Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Perjalanan di masa lampau.



Episode 36


Pada jaman dahulu. Di abad-abad sebelum Masehi. Ada satu monster yang berhasil menarik perhatian beberapa kalangan penyihir.


Monster turunan dari Vampire dan Werewolf sekaligus. Yah, karena itu membuat diri monster ini punya kekuatan yang tak sebanding dengan beberapa monster kuat lainnya.


Monster itu punya penampilan biasa saja. Dia seperti bentuk manusia normal. Namun, ada beberapa tulang menonjol layaknya duri di beberapa bagian tubuhnya.


Menurut beberapa sumber, kulitnya itu merah. Ada pula yang menyebutkan biru atau ungu.


Monster itu punya satu mata di keningnya. Mata itu konon pernah membelah bulan di dunia lain. Selain dunia sihir.


Flasback.


Bertahun-tahun lalu. Di dunia lain. Tampak seorang peneliti muda. Sedang melakukan pencarian informasi.


Dia menghela nafas karena sudah lama ingin menguak sesuatu yang masih jadi perdebatan.


"Aku yakin, semua informasi ada di tanah ini," gumamnya sembari mencari jejak-jejak yang ada di tanah kosong itu.


Tempat itu nampaknya terisolir. Namun, orang itu mungkin punya ijin untuk meneliti. Namun, bisa saja tidak.


Srakk srak srak!


Lalu, kemudian dia pun sepertinya menemukan apa yang sudah lama ia inginkan. Wajahnya membentuk ekspresi tak terduga. Namun, dia sangat senang.


"Akhirnya! Aku berhasil!" seru peneliti muda itu.


"Haah haaah haaah!"


Dia tampak kini di tempat gelap. Berlari dengan lelahnya namun, dia tak berhenti begitu saja.


Tap tap tap tap tap!


Orang itu tampak berlari susuri jalan gelap yang sepertinya sebuah terowongan asal.


Dia berlari tanpa lelah. Kemudian. Dia melihat cahaya aneh bersinar dan ada suatu aliran putaran di dalamnya.


"Haaah haaah haaah."


Orang itu sebenarnya lelah. Akan tetapi, dia terus melangkah besar menuju ke depan sana. Langkahnya sedikit goyah. Mungkin karena lelahnya ini.


"Haaah haaah haaah!"


Dia terus merambat. Karena kini dia sebenarnya sudah paruh baya. Ada jenggot yang sepertinya tidak terurus dan dibiarkan saja.


Tap!


Hingga dia sampai di depan cahaya itu.


"Haaah haaah haaah!"


Setelah itu, dia mencoba menyentuh cahaya itu.


Tap tap tap tap!


Dia berjalan sambil terengah. Sisa-sisa lelahnya saat ini.


Lalu, saat dia menyentuhnya. Tiba-tiba dia pun terhisap cepat ke dalam cahaya bundar itu.


"Aaaaaaa!"


Orang itu masuk ke dalam sana. Namun, itu tak berlangsung lama.


Karena tampak dia juga sudah di daratan biasa lagi. Dia tampak tersungkur di suatu tempat yang sama gelapnya dari yang sebelumnya.


Di belakangnya juga ada cahaya yang sama. Anehnya dalam arah yang berlawanan dari tempat sebelumnya.


Orang itu mencari di mana kacamatanya. Meraba sekitarnya begitu saja. Lalu, dia pun berhasil menemukannya.


Dia lalu memakainya perlahan. Orang itu lalu kembali untuk berdiri bangkit.


Dia melenguh karena sakit. Mungkin dia terbanting, tadi. Kemudian, orang itu dengan heran merasakan cahaya itu berada di sisi yang tidak seharusnya.


Lalu, dia juga merasakan jalan yang tadi ada di arah yang berbeda. Saking penasarannya, dia tak berpikir lagi dan mencoba menembus jalanan gelap itu, lagi.


Tap tap tap tap tap!


Dia berlari pelan saat ini. Nafasnya juga tampak tersengal. Di tengah perjalanan tak ada yang membuatnya terkejut.


Semuanya sama menurutnya. Walau arahnya berlainan.


Tap tap tap tap tap!


Setitik cahaya yang sudah dia ketahui kini terlihat. Lalu, dia pun bisa melangkah keluar dari tempat itu.


