Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Bayi



Episode 108


Sato menatap ke arah sesuatu yang di tangannya itu.


 


“Jadi kau itu paman Syaumu yang kini diubah menjadi hewan seperti ini ya?”


 


Sato mengangkat sesuatu yang seperti yang dia bilang. Tampak bentuknya seperti monster yang masih bayi itu. Mengejutkan dia adalah Syaumu.


 


“Groaaaak!”


 


Hewan itu seperti naga berwarna hitam. Dia masih kecil di sana.


 


“Jadi? Apa kau bisa melakukan sesuatu dengan sihirmu itu?”  tanya Sato.


 


Groaaak!


 


Monster itu lalu bercahaya gelap. Lalu, tampak sinar itu pun tampak masuki tubuh Sato. Melingkupnya dan seperti terendap di sana.


 


Lalu, Sato pun merasakan sesuatu.


 


Sebelum itu.


 


“Aku juga diperintahkan untuk memberikan ini kepadamu!” ujar wanita berambut biru itu.


 


“I-itu ...”


 


Tampak seekor naga hitam. Naga dengan empat kaki dan punya sayap yang masih kecil. Karena sepertinya masih bayi.


 


Graoaaaak!


 


Naga itu seakan menyapa. Lalu naga itu terbang dan menuju ke arahnya.


 


Sato mengendongnya.


 


“Ini apa?” tanya Sato.


 


“Rognoins! Sayangnya dia adalah Rognoins yang diubah dari seorang penyihir,” jawab wanita itu.


 


“Siapa dia?”


 


“Tuan Syaumu!”


 


“Apa?!”


 


Sato tak percaya dengan itu. Kini Sato mencoba keluar. Rognoins itu tampak dengan senang menempel di punggungnya. Dia tampak menikmati punggung Sato.


 


Sato berjalan keluar.


 


“Selain itu Rognoins ini punya kekuatan. Adalah untuk melindungi tuannya. Saat masih bayi. Dia akan mengirimkan energi pada tuannya. Membuat tuannya itu kuat. Itu insting Rognoins bayi. Karena dia merasa kekuatannya itu tak akan cocok deangn tubuh kecilnya ini.”


 


Sato mengangguk paham.


 


Cahaya tadi dati Rognoins yang memasukinya. Adalah energi kekuatan yang dikirim dar bayi ini. Selian itu dengan kekuatan sebesar ini. Sato bisa keluar dari tempat itu.


 


Dia meluhat ke sekitarnya. Ada suatu bercak darah di tanah itu. Sangat besar di sana.


 


‘Sepertinya aku banyak melewatkan sesuatu’ batin Sato.


 


Lalu, Sato pun mencoba beranjak dari sana. Dia pun tampaknya juga sudah dibetitahukan tentang di mana temannya itu.


 


Tentu saja di akademi Valloshwa.


 


Tap tap tap  tap!


 


Tampak  dia pun memasuki  sebuah  tempat tak jauh darinya.  Lapu,  melihat beberapa gerombol orang yang  sepertinya  para penyihir itu.


 


Sato pun nencoba bertanya pada  mereka. Walau mereka sepertinya  punya gelagat aneh.


 


“Hey kau!  Kau mau ke mana?” tanya  prang-orang yang mengepungnya.


 


‘Sepertinya menang  di sekitar  tempat itu. Banyak anggota musuhnya’ batin Sato melirik semua penyihir  di sana.


 


Sato  pun tampak melompat  tinggi sekali.  Rognoins tamoak mencoba bantu  dia terbang. Sato kini dia atas  sana.


 


“Hey apa yang kau  lakukan?” tanya  orang-orang  itu.


 


Lalu,  mereka tampak  gunakan sihir  air yang  menembak ke arah Sato.


 


“Hidro oksigen!”


 


Bblaaaarr!


 


Semua  itu tampak  mengenai sato.  Sato silangkan tangan.  Tubuhnya basah. Tapi  dia masih  bisa bertahan.


 


Kekuatan yang diberi  oleh mahkluk  Rognoins itu ternyata  ampuh.


 


Lalu, Sato kembali melihat  ke bawah sana.  Mereka akan gunakan sihir angin.


 


Sato tampak menyilangkan tangannya  di  depan  lagi.


 


“Oksigen airu!”


 


Bblaaaarr!


 


Tampak  tembakan angin  itu.  Sepertinya tak berefek pada Sato.


 


Semua  tampak kesal pada nya.


 


Lalu, mereka  pun  putuskan untuk  gunakan sihir  lainnya  lagi.


 


Sampai Sato berhasil bertahan dari berbagai serangan  mereka. Lalu,  Sato  pun langsung menerjang. Mencoba  memukul  orang-orang itu.


 


Uaaaah!


 


“Berhasil!" ucap girang Sato.


 


Dia  berhasil  pentalkan satu  orang yang  sangat jauh itu kini. Lalu  orang-orang lainnya  pun  mulai melesatkan kekuatan sihir  mereka.


