Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Si aneh.



Episode 110


Sato lalu keluar dari kastil itu. Lalu, dia pun tak membawa apa pun. Langsung coba  sesuatu yang lain.


 


'Ternyata di sana. Bukanlah markas. Sial, aku salah mengira' batun Sato.


 


Tap tap tap tap!


 


Sato tampak kini berjalan di suatu kota. Lalu melihat ke sekitarnya. Tampak normal.


 


"Kini bagaimana aku bisa temukan solusi!" ujar anak itu di sana.


 


Tap tap tap!


 


Di sana dia juga berpapasan dengan orang-otang dengan pakaian aneh juga.


 


Sato pun tak menatap mereka. Agar dia tak merasa mencurigai mereka.


 


Namun, sesorang tampak mengajaknya berbicara. Dari  pihak itu.


 


"Hey, ada apa denganmu? Apa  kami punya masalah dengamua sebelumnya?" tanya orang itu.


 


Sato pun tampak menggeleng cepat.


 


Namun, orang-orang yang terlihat jahat itu. Tampak tak percaya.


 


Dia pun melangkah ke arah Sato. Sato pun  mundur. Tampak dia sembunyikan Rognoins itu di balik  bajunya. Agar orang-orang tidak melihatnya.


 


"Sepertinya kau ada masapah kejiwaan Nak! Sudahlah kami semua sibuk!"


 


Mereka pun untungnya pergi. Karena mengaku sedang melakukan sesuatu.


 


Di dalam kota akademi Valloshwa.


 


Di sana magi sedang meneliti. Namun, dia sedikit dapat kendala.


 


'Sial, kita sepertinya biruh sesuatu' natinnya.


 


Dia lalu keluar. Berbicara tentang itu kepada semuanya. Namun, mereka semua menggeleng padanya.


 


Lalu  dia pun tampaknya akan pikirkan cara lainnya.


 


Tap tap tap tap!


 


Sato lalu melihat beberapa prajurit yang membawa banyak kertas-kertas yang langsung menempel dan menuju ke siapa pun yang penasaran.


 


Sato pun mendapatkannya. Lalu, Sato  pun tampak  membacanya.


 


"Butuh seseorang yang  ingin dijadikan bahan uji coba sihir. Imbalannya adalah suatu informasi rahasia!"


 


Sato pun berpikir. Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang aneh.  Apa itu tujuan musuh?


 


Sato  belum  putuskan  untuk itu. Lalu, Sato  pun langsung pergi saja sambil berpikir.


 


Melihat beberapa orang. Dia sepertinya mengerang.


 


"Tak ada yang bisa jadi partnerku!" ucapnya.


 


Lalu, sesorang tampak melangkah ke arahnya. Dengan jubah sihirnya itu.


 


Tap tap tap tap!


 


"Aku bersedia menjadi temanmu!" ungkap  orang itu. Tampaknya sangat dewasa darinya.


 


Sato menoleh. Melihat penampilan orang itu yang seperti penyihir.


 


"Ah, maaf. Tapi sepertinya anda tidak butuh seorang seperti  saya!"  Sato pun mencoba menghindarinya.


 


Lalu, orang itu tampak menghajar.


 


"Aku melihatmi bertarung tadi! Kau sangat kuat! Bisa kalahkan sayoma yang terkenal kuat dengan sihir apinya!" seru orang itu.


 


Sato melihatnya tak percaya.


 


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Sato.


 


"Aku hanya tak sengaja melihat. Saat aku tengah  melihat keadaan sekitar dengan sihir penjelajahku!" jawab orang misterius itu.


 


Mereka laiu berjalan untuk keluar.


 


"Kau sepertinya punya tujuan sesuatu?" tanya orang itu.


 


Sato masih diam.


 


Lalu dia pun tampaknya memiliki ide yang logis.


 


"Ya! Aku ingin mengikuti acara ini! Aku butuh informasi yang penting yang sepertinya yak banyak orang tahu!" ujar Sato sembari ulurkan selembaran tadi.


 


Orang itu pun sudah tahu apa itu.


 


"Baiklah, aku akan membantumu! Aku juga sepertinya tak ada kerjaan," jawab  orang itu.


 


"Apa kau tahu? Di mana tempatnya?" tanya Sato.


 


Dia pun mengangguk.


 


"Itu sangat dekat!"


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


Lalu, Sato pun tampak menuju ke suatu tempat. Lalu, di sana tampak ada beberapa orang berpakaian penyihir putih. Mereka adalah perkumpulan sekte Vaskit! Di mana sekte itu adalah penentang sekte akademi Valloshwa.


