
episode 92
“Grey 5!”
“Ultimate!”
Blaaaaar!
Serangan besar itu tampak memporak porandakan bulan. Sayfull tampak berhasil keluar dari tembakkan dan ledakan itu. Walau dia juga terkena dampaknya.
“Wanita sialan!” ujarnya marah.
Wuuush!
Asap membumbung. Kini Sayfull sepertinya sangat terkuras energinya setelah menerima serangan Grey 4 dari Chintya.
Tampak Chintya kini sendirian saja. Armornya sudah tak ada. Di sekitarnya tampak hanya ada asap. Dia mengambil nafas sebanyak mungkin. Sepertinya efek kekuatan itu makin terkuras..
Wuuush!
Tampak asap sedikit hilang. Di mana keduanya kini bisa saling tatap. Sayfull terkekeh melihat penampilan polos Chintya. Dia pun merasa di atas angin.
Lalu, dia un maju.
Chintya waspada.
“Aku akan musnahkanmu!” ucap anak itu.
Wuuush!
Chintya masih bisa keluarkan energinya. Dia bisa lompat ke atas lalu tinju musuh cepat. Itu sedikit mengejutkan Sayfull. Namun dia tampaknya tenang.
“Heh, sepertinya sudah berakhir. Aku akan pergi jika kau tak mengangguku dikemudian hari,” ujar anak itu. Duq bahkan menyimpan orochinya lagi. Seperti tak berselera bertarung.
Tap!
Chintya tampaj baru saja mendarat. Dia yang baru saja mendengar itu. Tampak menunduk.
“Kalau begitu ... sampai jumpa,” ucap Sayfull berniat meninggalkan.
Namun .....
Cling. Dari dalam asap yang belum hilang itu. Sesuatu energi hijau tampak menembak ke arah Sayfull. Dia pun tampak sigap menahannya.
Blaaaar!
Dia berpikir itu adalah serangab terakhir dari wanita itu..
‘Apa yang dia pikirkan?’ batin anak itu bertanya—tanya.
“Jangan terlalu percaya diri.”
Sayfull mendengar suara wanita itu yang kini sangat dekat dengannya dan sudah menempelkan pukulan kuat ke tubuhnya.
Jduaaaaar!
Dia terpental sangat jauh sekali. Pukulan itu membuat dirinya penuh luka lagi.
Jdashh!
Tampak Sayfull mencoba bangkit. Dia muntahkan darahnya.
‘Bagaimana bisa?’ batinnya tak percaya.
Chintya tampak kembali menyerang. Dia pun terpental lagi ke belakang.
Jduaaaaaar!
Terlihat matahari sudah kelihatan hingga separuhnya dari bulan.
Chintya terkekeh di sana. Onpipan itu mencoba berdiri lagi. Sembari menahan luka dan darahnya untuk keluar banyak.
‘Apa yang terjadi pada peningkatan kekuatan manusia ini?’ Batinnya tak mengerti. Dia lalu mencoba menyerang wanita itu.
Wanita itu tampak terkena dan meledak dari kekuatan tebasannya itu. Walau lemah tapi itu sepertinya mengenainya.
Asap mulai hilang. Dari dalam asap yang mulai pudar itu. Sayfull bisa melihat sebuah pelindung dengan ukiran tempurung kura-kura di sana. Tampak tempurung itu berada di posisi Chintya.
“Benda apa itu?” tanyanya terkejut.
Dia tampak melihat ke atasnya lagi. Lalu, dia pun melihat ada sebuah benda raksasa yang dari tadi belum dia lihatnya.
Wuuush!
Asap pun hilang setelahnya. Tampak ada sebuah robot kura—kura dengan tempurung di mana—mana itu.
“Ultimate Grey 5!”
Wuuush!
Sosok Chintya lalu keluar dari pelindung kecil itu. Tampak dia juga seperti menerima sebuah energi dari robot itu.
‘Jadi begitu ya!’ batin Sayfull yang mulai paham. Dia berdiri gontai.
‘Dia ini. Punya kekuatan yang licik!’ batinnya tak suka.
“Heh! Bagaimana anak muda?” tanya Chintya meremehkannya.
“Itu tak aku sadari! Seandainya benda itu terlihat. Aku pasti akan langsung menyerangmu saja tadi,” jawab anak itu.
‘Sialan’ batinnya lagi kesal.
Chintya hanya tersenyum mendengarnya.
Robotnya itu mengangkat pelindungnya ke atas. Pelindung dari benda keras itu tampak menghilang di sana.
