Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Kasus Bom bagian 4.



Episode 47


Tap tap tap tap!


Tempat Bernard. Tampak ada satu orang misterius yang sepertinya berkacamata itu. Dialah Sephij yang sepertinya tak mengenal Bernard dan haik.


Haik dan Bernard juga tak mengenalnya. Mereka membiarkan orang berpakaian penyihir itu lewat di depan mereka begitu saja.


Lalu, keduanya tanpa pikirkan apa-apa lalu berlalu setelah semua polisi mengucapkan terima kasih.


Bernard dan haik lalu pergi ke mobil mereka yang dimunculkan kembali itu. Kemudian, kedua orang itu lalu mengendarai mobil itu.


Brrrrrm!


Keduanya lalu berkendara ke depan sana. Susuri jalan di negara ini. Tampak beberapa pesawat milik Bernard melintasi mereka.


"Kau juga awasi sekitar dua negara ini," ucap Bernard kepada seseorang yang mereka lihat di monitor.


Tampak di sana. Seorang hadis dengan rambut panjang hitamnya itu. Dia adalah manda.


Manda tampak mengangguk paham.


"Sejauh ini apa kalian mendapat sesuatu yang menarik?" tanya wanita itu.


Bernard mengangguk.


"Tidak ada," jawab haik.


Namun, wanita di layar tampak tak kesal sama sekali. Manda lalu tampak menghela nafas kecewanya itu.


"Baiklah, kalian terus jaga tempat di dataran barat. Lalu, terus kirim informasi kepada markas," ucap manda sebelum menutup layar monitornya itu.


Bernard dan haik kembali fokus berkendara. Kembali melongok ke luar. Bernard melihat pesawatnya melintas lagi dari aras samping.


Beberapa orang melihatnya dan sedikit terkejut. Namun, tak ada yang terlalu berlebihan.


Ngeeeng!


Keduanya terus berkendara. Menyusuri jalanan itu. Pesawat milik Bernard tampak akan menuju tempat yang tak jauh dari mobil mereka.


Bernard yang santai lalu tiba-tiba terkejut sedikit ....


Tampak, pesawat Bernard sudah di atas tempat yang ramai orang. Tempat itu adalah zona bersenang-senang yang dipenuhi wahana permainan.


Tampak, Bernard mendeteksi satu orang yang berciri-ciri khas sebagai pelaku pengeboman. Setelah itu, kejadian yang sudah di duga haik dan dirinya terjadi.


Lalu, keduanya. Dengan mobil itu langsung tancap gas ke tempat itu.


Brrrrrrrrm!


Mereka sampai. Sudah banyak orang yang berkerumun keluar. Sepertinya menyulitkan mereka. Yam dan dirinya agak bingung sekarang.


Mereka terpaksa keluar dari parkiran itu. Karena sangat sesak. Mengendarai mobil malah ke keluar haluan yang seharusnya.


Berrrrrrrrmm!


Namun, keduanya tak patah arah. Kini mereka parkirkan di suatu tempat yang sepi. Lalu, melompat ke atas tempat itu.


Mereka lalu lompat dari bangunan-bangunan itu dengan lihai menuju ke arah dalam lokasi tadi.


Di sana sudah hampir sepi. Pelaku sama. Hanya mengancam dan menembakkan pelurunya ke udara.


Dor dor dor!


Tampak haik dan Bernard sudah mendarat di lokasi itu. Masih ada orang di sekitar mereka yang lari. Mereka tak mengidahkan kedatangan Haik dan Bernard.


Tap. Mereka mendarat lalu berjalan menuju lokasi yang  sepertinya sepi dari beberapa pengunjung.


Akan tetapi.


Wuuuuush!


Suatu angin hijau mereka rasakan.


Seseorang yang berada tak jauh dari mereka. Namun, terlihat bangunan yang tinggi sebagai wahana permainan itu.


Tampak bergumam heran.


"Wah, ada tamu tak diundang."


Kembali ke tempat Bernard. Nampak, keduamya kini berjalan dan kemudian berhenti tiba-riba.


"Ada monster yang mungkin bekerja sama dengan pelaku," seru Bernard.


"Kita harus mengalahkannya juga sebelum-"


Blaaaaar!


Haik menatap je arah bangunan tinggi itu yang roboh. Tiba-tiba.


Untuk orang normal itu agak aneh. Namun, keduanya melihat ada suatu raksasa besar berdiri merobohkan gedung itu.