 


"Sepertinya itu adalah ulah orang-orang ini!" ujar orang itu. Dia bernama Martin. Dia adalah penjelajah yang baru saja sampai di sekitar sini.


 


Tap!


 


Sato pun masuk ke dalam. Di sana dia pun tampak akan disuntik sesuatu. Lalu Sato pun boleh keluar.


 


Sato pun kini menanyakan sesiatu yang akan dia butuhkan.


 


"Apakah di sini terjadi sesuatu yang menggemparkan belakangan ini?" tanya Sato.


 


Mereka pun menjawabnya.


 


Sato keluar dari sana. Dia berjalan dan sepertinya dia tahu kejadian yang dialami teman-temannya itu. Sepertinya alasan Syaumu diubah menjadi Rognoins. Karena dia telah melakukan penyerangan.


 


Semua orang disekitar kota itu tahu.


 


"Anu! Apakah kau tahu akademi itu?" tanya Sato.


 


"Ya! Itu adakah akademi yang berdiri di kota yang dulunya milik Godwitcher," jawab orang itu.


 


"Hmm, begitu ya!"


 


"Apakah kau mau menjalankan misi denganku?" tanya orang itu.


 


"Misi apa itu?" tanya Sato.


 


"Aku mendapat misi dari seseorang. Namun, sampai saat ini aku belum bisa menyelesaikannya," tutur orang itu.


 


"Untuk lebih jelasnya. Aku ceritakan sambil kita makan saja! Bagaimana?"


 


"Baiklah!"


 


Megamu tampak seperti merasakan sesuatu.


 


"Ada apa?"  tanya Sayugo.


 


Chintya tampak sedang makan juga.


 


"Aku merasakan kekuatan karma Sato terhambat sesuatu yang besar."


 


Sato tampak tunjukkan Rognoins itu.


 


"Woah, jadi kau punya hewan seperti ini ya! Pantas kau sangat kuat!" ujar orang itu.


 


"Memangnya kenapa?"


 


"Untuk bisa miliki hewan seperti ini! Kau haruslah sangat kuat! Kau harus bisa melakukan sibur-sihir yang hebat!" jelas orang  itu.


 


 


"Jadi apa misi yang kau jalankan ini?" tanya Sato.


 


"Aku diminta oleh orang itu. Untuk mencari suatu gulungan di tempat yang sangat misterius. Tempat itu ada di dunia lain!"


 


"Apa  dunia  lain?" tanya Sato terkejut.


 


"Ya! Di sana sangat berbeda dari dunia ini! Apakah kau tak pernah ke sana?" tanya orang itu polos.


 


"Ya! Sepertinya begitu!"


 


"Baiklah! Ayo kita berangkat ke  sana!"


 


Tap tap tap tap tap!


 


Mereka pun tampak melakukan perjalanan. Hingga mereka pun tampak memasuki lubang sihir.


 


Tap!


 


Sato lalu melihat dan memandang bahwa dia sepertinya di hutan hujan di sebuah dunia.


 


"Ayo kita bergerak!" ajaknya.


 


Sato mengangguk.


 


'Ini si hutan amazon. Di dunia biasa' batin Sato mendeskripsikan tempat itu.


 


Mereka terus berjalan ke depan. Sato pun tampak hanya mengikuti orang-orang itu.


 


Lalu, mereka tampak sampai di sebuah pemukiman. Lalu, nereka sembunyi.


 


"Kenapa kita sembunyi?" tanya Sato.


 


"Ini adalah pengintaian. Kau tahu! Mereka punya alat-alat yang berbahaya!" jawab orang itu.


 


Sato yang sudah tahu smua alat-alat itu adalah alat biasa. Dia pun melangkah ke sana. Dia tampak masuk ke dalam pintu itu. Pintu otomatis.


 


"Hey kau!"


 


Dia mengikuti aato. Tampak dia  terkejut dengan suatu pintu itu yang membuka sendiri. Dia mencoba melawannya. Namun, sihirnya tampak tak keluar seratus persen.


 


Sato pun menggandenganya.


 


"Tenanglah! Di mana barang itu ada?" tanya Sato menerangkannya.


 


Dia lalu menunjuk ke suatu arah. Di mana di sana adalah toko sebuah obat-obatan. Ternyata dia hanya ingin mendapatkan tanaman herbal yang ada di sana.


 


Dirinya tampak di ajak ke atas.


 


"He, apa kau yakin untuk ke sana?  Di sana ada itu!" ujarnya takut. Dan tampak di sana ada sebuah pintu yang membuka sendiri dan selalu mengeluarkan orang. Pintu lift.


