
episode 56
Tap tap tap tap!
Mereka berjalan. Namun, tampak makin kesini ternyata suhunya makin dingin.
Setelah itu, mereka pun tiba di bagian lain dan mengejutkan dari gua itu.
Semuanya kaget. Tampak itu adalah gua salju dengan banyak sekali es di dalamnya yang membeku sempurna.
'Jadi ini sebabnya' batin Sherly kedinginan.
Kini, Sherly dan kawan monsternya mulai mencapai jalan salju dan es itu. Mereka perlahan menapak di sana.
Tap tap tap tap!
Banyak es-es di sekitar mereka. Banyak aneka bentuk dan ukuran juga. Tampak, mereka menuju ke tempat depan sana.
Dengan sedikit melihat ke arah sekitar mereka terus menerus. Tampak, Sherly mengusap-usap tangan dan bahunya itu.
Terlihat, dia terus menuju ke depan sana. Mereka terus melangkah pelan sembari nikmati seluruh pemandangan di sekitar mereka.
Es-es tampak membeku sempurna. Mau itu es transparan dan masih di bubuhi salju di badannya.
Tampak, Sharly juga masih kedinginan. Namun dia memaksakan diri berjalan ke depan sana.
Tap tap tap tap tap!
Kini, karena kedinginan itu. Sherly nampaknua tak sadar akan ada batu kerikil es. Dan dia pun menendangnya.
Kerikil itu melayang ke depan sana. Lalu tertabrak suatu es yang membuatnya masuk ke dalam kumpulan es lainnya.
Semua es itu lancip dan trang!
Tampak, batu itu mematahkan bagian es yang lancip tadi. Sherly dan yang lainnya pun heran. Kini, dia mencoba terus maju.
Namun, dia tak sadari sesuatu yang berbahaya. Ternyata batu itu terus melaju. Karena batu es itu sangat keras.
Dia pun menghancurkan banyak es. Namun, tak sebanyak itu.
Kemudian dia secara perlahan membesar karena banyak menerima salju-salju dari es-es yang dia hancurkan.
Kini, hanya satu orang yang menyadarinya. Monster paling belakang yang punya tubuh besar. Dia mendengar deru sesuatu.
Dia pun melihatnya ke belakang.
"Ada yang datang!" serunya memperingati seluruh orang.
Lalu, Sherly menatap ke belakang.
Kini, gumpalan besar es tampak terjun ke arah mereka. Dari atas langit-langit itu.
Jduaaaar!
Getaran yang dihasilkan darinya. Membuat banyak es di atas sana bergetar dan akan jatuh.
"Ayo lari!"
Semuanya lalu berlari. Menghindar dari bola itu. Namun tak cukup situ.
Bola itu tamapk melayang lagi ke atas. Karena melintasi es yang tumpul dan menanjak.
Bola itu lalu menghantam keras atap gua tu.
Semuanya kaget dan sedikit berhenti. Lalu, melihat ke belakang sana.
Tampak, mereka melihat bola itu menghantam atap di atas sana.
Blaaar!
Bunyinya lumayan kuat. Membuat mereka sangat hati-hati.
Setelah itu, mereka melihat getaran itu menyebar ke sekitarnya.
Lalu .....
"Lari!"
Mereka lari saat ada banyak es-es yang ada di atap mulai berjatuhan ke bawah. Tampak mereka berhasil menghindarinya. beberapa menahan jika perlu.
'Bentuk saja yang tulang belulang. Namun, kekuatan mereka sangat besar layaknya monster normal' batin Sherly.
Tap tap tap tap!
Mereka terus melaju ke depan. Hindari reruntuhan banyak sekali es ini.
"Huaaaaa!"
Tampak, mereka semua terus melaju ke depan sana. Mereka tak menghentikan langkahnya itu.
Tap tap tap tap!
Jduar jduar jduaaar!
Ea mulai berjatuhan. Beberapa kali hampir mengenai monster-monster dan Sherly.
"Ayooo cepaaat!"
