
Episode 43
Semua orang histeris di tempat itu.
Terlihat, semua orang di sana sangat ketakutan. Setelah ada seseorang yang sepertinya penjahat itu.
Dor! Dor! dor!
Penjahat itu, nampak menembakkan pistolnya terus. Saat ini, semua orang tampak berhamburan ke sana kemari.
"Uaaaaaa."
Tempat ini berisik dengan suara tembakan dan teriakan-teriakan warga.
Beberapa anak nampak kebingungan.
Lalu, Bernard dan haik bergerak serelah mereka mengangguk ke teman mereka.
Tap tap tap tap!
Keduanya tampak santai berjalan. Padahal, semua orang kini berlarian dari tempat itu menyebar.
Kedua orang itu hati-hati menghindari orang-orang ini yang ketakutan setengah mati.
Namun, entah kenapa keduanya membiarkan saja begitu saja. Bahkan, tak menelepon polisi atau sejenisnya tuk menghentikan kekacauan itu.
"Aaaaaaaa."
Semua orang berlarian ke sana. Menjauh dari tempat si penjahat yang menyandera seorang gadis yang tidak bersalah.
Tap tap tap tap!
Wajah tenang Bernard dan haik. Berjalan dengan tenang pula menuju ke hadapan penjahat itu.
Keduanya menghindari beberapa sisa orang-orang yang berlari menuju ke arah sebaliknya.
Tap tap tap tap!
Keduanya berhenti. Nampak, melihat beberapa anak kecil yang kebingungan saat ini. Keduanya saling pandang karenanya. Mungkin bingung juga.
Sementara orang itu terus melakukan tembakan ke arah atas. Namun, entah kenapa orang itu tak melukai semuanya.
Terlihat orang itu melihat anak-anak itu juga. Penjahat berjas rapi itu.
Tampak, kini maju ke arah anak-anak itu.
"Aku akan gunakan mereka sebagai sandera!" ucapnya kejam.
Tap tap tap tap!
Namun, dua orang tampak tiba di tempat itu juga. Orang itu pun memandang keduanya dengan sedikit terkejut.
Orang itu lantas dengan cepat menodongkan senjata apinya itu ke arah dua orang berkacamata itu.
Lalu, dua orang itu pun tampak menatap wajah temannya dengan heran. Entah kenapa keduanya seperti kebingungan.
"Hey, kau cepat lari atau mati!" ucap pria itu.
Lau, Bernard tampak menatap orang itu dengan pandangan menerawang. Tanpa lepas kacamata hitamnya. Dia sepertinya ingin melakukan sesuatu dengan tatapannya itu.
Haik tampak tenang juga. Menunggu di tempat. Lalu, kejadian selanjutnya adalah.
Orang itu tambah marah. Karena keduanya tampak tak mau beranjak dari tempatnya.
Lalu, dia pun dengan ekspresi kesal pada keduanya itu. Tampak, mulai lebih keras lagi dalam mengancam kedua orang itu.
"Hey, jika kalian terus berdiam diri. Aku kana bunuh wanita ini. Hahahahaha!" ucapnya mengancam.
Dua orang itu tampak masih seperti biasanya.
Lalu ....
"Ohhhh. Begitu ya," seru haik dan Bernard.
Orang itu pun kesal.
"Kalian dengar aku atau tidak? Cepat pergi atau gadis ini kutembak kepalanya dengan senapan ini!" ucap marah orang itu.
Bernard dan haik tampak mengangguk kepadanya. Membuat orang itu tersenyum saat ini.
'Hehehe, setelah ini. Tugas ku selesai. Lalu bisa dapat uang puluhan triliun tadi eahahahaha!'
Tap!
Orang yang tadi terlihat senang. Nampak, memandang heran sekaligus marah ke arah kedua orang di depan sana yang berhenti tiba-tiba.
"Cepat pergi! Atau aku bunuh wanita ini. Heahahahahaha!" seru penjahat itu.
Bernard dan haik pun. Kembali berjalan. Orang itu kini tersenyum lagi.
'Hahahahaha, setelah ini. Aku akan mendapatkan apa pun yang ku mau!' Batun penjahat itu.
Akan tetapi.
Tap!
Kedua orang itu malah kembali lagi secara tiba-tiba. Membuat orang itu kini menodongkan pistol ke salah satunya.