Dua keluar. Lalu, tersengal dan beristirahat. Namun, suara air yang mengalir tampak dia dengar.


Dia pun kaget.


"Tempat ini sangat berbeda. Di mana aku?" serunya penasaran.


Di tempat sebelumnya tadi. Dia berada di hutan yang gersang dan tak punya genangan air sama sekali. Namun, saat ini. Berbanding terbalik dengan apa yang sebelumnya dia jumpai.


Orang itu terkejut namun, masih bisa bergerak dan bereaksi.


Dia melihat semua yang ada di sana. Hutan, pohon besar, akar-akar menjala, air, dan segala mahkluk hidup di dalamnya.


Orang itu kagum. Namun, dia terus berusaha untuk berpikir dan mencari tahu.


Dia lalu memasuki hutan itu. Dia melihat hutan asri ini. Lalu, beberapa hewan juga berdatangan silih berganti. Seperti hutan-hutan pada umumnya.


Lalu, orang itu pun mencoba untuk sedikit berlama-lama di tempat itu. Sembari mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Dia sudah di tempat itu sampai enam bulan. Lalu, dia pun jadi mengetahui banyak informasi yang juga membuatnya tak percaya jika saja dia tak melihatnya secara langsung.


Di hutan ini. Orang itu dikejutkan pada sosok-sosok mahkluk mitologis yakni dragon. Dia yang orang Eropa percaya dragon hanya mitos.


Dragon diciptakan serelah manusia menemukan tulang belulang dari mahkluk purba jaman dahulu yakni dinosaurus.


Semua ilmuwan tahu akan hal itu. Apalagi yang selalu mencari dan meneliti itu.


Dia kini tampak meneduh di tenda yang dia buat alami menggunakan bahan alam. Dia sudah menaunginya berhari-hari.


Dia juga tak berada di satu tempat terus menerus. Sehingga dia menyadari bahwa hutan itu sangat luas.


Orang itu tampak memakan buah yang aneh. Buah itu bisa berganti warna saat siapa pun, yang memakannya merasakan perasaan yang berbeda-beda tiap dia di gigit dan kunyah.


Glup!


Orang itu lalu meminum air dari sungai itu. Airnya segar lalu dari depan sana. Muncul dragon. Namun, dia tak tertarik pada dirinya.


Monster air itu tampak sedang memangsa hewan besar lainnya yang juga tak pernah dia temui. Untunglah begitu.


Setelah itu, dia beranjak pindah lokasi. Susuri hutan itu. Menanjak dan banyak bukit yang sudah dia daki.


Dia tak berani mendaki gunung. Karena, di sana adalah sarang para dragon. Dia sudah tahu itu beberapa hari sebelum ini.


Tap tap tap tap tap!


Dengan teropong kecilnya dia mengamati hewan terbang dragon yang bentuknya masih kecil. Mungkin remaja.


Lalu, dia menulisnya dalam jurnalnya itu. Dia lalu kembali berjalan susuri hutan itu.


Sudah berbulan-bulan dia coba keluar dari hutan ini. Berharap ada sesuatu yang lain. Seperti laut dan samudra yang luas.


Ilmuwan itu berpendapat. Dia mungkin terlempar ke masa lalu. Bahkan sebelum adanya dinosaurus. Mungkin kenyataan adanya dragon bukanlah imajinasi salah manusia.


Mungkin itu perhitungan para ilmuwan kuno yang menghitung lebih jauh bahkan dari jaman pra sejarah.


Tap tap tap tap!


Tak disangka. Dia malah menemukan sebuah peradaban. Itu membuat sekali lagi pendapatnya salah.


Dia melihat ke arah peradaban yang tak jauh beberapa jengkal darinya. Banyak orang lalu-lalang dan beberapa gerobak-gerobak dagang.


Itu seperti di era sebelum Masehi. Namun, dia tak mencoba menjauh. Dia mencoba masuk ke dalam peradaban itu.


Tap tap tap tap!


Saat masuk. Dia tak dianggap aneh. Itu membuatnya jadi dapat sedikit tahu tentang teori-teorinya yang tak masuk akal.


"Dunia ini sebenarnya berdampingan dengan dunia yang lebih luas."


