
Episode 85
Sayfull terus bertarung disana. Di tempat luas itu.
“Sihir perluasan ilusi ya!” ucap seseorang yang kini berada di sekitar Reggie yang memakai topeng tetua itu.
“Heh!” dia tampak terkekeh.
“Dengan begini, semua orang akan terlibat urusan di bawah ya!” ucap orang itu lagi. Tangannya seperti orang bijak. Di belakang pinggangnya.
“Ya, ini khusus agar kau tak bisa kabur dari kami!” tanggap Reggie di sana.
“Jadi kau meremehkanku ya?” ujar orang itu tenang. Seperti tak merasa diremehkan.
“Aku tak tahu siapa kau! Tapi mari bertarung dan aku akan menyelesaikanmu!” ucap Reggie tajam.
“Hahahahahaha!” orang itu pun hanya bisa tertawa di tempat.
Pertarungan kedua orang pemimpin belah pihak ini pun akan terjadi.
Orang besar itu tampak menyatukan kedua telapak tangannya. Lalu melantunkan beberapa hal. Bahkan bernada menarik. Seperti nyanyian. Reggie hanya menunggu sembari menikmatinya.
Setelah itu.
“Sang Hyang God!”
“Sang Hyang Guru!”
Wuuush wuuush!
Muncul dua. Sesuatu yang masih belum diketahui. Satu ada di belakangnya. Satu lagi di sampingnya.
‘Entah apa itu semua’ batin Reggie yang sudah dalam mode sihir zantetnya. Sihir terlarang kelas tinggi mungkin saja.
Lalu dengan partnernya itu. Sang pemimpin itu. Tampak bersiap di sana. Satu hal berwujud seperti wanita berpakaian seperti penari itu. Dengan kain panjang yang dia pegang berada di pingangnya.
Lalu, satu sosok seperti patung. Diam dan seperti memperhatikan saja. Dia juga selalu berpose sama. Layaknya menghormati sang pencipta di sana.
Sang wanita dia sebut sang Hyang god. Lalu satu lagi sang Hyang guru.
Lalu mereka pun sepertinya akan memulai petarungan sengit itu.
Sang Hyang god sepertinya bisa terbang. Matanya kosong dan sepertinya mengeluarkan listrik merambat ke depan.
Lalu, dengan remeh sang Onpipan menyilangkan tangan. Dia terhempas karena besarnya kekuatan itu.
“Terlalu meremehkan itu tidak baik lo,” ucap orang itu. Musuhnya.
“Heh!”
Namun, dia tak peduli. Dia lari melesat dan akan menghantamkan pukulannya ke arah orang itu. Namun ....
Bzzzzt!
“Apa?!” Dia seperti menjadi patung.
“Sudah ku bilang bukan?” ucap sang musuh menyaksikannya melayang berhenti di udara.
“Terlalu meremehkan akan membuatmu celaka,” ujar orang itu.
Laku tampak dia pun menendang sang Onpipan itu. Dia berhasil mementalkannya. Walau bisa bergerak namun, Reggie tak bisa bergerak banyak.
Dia pun bangkit. Melenguh di sana.
‘Apa artinya dengan listrik itu?’ batin Onpipan kuat ini.
Lalu dia pun kembali bangkit. Kekuatannya pulih. Luka-lukanya tiba-tiba hilang.
“Jadi begitu, dengan menghisap darah sendiri. Kau bisa mengembalikan kekuatanmu bahkan bisa menyembuhkan semua luka-lukamu itu,” ucap orang itu.
‘Tidak penting jika dia sudah tahu’ batin Reggie tak peduli.
Dia pun maju dan melesat dengan kekuatan besar. Suatu hal tampak menahannya tamaok tak kasat mata. Wush!
Dia terpental karena itu. Dia mundur saat menyentuh itu. Melihat tangannya itu.
‘Sihirnya sepertinya saling berkaitan satu sama lain’ batin Reggie mencoba menganalisa.
Lalu, sang musuh tampak melesatkan petir lagi ke arahnya. Petir itu dia tahannya. Namun, karena terlalu kuat dia pun mental sangat jauh.
Blaaaaaarr!
Dia pun bangkit. Lalu, diq merasakan kaku saat orang itu berada di atasnya. Dia menendangnya hingga topeng miliknya lepas.
“Uhuk!” dia batuk darah.
Nampak, orang itu lalu mengambil topeng itu.