"Jadi, monster spirit! Musuh sepertinya sangat ahli," gumam Bernard.


Jduaaaar!


Bangunan tinggi itu tergelempang tak jauh dari keduanya. Namun, gelombangnua sangat dirasakan keduanya.


Mereka melompat dan tahan gelombang itu. Monster yang terlihat transparan itu. Terlihat sangat marah saat ini.


Tap tap!


Haik dan Bernard tampak mendarat di tanah itu. Mereka melihat jelas monster dengan empat tangan dan berwarna ungu muda itu.


"Bentuknya mirip monster susanoo," ucap Bernard.


Huaaaa!


Monster itu lalu meninju semua hal di sekitarnya. Menghancurkan dan membuat dua orang itu harus menjauh.


Mereka lalu napak lagi di tanah yang aman. Lalu, haik tampak sudah keluarkan tongkat spesialnya itu.


"Monster itu sangat ganas," ucap haik.


"Ya!"


Jduaaaar!


Monster itu nampak menuju ke arah jauh darinya. Dia melewati seseorang yang ketakutan itu. Sepertinya si pengebom karena dia sendirian di sana.


Rata-rata, semua orang lari dan beberapanya masih mengantre untuk keluar dari tempat ini.


Jduuum jduuum!


Monster itu nampaknya berjalan dan kini, dengan kuatnya merobohkan permainan terbesar di sana. Biang lala. Semacam itu.


Keduanya membelalak. Kini, haik melompat ke arah biang lala itu karena monster itu menggulingkannya saja.


Hyaaaa!


Haik menahan biang lala itu agar tak berjalan ke tempat lainnya.


Bernard terus di tempat. Melihat gerakkan monster itu.


Dia sedikit heran nampaknya dari balik kacamata hitamnya itu.


Lalu, monster itu nampak kembali mengacau. Kini, menarik kereta-kereta peemainan itu. Lalu melemparnya asal.


Membuat Bernard harus munculkan suatu dari lubang hitamnya itu.


Dua pesawat putih itu menahan semua kereta yang dilempar monster ungu dengan empat tangan dan tanduk itu.


Monster itu yang sepertinya punya auman yang kuat.


Dia berusaha mementalkan apa pun yang ada di sekitarnya. Gelombang itu lalu memporak porandakan sekitar tempatnya ini.


Dia keluarkan aura putih khasnya yang seperti arsiran gambar dengan banyaknya totol-totol warna yang sama.


Wuuuush!


Haik dengan memutar senjatanya itu. Melompat langsung. Akan menerjang monster yang sepertinya susanoo ini.


Susanoo tampak masih fokus ke kegiatan miliknya. Dia tampak merusak wahana panjang di tempat itu.


Seperti sebuah jalan kereta roler coaster. Jduaaaarr!


Semuanya dia injak dan pukul dengan tangan-tangannya itu. Monster itu terus mengganas. Hingga seperempat tempat itu sudah runtuh dan babak belur olehnya.


Haik, terlihat sudah ada di sekitar susanoo. Namun, monster itu berbalik darinya. Seakan tak menganggap haik di sana.


Wuuuush!


Haik terlihat akan menyerang dipenuhi sinar putihnya yang melingkupi dirinya dan senjata utamanya itu.


Hoaaaa!


Dia berseru setelah merasa dekat dengan sang monster raksasa.


Bernard melihat haik yang sudah dekat dengannya.


"Tidak!" teriaknya.


Lalu, tiba-tiba saja. Suatu tangan muncul dari tubuh belakang monster ini.


Menahan kekuatan serangan tebas dari Haik. Haik, nampak terheran juga.


Namun, sebelum dia memastikan. Saat itu dia malah terhempas jauh lurus hanya karena serangannya ditahan di belakang monster.


Wuuuuush!


Monster itu nampak tak pikirkan haik. Setelah dia mementalkan haik.


"Dia menggunakan energi spiritualnya juga, itu berarti dia punya wadah atau tumbal yang menuhi syarat," ucap Bernard  sambil memandang ke arah atas sana.


Tampakk monster yang dia pandang terus berjalan untuk merusak hal lainnya juga.


Jduaaar jduaaaarr!


Bernard mengikutinya. Dia lalu berpapasan dengan sang pengebom itu. Tampak orang itu ketakutan.


