Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Penyihir melawan kecanggihan dari Grey.



episode 88


Time bister. Meledaklah di sana.


 


Blaaaaaam!


 


Ledakan sihir itu meratakan beberapa bangunan. Membakar hangus. Tampak Marra ternyata selamat. Dia lalu berlari  menuju ke hotel mereka. Debgan sisa-sisa anti mantra itu. Dia masuk ke dalam hotel.


 


Dia lalu bangunkan mereka semua. Dirinya yang sudah anti mantra. Coba membangunkan megamu terlebuh dahulu.


 


Di luar sana. Tampak pasukan Marra pun menghadang dan melawan Sayfull.


 


Sayfull tampak menahan beberapa tembakan laser yang tajam tanpa ampun itu. Mata pedang orochi lalu melihat semuanya.


 


Membuat Sayfull merasakan sesuatu.


 


“Pedang ini sangat suka dengan darah hewan. Tapi tidak dengan darah manusia biasa seperti kalian, maka dari itu. Kalian bukanlah santapannya. Melainkan musuhnya,” ujar Sayfull.


 


Megamu tampak bangun. Dia bertanya tentang semuanya. Lalu, Marra jelaskan semuanya dengan singkat.


 


“Tidak ini gawat!”


 


Lalu, mereka pun bangunkan Sato.


 


Di laur sana. Tampak Sayfull gunakan kekuatan itu. Untuk menebas semua orang. Dia terus mengerang deang pedang itu yang langsung memotong manusia-manusia di sana. Sayfull lakukan itu dengan tawa terbahaknya.


 


Sato tampak terbangun. Dia melenguh cepat. Kaget dan Marra langsung menyuruhnya tuk bangunkan yang lain.


 


Tap tap tap tap!


 


Mereka keluar. Chintya yang bangun paling akhir masih di dalam. Dia sepertinya mengambil gelang miliknya.


 


“Grey 4!”


 


Chintya memasang sekitar 4 gelang bersamaan. Lalu, memunculkan semacam boat berwujud kura-kura terbang itu.


 


Kemudian dia menaikinya. Boat itu muncul di luar sana. Chintya melompat dan mengendarainya.


 


Boat itu tampak memasang erat pada dirinya. Menambahkan ornamen-ornamen pelindung pada Chintya.


 


Dia lalu menuju ke arah pertempuran.


 


Sato dan yang lainnya tampak heran. Lalu, mereka pun melihat ada suatu melesat.


 


“Apa itu?” tanya Satugo. Melihat sesuatu yang bergerak du udara dan sangat cepat bagi mata biasanya.


 


Marra memandangnya penuh arti.


 


“Itu kakakku,” jawab Marra.


 


‘Itu Grey 4 varian milik kak Chintya’ batin Marra di tengah perjalanan mengungsinya itu.


 


Mereka tampak aman di suatu tempat.


 


Kini, Sayfull dengan pedang Orochinya yang super ganas dan tajam. Membantai semua pasukan Marra yang menyerangnya.


 


Krassh Krassh Krassh.


 


Melihat semua darah itu. Pedang tajam yang dengan mudah memotong apa pun ini. Sepertinya Sayfull kini lebih kuat dari sebelumnya.


 


Sayfull lalu melompat ke arah sisa orang-orang iru. Lalu, menebasnya dengan kuat di sana.


 


Krasssh!


 


“Arrrgh!”


 


Dia membantai habis lawannya itu yang tak bisa melakukan  apa pun selain mati. Tak puas dia tampak gunakan pusaran sihir yang dia keluarkan relatif lebih kecil. Terlihat dia mengarahkan ujung pedangnya itu ke sebuah bangunan.


 


Blaaaar!


 


Bola sihir itu meluncur lurus. Lalu, menghujam bangunan kokoh itu. Lalu, hangus seketika.


 


Dia lalu diserang lagi oleh beberapa peluru dari arah belakang. Banyak heli kini di sana. Dirinya pun waspada.


 


Heli itu menebakan laser yang mereka kumpulkan dulu ke arahnya.


 


Ngung! Blaaaar!


 


Tertembaklah laser putih yang terlihat kuat sekali itu. Lalu, tampak keadaan di bawah sana makin kacau karena ledakan itu menandingi ledakan penghangus dari pedang orochi.


 


Sayfull tampak melenguh di dalam asap.


 


‘Tak kusangka. Teknologi semenarik ini’ batin Sayfull lalu melompat.


 


Karena sangat cepat. Heli itu belum bertindak. Lalu blaaar!


 


Meledak hanya dengan satu tebasan dari pedang Sayfull. Pedang itu selalu melihat lawannya itu. Melihat apa pun yang akan dan dia tebas.


 


Tap!


 


Sayfull tampak mendarat. Lalu, dia tampak sepertinya mengejar kelompok dari Marra. Mereka masih di kamar itu.