 


"Hahahaha! Apa jangan-jangan karena ini. Kau belum selesai dengan ini?"  tanya Sato.


 


Orang itu pun mengangguk.


 


"Baiklah! Aku pastikan kau akan sukses ayo. Tinggal masuk saja!" ajak Sato dan mendorong orang itu.


 


Grab!


 


Orang itu tampak gemetar. Dia ketakutan. Namun, Sato tampak memaksanya.


 


Dia lalu merasakan tempat itu seperti menanjak.


 


Sato terus meenangkan. Semua orang tampak tertawa melihat reaksi orang itu.


 


"Sepertinya dia dari jaman pra sejarah!"


 


"Hahahaha!"


 


Orang-orang itu tampak berkomentar. Dirinya tampak masih saja ketakutan. Hingga pintu lift membuka dan selalu memasukkan orang.


 


Sato tersenyum menenagkan rekannya itu.


 


Tap!


 


Sato lalu sampai di sana. Dia pun membeli itu dan segera kembali.


 


Mereka lalu akan kembali ke sana.


 


Tap!


 


"Sato! Bagaimana kau bisa mengatasi kekuatan aneh ini? Bahkan di dunia ini! Sihir tak berfungsi!" tanya  orang itu.


 


"Entahlah! Mungkin karena aku beruntung saja!"  jawab Sato.


 


Orang itu tampak menggeerutu tak jelas setelah mendengar itu.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Sato dan dirinya lalu kembali ke dunia sihir. Lalu,  mereka tampak kembali ke dalam sana.


 


Orang itu lalu berbicara pada Sato. Sembari dia mengambil sesuatu.


 


"Sato! Ini sebagai upahmu! Aku juga tambahkan dengab upahku!" ucapnya.


 


"Apa?! Kenapa kau berikan upahmu juga?!"


 


"Tak apa! Orang itu baik!  Aku pasti akan diberi lebiih banyak! Sekarang aku pergi  dulu ya!"


 


Sato melambai padanya. Lalu, dia pun selesai dengan itu. Kini diia akan pikirkan bagaimana cara lainnya.


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


Martin tampak beerjalan menuju orang yang dimaksud itu.


 


"Apakah kau berhasil mengambilnya?" tanya orang itu.


 


"Ya! Sesuai dengan rencanamu. Dengab bantun bocah itu. Aku bisa dengan mudah di dunia yang tak aku kenali itu," jawab martin.


 


"Baguslah kalau begitu!" ucap orang itu.


 


Tampak diia menerima sebuah tanaman itu. Yang da sentuhannya tampak menguarkan banyak sekali cahaya hitam. Martin melihatnya takjub.


 


"Martin, tdrumapah bayaranmu di tempat biasa!" ucap orang  itu.


 


Martin pun berlalu dengan senang.


 


Tap  tap tap tap tap tap!


 


Lalu, orang kurus berkacamata itu.  Tampak berjalan menuju ke arah atas. Di sana terdapat seorang yang sudah menunggunya.


 


"Bawakan ke sini. Wahai adikku!" ucap seseorang berkacamata juga.


 


"Sephij. Berhenti menganggap bahwa aku adalah adikmu!" balas orang itu  tak terima.


 


"Hahahahaha!"


 


Sephij tampak tertawa di sana.


 


Tap!


 


Orang itu tampak menaruh tanaman itu di atas bola itu.


 


"Deengab ini apa yang terjadi?" tanya si kurus kaca mata.


 


Sephij  melirik. Dia yang sedang mengolah sesuatu dengab sihir itu tampak mengulas sebuah senyum.


 


"Kami melakukan ini dangat susah sekali. Pertama adalah mengumpulkan banyak energi untuk bangkitkan monster-monster dan ketakutan. Lalu setelah itu kita kumpulkann hal itu yang  lebih banyak lagi  di dalam tempat yang ku sebut 'bola kekuatan' karena di dalamnya banyak menampung apa pun dan membuatnya jadi kekuatan," jelas Sephij.


 


"Jadi dengan kata lain?" tanya orang itu.


 


"Ya! Kau akan saksikan sebentar lagi! Hanya butuh beberapa hal lagi. Ku pikir jika tak ada kendala. Kita akan cepat menuntaskannya. Lalu, kita kembali dan selanngkah lebih dekat dengan Mugo dan adikku. Silvanza!" jawab Sephij.


 


Apa pun yang terjadi. Pasti suatu kerusakan dan kekacauan. Oleh perkumpulan jahat ini.


 


Bersambung.