"Dasar bangsat! Matilah kau!" ucap orang itu dan akan menembakkan peluru ke salah atau dari dua orang bodoh itu menurutnya.
Bernard dan haik tampak mengangkat tangannya. Seperti pasrah pada semuanya.
"Matilah!"
Membuat orang itu kini benar-benar menembakkan peluru emasnya dari pistol emas itu juga.
Dor!
Peluru tampak sudah dia tembakan. Orang itu pun senang.
Namun, dia kaget lagi!
Karena, tampak orang yang dia tembak tak tumbang sama sekali.
"Rasanya seperti digigit semut," ujar orang yang barusan dia tembak.
Membuatnya sangat marah.
"Bangsat!"
Dor dor dor!
Dia membabi-buta karena kemarahannya. Kini, menembaki semua orang itu dengan semua peluru yang tersisa di pistolnya.
Hingga membuat dirinya lemas dan menjatuhkan bom dan tubuh wanita yang tampak tak sadarkan diri itu.
"Haaah haaah haaah."
Orang itu tampak sangat kelelahan. Menghembus dan menarik nafas dengan cepat. Dia kini memandang ke bawah karena sangat lelah.
Lalu perlahan dia pun mencoba melihat ke depan. Lalu, dia tampak berkata sambil ngos-ngos san.
"Ku harap. Aku masih bisa menerima uang itu. Walau sete-Apa?!"
Dia terkejut! Pasalnya ....
"Hm, akan tetapi. Kekuatan tembakan dari pistol ini sangat kuat. Aku baru tahu rasanya ditembaki dari jarak kurang dari satu meter."
"Benar juga ya."
Si penjahat nampak terkejut. Menganga tak percaya pada apa yang dia lihatnya ini.
"Ba-bagaimana? Bi-bisa?" ucapnya terpatah-patah.
Bernard tampak tersenyum ke arahnya. Dia lalu mengambil satu timah panas yang baru saja dikeluarkan.
Lalu, jalan menghampiri pemuda jahat itu.
Tap tap tap tap tap!
Penjahat itu tak bisa apa-apa. Dia mungkin memang sudah kalah. Semua peluru itu sudah dia tembakan tadi.
Tamat sudah pikirnya tidak tenang.
Bernard tampak tersenyum sumringah pada manusia yang sepertinya tak tahu siapa sebenarnya mereka. Namun, dia tetap merahasiakan tentang dirinya dan haik. Karena organisasi mereka adalah rahasia.
Tap tap tap tap.
Dengan menunjukkan peluru itu. Bernard memandang penjahat itu yang kini waswas padanya.
'Si-siapa orang-orang ini sebenarnya?' Batinnya bertanya-tanya.
Lalu dia tiba-tiba diperlihatkan dengan sesuatu yang tak terduga. Yaitu .....
Kraaaak!
"A-apa?!" teriaknya tak percaya.
Bernard sebelumnya, tampak menunjukkan bahwa peluru itu seperti terbuat dari bahan plastik.
Lalu, Bernard pun dengan mudah menghancurkannya dengan sekali genggam. Pemuda itu tersenyum ke arah penjahat tadi.
Penjahat itu tampak sangat ketakutan dan terkejut sekali.
Bernard melihatnya masih dengan senyum yang sepertinya memberitahukan akan hal itu.
'Pa-padahal, peluru itu sangat keras. Mereka menyebutnya adaman-'
"Hey, kau!" panggil orang lainnya kini yang datang ke arah penjahat.
Sang penjahat tak menjawab panggilannya itu. Terlihat, di masih sangat waswas dari yang sebelumnya.
Tap tap tap tap.
Haik, nampak berjalan seperti biasanya. Dai lebih tegas dari Bernard.
"Siapa kau? Dan apa tujuanmu?" tanya haik di perjalanan itu.
Lalu, entah mengapa. Si penjahat mengingat lagi tentang 'bom' itu.
Dia lalu, melihatnya. Dia dengan dipenuhi dendam lalu ....
Hyaaaa!
Orang itu melompat cepat ke arah bom itu. Yakni, di dalam koper hitamnya itu.
Bernard meliriknya. Sedikit terkejut karena tindakan orang itu.
Haik, sedikit bereaksi. Namun, dia tak sempat untuk bertindak karena jaraknya dengan orang yang sepertinya agak longgar.
