Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Phoenix VS Vergon.(Dua monster legendaris bagaimana bisa ...)



Episode 84


Sayfull menatap musuhnya itu yang juga manusia. Kefuanya sangat sengit untuk saat ini.


 


Mereka kefuanya maju. Trang!


 


Serangan demi serangan mereka lancarkan. Sayfull juga dibantu dengan singanya itu.


 


Groaaarg!


 


Mengaum ke arahnya. Sang musuh pun menahannya lalu datang serangan kain. Dan dia menangkis semua hal itu. Pedang-ledang melayang milik Sayfull.


 


Sayfull melesat dan akan menyerang dengan tebasan. Namun, di tahan dengan tali miliknya itu yang muncul.


 


‘Sial’ batin kesal Sayfull.


 


Lalu, Sayfull mundur sedikit. Sang musuh juga jaga jarak. Setelah itu mereka pun tampak saling adu pandang kemudian .....


 


Hyaaaa!


 


Maju ke arah masing-masing musuh dan menyerang. Trang-trang trang!


 


Wuuush wuush wuuush!


 


Goaaarg!


 


Trang trang trang!


 


Wuuush wuush.


 


Trang!


 


Sayfull lalu melakukan tangkisan yang cepat laiu menusuk orang itu. Orang itu munculkan bayak tali tajam itu. Membuat Sayfull terpojok. Membuat dinding dari beberapa pedangnya itu.


 


Mereka terus bertarung di sana. Sayfull terus mendesak. Menghancurkan semuanya hingga semua hal itu pudar dengan sendirinya. Sayfull tampak kelelahan. Sepertinya sihir itu sudah sirna. Sihir yang membuat mereka terkurung di area yang orang itu bebas manipulasi deang kekuatan sihir tumbuhan.


 


Sayfull lalu bersiap. Orang itu pun sepertinya kehabisan energi sihirnya. Lalu, Sayfull melayangkan banyak pedang le arah orang itu. Orang itu tampak mendelik melihat sekumpulan pedang ke arahnya.


 


Krassh Jrasssh jrasssh!


 


Orang itu pun timbang. Sayfull pun menghilangkan pedang-pedang lainnya selaun di tangannya itu. Menutup matanya lega.


 


Lalu, melihat ke atas sana. Terlihat ada Marylin yang akan menuju ke arahnya. Kemudian dia pun kini berhadapan dengan wanita itu.


 


“Siapa kau?” tanya dingin Sayfull.


 


“Hahahahaha!” tawa Marylin.


 


Marylin menerjang dengan pedang sihirnya yang berwarna merah. Menebas Onpipan itu. Namun, ditahan oleh Rognoins Sayfull.


 


Groaaarg!


 


Terlihat singa itu seperti marah padanya. Lalu, wanita itu mundur.


 


“Heh, sepertinya kau lawan yang mudah ya,” ujar Marylin meremehkannya.


 


“Apa kau bilang—“


 


“Sudahlah, aku akan langsung mengejar orang-orang lainnya yang lebih kuat! Karena tujuan kita membunuh mereka dulu. Baru serelah itu diputuskan masa depan kalian yang masih sangat lemah,” ujar Marylin dan melompat ke atas.


 


Sayfull tampak marah. Namun, dia kembali ditantang di sana.


 


Api berbentuk harimau kini berada di hadapannya itu.


 


Groaaarg!


 


Kekuatan itu sangat unik. Sepertinya orang itu bergabung dengan api berkobar itu.


 


Groaaarg!


 


Bentuk layaknya hewan buas.


 


Sayfull tampak dia terjang dan Sayfull pun mental dan sepertinya jatuh ke dasar sana.


 


Blaaaar!


 


Melubangi dinding itu.


 


Sayfull sadari kelengahannya. Lalu, membuat Rognoins muncul di bawahnya. Membuat pijakan dan lompat ke atas sana.


 


Api itu melihat Sayfull. Lalu, Sayfull tampak sepertinya menyembunyikan satu pedang yang dia lapisi dengan kekuatan air.


 


Wuuush!


 


Lalu pedang yang sudah mengarah lurus ke musuh itu. Dia lesatkan dari jarak yang lumayan jauh.


 


Blaaaaar!


 


Tampak, api itu pun menahannya. Bahkan kini menguap. Dia bertransformasi sepertinya menjadi air. Namun, berwarna kusam kekuningan.


 


Groaaaarg!


 


Air dirinya tampak ada yang memisah dan membuat bangunan itu disertainya.


 


Tap!


