
Episode 38
Nguuuuuung!
Tampak bunyi dengungan itu keluar dari tempat besar itu. Sesuatu yang akan keluar dari sebuah lubang hitam super raksasa itu.
Benda itu terus keluar secara perlahan namun pasti. Bersamaan dengan suaranya yang mendengung melebihi deru-deru pesawat-pesawat yang paling keras dan nyaring.
Nguuuung!
Lalu, di belakang lubang itu. Tampak berpose seseorang berambut putih itu. Dikenal dengan nama Bernardo namun, disapa sebagai Bernard saja.
Orang itu mengangkat dua tangannya seakan dia adalah pemandu musisi simfoni. Orang itu tersenyum seperti tak merasa berada di tempatnya. Dia mungkin sekarang menganggap dirinya di tempat yang membuatnya sangat senang.
"Heh."
Orang itu tersenyum sumringah. Nampak dia masih berpose seperti itu juga.
Kini, dari lubang itu perlahan memunculkan terus bagian dirinya.
Bersamaan dengan itu. Tampak semua orang yang berjatuhan dari sesuatu yang ajaib namun, mematikan dan sangat berbahaya.
Tertangkap oleh beberapa pesawat roket yang punyai lima sayap berwarna putih itu.
Wuuush.
Wuuush
Wuuush
Sato di belakang sana. Menatap hal besar yang akan muncul dari lubang hitam itu dengan antusias.
'Be-besar' batinnya kagum.
Beberapa kawan lainnya terkecuali dua orang di samping Bernard.
Nampak memandang hal besar itu dengan sangat terkagum-kagum. Mereka memandang terkejut ke arahnya.
Seperti halnya Sato. Bahkan, entah mengapa langit cepat menghitam layaknya malam hari.
Lalu, Bernard yang masih berpose seperti itu. Nampak membuka matanya. Kemudian dia melihat dan menormalkan posenya itu.
"Ayo Yam, haik! Kita mulai bertarung!" seru orang yang biasa disapa Bernard.
Ngung!
Suara kapal perang yang bentuknya sangat mengejutkan itu. Tampak keluar dari sebuah lubang hitam yang muncul.
Seseorang di suatu tempat tersenyum karena memperhatikannya.
Dengan wajah psikopat yang sudah tak bisa terkontrol. Sago, namanya. Nampak berada di tempat gelap akan tetapi dia bisa melihat dan merasakan apa yang ada di sekitarnya.
Dia terkikik geli melihat seseorang datang dengan bala bantuan pesawat yang berhasil mengejutkan siapa pun.
Namun, dia sepertinya malah menggila. Lebih gila dari yang biasanya.
Sago tampak tertawa di tempat itu layaknya psikopat yang habis membantai keluarganya sendiri demi harta.
"Hehahahahahahahahaha!"
Sembari berpose seperti Bernard. Namun, dia lebih menikmati suasana dengan tawa nyaringnya di ruangan hitam yang terlihat ada sesuatu beterbangan di sekitarnya.
"Ayo kita lihat! Apakah kau bisa melawanku!" ucap tajam sago.
Wuuuuush!
Kini, Bernard tampak menunjuk pesawat itu dengan pose yang santai. Kemudian, pesawat itu menembakkan sebuah sinar yang bertubi-tubi.(badan pesawat belum sepenuhnya keluar seluruhnya)
Jduuuuum!
Tampak sesuatu aneh seperti dimensi yang dipaksa dibuat dan digabungkan itu. Ditembaki oleh pesawat milik Bernard.
Tentunya, Bernard mungkin serius untuk mengalahkan musuh yang entah ada di mana saat ini.
Jduuuuum!
Ledakan itu membuat semua orang memandang ke arah sebuah tempat aneh milik Berberus sago.
Tempat itu masih meledak saat ini. Lalu, tampak Bernard meluruskan satu jarinya yang tertekuk. Setelah itu.
Ngiiiiiiing!
Corong yang seperti posisi jarinya yang tadi. Tampak, mengisi energi lagi.
Tampak, corong meriam itu sedikit lebih besar dari yang sebelumnya. Dan jumlahnya juga sama banyaknya.
Ngiiiiiiing!
"Twist Blast!" teriak Bernard. Sembari dia mengarahkan telapak tangannya ke depan.
Nging!
Jduaaaar!
Tembakan besar-besaran dari pesawat atau bentuknya itu lebih seperti ke kapal pesiar. Nampak, menembakkan semua yang baru dikumpulkan itu.
