
Episode 37
Jduaaaaaaar!
Orang itu kaget dan mencoba menahan getaran dengan satu tangannya. Sementara kain penutup sesuatu itu sudah terbang karenanya.
Saat ledakan usai. Semua gurun itu rata. Namun, dirinya tiba-tiba saja selamat dan berdiri di atas reruntuhan itu.
"Bagaimana bisa?" tanya orang itu.
Lalu, tanpa pikir panjang. Dia turun dari reruntuhan dan membawa bukti itu ke dunia itu.
Sinar matahari tampak menyengat. Lalu, anehnya saat ini dia tak merasakan keanehan seperti saat itu.
Padahal, saat ini benda itu dalam keadaan terbuka. Membuat dirinya juga heran tadi. Bahkan tadi suatu gurun itu yang lumayan besar bisa runtuh karena efek benda itu.
Sang peneliti tak penasaran. Lalu dia memberikan itu ke tempat kerjanya. Sebuah universitas terkenal di inggris.
Semuanya menatap remeh pada orang tua itu. Namun, mereka tetap menelitinya.
Orang tua itu lalu entah kenapa meninggal tak lama setelah menyerahkan benda yang dia temukan itu. Setelah menceritakan semua perjalanannya lewat buku.
"Adventure in another world."
Namun, beberapa orang ada yang tak mempercayainya. Bahkan, menuduh orang itu hanya ilmuwan hilang ingatan yang kembali karena kegilaannya sendiri.
Beberapa fakta dari kegilaannya tersebar di media. Membuat semua orang tidak percaya dan mencemoohnya.
Wuuuush!
Lalu, janin itu sepertinya disimpan di gudang salah satu ruang penelitian. Dicampakkan begitu saja.
Tiba-tiba saja botol itu bergetar. Lalu, suatu aura hitam kini mengisi ke arahnya dari luar sana.
Namun, tak ada yang melihatnya sama sekali atau mereka tak bisa melihatnya.
Tap tap tap tap tap!
Kini, terlihat seorang anak berambut hijau. Sedang dalam acara pesta yang besar. Dia dikelilingi orang-orang yang tengah berdansa.
Lalu .....
Wuuush!
Sebuah energi hitam keluar dari semua orang itu. Terlintas di pandangannya. Membuat anak itu penasaran dan mengikutinya.
Namun, dia dicekal oleh beberapa orang. Karena dia akan ditabrak oleh mobil jika terus bergerak.
Ngeeeng!
Beberapa abad yang lalu. Ada seekor monster yang sebenarnya mengacau dunia saat itu. Akan tetapi, pemerintah di seluruh dunia.
Memalsukan semua itu dengan sebuah pandangan yang lebih baik agar manusia tidak menjadi jahat dan menghancurkan dunia.
Wuuuuush!
Energi hitam itu terus mengisi ke dalam botol itu. Namun, tak ada yang melihat energi itu.
Wuuuush!
Terus terisi hingga beberapa kaca botol itu letak. Janin itu dianggap mayat. Karena tak ada getaran apa pun di dalam tubuhnya.
Namun, saat ini. Janin itu seperti menghisap, sesuatu dari para manusia-manusia itu.
Terus menerus dengan energi itu.
Flasback off.
Di Jakarta.
Entah kenapa saat itu. Sedang viral orang-orang yang membagikan majalah tahun dulu sekali. Itu mengundang banyak kontroversi.
Seorang bocah berponi miring dan rambut hijau. Kini, memandang semua orang itu.
Angin berhembus kepadanya malam itu di puncak suatu bangunan terkenal di pusat ibu kota ini.
Awalnya dia mekuhat sramu orang itu dengan tenang. Seakan memandangi sebuah pemandangan umum yang mungkin menurutnya bisa dinikmati.
Akan tetapi, beberapa saat kemudian.
Wuuuuush!
Dia terbelalak.
"Apa itu?!" serunya kaget.
Lalu, terlihat semua orang itu mengeluarkan aura-aura hitam yang mengalir begitu misterius.
"Me-mereka."
Tap tap tap tap tap tap!
Bocah itu adalah salah satu orang kuat di organisasi Black destroyer. Para pembasmi monster.
Dia tampak berlari di lorong besar itu. Di sebuah hotel. Lalu membuka pintu itu paksa.
Braaaak!
Membuat pintu hotel rusak patah!