 


Sayfull mendarat di sana. Menatap orang itu. Yang kini jadi lain. Bukan api lagi.


 


‘Kelihatannya bukan sihir biasa, itu sepertinya sihir lainnya lagi’ batin Sayfull. Monster itu keluar dan menuju dirinya.


 


‘Dia saat ini menjadi monster berbadan minyak, semuanya dari minyak’ batin Sayfull dan bersiap.


 


Sayfull menatap orang itu. Bersiap tempur. Orang itu juga akan menyerangnya. Dia akan melompat.


 


“Rognoins!” teriak keras Sayfull.


 


Monster itu menyerang dan muncul Rognoins yang menangkisnya. Tampak Rognoins itu terlapisi oleh minyak itu.


 


Lalu, perlahan entah bagaimana api muncul di badannya itu. Sayfull kaget.


 


Lalu, monster itu melompat melewati singa miliknya yang terbakar itu.


 


Dia pun menciptakan dinding dari puluhan pedangnya itu.


 


Duaaar!


 


Menahan kobaran hebat itu. Semua atap itu hampir seluruhnya terbakar.


 


Sayfull terengah di sana. Lalu, monster itu tampak berlari di kobaran api itu. Membuat Sayfull terkejut.


 


Monster minyak itu kini melompat, melayang di atasnya. Sayfull pun melesat lompat.


 


Singa lainnya sudah kembali dan ikut menahannya. Namun, kembali dia terbakar.


 


‘Kekuatan macam apa ini?’ Batin Sayfull tak mengerti.


 


 


Monster itu mengaum dan langsung melesat ke arah Sayfull. Anak itu langsung melesat ke atas menghindar. Dia lalu mendarat di bawah lagi.


 


Monster itu berlari ke arahnya. Membuat kebakaran di sepanjang asap. Beberapa orang dari pihaknya mencoba menahannya.


 


Blaaaaar!


 


Monster itu tampak meledak di sana. Sayfull masih waspada. Lalu melirik ke samping. Monster itu mendarat di sana. Kini wujudnya merubah menjadi seperti air murni.


 


Sayfull terkejut.


 


Lalu, dia pun maju. Melesatkan tebasan pedangnya itu memutar ke arah orang itu. Lalu ....


 


Blup!


 


Pedangnya itu tampak masuk ke dalam tubuh monster itu.


 


‘Kekuatan macam apa ini!’ batin Sayfull kaget.


 


‘Sepertinya ini monster sihir tingkat menengah’ batinnya berspekulasi.


 


Sayfull pun terlonjak. Melihat sang monster itu berlari ke arahnya lagi. Pedangnya itu masih di sana.


 


Sayfull terengah.


 


‘Pedangku itu tersegel di dalam, ini gawat sekali.’ batinnya khawatir.


 


Dia pun memilih ke atas. Sang monster pun lompat namun  Rognoins milik Sayfull dan beberapa Onpipan lain. Menyerbu monster itu.


 


Blaaaar!


 


Monster itu tampak hancur, karena tubuhnya terbuat dari air. Lalu, dengan itu. Sepertinya mereka menang.


 


Namun ....


 


Blaaaar!


 


Muncul monster yang sama lagi. Sepertinya berasal dari langit sana.


 


‘Bu-bukankah ini’ batin Sayfull tak percaya.


 


‘Ini phoenix. Monster sihir yang tersegel bukan’ lanjutnya dalam hati.


 


‘Dugaanku salah rupanya. Tak kusangka’ batinnya geram.


 


Sayfull melihat ke atas sana. Dia sana ada suatu bola besar yang nampaknya adalah telur atau rahim. Semua orang bahkan terkejut.


 


Lalu, sesuatu pun menetes sarinya. Jatuh ke tanah dan terciptalah monster harimau yang sama namun, berwujud dari debu.


 


Groaaarg!


 


Goaaarg!


 


Keduanya tampak mengaum.


 


‘Sialan, musuh ternyata bisa melakukan ini semua’ batin Sayfull.


 


“Kita juga harus lakukan sesuatu, lihatlah!” ujar satu Onpipan. Menuding ke sekelilingnya.


 


Tak banyak monster juga yang sama kini menyerbu semua Onpipan lain.


 


‘Sialan’ batin Sayfull geram.


 


Satu orang pun coba ke atas. Untuk menghubungi tetua mereka perihal ini.


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


Sementara Sayfull mengawalnya. Dia menahan dan membuat jalan untuk orang itu. Ke suatu ruangan gelap yaitu tempat rapat itu.


 


Trang! Trang! Trang!