Sayfull tak takjub sama sekali. Melainkan dia kini membencinya. Dua pun mulai dalam pose perangnya lagi.
Ronde terakhir mereka bertarung. Apakah Sayfull akan bertahan atau Chintya yang akan melakukan kesalahan?
Chintya menatapnya. Sayfull tampak melesat cepat. Wuush!
Debu terangkat di belakangnya. Bagai ekor.
Blaaar!
Dua gunakan tebasan kuat ke arahnya. Namun, hanya dengan satu tangan dan bantuan energi dari kura-kuranya.
Chintya tampak bisa menahannya dengan mudah.
“Kau belum serius Nak!” ujar Chintya lalu dia memutar tubuh dan menendang anak itu. Hingga mementalkannya lagi ke arah yang sebelumnya.
Jduaaaaar!
Chintya tampak menunggu anak itu dengan senyum manisnya. Lalu, Sayfull pun kembali berdiri. Dia langsung menguatkan dirinya lalu melaju ke arah Chintya lagi.
Dia gunakan tebasan yang sangat banyak di sekeliling Chintya.
Namun, semuanya tampak ditahan dengan mudah.
“Sialan!”
Sayfull yang geram lalu melesat lagi ke arah Chintya. Lalu, puluhan tebasan dengan kekuatan besarnya itu.
Blaaaaar!
Teknik Chintya tampak bisa menahannya. Lalu, bahkan Sayfull terdorong oleh pelindung milik Chintya dan robot itu.
“Ugh!”
Dia tampak kembali berhenti di kejauhan. Petarungan mereka berlanjut. Sayfull mencoba untuk menyerang lagi. Kini dengan teknik sihir yang kuat itu.
Blaaaaaar!
Ledakan pun tercipta sangat cepat. Lalu, Chintya tampak masih utuh. Robot kura-kuranya itu tampak baru saja mengangkat tiga pelindung itu.
Hyaaaaa!
Tampak di suatu tempat.
Tiga irang sedang bersandar. Mereka adalah orang yang sudah kita kenal.
Orang berambut biru itu. Tampak sedang merenung. Sembari menunggu rekan lainnya untuk berbincang di sana.
Lalu, orang yang berkaca mata tampak tersenyum di sana.
“Apa yang kau nikmati? Mugo?” tanya si kaca mata. Satu orang lagi sedang terbaring miring menghadap keduanya.
“Aku sedang memainkan bidak! Tapi sepertinya bidakku malah bertemu dengan benteng di garisnya,” jawab Mugo misterius.
Blaaar!
Sayfull lalu terus menebas karena pertahanan itu tak tertembus hingga saat ini.
Jduaaar!
Dia pun mental sangat jauh sekali. Kini, dia pun terengah-engah.
Tampak, Sayfull akan gunakan tebasan kuatnya lagi. Dan melesatkan nya ke arah Chintya.
Blaaar!
Kembali tak menggores apa pun di sana. Chintya menatap ke arah bocah itu yang masih bersiap untuk menyerang.
“Hyaaaaa!”
Sayfull maju dan menyerangnya. Namun, ditahan dengan mudah. Kekuatan hijau Chintya tampak penuh di kepalan tangan miliknya. Lalu, meninju muka bocah itu. Hingga dia terpental tak jauh darinya.
Sayfull terengah di tempat itu. Masih bisa berdiri dan darah bercucuran di kepalanya.
“Apa kau masih sanggup berdiri?” tanya Chintya dengan nada meremehkan.
“Aku harus mengalahkanmu. Jika aku ingin bebas!” jawabnya tak nyambung. Sayfull langsung membuat terjangan dengan pedangnya itu.
Trang!
Sebuah pelindung tercipta lagi. Kini Sayfull tidak mental. Dia langsung perkuat dirinya. Lalu, dia pun mencoba menusuk lagi pedang orochinya yang kuga melihat ke arah pelindung itu.
Jduaaaar!
Dirinya tampak mental.
Blaaaaar!
Tangan robot tadi meninjunya. Dia pun berusaha bangkit lagi.
Tap!
Dia mengoles luka itu. Darah yang terciprat ke pedangnya. Tampak tak bisa hilang. Sepertinya orochi adalah pedang yang hanya tertarik pada darah hewan saja.
Lalu, Sayfull si anak muda itu pun melesat lagi ke arah sang musuh yang hanya bertahan lalu menyerang balik.
Blaaaar!
