Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Masa lalu bagian 10.



Episode 128


Mugo bangun dari tidurnya. Kicau burung terdengar di sana. Lalu, seseorang nampak mendatanginya.


 


"Anakku. Kau sudah besar. Apa kau tidak kesepian?" tanya orang itu. Dia berambut biru. Berpakaian ala penyihir.


 


"Ayah! Aku ingin membaca buku lagi di tempat paman Kazumi," ucap anak itu tiba-tiba.


 


"Apa?! Setidaknya jawab dulu perkataan ayah," ucap tak terima ayahnya itu.


 


"Ya! Aku ingin teman. Tapi, saat aku sudah umur delapan tahun. Aku juga ingin dia lebih tua dariku. Agar aku tahu seberapa berkembangnya diriku ini," jawab Mugo.


 


"Baiklah!"


 


Mugi di dalam kereta kudanya yang biasa. Tidak terbang dia pun tampak sampai di kediaman klan Kazumi. Ayahnya sudah menerima surat sihir milknya.


 


Dia lalu masuk dan dipersilahkan dengan mudahnya.


 


Mugo disambut lagi oleh Kazumi. Diantar lagi ke sana. Lalu, Mugo nampak mencoba mencari beberapa hal yang disembunyikan olehnya. Sesuatu itu tampaknya ada di sebuah ruangan yang pnuh patung di sana.


 


Lalu, ada dua patung monster kura-kura yang seperti mereka kembar siam. Kepalanya dua dan punya tubuh saling terhubung dan membelakangi itu.


 


Namun, di sana ada sebuah selipan. Yang sepertinya hanya dia yang tahu. Lalu, dia mencoba melihat dan menyentuhkan tangannya pada hal itu.


 


Bzzzzt!


 


Sesuatu seperti menolaknya.


 


"Kenapa ini?" ujarnya heran.


 


Tiba-tiba saja. Datang sekumpulan prajurit ke sana.


 


"Yang mulia Mugo! Apakah anda menyentuh segel itu secara tidak sengaja. Maaf kami lupa memberitahukan padamu. Apalagi di sini kemarin ada banyak kekacauan!" ucap maaf prajurit paling depan.


 


Mugo lalu merasakan firasat  buruk.


 


"Apa yang terjadi? Apakah lima orang yang kukenal dari sini. Masih gidup?!" tanya Mugo yang langsung kepada intinya.


 


Mugo mendengar ceritanya langsung pada sang kepala klan.


 


"Mereka berlima dinyatakan bersalah atas kesalahan yang berat. Semenjak aku membagi klan agar lebih luas di dunia ini. Aku mengijinkan mereka mempunyai penghormatan yang tinggi setara dengan klan utama. Jadi, semua ini. Tak bisa aku bantah karena aku sudah menyetujunya sangat lama," jelas Kazumi.


 


Mugo nampak menatap penuh kecemasan tinggi. Kazumi nampak menyadarinya.


 


"Kau baik-baik saja?" tanya Kazumi lembut. Namun, senyumnya itu seperti menyembunyikan suatu hal.


 


"Se-sebenarnya--"


 


"Tidak usah dibicarakan yang mulia. Ayo kita ke sana!"


 


Kazumi memotong kalimatnya. Mugo nampak bergegas mengikutinya.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Lalu, mereka tampak sampai dengan cepat. Berkat sihir dari kekuatan Kazumi itu. Kazumi dan Mugo beserta beberapa bawahannya itu terkejut.


 


Saat mereka di sana. Tempat itu seakan tak berpenghuni.


 


Mugi mengikuti. Lalu, temukan ada batu di sana yang mencurigakan. Dia berlari menuju batu tersebut. Kemudian, menemukan ada suatu kertas tak terlihat dan menariknya.


 


Cling!


 


Tempat tersebut kini terlihat tenggelam. Kazumi kaget.


 


Sesuatu menghisap semuanya ke bawah. Mugo tak percaya ini.


 


"Ada suatu yang sudah menyandera semuanya dalam sihir Piherolla vagettia!" teeiak Kazumi.


 


Lalu, Mugo dan Kazumi melesat ke arah bangunan itu. Mereka merasakan ada orang di sana. Mereka jelajahi tempat itu. Semua bergegas untuk selamatkan orang-orang di dalam istana itu.


 


Cling cling cling cling cling!


 


Saat hampir tenggelam. Mugo berhasil selamatkan satu orang dari lima orang yang dia kenalnya itu.


 


Tap tap!


 


Namun, keempatnya lainnya entah kenapa tidak ada.


 


Saat itu juga. Semua orang disembuhkan dan dibuat sadar.


