lebih tajam warnanya dan kusam.
Bombamen menunggu musuhnya itu. Tampak tanah retak juga ada di bawah Shimun. Shimun melirik ke tanah itu.
Dia lalu melihat tangannya itu. Melihat datar saja.
Tangan miliknya yang juga dilindungi oleh energi sihir darinya. Dia masih bisa hidup saat ini. Sungguh luar biasa.
Lalu, dia merasakan Bombamen. Lalu, dia pun tersenyum.
Secara cepat.
Blaaaar!
Dia langsung berdiri dan melompat ke atas. Tanah yang tadi retak. Hancur dan kini menyebar ke segala penjuru lubang itu.
Blaaaaar!
Semuanya hancur bahkan kini menyebar sampai ke tanah daratan yang masih tersisa di negara Albania ini. Getaran itu kini menghancurkan dan meruntuhkan sisa bangunan tu.
Jduuuum!
Shimun, nampak dengan energinya itu. Kini, sepertinya akan menyerang Bombamen.
"Pukulan Maut!" seru Shimun.
Dia menggunakan pukulan seperti pencakar itu. Lalu, terlihat ada gambar serigala sepintas di belakang dirinya.
Groaaarg!
Serigala itu bahkan mengaum sangat ganas. Seperti saat ini Shimun akan mencabik dengan kekuatan itu.
Bombamen nampak tak bergerak. Dia menyilangkan kedua tangannya sebagai tameng.
Dan .....
Blaaaaar!
Bombamen yang dalam form aslinya itu. Tampak terpental ke depan sana. Dia tambah merusak tanah-tanah itu lagi. Membuat jalur goresan yang sangat besar.
Blaaaar!
Namun, dia mencoba bertahan dengan roket di punggungnya kini, menghampiri Shimun yang entah bagaimana bisa berada di sampingnya lagi.
Dia pun maju dan kini dengan tangan kanan yang berubah menjadi semacam mesin lancip dan mengeluarkan cahaya energi biru itu.
Wuuush!
Blaaaar!
Cahaya biru lagi-lagi menghancurkan tempat itu. Porak poranda dan sangat parah.
Blaaaaar!
Kini, Shimun tampak terpelanting setelah menahannya dengan dua tangan itu. Tanah di sekitarnya kembali retak setelah dia dekat dengan mereka.
Dia lalu melihat tangannya itu. Sedikit gemetaran setelah dia baru saja tersungkur.
'Aku memiliki kontrol penuh dengan tubuh naturally ku. Musuhku ini sangat membantuku berkembang pesat'
Dia lalu melihat Bombamen yang datang dengan tatapan datar sama sepertinya.
"Hyaaaa!"
Shimun kini tampak terserang lagi. Dia terdorong oleh pukulan dari tangan yang bentuknya sedikit berbeda. Kini, seperti ada 4 tonjolan panjang mengarah lurus kepadanya saat ini.
Shimun terus di dorong sangat jauh sekali.
Bblaaaar!
"Hyaaaaaa!"
Shimun dengan berusaha mati-matian. Mencoba menahan kekuatan itu. Dia lalu sedikit percikan energi listrik.
Namun, dia tak berhasil kali ini. Justru ...
Bbwoooosh!
Bombamen mempercepat dan perkuat kekuatannya. Dia terus mendorong tubuh Shimun tak dibuat untuk lolos ke mana pun itu.
Wuuush!
Keduanya masih bertarung. Kini, Shimun mencoba melepaskan diri. Energi listrik dari kekuatan naturalnya tak cukup tuk hentikan semua yang dilakukan Bombamen padanya.
Pria robot itu tak mau melepaskan cengkraman dari tangan yang super kuat itu. Dia terus mendorong dan membuat Shimun tak berdaya.
Bombamen mencoba membunuh dirinya di tempat ini.
"Hyaaaa!"
Bombamen lalu berteriak. Kini, energi tajamnya itu berubah menjadi putih yang sangat mengkilat. Tampak Bombamen sedikit terkejut.
Dia merasakan kekuatan musuhnya ini menjadi level yang lebih tinggi lagi.
Dia pun mementalkan Shimun ke udara.