“Ini kan? Rahasia kekuatan abadimu?” ujar orang itu memperlihatkan topeng milik dari musuhnya itu.
“Sialan kau—uhuk!” tak bisa berkata lagi. Sepertinya luka itu tambah parah.
“Sepertinya kami semua sudah menang. Sayang sekali, hidupnya tak berselang sampai beberapa tahun ke belakang,” ucap orang itu dan menghilangkan dua sosok yang selalu mengikutinya itu.
“Untuk apa kau ingin memusnahkan kami?” tanya Reggie disana. Saat orang itu berbalik.
“Tak perlu kutanya juga semua orang tahu,” jawab orang itu.
Dia memandang ke arah pertempuran itu. Dia gunakan sihir mengusap kepala topeng itu. Memunculkan cahaya utih yang entah kenapa keadaan diluar menjadi sedia kala.
“Setelah ini, kalian semua akan dipenjara seumur hidup di Noelle,” ucap orang itu sembari membuka maskernya itu.
Sqng Onpipan kaget.
“Ka-ka-kau!” ungkapnya tak percaya.
Flasback.
“Bajjuri kau serius dengan itu?” tanya seorang berkumis dan berambut kuning.
Lalu Bajjuri yang dia panggil. Bertubuh gempal dan besar. Menepuk pundak orang itu.
“Kau bercerita seperti itu, agar dapat jalan keluarnya bukan?” ujar Bajjuri di sana.
Lalu orang itu pun menunduk.
Lalu, Bajjuri pun pergi ke suatu tempat setelahnya. Banyak orang yang mengawalnya. Dan Bajjuri adalah kepala sekolah dari akademi Ringer.
Akademi sihir yang lain. Akademi Ringer adalah akademi yang dekat dengan spiral. Karena itu perlombaan sihir biasa mereka lakukan karena saking dekatnya hubungan keduanya.
Namun suatu hari. Akademi Ringer tak mau berkontribusi lagi. Itu karena ditemukan bayak kecurangan dari akademi lainnya. Yakni, spiral.
Pada saat itu. Sang kepala sekolah terus memohon agar Ringer tetap ikut. Walau dia tak mau bicara apa alasannya. Namun, dia rahu satu alasan itu. Dari mulut orang itu sendiri.
Yaitu Onpipan Reggie. Sang penguasa yang berada di atas kepala sekolah yang seharusnya memimpin. Banyak orang yang sudah tahu. Tqpi Bajjuri baru ketahui hal ini beberapa bulan setelah menyadari keanehan dan penuturan sari akademi spiral itu.
Bajjuri tampak merancang semuanya dengan detail. Dia bahkan merekrut orang dari akademi lain. Salah satunya adalah Marylin.
Karena Noelle adalah akademi yang sering direndahkan oleh orang-orang. Jika rencana itu berhasil. Noelle akan menjadi akademi yang tidak direndahkan lagi.
Terbukti Marylin salah satu penyihir kuat berasal dari sana. Namun, orang-orang tak mengakuinya. Bahkan, karena saking seringnya Marylin di akademi Ringer dan spiral.
Dia sempat diduga pelajar dari sana. Maka dari itu. Marylin setuju karena hal itu.
“Meningkatkan nama akademi Noelle!”
Serelah itu. Bajjuri mengatur rencana. Dia dengan mudah melakukannya. Mengumpulkan banyak informasi lalu menjalankannya saat semuanya sudah siap dan matang.
Lalu, memastikan semua pengkhianat dibungkam. Dia lakuan itu sangat lama sekali. Karena masih sedikit orang yang bisa dia percayai.
Hingga dia pun berhasil. Dia pun menggunakan sihir angin selatan dan barat. Dia menculik salah seorang Onpipan.
Awalnya gagal. Namun, ada sqtu orang yang mengaku Onpipan. Dia secara mengejutkan tahu semua identitas miliknya. Namun, anak itu tak akan bongkar itu dengan satu syarat. Anak tu adalah Shanee.
Dengan darah Shanee. Mereka bisa manipulasi sihir angin itu agar seperti sihir kuat dari keluarga Onpipan. Dengan itu semua orang tak curiga.
Onpipan awalnya curiga. Saling menuduh satu sama lain. Namun, tetua mereka tahu. Itu adqlah sihir buatan dari orang luar. Sepertinya pengkhianat. Namun, orang itu sudah keluar dari kediaman Onpipan.