Bukti yang sudah ditemukan adalah. Suatu kain dan sebuah sejarah yang tidak dimasukkan dalam sejarah mana pun karena tak ada bukti.


Namun, semua peneliti setuju bahwa tulisan itu ditulis pada jaman yang sama dengan terjadinya suatu fenomena alam pada saat dahulu kala. Di mana saat itu. Manusia belum ada di dunia ini.


"Kemungkinan nenek moyang asal-usul manusia adalah manusianya itu sendiri."


Tap tap tap tap tap!


Setelah mendengar beberapa percakapan yang entah mengapa terdengar sama seperti bahasanya di dunia asal.


Orang itu lalu mencoba bergabung dengan pribumi itu. Lalu, dia pun berhasil. Setelah mengaku orang yang datang dari jauh.


Dari semua orang itu, dia pun tahu. Teorinya memang benar.


Ada dunia lain di dunia lain dan yang lainnya.


Kini, dia mencoba mencari tahu beberapa hal. Tentang sihir yang sepertinya sangat mistis baginya.


Setelah bertanya dia pun diajak oleh salah satu kenalannya untuk mengunjungi seorang yang mereka sebut guru. Karena orang itu punya banyak pengetahuan tentang dunia ini, apalagi sihir.


Peneliti itu menerimanya. Lalu, esoknya dia diantar oleh orang itu. Melalui berbagai hal panjang. Lalu tiba di sebuah tempat tinggi dan sangat besar.


Temboknya melebihi besar yang pada umumnya. Bahkan itu bukanlah benteng.


Dia terkagum-kagum dengan arsitektur yang indah itu. Tak ada yang pernah dia lihatnya di sini.


Dia lalu masuk dan menemui sang guru itu. Lalu, tampak sang guru yang berambut panjang dan punya warna mata putih itu.


Tampak menjawab semua pertanyaannya itu. Dia pun ingin kembali dan menceritakan itu pada semua manusia di dunianya.


"Ini penemuan yang berharga," ucapnya.


Namun, sebelum itu. Sepertinya dia butuh barang bukti yang bagus.


Setelah banyak berbincang. Lalu, penemu itu tahu. Ada suatu perangkat penting yang disimpan oleh sang guru.


Barang itu sangat terlarang dan sanga guru dimintai menjaga itu oleh semua guru-guru sebelum dirinya.


Dengan rasa ingin tahu dan serakahnya. Sang peneliti mencurinya. Hal tu entah kenapa tak diketahui sang guru.


Mungkin karena orang itu sangat cerdik. Dia menggunakan banyak metode untuk memalsukan keberadaan dari barang keramat yang dijaga guru itu.


Hingga. Orang itu lalu kembali kepada dunianya lagi.


Tap tap tap tap tap!


Dia berjalan sambil membawa sebuah barang panjang yang dia tutup dengan kain. Namun, auranya masih keluar.


Hingga membuat pepohonan dan air yang berada disekitaran. Menghitam.


Lalu, saat dia mencoba untuk membuka kain itu. Sesuatu terjadi membuatnya kaget.


Seakan seperti ilusi saja. Tempat di sekitarnya seperti akan terhisap dam berputar dengan paksa. Karena hal itu dia menutup kainnya lagi. Sebelum semuanya terhisap.


Tap tap tap tap tap!


Lalu, orang itu pun kini sampai di tempat awal. Dia lalu berlari menuju ke arah cahaya tadi. Dia tahu sepertinya itu adalah jalan pulang ke dunianya.


Tap tap tap tap tap!


Saat membawa benda itu. Tak disangka. Membuat sekitarnya gempa mendadak.


Dia pun mempercepat larinya. Hingga dia tak melihat keadaan di belakang sana karena semua hal di atasnya runtuh.


Untunglah dia bisa lompat dari cahaya itu yang juga rusak karena tekanan dari kekuatan di genggamannya itu.


Namun ....


Jduaaaaaaar!


Ledakan besar tercipta setelah dia keluar. Namun, dia tak apa-apa. Lalu setelah itu. Dia pun tak temukan lagi gerbang itu yang juga bisa dijadikan bukti kuat. Kini hanya sebuah barang yang terisi sesuatu seperti janin manusia di dalamnya itu saja.


Bersambung.