 


Namun, saat menyembuhkan orang tersebut. Nampak, orang itu bergerak aneh.


 


Dia membuka mata lalu terlihat matanya itu berlainan daripada biasanya. Orang itu meracau tak jelas. Lalu, seperti akan menggunakan sihir yang buat dirinya meledak di tempat. Kazumi menanyakannya karena itu bukan sihir seperti itu. Mugo juga di sana tahu. Dia tenang menunggu. Hingga ....


 


"Apa?!"


 


Semua kaget. Mugo waspada. Dia merasakan ada sihir aneh yang membuat pemuda itu seperti ini.


 


Lalu, nampak orang itu menggeram entah bagaimana.


 


Cling!


 


Saat itu juga.


 


Groaaarg!


 


Muncul sosok monster yang berubah dari sinar orang itu di tubuhnya.


 


Semuanya mundur dan menyelamatkan orang-orang itu. Beberapa orang bertugas hubungi orang-orang klan lain.


 


Cling! Cling!


 


Monster itu besar. Berwarna putih. Dia seperti gabungan antar harimau, serigala dan semua hewan ganas semacam itu.


 


Dia tak punya corak. Kulitnya nampak punya tonjolan miring yang sampai ke ekornya sendiri. Seperti menumbuhkan ekor pada tubuh itu. Ekor juga berposisi agak miring dari letak normal.


 


Groaaarg!


 


Mugo nampak waspada.


 


"Ini sihir dimensi lain," ucap Kazumi di dekat Mugo.


 


"Apa maksud yang mulia?!" tanya Mugo tak tahu.


 


"Di dunia ini. Ada banyak dunia lagi. Ada yang disebut dunia yang berbeda dinamai dimensi ada pun yang sama namun tak serupa itu disebut dunia dalam lintas waktu yang berbeda. Beberapa orang bisa mengakses semua dunia. Dengan sihir waktu dan dimensi. Namun, jika seseorang melihatnya. Orang itu akan kembali ke ingatan masa kecilnya. Lalu, berjuang dari awal agar dia bisa menemukan dirinya yang terjebak dalam ingatannya tu," jelas Kazumi dengan kata-kata yang terdengar tak masuk akal di telinga bocah itu.


 


Tapi, nampaknya itu semua nyata.


 


"Di beberapa dimensi dan dunia. Ada juga sihir dan hal yang tak diketahui. Lalu, sihir yang berbeda ataupun yang sama namun, dengan nama dan beberapa hal yang berbeda atau dibedakan," Kazumi kembali berkata.


 


"Sihir ini. Hanya bisa dikalahkan oleh sihir dari dunia yang sama. Kita semua di sini akan binasa. Secepatnya kita harus mengundang para penyihir penjelajah untuk menanganinya!" teriak Kazumi.


 


"Tapi, sebelum itu. Kita harus menahannya agar dia tak berkeliaran bebas dan berbuat seenaknya!" ujar Kazumi seperti meracau sendiri.


 


Mugo menatap monster itu. Lama dia menatapnya. Ada sesuatu yang membuatnya tertarik kepada monster itu. Semua yang ada di matanya sangatlah menawan.


 


 


Hyaaaa!


 


Kazumi nampak mulai maju.


 


Blaaar!


 


Dia terpental ke belakang. Monster itu nempunyai sihir ternyata. Dia menggunakan sihir yang berasal dari dunianya sendiri.


 


"Hahahahaha!" Monster itu bahkan tertawa.


 


"Moneter itu bisa tertawa?!" tanya orang-orang mulai takut.


 


Kazumi kesal dengan semua ni.


 


‘Kelihatan sekali monster ini mungkin dikendalikan atau punya kesadaran. Dengan menahannya saja itu tidak cukup' batinnya mulai khawatir.


 


"Ini sangat berbahaya. Kalian semua cepatlah pergi. Sebelum monster itu sadar, monster itu pintar dan bisa berbicara bahas manusia. Aku masih belum mengetahuinya. Tapi, Aku akan menggunakan sihir Adronala!" teriak Kazumi.


 


Mugo, dia ikut bersama orang-orang itu.


 


‘Monster yang indah itu ...' batin Mugo aneh.


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


"Adronala Karuo!"


 


Lalu, sebuah cahaya biru terlhat dari kejauhan. Setelah itu. Tak terlihat apa-apa lagi.


 


"Yang mulia menggunakan adronala yang dia ciptakan untuk klan kita. Hanya orang-orang kuat yang bisa mengakhirinya. Karena kekuatan kita berdasarkan pada angin jalan yang dijaga. Adronala itu akan menyembunyikan sesuatu selama empat hari berturut-turuk. Dengan syarat, orang yang melakukannya harus sendirian dan tidak bersama klan Kazumi. Lalu, klan Kazumi di sini haruslah tetap hidup. Satu orang klan Kazumi yang hidup. Akan membuat sihir itu semakin panjang di sana," jelas satu orang menjelaskannya pada Mugo.