 


Bebagai sihir  dilancarkan. Sato yang hanya  bertahan  itu   bisa  menahannya dan tak terjadi kerusakan fisik.


 


Lalu, Sato pun  langsung ke arahnya.


 


Wuuuuush!


 


Sato  maju dan langsung  terjang mereka semua.


 


Jduaaaghh!


 


“Aarrrrrghh!”


 


Semuanya tampak terpental. Satu  orang  tampak akan kabur  darinya.


 


Sato pun langsung  bergegas ke tempat akademi Valloshwa.


 


Tap!


 


Dia pun sampai di  muka gerbang. Dia minta ijin masuk. Namun, orang-orang di sana tak ijinkan.  Karena mencurigai Sato.


 


Sato memohon pada mereka.  Karena teman-temannya juga mengungsi  di sana.


 


Semuanya tampak memanggil  semua pengungsi. Namun, semuanya tak mengenali Sati.


 


Ternyata Sayugo  beserta yang lainnya. Tifak dianggap  pengungsi. Melainkan orang-orang yang memang sengaja  menuju  ke  tempat mereka.


 


Sepertinya Sati  pun harus  pergi dari sana. Sato  kemudian berniat  untuk  menemukan suatu jalan  untuk selesaikan  maslah  ini.


 


Sati  lalu  berada  di suatu hutan. Masih  bersama Rognoinsnya  itu.


 


Tap!


 


 


Lalu,  dia pun tampak melihat  beberapa  penyihir beterbangan.  Mereka semua tampak  gunakan seragam sihir yang sama seperti  penyihir-penyihir yang waktu  itu.


 


‘Kenapa  mereka ada banyak?’ batin Sato  heran.


 


Sato pun  langsung  mencoba kejar mereka.  Rognoins rampak bersuara senang terhadapnya.


 


Sato  kemudian coba tenangkan gewan itu. Agar dia tak ketahuan mengikuti  mereka.


 


Wuuuuush!


 


Mereka  tampak jauh dan kini  memasuki sebuah kota.  Sato  menetap di salah satu gedung kosong.  Sembaru coba awasi pergerakan  orang-orang ini.


 


Tap!


 


Mereka  tampak berkumpul lalu, seseorang tampak berdiri  menghadap mereka semua.  Orang itu berambut hitam dan sepertinya amat jahat.


 


 


Lalu,  nampak mereka seperti bicarakan sesuatu. Setelah itu mereka berpisah.


 


Sato  coba untuk mengikuti salah seorang dari mereka.


 


Lalu, tampak  orang  itu sepertinya akan mengawasi terus daerah akademi Valloshwa.


 


Sato  menatap nya.  Lalu, dia pun coba hampiri orang  itu.


 


Orang  itu pun  menoleh lalu langsung keluarkan  pedangnya. Akan menyerangnya.


 


Sati bisa tahan itu.  Lalu  dia pun terpaksa lumpuhkan orang  itu  yang juga tatapan  mereka semua. Jika Sato sadari. Semuanya tampak sama seperti  Sayfull yang waktu  itu.


 


‘Apa  penyakit Onpipan itu bisa menular  ke penyihir  lain?’ batin Sato tak mengerti.


 


Di tempatnya.


 


Tampak  Mugo kini berdiri di depan semua orang yang tingkahnya sangat  arogan itu. Semuanya  adalah Onpipan.


 


Reggie tampak menatapnya dengan serius.


 


“Jadi?”


 


“Setelah dan sesaat perang. Kita akan  bagi  kelompok. Satu kelompok umum dan satunya adalah kelompok rahasia!" tegas Mugo.


 


“Apa fungsi dari dua kelompok yang kau bagikan? Tanya Reggie.


 


“Kelompok  utama.  Mereka adalah kelompok perang yang akan langsung menyerang mereka membabi buta. Bisa kita sebut kelompok biasa.”


 


“Lalu untuk apa  kelompok  rahasia  itu?” tanya Reggie lagi.


 


“Kelompok rahasia itu. Akan kita jadikan umpan.  Agar  orang-orang dari mereka saling bermusuhan,” jawab  Mugo.


 


“Apa yang akan kau lakukan  dengan  kelompok  itu?" tanya Reggie penasaran.


 


“Kelompok itu adalah semua prajurit yang tak penting dari  kubu lawan ditambah dari  kubu kita sendiri yang lebih kuat! Dengab begitu kita bisa menyerang orang-orang itu. Dengan baik!”


 


“Jadi intinya?””


 


“Kia  akan hancurkan orang-orang kuat!  Dengan  cara yang sama sekali tak mereka harapkan! Apa kau tahu. Rasanya  dikhianati?”


 


Semuanya tampak  mengangguk.


 


“Aku sudah melakukan  suatu percobaan bertahun-tahun dengab  Sephij.  Dan hasilnya kita  berhasil  temukan sebuah  virus  yang  bisa mengontrol  tindakan orang,” jelas Mugo.