Lalu dia terengah. Tampak ada orang yang berkutat dengan komputernya namun, dia seperti tuli padahal tak memasang apa-apa di telinganya.
"Gawat Roger! Ada sesuatu yang aneh!" lapor anak itu.
Setelah itu, orang itu pun membalikkan kursi menghadap anak itu.
Setelah itu, dua orang dati orang kuat. Mencoba ke suatu titik yang disebutkan bocah berambut hijau tadi. Yakni, di suatu titik di negara Albania.
Wuuush!
Dua orang berkulit hitam dan atau orang berkulit sawo itu. Kini, mengendarai heli untuk ke tempat Sato.
Saat ini yang sebenarnya.
Sato menatap orang yang di depannya yakni, sago. Orang itu yang sudah menculik rekannya yaitu Sayugo.
Dia mengepal tangannya karena khawatir. Sato tahu, orang itu punya kekuatan yang misterius.
'Kemungkinan itu adalah tipe kendali, yaitu idea!' Seru Sato membatin.
Tampak tak ada jawaban dari Sato dkk. Membuat sago membuat raut wajah kesal.
"Hmmm, entah kenapa tak ada yang membalas sapaan baikku ini," ucap sago kecewa.
Lalu, orang paling depan itu. Tampak memakai kacamata birunya seperti warna rambutnya.
Terlihat menunjuk sago.
"Siapa kau?!" serunya.
Sago lalu terkejut.
"Hmmm, jadi begitu. Kalian adalah tipe orang jahat yang suka semaunya saja," ujar sago berpikir.
Membuat semua orang tak mengerti dan agak kesal.
Lama berpikir. Namun, sepertinya sago belum mau menjawabnya.
"Hey, jawab kami!" bentak si kulit hitam mengacungkan ujung tongkatnya itu.
Sago masih berpikir. Mungkin tak mendengarnya sama sekali.
Lalu, dia berhenti nampaknya dan melihat Sato dkk. dengan senyum merekah. Namun, perlahan terlihat seperti senyum penjahat pada umumnya.
"Aku ... aku .... aku adalah!"
Wuuush!
Sesuatu terjadi setelah Sago berucap.
Lalu, kemudian. Sago tampak menembakkan peluru yang sepertinya dari pistol yang bukan miliknya.
Sato pun terbelalak.
Untunglah, ada si kacamata di depan sana. Yang melindungi mereka dengan cahaya biru kotak, sebagai pelindung.
Sring!
Setelah itu, mereka tak lihat sago ada di mana.
Namun, megamu berseru dia di atas.
Wuuuush!
"Apa?!" seru mereka semua.
Dalam senyum sago mulai melemparnya. Namun, sebelum itu Sato dan yang lainnya sudah mulai bergerak. Mereka sudah tahu akan terjadi seperti apa.
Blaaaaaaaar!
Ledakan terjadi karena heli itu hancur di tanah. Sato dkk. berhasil selamat.
Mereka lalu melihat ke sana kemari. Lalu, megamu menyerukan posisi musuh lagi. Yang kini sudah begitu dekat dengan mereka.
"Hyaaaaa!"
Orang itu tampak dengan senjata milik para pembasmi moster. Yakni, pedang yang bersinar seperti punya Sato.
Dia akan menyerang. Mencoba menusuk seseorang.
Dan ....
Krassssh!
Untunglah dia berhasil menghindar. Akan tetapi tusukan ujungnya berhasil mengenai orang lain di tempat Sato.
Kraaaash!
Sato terluka di perutnya.
"Uhuk."
Luka itu sepertinya dalam.
"Kurang ajar!"
Megamu menyerang bersama Billy dan Chintya. Mereka berhasil membuat orang itu menjauh dengan tampilan dimensi yang melengkung itu.
'Sial, kita lengah' batin kedua orang kuat itu.
Kini, orang kuat itu mencoba berhadapan dengan musuh yang entah kenapa sangat merepotkan itu.
"Hehehehe!"
Lalu, kini terlihat si orang itu sudah akan menyerang Sato lagi. Dia sudah tiba di belakangnya. Dia sudah membawa satu heli di tangannya.
Sato membelalak.
Jduaaaaaaaar!
Semua yang akan menyerang Sato dan yang lainnya. Dua orang itu terkejut melihatnya.
"Apa?!"