Jduaaar jduaaaar!
Jduuuuuum!
Namun, sago tampak tersenyum di tempat gelap itu. Dia nampaknya tak rasakan apa-apa walau tempatnya itu agak bergoyang sedikit.
Dia lalu mengulurkan tangannya ke depan perlahan. Seperti tengah mendorong.
"Kita lihat, apa kau bisa menyerang tanpa benda itu," ucapnya dengan nada khasnya.
Di luar sana.
Tampak sesuatu aneh terjadi. Terlihat ada suatu denyut gelombang dari depan yang mempengaruhi tempat itu. Tidak, itu bahkan mempengaruhi segalanya. Semua hal yang ada di sekitarnya tampak mengikutinya.
"Hehe."
Denyutan itu lalu kini menuju ke tempat kapal besar Stargeast milik Bernard. Semuanya sontak terkejut. Bernard tampak menyilangkan tangannya tiba-tiba.
Lalu melenguh seperti menahan sesuatu. Sato dan yang lainnya melihat ke semua objek yang mungkin berasal dari kekuatan spesial Bernard.
Sato kaget saat melihat ke arah kapal stargeastnya. Terlihat, denyutan itu seperti membentuk telapak tangan yang samar.
Lalu, telapak itu tampak menyentuh bagian depan Stargeast.
"Apa yang akan dia lakukan?" tanya Sato.
"Ugh."
Tampak, Bernard masih melenguh. Matanya sepertinya sangat serius. Dua rekannya juga tampak waspada di tempat.
"Ugh."
Bernard masih melenguh di sana. Sato melihat tangan itu. Dia tampaknya ingin lakukan sesuatu pada Stargeast milik si Bernard.
"Sialan!" seru Bernard tampak sangat kesal. Semua orang jadi memperhatikannya.
Mereka tampak khawatir melihat Bernard yang seperti tengah diserang oleh sesuatu yang sangat kuat.
Megamu melihat ke atas. Lalu menatap semua orang.
"Musuh tampaknya ingin mengendalikan benda besar milik orang ini," ucap megamu melapor.
"Apa?!" semuanya kaget dan berseru hampir sama dan bersamaan.
Dia juga terus mendengar lenguhan dari Bernard. Sato terus berpikir seperti yang lainnya.
Lalu, kedua orang kuat itu. Nampaknya pun maju. Sato dan yang lainnya terkejut.
"Kalau begitu, kita tinggal pertahankan pesawat itu saja kan!" seru si kulit hitam. Lalu, dia mengeluarkan cahaya putih yang melingkupi seluruh tubuhnya.
Cling!
Di malam yang gelap itu. Dia dan rekannya kini bergerak maju menuju Stargeast di atas sana. Beberapa heli kini menghampiri mereka.
Semua bala bantuan masih di sekitar mereka ternyata. Sato dan yang lainnya melihat semua helikopter itu tampak juga heran.
Dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ekspresi Bernard mengeras tentunya. Dia berusaha menahan tekanan dari musuhnya yang bisa menghasilkan gelombang pendorong dan penarik secara bersamaan itu.
"Hehehe."
Sementara sago di dalam sana. Tampak menggerakkan satu tangannya mengibas sempurna.
Blaaaaaar!
Kibasan itu sepertinya memunculkan angin dari atas sana. Angin itu terus berhembus dari arah tempat berberusnya.
"Hehehe."
Angin sago sudah dirasakan semua orang. Sato bahkan menyilangkan tangan tampak menahan gelombang angin itu.
"Dia punya kekuatan tak terbatas," ucap Sato.
Megamu menyadari ucapan Sato dan hanya diam. Kondisinya sama seperti Sato tengah menahan dorongan angin itu.
Wuuuush!
Di dalam sana. Sago nampak tersenyum jahat dan disertai cekikikan geli dirinya.
"Baiklah, mungkin aku akan akhiri mereka semua," ucapnya.
Dia lalu tersenyum sambil membatin 'setelah memusnahkan mereka. Aku akan kembali pada rencana lainnya. Jago sedang mengurus sesuatu bersama Shimun, Sephij yang egois tak terlalu peduli pada rencana kita. Sisanya kita serahkan pada Mugo. Sesuatu di depan sana mungkin akan berdatangan untuk melawan pihak kita.'
"Tapi Yah ...."
Tampak dia kini tengah menarik satu tangannya ke arah tubuhnya.
"Aku sangat menikmati bermain bersama kalian!"