 


“Jadi,  berkat  itu.  Kau akan melakukannya?” tanya Reggie.


 


Mugo tersenyum senang. Dia  pun  tertawa terbawa suasana.


 


“Ada satu  hal yang  ingin aku ketahui!” ujar Reggie di sana.


 


Mugo  mengangguk.


 


“Apa  yang akan  kita dapatkan.  Setelah  bisa menangkan perang ini?”  tanya Reggie tegas.


 


“Hahahahahahahaha!”


 


Mugo malah tertawa.


 


“Seperti  yang kita janjikan di awal.  Kau tak ingat?!”


 


Reggie  pun mengingat  perbincangan waktu itu. Di mana mereka bertemu dipenjara Noelle yang baru saja rusak.


 


“Anakmu  adalah Onpipan unik.  Kau tahu? Intervasi  pada anakmu?" ujar seseorang misterius yang keluar dari dalam asap.


 


“Siapa kau?!”


 


”Hahahaha!  Aku  adakah Mugo! Orang yang mengajak perang itu. Kau tak tahu?”


 


“Aku tidak peduli denganmu!”


 


“Baiklah kalau begitu!”


 


“Untuk  apa kau ke sini?”


 


“Aku hanya ingin membantu bebaskan  anakmu saja! Tapi sepertinya aku juga bersedia membantu  kalian semua Onpipan!”


 


“Apa?! Jadu  kau juga dalang  dibalik kekuatan aneh anakku itu?”


 


Mugo tampak tersenyum.


 


“Ya! Akulah  yang membuat anakmu menjadi  punya banyak pecahan  di dunia  nyata!  Aku lakuan  itu  hanya  untuk sebuah percobaan. Tak kusangka malah  akan terjadi penghancuran Onpipan.”


 


“Yang kutahu!  Intervasi terjadi karena gangguan mental pada sihir bukan?”


 


Mugo menatap seruus ke arahnya.


 


”Benarkah?  Tapi aku melakukannya bahkan sebelum anakmu lahir!”


 


“A-apa!”


 


........


 


 


“Jadi?” tanya Mugo setelah perbincangan yang cukup lama  itu.


 


“Baiklah!”


 


“Dengan  begitu.  Onpipan nerada dan akan menerima  satu wilayah rampasan. Serta semua jejak Onpipan  akan dihilangkan!”


 


Saat ini.


 


Reggie pun tampak  mengangguk ke arah  Mugo. Mugo  sepertinya adalah orang yang mang sudah melakukan sesuatu  pada anaknya itu.


 


‘Untuk  apa  orang ini sampai nrlakukan  ini?’ Batin  Reggie penasaran.


 


Tap tap  tap ta patyp!


 


Lalu, Sephij dan Mugo  pun yang puas tampak keluar. nereka  tampak berjalan di lorong.


 


“Selanjutnya giliranmu Sephij.  Kau  ahlinya dalam hal  ini,”  ujar Mugo  dengan senyumnya yang kini  mulai tenang. Tadi dia seperti psikopat  saja.


 


Sephij tampak  mengangguk.


 


“Aku sudah menantikan ini!”  ujar Sephij singkat.


 


Tap tap tap-tap tap!


 


Sato pun tampak berjalan  kini  ke sebuah  tempat nan luas.


 


“Inikah?  Markas mereka semua?”  tanya atao entah pada siapa.


 


Groaaaak!


 


Naga  miliknya tampak  berteriak setuju.


 


Sato menatap ke depan dengan tatapan tajamnya itu.


 


Wuuuush!


 


Kini, muncul Sephij di atas sebuah bangunan. Lalu,  dia tampak keluarkan sesuatu dari balik jubah sihirnya yang berwarna merah muda.


 


Sebuah bola dngab tiang penyangga.  Lalu,  sesuatu yang sepertinya adalah  sebuah janin.


 


“Baiklah!  Kita coba ciptakan monster yang kuat lagi!”  ujar Sephij penuh misteri.


 


Tap!


 


Sato  coba masuki  tempat  itu.  Dia  membuka pimtu  itu. Namun, sesuatu  melesat.


 


“Oksigen vire!”


 


Tampak banyak bola api yang terbang dari atas sana juga. Tampak membuat Sato harus teebang mundur. Rognoins tampak juga kaget. Berteriak di sana.


 


"Tenanglah,” ucap Sato menenangkan bayi naga itu.


 


Lalu dari dalam asap itu. Mekangkahlah seseorang yang tampak adalah musuh atau pelaku sihir api tadi.


 


Dia adalah salah satu orang penting yang akan ikut orang dan sepertinya sudah dikendalikan oleh Mugo dan kawannya itu.


 


Dia adalah pangeran api. Sihirnya adalah kekuatan api. Bernama Sayoma!


 


Sati tampak ditembakkan satu bola api. Dia pun menahan dan berhasil tahan itu dengan telapak tangannya.


 


Bersambung.