 


"Aku juga ingin mempelajarinya tadi. Sepertinya aku harus banyak belajar dari beliau," gumam Mugo tenang.


 


Di dalam lindungan itu. Kini, Kazumi mulai mengeluarkan sihirnya itu. Pertama dia menyebutkan apinya.


 


"Sihir Pembakrs!" teriaknya.


 


Sihir dalam jangkau yang luas. Serta dia bisa membentuknya menjadi beberapa bentuk monster yang lebih banyak dari objek itu.


 


Blaaar balar balar blaaar!


 


Namu, semua itu sia-sia.


 


"Kau orang pertama yang ingin aku bunuh!" ucap monster itu. Kazumi menatap tajam.


 


"Siapa yang membantumu ke dunia ini haah?!" bentak Kazumi keras ke arah monster itu.


 


Monster itu nampak diam saja.


 


Blaaar!


 


Dia menggunakan suatu sihir dan mengeluarkan banyak jarum-jarum tajam dengan warna corak yang memutar itu.


 


Wuush wush wush wush!


 


Kazumi melompat menghindarinya.


 


Dia buat cahaya terang yang kini membentuk seperti baju pelindung besar di bagian tubuh bagian atasnya itu.


 


"Chain armor!" teriaknya.


 


Lalu, Kazumi mengeluarkan semacam rantai yang tercipta dari baju perang yang bercahaya kuning itu.


 


Wuush!


 


Dia nampak melemparkan rantai yang besar dan panjang itu ke arah sang monster.


 


Namun, monsrer itu cepat bisa mementalkan hal itu dengan satu sabetan tangannya saja.


 


Blaaar!


 


"Sialan!" ucap Kazumi di sana nampak kesal.


 


Tampak, Kazumi pun kini maju ke arah kepala monster. Namun, monster itu segera gunakan sihir mengeluarkan sesuatu dari satu lubang yang seperti hidungnya.


 


Sesuatu itu nampak angin besar.


 


Blaaaar!


 


Angin itu berputar. Lalu, Kazumi nampak berputar-putar terus di sana.


 


Kazumi nampak kesal.


 


‘Dia bisa mengeluarkan angin obber dalam kekuatan sihirnya. Sialan!' Batinnya lalu dia nampak melangkah di  udara. Melewati lorong angin itu.


 


Melihat monster itu yang kembali mengeluarkan angin itu ke padanya.


 


Wuuush!


 


Kazumi pun melompat ke atas. Dia memunculkan sayap dari api itu di baju perangnya.


 


Wuush!


 


Terbang menyusuri sekitar untuk hindari angin puyuh tak terlihat itu.


 


"Nampaknya, dia tak tahu. Angin obber bisa digunakan untuk sihir yang lebih besar!" geram orang itu.


 


Lalu, dia membuat cahaya biru di sana.


 


"Syko no kortna!"


 


Lalu, setelah ucapan itu. Angin itu nampak menyebar. Monster itu melihat sekitar. Kini, pandangannya tampak menyempit entah kenapa.


 


Lalu, saat dia fokus ke satu titik. Tiba-tiba.


 


Blaaar!


 


"Apa ini?!" kagetnya di sana. Dia nampak, dikekang di sebuah tempat pengekangam yang khas itu.


 


Tempat itu mengekang dirinya ke bawah. Semua kakinya itu. Nampak ditusuk dengan masing-masing satu buah tiang bangunan besar. Yang nampaknya terpasang di sana sangat alami. Seperti dirinya sendiri sudah di sana lalu dibangun hal itu barusan setelah itu sadar.


 


Luka di sana makin terasa baginya.


 


"Kurang ajar!"


 


Blaaar!


 


Dia membuat angin berputar lagi dengan sihirnya. Semua tiang itu nampak keropos dibuatnya.


 


Nampak, Kazumi di tempatnya itu. Malah tersenyum dengan itu.


 


'Ini adalah teknikku. Teknik ilusi tingkat tinggi yang dikamuflasekan pada suatu hal yang ada di sekitar kita. Umumnya penyihir akan melakukan pertarungan di hutan atau sebuah kota. Angin adalah elemen selain air yang bisa terlihat diantara dua tempat itu. Tentu saja, angin obber adalah suatu tambahan kekuatan yang sangat besar bagi teknik ilusi yang membuat ilusi ini sangat menyulitkan untuk dihindari' batin Kazumi jelas.


 


Bersambung.