
episode 54
Di tempat Sherly. Tampak dia lari tergesa-gesa di lorong itu.
Tap tap tap tap!
Suatu lubang berdiameter tidak kurang dari 15 meter. Tampak kini ditelusuri oleh Sherly. Dia terus berlari menelusuri lorong hitam itu.
Tap tap tap tap!
Langkahnya tergesa-gesa. Karena nampaknya dirinya itu sebenarnya dikejar-kejar oleh sesuatu.
Gark!
Terdengar langkah aneh dari belakang cewek seksi itu. Orang yang melangkah itu. Nampak berjalan susuri area itu dengan sedikit keceparan yang dia punya. Walau langkahnya agak aneh.
Tap tap tap tap tap!
Terdengar langkahnya yang aneh itu sepertinya mengikuti orang lain di depan sana. Tak lain adalah Sherly.
Sherly berlari tergesa-gesa menuju ke arah depannya. Dia tak bisa menoleh karena keadaan gelap.
Dia berlari menuju ke dalam sana dengan kecepatan penuh. Namun, beberapa kali terhambat oleh sesuatu di dalam gua.
Berlari susuri tempat yang suram itu. Nampaknya, itu memakan banyak waktu. Lorong itu sepertinya sangat panjang sekali.
Tap tap tap tap!
Terlihat Sherly melenguh atas kerja larinya yang tak kunjung dia selesaikan. Menarik dan melepasnya dengan cepat. Nafasnya terdengar tersengal-sengal.
"Haah haah haaah!"
Tampak dia berlari dengan kecepatannya itu. Melangkah dengan beberapa ayunan-ayunan kaki yang terbilang cukup untuk sekarang.
Melanfkah lari. Di belakangannya nampak masih ada si pengejar yang terus mengikutinya. Sherly melirik ke belakang sedikit. Dia pun menggerutu setelah merasakan hadirnya si pengejar.
Tap tap tap tap tap!
Sherly terus lari. Si pengejar tampaknya adalah monster yang masih belum diketahui. Monster itu sepertinya ikut masuk mengikutinya dari luar. Atau sebaliknya. Sudah ada di tempat ini sebelumnya.
Sherly tampak terus menerus lari. Langkahnya tidak goyang sama sekali. Dia kembali melihat ke belakang. Namun, sosok itu tampak masih berlari mengejar dirinya.
Dia tak pikirkan apa-apa lagi. Pokoknya, Sherly harus lari ke depan. Sampai ujung tempat ini.
Tampak di aaat dia lari. Manda yang di markas tampak mendeteksi sesuatu yang janggal. Manda sedikit kaget setelah melihatnya.
Terlihat titik merah yang berada di peta layarnya. Nampak sudah bergerak dan di belakangnya ada beberapa hal yang ditandai warna kuning dan ungu.
Lalu setelah dilihat-lihat lagi. Ternyata jalur terowongan itu sangat panjang.
Bahkan sampai ke dalam bawah tanah di suatu benua di sana.
Semuanya tampak terkejut melihatnya. Mereka merasa itu sangat jauh sekali. Lalu, kini tampak ujung jalur itu mengarah ke suatu temlat yang sama misteriusnya juga hingga saat ini.
Mesir!
Tap tap tap tap tap!
Tampak wanita yang bernama Sherly berlari di lorong gelap yang entah kenapa belum dia temukan bagian ujungnya.
"Haaah haaah haaah!"
Dia terus menerus lari dengan cepat. Menuju ke arah depannya. Kakinya tampak sedikit loyo dari yang biasanya.
Tap tap tap tap!
Dia tampak merintih karena itu. Berteriak agar dia bisa cepat lagi larinya.
"Ayooo, jangan sampai aku berhenti di aini!"
Dia lalu terus melangkah lebar dengan cepat. Sherly melaju ke depan sana dengan kecepatan larinya yang meningkat dari yang biasanya.
Tap tap tap tap!
Dia terus berlari. Monster kini sepertinya bertambah jumlahnya. Bahkan suara mereka ada yang nyaring.
Entah monster apa yang ada di belakang wanita seksi nan cantik ini. Tap tap tap tap tap!
Wanita itu terus melangkah lebar menuju ke depan sana. Sementara para pengikutnya. Dia berlari sambil berseru untuk menyemangati diri.