Mereka pun mencari semua Onpipan yang keluar itu. Mengeksekusinya namun hasilnya tetap sama saja dan semua itu adalah bagian rencana dari Bajjuri.
Bajjuri mencoba memecah belah namun, dia tahu Onpipan itu kompak dan pemikirannya sama saja. Dia pun hanya berusaha untuk alihkan sesuatu saja.
Dengan angin itu. Dia bisa melakukan semuanya tanpa terdeteksi dengan mudah. Sihir itu juga dirambahi dengan berbagai hal lain. Membuatnya sangat susah untuk dilacak.
Kemudian setelah menyebar luaskan hal-hal itu. Kini, mereka pun bisa membuat klan Onpipan jadi tak dipercaya lagi.
Mereka seperti penjahat. Namun, apa yang mereka utarakan itu memang benar adanya.
Akhirnya, klan Onpipan pun muak dan mengajak perang. Membuat sihir angin selatan dan barat untuk mengundang semua musuhnya dari pengaruh ilusi singkat.
Setelah itu terjadilah perang.
Flasback off.
Tampak, matahari pun mulai bersinar lagi. Kini sore hari. Semuanya sudah bubar. Monster Vergon dan phoenix sepertinya akan kembali disegel.
Orang itu, Bajjuri. Sudah mengenal baik terhadap Onpipan. Itu juga merupakkan bagian dari rencananya untuk mencari info tersendiri.
“Jadi kau lah yang merencanakan penghancuran kami,” ujar Reggie di bawah sana.
Orang itu tak menjawab.
“Tidak. Bukan hanya aku saja,” ujar Bajjuri setelah beberapa langkah berlaku. Membuat lawan bicaranya mendongak.
“Reggie, ada seorang anak yang suka rela mendatangi kami. Karena dia pun kami sangat lancar hingga kini sukses besar. Kau tahu, anak itu adalah bagian lain dari jiwa anakmu sendiri. Sepertinya jiwa itu memisah dan merasuki orang lain. Semacam intervasi. Kau pasti paham bukan? Kenapa banyak anak-anak biasa di luaran sana tiba-tiba punya gen Onpipan?” ujar orang besar itu. Lalu dia pun pergi.
“Intervasi?” gumam Reggie tak percaya.
‘Itu berarti. Anakku yaitu Sayfull? Tidak mungkin’ batin Reggie. Kini dia pun ditangkap dan dia melihat anaknya itu sedang diikat juga. Lalu, dia pun menatapnya dengan tatapan kosong tak menyangka.
Intervasi atau pemindahan jiwa. Sesuatu gejala seperti gangguan kepribadian sihir. Semacam itu. Penderita biasanya mengalami gangguan mental yang membuatnya harus menjadi orang yang bukanlah kehendaknya sendiri.
Itu artinya. Sayfull yang lain. Telah membantu Bajjuri dalam hal ini. Mungkin saja Shanee adalah ....
Brak!
Tampak Sayfull kini duduk kasar. Mata tajamnya menatap Bajjuri yang meminum teh hangat di depannya itu.
‘Untuk apa kau ke sini?” tanya anak utu kasar.
“Tenanglah,” jawab Bajjuri.
“Aku adalah kepala sekolah Ringer, aku tahu kau putra mahkota dari keluarga Onpipan. Tapi sayangnya mereka semua ditangkap dan dipenjara. Namun, hal ini masih menggangguku. Onpipan memang klan campuran. Tapi entah mengapa ada suatu roh Onpipan yang membuat anak-anak biasa di dunia lain itu menjadi punya gen Onpipan,” ucap Bajjuri di sana.
“Aku ingin tahu, kapan kau lahir Nak? Kapan kau mulai untuk belajar sihir dan akademis lain?” tanya orang itu.
Sayfull tampak menatapnya. Dia akan menjawabnya ....
Deg!
Namun, tiba-tiba saja.
“Hahahahahaha! Sayang sekali Bajjuri. Anak ini sudah dikendalikan olehku,” ucap Sayfull dengan suara lain. Serak dan dewasa. Dan ekspresinya itu. Mengingatkan kita pada seseorang yakni, Mugo!
Tempat Sato.
Kini, Sato kembali melihat berita bahwa semua orang dqri keluarga Onpipan. Dipenjara. Dia sedikit terkejut karena ....
Bersambung.