Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Yam.



Episode 44


Masilius dan satu orang yang sangat dia benci. Walau umurnya lebih tua sekali pun.


Dia tetap tak akan menghormati selayaknya. Masilius berasal dari daratan Eropa. Yakni Yunani sana.


Sejak kecil, dia punya bakat alami untuk menciptakan banyak hal. Dia lahir di gereja Athena. Ibunya adalah seorang yang taat agama.


Semua orang di sekitar gereja itu. Sangat senang akan Masilius yang cerdas. Akan tetapi, seiring dirinya mendapat banyak pujian dan kemenangan.


Masilius menjadi penyendiri akut. Dia ingin terus bekerja dan menciptakan semua hal sendirian tanpa bantuan orang lain.


Semenjak itu, Masilius menjadi tidak berteman pada siapa pun lagi. Bahkan dia hanya berbicara singkat pada kedua orang tuanya yang juga mulai khawatir.


Setelah ibu dan ayahnya meninggal. Masilius pindah ke Amerika. Di sana dia dengan mudah menjadi yang terdepan.


Lalu, suatu hari dia menolong seorang pengemis di jalanan yang entah kenapa memuji bakatnya. Pengemis itu adalah orang yang saat ini sudah dia benci dari lubuk hatinya yang terdalam.


Di suatu tempat.


Seseorang terbangun cepat dari tidurnya. Matanya langsung terbuka sempurna. Lalu, dia bangkit. Ternyata dia adalah seorang yang punya kediaman di ketinggian itu.


Orang itu adalah musuh besar bagi Masilius. Namun, dirinya tak menanggapinya.


Dengan mengelola genm Corparation. Dia menjadi sibuk dan tak bertemu dengan anak yang jauh lebih muda darinya itu.


Orang itu bernama Shalom atarran. Pria berambut cokelat itu. Adalah pria sukses yang punya rumah di atas ketinggian yang sepertinya menandingi gunung ini.


Pagi itu, dia tak melakukan hal lain dan bekerja. Dia punya kemampuan untuk memanipulasi sentuhannya.


Maka dari itu, semua imajinasinya. Bisa dia wujudkan secara nyata hanya dengan beberapa kali menyentuh benda-benda yang bisa dia olah.


Orang itu tampak rajin sekali bekerja. Dia melihat ke jendela yang tiba-tiba terbuka saat baru dipandangnya itu.


Jglak!


Semilir angin dari luar dia rasakan. Tampak, dia pun mencoba untuk sejenak berehat.


Namun, dia kembali bekerja lagi. Entah apa yang ingin dia buat kali ini.


Tak, tak tak tak!


Dia terus bekerja sampai siang tiba.


Tempat Masilius.


Tap.


Jglaaaak!


Kini, garasi besar itu terbuka lebar. Lau, menampilkan banyak sekali robot-robot besar yang semuanya mengeluarkan percikan listrik hitam.


Lalu, tak lupa dengan sebuah tulisan dalam bahasa Yunani kuno. Yakni, Raiden.


Masilius pun tersenyum melihat semua robot yang sudah dia persiapkannya. Sebelumnya, mungkin dia bersusah payah membuatnya.


"Akhirnya, 10.000 robot Raiden ku. Bisa aku gunakan di bumi ini," ucap puas Masilius.


Dia tampak sangat senang kini. Wajahnya sangat senang akan ambisinya.


Setelah itu, dia pun pergi ke dalam sana.


Setelah itu, pulau miliknya itu seperti berubah drastis. Pulau dan kediaman rahasia Masilius.


Tampak kini memunculkan banyak robot dari dalam tanahnya.


Bahkan ada Masilius di bagian tengah salah satu robot itu. Masilius tampak berdiri di dada robot paling depan.


Lalu, dirinya pun kini menunjuk ke arah depan.


"Go!" ucapnya.


Kemudian, semua robot itu aktif bersamaan. Setelah itu, mata mereka bersinar merah menyala. Tanda mereka aktif dan bisa bergerak.


Setelah itu.


Wuuush wuuush!


Dengan roket dan sayap di punggung semua robot raksasa yang dinamai Raiden. Masilius dan semua pasukan robot itu.


Terbang meninggalkan pulau itu.


Masilius tampak berdiri dengan menggigit kuku jarinya. Merasakan rasa puas akan dahaganya beberapa tahun belakangan ini.