Tap tap tap tap!
Dia terus maju tanpa henti-hentinya. Melangkah tanpa berhenti sama sekali. Benar-benar perkasa untuk seorang wanita.
Tap tap tap tap!
Langkah beberapa mahkluk itu. Tetua ikuti diri dari Sherly. Mereka mungkin berniat jahat padanya. Tampak, mereka semua mengejar bersamaan dan teratur.
Tap tap tap tap tap tap!
Manda tampak melihat monitor yang mendeteksi diri Sherly yang lari di terowongan. Sepertinya titik merah itu. Seperempat jalan lagi bisa sampai di bagian ujungnya.
Sherly berlari dengan sedikit menutup matanya. Dia berseru dengan kekuatan larinya yang dia tambah setiap waktunya.
"Haaah haaah haaah!"
Dia melaju bagai kuda yang memiliki ketahanan yang baik. Bahkan, Sherly mungkin sudah melebihinya. Sudah hampir empat jam berlalu dan Sherly tampak maiah belum menemukan titik dari lorong lurus berlandai itu.
"Hyaaaaa!"
Sherly masih beelari di dalam lorong gelap itu. Tak ada pencahayaan di sekitar dirinya. Membuat hitam gelap lorong ini sedikit membingungkan.
Namun, Sherly tampak masih berlari tidak berhenti di titik mana pun.
Setelah tadi terkejut karena menemukan ada monster yang mengejarnya. Dia berlari ke dalam karena monster itu datang dari belakang dirinya.
Tempat ini juga sempit dan amat gelap. Jadi, dia berpikir untuk keluar dari gua ini. Namun, tak seperti yang dia harapkan.
Gua ini begitu sangat panjang. Hingga sudah hampir lima jam dia tak kunjung sampai.
Sherly masih berlari di dalam gua itu. Hanya ada dinding dan tanah. Semuanya gelap dan tangannya agak landai dan menanjak sekali-kali.
Sherly masih tak mengeluh. Walau wajahnya mengatakan hal yang berbeda dari dirinya. Terlihat banyak menetes keringat mengucur drastis dari seluruh tubuhnya.
Pakaian yang basah kini menyerap keringat itu juga. Memasukannya ke dalam ruang serapan yang berguna untuk para penyelam.
Tap tap tap tap tap!
Sherly masih ingin berlari. Berlari dan berlari lagi dia akan menuju ke titik ujung. Walau untuk saat ini, belum ada sesuatu petunjuk sekalipun.
Tap tap tap tap tap!
Berlari dengan pakaian selam. Tidak ada bobot tambahan untuk Sherly. Wanita berambut merah muda itu terus melangkah dengan cepat ke depannya.
Tap tap tap tap tap!
Kini, manda melihat bahwa Sherly sudah hampir sampai. Sekitar satu jam lagi.
Tutt tuut tuu!
Dia pun terus mempercepat lagi jalannya. Semua yang ada di belakangnya juga sama.
Mereka terus melaju mengejar dan terus mengejar si manusia itu terus. Mereka tak ingin kalah cepat.
Saat wanita itu lebih cepat, mereka pun terus percepat larinya. Hingga .....
Tap tap tap tap!
Sherly tersenyum senang, dia tampaknya sedikit lagi sampai.
'Akhirnya, aku sampai batinnya senang tak main.
Wuuuush!
Dia terus melaju. Kini, dia melompat.
Hyaaaaah!
Tuing!
Braaaaak!
Manda terkejut. Sesuatu aneh terjadi di lokasi titik akhir itu.
"Ada sesuatu yang aneh di jalan yang sebenarnya, kini Sherly sepertinya tersesat di sana," ucap manda.
Semua bahana tampak mengangguk setuju. Kini, Sherly tampak menempel di suatu dinding.
Sebelum sampai ke titik tadi. Ternyata entah mengapa dirinya terjauh. Membuatnya tampak sangat kacau. Lalu, tiba-tiba sesuatu terjadi begitu cepat.
Krak!
Monster-monster mulai berdatangan. Wujud mereka masih belum diketahui. Kini, merasakan kedatangan monster di belakangnya.
Dengan menggunakan kekuatan diagonicnya. Sherly mencoba bangkit.