Tap! Orang itu pun. Lalu, memegang dalam kopernya yang sepertinya bom langsung ledak.
Jduuuuuuuum!
Ledakan itu ternyata tak terlalu besar. Seperti ledakan beberapa bom dinamit.
Asap membumbung tinggi. Lalu tampak si penjahat tertawa.
"Hahahahahhaha. Walau pun aku mati juga. Setidaknya aku sudah membunuh nyawa dari dua ....."
Dia berhenti. Karena terkejut dan melihat hal-hal yang tidak seharusnya.
Dia lalu memandang tangannya sendiri. Membatin penuh tanya.
'A-aku di neraka bukan? Ta-tapi kenapa dua orang pahlawan itu ada di depanku?' Tanya dirinya membatin.
Terlihat Bernard dan haik di depannya. Dengan pakaian dan tubuh yang masih utuh.
Dirinya juga begitu. Namun, dia tak peduli lagi. Dia lalu merasakan hal yang lebih lagi. Yakni, asap yang di sekitarnya.
'Apa?!' Seru batinnya.
Tampak asap pudar. Otomatis menampilkan tempat sekitarnya yang sepertinya jauh dari apa yang sudah dia pikirkan.
'Sial ternyata aku masih hidup. Apa ledakan tadi tidak terjadi atau gimana?' Batinnya bingung karuan.
"Hehehe."
Mendengar suara tawa dari satu orang di depannya. Dia pun mendongak bingung.
"Itu hanya ledakan kecil, sepertinya tak akan bisa membuat kami mati," ucap Bernard.
Orang jahat itu pun tampak kaget. Lalu pingsan.
Ada dua orang kuat di Black destroyer yang sama-sama menggunakan robot sebagai senjata.
Keduanya otomatis bersaing dalam segala hal dalam bidang robot dan teknologi perang.
Keduanya sepertinya tak saling akrab. Diketahui juga salah satunya berhasil menarik minat semua orang di seluruh dunia.
Karena teknologi perang miliknya yang sangat praktis dan bisa digunakan di mana pun.
Genm Corparation. Nama perusahaan teknologi petang yang ini menguasai seluruh dunia dalam pembuatan teknologi perang yang canggih.
Sementara di sisi lain. Seorang yang lain juga sama-sama membuat robot dan teknologi perang dalam jumlah besar.
Akan tetapi, karena terlalu rumit dan biaya pembuatannya yang terkesan terlalu besar. Jadi, semua hal itu tak bisa terwujud.
Dua orang kuat itu sebenarnya dua orang yang tidak saling bermusuhan dan bersaing pada awalnya. Mereka pernah satu atap dalam mengenyam pendidikan level tinggi mereka.
Di tempat itu. Otomatis mereka bekerja hanya untuk belajar dan menimba ilmu. Namun, semenjak keduanya terlalu pintar dalam hal itu.
Hingga dua-duanya bahkan sampai menciptakan robot tempur yang bisa mereka gunakan untuk melindungi semua orang.
Keduanya, entah kenapa saling memusuhi satu sama lain. Mereka saling bersiang. Namun, pada akhirnya hanya salah seorang yang bisa tenang di hati semua orang.
Pihak yang kalah itu pun. Tentunya merasa tak suka dan dendam. Kini, sepertinya orang itu mungkin merencanakan sesuatu untuk melawan saingan beratnya yang seluruhnya menamakan robot dan teknologinya dengan nama genm.
Walau dia lebih muda. Namun, sayangnya dia tak punya kemampuan untuk membuat orang percaya pada apa yang dia katakan. Mungkin itulah faktor yang membuat dirinya kalah sejauh ini.
Anak muda itu punya rambut hijau. Wajahnya juga masih terlihat muda. Dia bernama Masilius. Beberapa kali menciptakan robot tempur yang ukurannya melebihi semua produk genm. Namun, semua itu tak bisa mengalahkan genm dalam hal varian teknologi.
Walau besar dan kuat. Masilius masih tak bisa membuat robot itu mudah digunakan. Banyak beberapa part yang sangat sulit dikontrol.
"Beberapa hari lagi. Robot tempur Raiden pasti akan menjadi yang terkuat!" seru Masilius setelah hari itu. Namun, semua orang meragukannya.
Bersambung.