'Aku akan langsung menggunakan mereka untuk menghancurkan musuh-musuh itu. Agar membuktikan bahwa raidenku-lah. Yang terkuat Hahahahahahah' batinnya tertawa.


Lalu Masilius tampak tertawa senang.


"Hahahahahahahahahahahahahahahaha."


Tempat Bernard.


Setelah itu, mereka pun tampaknya menginterogasi sang penjahat itu.


"Tidak tahu. Aku tak tahu apa pun," ucap pria itu polos.


Bernard dan haik menjadi penuh tanda tanya.


Karena, setelah pingsan tadi. Dia tak mendapati orang ini mengingat semua hal sebelum pengeboman dan seusainya.


"Bahkan saat pengeboman itu, dia tak mengingatnya," ujar haik sembari memeriksa layar pendeteksi kata-kata di jamnya itu.


"Saat dia berkata hanya sebatas seperti ingatan mimpi. Dia sangat jujur," lanjutnya lagi.


Bernard mengangka paham. Dia berpikir dengan menautkan jari di dagunya.


Sambil melihat apa pun yang bisa dia peroleh sebagai bukti.


'Orang ini sepertinya dihipnotis. Namun, jika itu adalah hipnotis biasa. Aura supraku pasti akan membuat sugestinya menjadi kacau' batin Bernard berpikir.


"Sepertinya kita harus cari petunjuk lagi," ujar haik mengajak.


"Baiklah."


Serelah mereka pergi. Datang gerombolan polisi menangkap terduga tadi.


Tap tap tap tap tap!


Keduanya melangkah lagi di kota itu. Mereka mengabarkan pengeboman itu. Namun, tak terlalu heboh. Karena tidak ada korban jiwa dan hal-hal lain yang merugikan.


Haik dan Bernard tampak membeli jus dari lemari toko itu.


Klak!


Mereka lalu lanjut berjalan untuk sesuatu sepertinya tengah dalam suatu penyelidikan. Keduanya terus perhatikan jalanan sekitar mereka.


Berhati-hati juga pada hal-hal yang sangat mencurigakan.


Tap tap tap tap tap!


Setelah mereka terus berjalan tanpa lelah. Kini nampaknya ada satu kasus kejahatan di tempat itu.


Tampak semua mobil polisi yang mengejar mobil itu. Mereka satu persatu.


"Apa itu?!"


"Ayo lariii!" Semua masyarakat heboh lagi. Tak habis-habisnya ada kekacauan di tempat mereka.


Mereka tampak menggunakan satu mobil hitam yang entah dari mana bisa keluar dari suatu layar dari jam milik haik.


Brrrrrrm!


Keduanya pun mengejar mereka semua. Brrrrrrm!


Mereka melaju ke arah depan sana. Mengejar penjahat yang sepertinya punya kemampuan ....


"Penjahat itu memakai bazoka!" seru haik.


"Sial, mungkin dia penjahat biasa. Tapi, kita harus menolongnya dengan cepat!" balas Bernard.


Jduuum! Jduuuuum!


Misi mereka adalah menangkap penjahat yang sepertinya memakai peluru peledak super layaknya rudal pesawat itu.


Brrrrrrrm!


Mereka terus maju ke depan sana. Mobil mereka otomatis menghindari tiap roket-roket yang datang.


Lalu, haik mencoba keluar dari mobil itu. Kini, Bernard yang mengemudi.


Kemudi yang ada di tangannya tiba-tiba berada di jok milik Bernard.


Brrrrrm!


Haik tampak mencoba melompat ke arah mobil polisi itu. Sepertinya pengemudi di dalamnya terkejut.


Lalu, Haik menenangkannya. Kemudian. Dia lalu melompat dari mobil ke mobil menuju ke arah mobil itu.


Roket lalu diluncurkan padanya. Haik lalu meledak. Namun, dia ternyata bertahan dan kini sudah menapak di mobil Bernard yang sudah di dekat mobil penjahat.


Acara penangkapan penjahat terbilang sukses. Mereka lalu menyerahkannya pada polisi-polisi itu.


Bernard dan haik kini berada di pinggir suatu danau buatan. Mereka masih di TKP.


Lalu, mereka pun tampaknya akan mengamati sore hari itu. Di mana di sisi barat sana.


Terlihat matahari yang akan terbenam. Keduanya duduk di pinggir danau itu dengan mudahnya.