Blaaar!
Lalu, dia dengan cepat mengejarnya. Dia terbang memutar-mutar namun terus mengejar arah pentalan itu.
Shimun yang merasa menghempas. Dia memvuka matanya dan kini dia sedikit hentikan dirinya agar tidak lebih tinggi lagi ke angkasa sana.
Dia lalu melihat suara roket Bombamen. Melihat sosok Bombamen yang akan menujunya lagi.
Dia lalu dengan cepat, membuat dirinya melesat cepat dari udara itu. Dia membuat energi pendorongnya sendiri.
Dia cepat tak kalah cepat. Dia lalu keluarkan energi putihnya yang sudah berbeda rasa. Kini, dia akan melakukan tendangan ke arah Bombamen.
Bombamen tak kaget. Dia lalu siapkan pukulan yang kini tercipta bola energi biru di ujung tangan yang berubah bentuk itu.
Bzzzzzz!
Kini, keduanya akan saling adu kekuatan. Akhirnya setelah itu.
Jduuuuum!
Mereka saling adu di sana. Lama saling dorong. Terlihat melenguh Shimun. Kemudian, dengan cepat dia mendorong terus. Kini, Bombamen sedikit rasakan perbedaan besar dari musuhnya itu.
Namun, dia masih bertahan.
Musuhnya itu berteriak di depannya lagi. Bombamen tak berpendapat apa-apa. Dia mencoba menahan kekuatan abstrak dari Shimun.
"Hyaaaaa!"
Shimun seperti disengat lebah. Di ingin maju dan mendorong serta kalahkan Bombamen. Namun, pria robot itu belum kalah.
Saat dia sudah mulai terdorong. Bola energinya itu tampak bergerak kini.
Bola itu ternyata meluncur ke atas. Lalu, kekuatannya itu kini berkali-kali lipat dari kekuatan musuhnya itu
Shimun kini khawatir. Tampak dia masih berusaha mendorong bola kecil biru dari Bombamen.
Blllllur!
Shimun masih mencoba mendorong ke bawah. Sementara bola biru itu tampak sangat kuat. Bola itu sepertinya dibuat agar meluncur perlahan.
Seakan tak terpengaruh dorongan kaki Shimun. Bola itu sepertinya sangat kuat.
"Sialan!" seru Shimun.
Setelah itu, tampak Bombamen mundur menjauh ke arah tanah itu.
Dia napak di tanah. Shimun melihatnya dengan satu mata karena dia kini kerahkan kekuatan sihirnya.
'Apa yang dia lakukan?' tanya Shimun berbatin.
Tap!
Kini, tampak dengan dua tangan yang sudah diubah bentuknya jadi seperti lancip dan berenergi itu.
Dia menunjukkan ujungnya ke arah Shimun dan bola yang mendorongnya.
"Doble Energiru blue launcher!"
Ngiiing!
Tampak energi biru panjang keluar dari dia tangannya. Tampak menembus dan membuat Shimun di atas sana berteriak sakit.
"Aaaaaaakh!"
Blaaaaaar!
Shimun meledak di atas sana dengan kekuatan dari Bombamen itu. Ledakan itu reda dengan sebentar.
Karena hanya membelah awan saja. Tak ada benda padat di atas sana.
Bombamen lalu menurunkan tangannya itu dan mengubahnya lagi ke bentuk semula.
"Haaah haaah haaah!"
Dia membulatkan matanya. Tampak melihat si musuh masih bertahan walau menderita luka bakar di beberapa bagian tubuhnya itu.
Sepertinya serangan tadi berhasil membakar tubuh naturally milik Shimun. Bahkan lava saja tak mempan padanya.
Terlihat sosok Shimun yang sedang menghembuskan nafas lelahnya. Di atas Bombamen. Bombamen sepertinya masih termangu di tempatnya.
Walau tanpa kata-kata sekali saja. Sementara, Shimun yang kini sudah terluka banyak sekali. Wajah di bagian mata kanannya memerah padam. Seperti baru saja tersentuh api. Mungkin memang serangan Bombamen lah yang menyebabkan semua lukanya ini.
Bersambung.