Tusukan itu sama sekali tak mempan. Lalu, wanita itu kembali membogemnya hingga dia kini setengah sadar di atas tanah.
Sayfull kini teringat dengan masa kecilnya dalam pingsannya itu.
Wuuush!
Dia pun tampak sadar dari pingsannya itu. Lalu, wanita itu tampak masih berdiri di sana. Masih di tempat yang sama. Membuatnya sangat kesal. Dia masih di waktu yang sama. Sepertinya hanya pingsan satu detik saja.
Lalu, dia pun bersiap lagi. Mengumpulkan kekuatan sihirnya lagi. Bersama orochi.
Hyaaaaa!
Blaaar!
Dia tamaok tertahan hanya dengan lengan wanita itu. Lalu, robot mulai meninjunya. Dia menghindar gerakan robot yang lambat bisa dia deteksi.
Robot itu tampak mendeteksi posisi dari musuhnya yang lompat ke atas.
Lalu, dia sepertinya akan membuat banyak tebasan.
Blarr!
Semua tebasan itu tampak melaju ke arah Chintya. Namun, Chintya pastinya terlindung dengan pelindung yang kuat itu.
Serangan itu masih belum berhenti sampai dua menit berlalu.
Wuuush!
Grrrrrr!
Hingga membuat bulan makin terguncang. Chintya masih bertahan dan sangat santai. Lalu, lawannya itu malah makin kesal. Dua terus menyerang di sana.
Masih pukul 3 lewat. Namun, pertempuran itu belum ada habisnya.
Blar blar blar blar!
Lagi-lagi Sayfull masih tak mampu untuk menembus tempurung itu. Dia masih terengah-engah di sana.
‘Apa pun itu aku harus menyerang!’ Batin Sayfull kembali melaju.
Wuush!
Serangan cepat itu ditangkis. Laku, dia pun meberima bogem yang kemudian menghempaskannya lagi.
Dia pun maju lagi.
“Lagi?” ujar wanita itu heran.
Serangan demi serangan yang semuanya mirip dia lakukan hanya untuk ini.
Blar blaar blaaar blaaar!
Kekuatan itu masih tak menembus dirinya. Kekuatan Grey 5 ini menanglah sangat kuat. Bahkan diperkuat oleh kekuatan surya yang sebelumnya diterima dari bumi.
Mata Chintya menatap dengan jelas gerakan dan tebasan itu yang masih bisa dia tahan itu. Dia mengakui memang ini berkat kekuatan surya yang ditransfer saat energinya sudah kosong. Membuatnya bisa terus kembali dalam sekejap dan membuat kekuatannya meningkat.
Hanya saja .....
Blarr blaar blaaar!
Senjata Sayfull. Orochi tampak menguat setelah menyantap makannya itu. Bahkan, dia rela mengorbankan darah dari hewan sihir Rognoins itu. Saat itu hanya dalam beberapa kali menyerap. Dia bisa pulih lagi. Bahkan lebih kuat dua kali lipat.
Keduanya memang mendapat kekuatan dan pengisian yang sama.
Blaaaar!
Sayfull tampak melenguh di sana. Mengusap darah yang keluar itu. Chintya masih siap dalam hal ini. Dua tak ingin membuat satu kesalahan berarti.
Lalu, tampak serangan datang lagi dan dia menahan dengan baik. Chintya menahan semua serangan itu dengan baik.
Blaaaar blaar blaaar!
Anak itu tampak terus menyerang dan Chintya masih bisa menahan. Sayfull terpental lagi ini. Dia un bangkit lagi. Mengusap lukanya itu.
‘Aku tak akan berhenti dan tak akan pernah bisa. Karena darah Onpipan adalah darah yang paling sempurna’ batinnya.
“Hoaaaa!”
Diq melesat ke arah Chintya lagi. Sementara Chintya tampak memandang ke arah sang anak. Dalam matanya itu. Terlihat jelas beberapa hal di sana.
Ada beberapa titik-titik di sana. Yang mempresentasikan sesuatu. Semua titik itu sepertinya hal-hal yang rumit.
Tampak kali ini musuhnya itu menebas ke arah miring ke bawah. Lalu, dirinya tampak menggunakan kekuatan dengan mmen-setting kekuatannya itu. Dalam abjad yang sangat rumit. Abjad itu setidaknya ada lima. Dari kelimanya. Chintya harus bisa sesuai setting kekuatannya melalui abjad dengan kekuatan musuhnya saat ini. Hal itu tidaklah mudah. Di mana kekuatan pasti akan berubah-ubah.
Bersambung.