Tampak tubuh sihir sago kembali mengeluarkan suaranya lagi. Sato dan yang lainnya terkejut mendengar itu.
Megamu tampak khawatir. Sedikit melirik Sato.
Sato tampak waswas. Dia yang mendengar itu sepertinya ....
Tubuh sihir sago kembali berbicara "sudah saatnya bagi kita berpisah untuk selama-lama--"
Saat hendak meluncurkan tangannya ke depan lagi. Tampak, sago sedikit terkejut dan menghentikan gerakannya itu di tengah-tengah.
Karena saat ini ......
"Apa?!" seru sago tak percaya.
Jduaaaaaaar!
Cling!
"Hwaaaaaa!"
Blaaaaaaaaaar!
Berberus miliknya non-aktif tiba-tiba. Setelah diselubungi sesuatu lalu tertembus hal lainnya yang meluncur.
Sago tampak jatuh dari ketinggian itu saat ini. Dia lalu melihat tangannya yang entah kenapa tercetak suatu tanda di punggung telapaknya itu.
Lalu, dia pun perlahan melihatnya dalam kondisi herannya itu.
Sring!
Nampak, itu tanda goresan dari sebuah jurus yang kemungkinan tak dia kira.
"I-ini!"
Sago heran dan dia jatuh ke sebuah perairan luas seperti danau di tempat itu. Dan di atasnya. Semua hal seperti satu pulau dan kota-kota metropolitan yang dia gabung itu.
Otomatis jatuh juga seperti dirinya. Tampak dia pun seperti masih shock dan kemudian .....
Blaaaaaaaaaam!
Dia jatuh bersama semua hal itu.
Lalu, seseorang tampak berdiri tak jauh dari situ. Itu dia Sato. Dia menghilangkan mode karmanya yang memang sudah terpakai.
Lalu, lemas seketika. Dan ...
Bruk!
Tubuhnya jatuh di atas tangan seseorang.
"Kau mengalahkannya Sato, lagi-lagi," ucap seseorang tak asing baginya.
Sato hanya tersenyum. Lalu, kemudian sepertinya pingsan kehabisan tenaga.
Sayugo, nampak datang dan memapah Sato ke arah teman-teman lainnya. Orang yang menangkap Sato itu adalah dia.
Tap tap tap tap!
"Hooooy!" panggilnya ke arah semuanya.
"Aaaah."
Setelah lenguhan kasarnya. Tampak Bernard juga terbaring keras. Namun, dia sepertinya sengaja. Bukan seperti akan pingsan atau tidur.
Ekspresinya lega walau kelelahan saat ini. Dia terus menerus menghirup nafas dengan sengal-sengal.
"Haaah haaah haaaah!"
Wuuuuush!
Puluhan helikopter dan pesawat datang. Langit sudah berubah setelah Sato menjatuhkan Berberus. Pesawat antariksa dan pesawat-pesawat putih itu tak ada lagi.
"Sialan! Aku harus kembali membuat Stargeast yang baru. Setelah ini," ucap Bernard namun tampak tak ada nada sesal sama sekali.
Orang yang berkulit hitam bernama Haik. Lalu, kawan satu organisasi lain seperti Chintya dan yang lainnya.
Tampak hampiri Bernard saat ini.
"Kerja bagus Bernard!" seru haik. Memujinya. Lalu, semua orang tampak senang atasĀ kekalahan musuhnya itu.
Wuuuuush!
Semua heli itu tampak beterbangan dan mendarat di puing-puing pulau dan seluruh hal yang diambil dan digabungkan oleh musuh mereka tadi.
Sato yang pingsan lalu tampak dibawa ke markas lagi. Dialah yang sudah menyerang titik lemah dari Berberus yang digunakan musuh sebagai bentengnya.
Setelah musuh berhasil menarik sisi depan Stargeast. Waktu itu, Stargeast menembakkan meriam terakhir yang begitu dahsyat.
Meriam itu menembus banyak sekali ruang dari ruang milik musuh. Namun, Berberus musuh terus beregenerasi. tak peduli pada kehancurannya.
Saat itu, dengan cepat Sato sudah menyelinap di intinya, dia bergabung dengan proses regen dari dimensi itu. Sehingga dia dapat menyelinap cepat ke tempat sumbernya. Sato lalu gunakan serangan pamungkas karmanya untuk hancurkan Berberus secara total dan kemungkinan sago yang ada di dalam sana. Ikut hancur dengan kekuatan karma Sato yang tak ada tandingan.
Bersambung.