Hyaaaah!
Dia lalu menapak di tanah itu. Dengan hidung yang sudah mimisan karena menabrak kasar tembok tadi. Sebelum itu dia lari dengan sangat cepat sekali lalu dia pun tertabrak karena salah persepsi.
Bruaaaak!
Sherly tampak menunduk karena rasa sakit tak kunjung hilang. Dia memulihkan diri. Mencoba bertahan untuk saat ini kalau-kalau sang monster itu.
Belum sempat berakhir narasi. Tampak monster itu sudah bergerak menyerangnya. Parahnya mereka melompat secara bersamaan.
Sherly kaget. Dia menggunakan sinar diagonya untuk bertahan. Dia tak bisa berkilah.
Lalu, ditambah lagi. Semuanya tampak penuhi ruangan miliknya itu.
"Huaaaaa!"
Sherly nampak menutup mata. Menunggu apakah Diagonic miliknya yang acak bisa selamatkan dirinya dari semua monster yang berada di depannya.
"Huaaaaa!"
Terlihat, semua monster itu terus melaju ke arah tubuh gadis itu yang sedikit meringkuk ke bawah. Dia menutup matanya khawatir.
'Ya, tuhan. Mohon selamatkan aku' batin perempuan itu memohon.
Wuuush!
"Hoaaa!"
"Huaaaaa!"
"Huaaaa!"
Tampak, mereka melesat. Sherly tampak menunggu.
Lalu tiba-tiba ...
Puk!
Sentuhan aneh di punggung lebarnya. Membuat Sherly heran seketika.
Sherly tampak mendengus. Lalu, dia sedikit membuka matanya itu. Lalu, melirik sedikit ke samping. Tepatnya bahunya.
Terlihat, ada sesuatu yang menyentuh tubuhnya. Lalu setelah itu terdengar perkataan seram yang ...
"Nona? Anda baik saja? Kami semua hanya ingin membantu anda agar bisa terbebas dari tempat ini."
Sontak. Sherly pun heran dan membuka matanya secara penuh.
Dia pun menoleh dan betapa kagetnya akan apa yang dia lihat.
Tampak, sekumpulan monster yang terwujud tengkorak-tengkoraknya saja itu. Terlihat menyapa dirinya.
Jadi, selama ini dia salah. Setelah itu. Semua monster itu mencoba menyadarkannya.
"Nona ... Hallo ... nona?"
Mereka mengibas-kibaskan tulang mereka di depan sang wanita manusia itu. Lalu, membuat mata Sherly kini berkedip.
Dia pun memutuskan untuk bertanya dulu.
"Kenapa kalian ada di tempat ini?" tanya wanita itu.
"Karena kami penunggu tempat ini," jawaban itu masuk akal.
"Lalu, kenapa kalian mengejarku seakan ingin membunuhku?" lanjut Sherly bertanya.
Semua monster itu diam beberapa saat.
Satu monster yang menjawabnya.
"Maaf nona, kami mencoba mengajak nona untuk keluar dari lubang ini. Namun, nona malah berlari. Itu sebabnya ...."
monster itu tampak juga memegang bahu Sherly.
Sherly pun tampak berpikir.
"Ja-jadi, begitu," ujar Sherly sepertinya sangat menyesal.
"Jadi, kenapa kalian melarangku untuk masuk ke dalam sini?" tanya Sherly. Terlihat sekali dia sedang mengalihkan topik.
Semua monster itu lalu saling pandang dengan rekannya. Satu monster yang punya empat kaki. Sepertinya dia fosil dinosaurus yang masih hidup.
Dia lalu menjawabnya dengan tenang.
"Maaf nona, itu karena. Tempat ini akan membuat siapa pun tersesat di dalamnya. Sudah banyak orang yang tersesat setelah menolak ajakan kami. Akhirnya, mereka tak kembali lagi hingga sekarang."
Sherly lalu paham. Dia pun paham. Ternyata selama ini dia sedang dalam lorong yang super panjang. Alasan kepanjangannya itu mungkin saja berkaitan dengan gua gelap ini yang bisa menyesatkan siapa pun.
Sherly lalu paham. Dia mengambil batu kerikil di atas tanah itu. Entah untuk maksud apa.
Bersambung.