"Titanic!"


Lalu, benard memanggil pesawat tempurnya. Lalu, orang itu terbawa olehnya terbang.


Bernard terus lari. Beberapa pesawat terbang tak jauh darinya. Namun, mereka masih jauh dari monster ini.


Groaaaarg!


Monster perusak itu terlihat ganas. Makin menjadi-jadi di depan sana. Bernard masih mengejarnya. Jaraknya tak terlalu jauh sepertinya.


Lalu, dia mengibaskan tangan ke arah monster itu.


"Wind slash!"


Lalu, angin seperti tebasan pedang muncul dari belakang monster itu. Tempat Bernard.


Tampak, angin itu mulai menuju ke arah monster itu. Dan sang monster kini berbalik.


Groaaarg!


Dia yang sedikit terkejut dengan serangan besar itu. Sepertinya tak menyangkanya dan berakhir terkena telak serangan angin nyang lumayan cepat itu.


Jduaaaaaaar!


Ternyata sang monster jatuh dan menghancurkan apa  pun. Getaran dari kerobohan monster itu. Nampak terasa di sekitarnya.


Lalu, haik yang tampak masih berusaha bangkit dari hempasannya. Meraskaan getaran itu juga.


Dia lalu bangkit dan sedikit menyeimbangkan pijakan dari getaran mendadak itu.


Jduuuuum!


Bernard lalu melompat ke arah bangunan tinggi itu. Di sekitar mereka sepertinya sudah terlihat kawasan lain.


Membuat verbard sangat khawatir. Dia lalu mengarahkan dua jarinya seperti senapan. Lalu, dengan tangan lain sebagai alas.


Dia menujukannya ke arah monster itu.


"Twist Blast!"


Lalu, tampak sesuatu dari atas monster itu. Mengisi sesuatu energi meriam  yang besar.


Semua warga melihat itu sangat antusias. Namun, mereka sepertinya tahu itu tak baik. Semua warga itu tampak berlarian menjauh dari tempat itu.


Mereka berlarian. Beberapa petugas dengan mesin canggih mepncoba membuat pagar di sana.


"Ayoo ayooo ayo!" seru seseorang.


Ngiiiiing!


Dua meriam buatan dari milik Bernard di atas monster itu. Membuat si monster sepertinya mulai bangkit.


Namun .....


Blaaaar!


Tak sempat berdiri dan menahannya. Dua meriam kembar itu ditembak ke arahnya.


Sinar panjang nan besar kini meledak. Pagar milik orang-orang itu menahan gelombangnya.


Jduaaaar!


Bernard masih berpose. Asap membumbung setelah itu.


'Apa aku berhasil?' Batin Bernard penasaran.


Haik juga melihat keadaan itu. Menjauh ke arah belakang. Dia yang jaraknya cukup dekat dengan sang monster. Tampak berteriak ....


"Sialan kau Bernard!


Jduaaaaaar!


Entah apa yang terjadi padanya karena ledakan itu ....


Bernard menunggu situasi. Masih belum jelas. Kekuatannya mungkin efektif untuk tumbangkan susanoo ini.


'Mungkin monster ini keturunan susanoo' batinnya tak tahu.


Dirinya masih menunggu. Ledakan itu lumayan besar. Namun, tak terlalu besar jika dia menggunakan Stargeast.


Dia sepertinya bisa menembakkan beberapa meriam itu tanpa awak kapal besar perangnya yang kini mungkin sudah rusak.


Bernard nampak masih tunggu situasi selanjutnya. Semua  warga tampak terkejut. Semuanya tak melihat sosok susanoo yang jelas bagi Bernard dan haik.


Wuuuush!


Tempat Chintya.


Nampak mereka semua makan malam. Kini,Sato berada di sana juga bersama Forg.


Sepertinya Forg dan Sato hanya untuk ikut makan saja. Setelahh itu mereka menghilang entah ke mana. Chintya tak khawatir karena Sato pamit padanya untuk mengobrol satu kamar dengan Forg.


Dengan itu Chintya kini hanya duduk bersama orang-orang itu lagi sambil memakan es krim batang setelah memakan beberapa makanan instan yang menurutnya tidak sehat.


Namun, dia malah bisa mencernanya dengan baik. Namun, Chintya ternyata ketagihan dan melakukan lagi di pagi harinya. Lalu, memakan es krim yang hampir sama juga.


Bersambung.