Tempat yang sebelumnya.


Pemilik genm Corparation itu masih bekerja. Di belakangannya  tersenyum beberapa orang berdiam diri.


Dia sama sekali tak melihatnya. Lalu, dia tampak sedikit mengambil sesuatu. Untuk mulai bekerja lagi.


Pemilik genm Corparation ini sepertinya bekerja dari jauh. Mungkin, dia mengirim semua hasil penemuannya dari atas itu.


Dari hal yang sebelumnya. Mungkin dia bisa membuat semua barang yang dia buat terbang.


Orang itu terus melakukan  pekerjaannya hingga beberapa jam ke depan. Hanya bekerja  yang dia lakukan  di sisa hari itu.


Dia lalu kembali menutup jendela saat malam  tiba. Lalu, lampu malam bersinar terang mungkin otomatis menyala.


Tampak, dia tak terlihat melakukan apa-apa selain memerhatikan sekitar lalu berjalan ke sebuah tangga menurun  itu.


11 orang kuat di Black destroyer.


Pertama adalah Bernard, pria itu punya kemampuan memanggil sesuatu dari dunia sejenis spiritual itu.


Kedua adalah haik, pria hitam yang punya kekuatan dan senjata tingkat yang punya barang tajam di beberapa bagian tongkat itu.


Yam. Seorang yang paling muda setelah, satu orang yang belum disebut.


Yam saat ini tampak sedang mengendarai sebuah sepeda motor canggih berwarna seperti kaca mata dan rambutnya.


Brrrrrrrrm!


Dia lalu seperti mendengar suatu percakapan dari dalam helmnya yang penuh menutupi wajahnya itu.


"Ada suatu keanehan yang sering terjadi. Bernard dan haik sudah melakukannya di bagian barat dunia ini. Selanjutnya adalah kau sisanya Yam."


Seorang wanita sepertinya memberikan perintah untuk Yam.


"Ya. Baiklah!" ucap Yam tegas.


Brrrrrrrrm!


Yam di Malaysia. Kini, menuju ke sebuah bangunan yang sepertinya dicurigai. Selain baru dibentuk dan tak ada ijin apa-apa.


Bangunan itu sangat megah lalu bentuknya terlalu lancip dan sangat tinggi.


Budapest Island!


Berrrrrrrrm! Bangunan itu tampak terisolir. Karena dilaporkan banyak terjadi keanehan dan terjadi pembunuhan oleh beberapa orang yang belum diketahui.


Yam menghentikan motornya di depan bangunan tu.


Ckiiiit!


Mengeremnya dengan lihai sekali.


Lalu, dia pun membuka helm dengan bagian depan berwarna biru cerah.


"Baiklah, aku akan memasukimu. Budapest Island!"


Setelah itu, dia embali memakai helmnya.


Tangannya lalu memutar pegangan setir kanannya itu. Dia menjalankan motornya lalu memasuki kawasan Budapest Island yang nampaknya sangat misterius sampai saat ini.


Brrrrrrrrrm!


Kembali lagi ke Yam. Dia tampak mulai sampai ke pintu besi milik Budapest Island. Namun, dia malah mempercepat motornya.


Setelah itu, tampak tercipta sesuatu biru di pintu itu.


Jduaaaaar!


Motor dan dirinya menabrak dan berhasil menghancurkan pintu besi itu.


Brrrrrrm!


Kini, dia sedikit berjeda di bagian pertama. Melihat sekitarnya dengan jeli.


Namun, ada monster yang sudah menunggu di dalam sana. Dirinya lalu terlihat seperti sudah menduganya.


Namun, monster misterius yang belum diketahui bentuk seluruhnya tampak menyerang.


Sesuatu seperti sangat panjang dan besar. Berwarna keputihan sedikit. Meluncur dan tampak akan menyerang Yam.


Yam lalu mengendarai motornya lagi. Dai lalu melompatinya bersama motor itu. Dan secara mengejutkan dia berada di atas benda itu dan terus melaju.


Kini, Yam seperti melihat ke semua tempat.


Lalu, muncul kotak-kotak berwarna biru di beberapa titik.


Setelah itu, dia menarik tuas rem.


Brrrrrrrm!


Dia dengan motornya lalu mencoba melompat dan menapaki tiap kotak sinar biru itu.


"Matilah kau Kraken!"


Bersambung.