 


Susah payah mereka di sana. Pun akhirnya mereka berhasil.


 


Lalu, setelah itu. Sayfull pun keluar dengan senyumannya itu.


 


“Jika mereka keluarkan kekuatan phoenix, maka kita akan keluarkan monster sihir Vergon yang sudah kita buat sendiri. Di mana monster ini pernah diambil oleh orang-orang biasa. Mereka menyebutnya sebagai monster legendaris yang sangat kuat!”


 


Groaaaarg!


Di atas sana. Keluar dari pusaran angin yang dibuat klan Onpipan. Suatu sosok besar yang sepertinya akan jadi penghalang besar bagi Marylin yang kini menatap tak percaya ke atas.


Groaaarg!


Monster gelap itu. Bersayap kuning dan juga ada bulu dia atasnya itu. Sesuatu yang panjang layaknya ekor namun di ujungnya melengkung hingga membentuk spiral di sana.


Groaaarg!


Monster burung setengah harimau. Dia juga tampaknya bertangan manusia.


Vergon muncul di atas sana. Membuat pasukan phoenix sepertinya hancur dengan mudah. Vergon gunakan suaranya saja.


Blaaaar!


Vergon tetap di atas sana. Lalu, membuat beberapa bawahan milik sang musuh Onpipan khawatir.


Mereka pun menghubungi sesuatu dengan kekuatan mereka.


“Ayolah! Ayolah!”


Marylin hampiri mereka yang bertapa itu. Menjaga dari musuh.


“Kita akan buat Phoenix melawan monster besar itu,” ucap Marylin di sana.


‘Walau bentuknya tak sempurna’ tambahnya dalam hati.


“Kita akan bantu!”


“Ya!”


Wuuush!


Lalu, telur yang menetes tadi. Tampak membesar. Lalu muncul sesosok monster yang juga burung. Manusia setengah burung berwarna merah.


Kwaaak!


Dia berteriak dan bahkan memunculkan rambut api yang panjang itu.


Blaaaaaaaar!


Penampilannya sangat megah. Ukuran kemudian membesar dan kini sebesar Vergon.


Vergon tampal mengambil tongkat petirnya itu. Lalu memutarnya. Tampak phoenix maju dan menyerangnya dengan rambutnya. Dan tertangkis dengan tongkat yang mengeluarkan petir itu.


 


Jduaaaaaaaar!


Ledakan besar yang disertai listrik dan api tercipta di langit sana. Sepertinya kekuatan dua monster itu akan saling diadu di atas sana.


Marylin melihat khawatir. Ia lalu melompat ke atas sana. Menerjang Vergon. Dia gunakan puluhan tusukan yang dilesatkan.


Tampak, Vergon terkejut dan segera mungkin membentengi dirinya dengan pelindung petir yang statis dan transparan itu.


Groaaaarg!


Dia bersuara keras di sana.


Sang monster lalu menyudahi benteng itu. Yang pudar dengan sendirinya. Dia menatap ke arah phoenix yang saat ini memandangnya juga. Lalu keduanya pun turun. Mengundang banyak sekali gelombang di sana.


Api membakar ke mana pun. Petir menyambar dan merambat ke segala arah. Semua kekacauan itu. Terus terjadi saat mereka akan menuju ke tanah.


Marylin tampak melompat dan berdiri di atas pundak monster koloninya itu. Phoenix.


Hyaaaaa!


Kedua monster itu pun maju. Merekka adu mekanik dari tongkat dan rambut itu. Phoenix dibantu juga dengan Marylin di sana.


Blaar blaar blaaar!


Marylin pun menebas dan mendukung di sana. Membuat Vergon tampak kewalahan. Namun, dia menyerang balik membuat phoenix dan Marylin pun menahannya dengan penuh.


Blaaaar!


Dinding api dan energi milik keduanya berhasil selamatkan semua orang. Area pertempuran makin diperluas. Tampak secara paksa ada suatu tanah kosong. Tercipta di sana.


Matahari terdiam tertutupi sesuatu di bawahnya. Lalu, pertempuran yang besar terus terjadi. Bahkan sampai membeber ke area yang kosong.


Beberapa orang berdatangan dari luar. Sepertinya dari dimensi sihir juga. Mereka juga tampak langsung berperang di sana.


Groaaarg!


Sayfull menatap pertempuran besar ini dan terus ikut andil membela klannya itu.


Tampak dia bertarung di sana. Beberapa ksatria sihir juga datang dari pihaknya. Mereka langsung berperang dengan kumpulan yang tak kalah banyak dari pihak musuh mereka.


Bersambung.