'Dia bisa berganti posisi dengan sangat cepat'
'Kemampuan orang ini adalah kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Sialan kami seperti tak bisa apa-apa'
Batin dua orang kuat itu.
Jduaaaar!
Lalu, mereka terkejut dengan kekuatan Sato saat ini. Yang bisa memukul mundur bahkan mementalkan musuh itu.
Jduaaaar!
Ternyata Sato saat ini. Sudah dalam mode karma.
"Aku akan membunuhmu!" teriak Sato serius.
Tanda karma sudah dia keluarkan. Matanya memerah juga.
"Hyaaaa!"
Megamu dan yang lainnya mundur.
Sato siap akan menyerang maju.
Lalu, terlihat sago kini membuat semua hal di sekitarnya maju di depannya.
Seakan satu pulau serta satu negara di sekitar tempat itu berada di satu tempat.
Grrrrreee!
Beberapa orang tampak berjatuhan dari ruang dimensi yang di buat oleh sago.
Setelah sago mengucapkan mantra sihirnya yakni "Berberus!"
Berberus berarti berbalikan atau penguat.
Tampak, saat itu Sato pun dibuat ragu.
Sago nampaknya berusaha menyandera orang-orang yang dia ambilnya secara paksa di sana.
"I-itu, tidak mungkin," ucap Billy tak percaya.
Semuanya menganga. Apalagi dua orang kuat itu.
"Hahahahahahahahaha!"
Tampak pewujudan dari sago. Yang berupa cahaya yang bersinar itu. Tertawa.
Sato pun ragu untuk menyerang. Dia tak tahu di mana sago. Karena nampaknya dirinya tidak bisa dia lihat. Ada di balik semua hal yang dia satukan itu.
"Hahahahahahahahhaha!"
Sago masih tertawa dalam bentuk cahaya sihir itu.
"Bagaimana ini?" tanya Sato bingung.
Yang lainnya juga begitu.
'Dia sepertinya sengaja lakukan ini sesaat karma Sato aktif' batin megamu.
"Hahahahahahahahahahah!"
"Sialan! Kita harus apa?" tanya orang berkacamata biru itu. Salah satu orang kuat.
"Tenanglah, Yam!" ujar si hitam menenangkan.
Sementara di udara atas sana. Semua hal menyatu paksa. Banyak manusia yang berjatuhan dan ada pula yang masih di dalam sana.
"Aaaah."
Lalu, sigap datang gerombolan pesawat seperti keluar dari lubang hitam itu. Lalu, pesawat itu menyelamatkan orang-orang itu.
Cling!
Kini, muncul Bernard di depan Sato.
"Kau datang juga Bernard," ungkap si kulit hitam itu.
Bernard nampak kini berpakaian ketat dan di dadanya bergambar bintang putih juga.
"Jadi, ada apa dengan sesuatu aneh itu?" tanya Bernard.
"Entahlah, tapi musuh kita adalah manusia. Tidak mungkin penyihir atau monster sihir. Dia punya kekuatan dan kecepatan. Lalu, saat ini dia entah kenapa bisa memindahkan pulau dan kota serat apa yang di dalamnya menjadi satu seperti ini!" jawab Chintya panjang lebar.
Tampak, kini Bernard berpikir.
Sato tampak menonaktifkan karmanya. Dia mungkin bisa sedikit kendalikan kapan karmanya bisa dia gunakan.
"Ayo kita cari orang itu. Aku merasa, sumbernya adalah kekuatannya. Dia mungkin bisa mengendalikan apa pun menjadi seperti itu. Jika kita kalahkan orangnya. Semuanya akan kembali normal!" seru Sato.
Bernard tersenyum kecil.
"Bagus juga idemu!" ucapnya memuji.
"Baiklah ayo Haik dan Yam! Kita akan maju bersama."
Lalu, dengan sebuah jentikan jarinya.
Ctak!
Tampak kini. Muncul lubang hitam yang begitu besar.
Lalu dengan senyum kecilnya yang sama. Bernard mengatakan sesuatu.
"Mari, kita bermain perang pesawat antariksa!"
Terlihat, kini lubang besar itu perlahan keluarkan sesuatu yang bentuknya masih belum diketahui seluruhnya. Hanya ujungnya yang baru diperlihatkan berbentuk lancip dengan ornamen-ornamen serta lubang meriam itu.
"Pesawat perang terbesar di bumi ini. Stargeast platinax tourbeust!" seru Bernard.
Bersambung.