 


Lau, dia pun akan menembakkan bola sihir itu. Marra dan yang lainnya tampak segera keluar dari sana. Setelah berusaha membangunkan Sayugo.


 


Jduaaaaaaar!


 


Tak cukup sampai situ. Karena melihat keberhasilan mereka mengatasinya. Sayfull pun gunakan kekuatan itu lagi. Kini lebih besar bahkan bolanya itu seperti anak panah.


 


Wuuush!


 


Blaaaaaaaar!


 


Namun, terlihat di depannya ada sebuah pelindung besar. Sepertinya ada seorang yang melindungi mereka.


 


“Heh!”


 


Namun, Sayfull terlihat meremehkannya. Karena pelindung itu sepertinya hanya teknologi modern biasa.


 


Wuuush!


 


Setelah itu. Tampak Marra yang baru saja keluarkan Grey pelindung yang asa pada gelang di kakinya itu. Kini, gunakan Grey 4. Munculkan boat yang keluar di luar gedung itu.


 


Wuush!


 


Dua langsung menaikinya dan melaju kencang menuju anak penyihir itu.


 


Onpipan gila itu tampak tersenyum menantang.


 


“Pertunjukan segera dimulai. Hahahaha!” tawanya riang.


 


Lalu, tampak Sayfull pun menembakkan banyak sekali panah-panah sihir itu.


 


Blaaar blaar blaaar!


 


Chintya yang sangat cepat dengan motor udaranya itu. Atau bisa kita sebut boat. Karena bentuknya seperti kapal semi  sepeda  motor itu.


 


Wuuush! Wuuuuush wuuuush!


 


Chintya  pun terus menghindarinya.  Dia  memutar-mutari  lawannya  itu.  Lalu, tampak  Sayfull  terbang menujunya  lagi.


 


“Menarik,  tapi kali ini akan datang secara bersamaan,”  ucapnya bersamaan dengan itu.


 


Bblaaaarr!


 


Banyak sekali panah  sihir itu dilesatkan ke arah gerakan Chintya.


 


Semuanya tampak seperti mengenai Chintya. Chintya harusnya tak bisa lolos.


 


Blaaar blaaaar  bblaaaarr!


 


Chintya tampak keluar dari ledakan itu. Membuat Sayfull tersenyum.  Dia terkekeh.


 


“Ternyata begitu ya!”  ucapnya.  Lalu, dia pun mengangkat pedang orochinya. Yang matanya itu membelalak ke segala  penjuru.


 


“Dengan  kemampuan pedangku ini. Kau akan  kuberikan serangan yang tak ada ampun!”  teriak Sayfull.


 


Chintya bersiap di sana.


 


 


Wuuuuush!


 


Kini, setelah muncul sinar merah yang melapisi pedang dan matanya  juga.  Lalu,  di sekitar Chintya dan Sayfull. Muncul energi sihir dengan bentuk-bentuk yang bermacam. Juga ukurannya sangat beragam. Lalu, hal tu meluncur ke satu titik. Yaitu Chintya itu sendiri.


 


“Silheggia noa!”


 


Chintya memegang gagang kendali boatnya. Melihat sekitarnya. Lalu, setelah itu.


 


Blaaaaaaar!


 


Semuanya melaju kencang. Sayfull menapak di suatu bangunan yang aman. Dia lalu melirik ke arah Sato dan yang lainnya.


 


‘Kini aku akan membunuh dia. Karena aku tak menyuakainya’ batin Sayfull membayangkan wajah Sato dan teman—temannya yang sudah menolongnya.


 


Lalu, suatu ketika. Dia terkejut karena sadari sesuatu.


 


“Jangan kau coba-coba berpaling dariku bocah!”


 


Seseorang muncul dengan memakai boat di udara itu. Dia tampak bersinar hijau terang beserta kendaraan canggihnya yang bisa terbang itu.


 


“Apalagi jika kau mencoba melukai adikku!” ucapnya lagi dan menembakkan meriam.


 


“Apa??!”


 


Blaaaar!


 


Sayfull terkena laser itu.


 


“Grey 4!”


 


Blaaaaaaaaar!


 


Setelah sangat panjang. akhirnya laser itu meledak di tengah lautan. Kebetulan dekat dengan pantai kota itu.


 


Chintya tampak memandang ke arah lautan sana.  Dia waspada jika bocah itu masih bisa bertarung lagi.


 


‘Kekuatan bocah itu sangat berbahaya. Karena pedang itu merupakan satu dari sepuluh senjata legendaris yang ada’ batin Chintya.


 


Secara mengejutkan yernyata pedang orochi adalah senjata legendaris.


 


Blaaaar!


 


Ledakan besar mengenainya. Setelah reda. Tampak, dirinya. Sayfull mencoba bangkit dari dalam lautan itu.


 


Dia lalu terbang ke atas.


 


“Hahahaha! Aku sangat menikmatinya. Benar juga. Senjata ini berasal dari dunia ini ya!” geram Sayfull.


 


Ternyata Sayfull pernah mencuri sebuah pusaka. Karena dua terkejut. Pusaka itu punya kekuatan energi positif yang cocok dengan darahnya. Lalu, senjata itu perlahan menyatu dengannya.


 


Setelahnya. Ada suatu jiwa yang tertanam di dalam dirinya. Itulah sebabnya dia punya dua sisi yang berlawanan.


 


Namun, semenjak dirinya kehilangan martabatnya itu. Sepertinya jiwa itu yang sebelumnya tak bisa dia kendalikan. Kini, bisa terkendali olehnya.


 


Dia pun kabur dengan kekuatan besar dari penjara itu. Lalu, karena itu dia butuh asupan lagi. Kekuatan yang terkuras setelah memggunakan suatu sihir besar di sana.


 


Dengan syarat menghisap darah hewan. Namun, Sayfull yang juga melemah dia harus pertahankan sihir penyembunyian diri itu.


 


Dengan cara membelah diri dengan jiwa baiknya. Lalu, saat malam tiba. Dia akan muncul untuk melanjutkan aksinya. Maka dari itu. Sayfull sepertinya kembali punya dua pribadi. Namun, semua kepribadian akan muncul pada waktunya masing-masing.


 


Sayfull melesat cepat menuju kota.


 


“Aku akan hancurkan!” ucapnya psikopat.


 


Blaaaaaaar!


 


Sayfull tampak meledakkan kota di sana. Chintya tampak menggeram marah. Dia lalu melaju dan menembakkan laser ke arah tubuh bocah itu.


 


Bocah itu tampak menangkisnya. Lalu, dia melihat Chintya. Sayfull lalu melesat dam menebasnya. Namun, Chintya yang sangat cepat bisa dengan mudah menghindarinya.


 


“Heh!”


 


Chintya memencet sesuatu di kemudinya. Lalu, muncul dari motornya. Tampak beberapa misil yang melaju ke arah musuhnya itu.


 


Sayfull melirik. Menghadap dan mundur. Namun, misil itu terus mengejarnya. Hingga dia di tanah dan misil itu langsung menubruknya hampir bersamaan.


 


Jduaaaaar!


 


Ledakan itu sangat besar.


 


Chintya tampak merendahkan diri. Menunggu si anak itu. Lalu, tampak dirinya dikejutkan dengan suatu panas sihir.


 


Blaaaar!


 


Lalu panah itu meledak di jarak 20 centi dari motornya.


 


Sring!


 


Tampak dirinya selamat dan muncul di atas ledakan itu. Lalu, Sayfull sendiri tampak sudah berada di  belakangnya.


 


Dia pun menghindari Sayfull yang akan menebas.


 


Namun  Sayfull menggunakan tebasan yang akan mendorongnya karena juga mengeluarkan energi tebasan yang kuat dan bisa menebas dari jarak jauh.


 


‘Sial, ternyata dia bisa  teknik itu’ batin Chintya.


 


Dia pun terpental ke belakanh oleh tebasan itu.


 


Blaaaar!


 


Tampak memotong satu gedung di sana.


 


Blaaaam!


 


Potongan itu roboh dan merusak jalanan itu. Sayfull tampak mendaratkan diri. Lalu, berjalan ke puing-puing bangunan itu.


 


Tampak datang Chintya dari atas sana. Akan menabraknya. Namun, dia menahannya. Akan tetapi dia terdorong dan menembus segalanya.


 


Blaaar blaar blaar blaaaar!


 


Chintya lalu menendangnya. Membuatnya terpental. Namun, dia Sayfull menebasnya. Membuat Chintya juga terdorong dan menabrak beberapa puing besar itu.


 


Keduanya sama-sama terpental ke arahnya masing-masing.


 


Duaaaar!


 


Chintya bangkit melihat ke arah anak itu. Sayfull juga bangkit menahan sakit.


 


‘Apa pun itu’ batin keduanya.


 


‘Kau tak akan bisa menang dari kami!’ Batin Chintya.


 


‘Kau tak akan bisa menghentikan ulahku’ batin Sayfull.


 


Keduanya maju. Lalu saling dorong saat sudah bertemu.


 


“Hyaaaaaa!”


 


Keduanya keluarkan energi masing-masing. Hijau di tubuh dan motor Chintya dan merah di pedang milik Sayfull.


 


“Hyaaaaaa!”


 


Lalu, jduaaaar.


 


Kekuatan itu terus meningkat dari keduanya.


 


Sayfull dam Chintya tampak meratakan hampir 1 meter dari posisi mereka.


 


Bersambung.