Terus berseru. Berkomando. Sherly nampak berlari paling kencang terdepan. Sembari dia menyingkirkan banyak es yang menghalangi mereka.
Jduaaaaam!
Jduar! Jduaar! Jduaaar!
Terlihat, Sherly terlihat masih berlangsung untuk melarikan diri dari gua es yang mulai teruntuhi es-es besar dari atasnya. Akan sangat berbahaya jika mereka terus berdiam di sana.
Tap tap tap tap tap!
Terlihat, mereka terus mencoba menghindari banyak hal di sana.
Tap tap tap tap!
Terus menerus maju ke depan. Mereka tak patah semangat.
Bluaar bluaaar!
Terlihat banyak es yang terjatuh. Sherly lalu meninjunya dengan mudah dan membuat pelindung untuk semuanya dengan melemparnya ke atas.
Jduaaar!
Es yang sangat besar tadi. Melesat dan tepis banyak es-es yang berjatuhan. Mereka terus melaju ke depan sana.
Mereka tampak mengikuti terowongan itu yang menanjak. Lalu, di luar sana. Sherly merasakan sangat dingin.
Tap tap tap tap!
Terlihat, suatu tempat besar yang masih seperti gua. Hanya saja sangat lebar lalu, beberapa cairan berwarna perak ada di dinding-dinding gua.
Cairan itu adalah kristal es yang sangat dingin. Namun, mereka semua tetap melaju. Mereka terus lakukan perjalanan itu.
Tak sampai di situ. Sepertinya Sherly sangat kedinginan. Karena kristal itu tetpa membuat udara jadi dingin.
Dia pun mencoba mempercepat panglahnya.
Gua luas itu sangat besar. Banyak sekali es-es berbagai macam warna. Namun, semuanya itu adalah dingin yang melebihi es biasa.
Tap tap tap tap!
Sherly terus mendesak ke dalam. Dia meraskaan dingin itu tak akan habis untuk ke depannya.
Dia memeluk erat dirinya sendiri. Bajunya sudah banyak air yang kimi jadi es di tanah.
Kini, semua monster itu terus ikuti sang pemimpin mereka.
Tap tap tap tap.
"Ini dingin sekali' batin Sherly kedinginan.
Mereka terus melangkah. Sangat cepat. Kini, mereka merasakan lubang itu ada di samping sana.
Jalan buntu ada di depan sana. Lalu, mereka mencoba memasuki lubang sempit sepert lubang sebelumnya.
Tao tap tap tap!
Mereka tampak terus melaju ke depan. Tak ada apa pun selain dingin. Walau tak ada kristal atau apa pun.
'Belum ada tanda-tanda lainnya’ batin Sherly.
Dia melihat ke atas dan sekitarnya. Menyentuh dinding itu yang sama dinginnya dengan es sebelumnya. Dia sedikit merintih karena itu.
Beberapa monster tak mengindahkan itu. Mereka terus fokus berjalan.
Kini, mereka semua melihat cahaya terang. Lalu, mereka pun antusias.
Mereka percepat. Apalagi adanya dingin itu.
Setelah itu, Sherly nampak berhenti tiba-tuba di cahaya itu. Semua monster ikut berhenti.
"Ada apa?" tanya salah saru monster di belakang Sherly.
Sherly kini menganga.
"Kita sepertinya berada di kawah lautan es dan air yang begitu besar di tempat ini."
Tampak mereka berada di pinggir jurang yang di bawah mereka ada semacam air terjun. Namun, itu sebenarnya adalah es yang mencair.
Es itu sangat dingin sekali. Kini, mereka tampak memandang sebuah kolam es yang mengalir sangat deras. Aliran air yang super dingin bisa dirasakan dari atas itu. Nampaknya membuat Sherly yang dari tadi menahan dingin. Sedikit gemetar karenanya. Karena terlihat sangat mengerikan untuk langsung turun ke bawah sana.
Kolam atau kawah itu sangat luas di bawah sana. Namun, Sherly melihat ada jalur lain. Yakni di samping mereka ada beberapa hal seperti benda mencuat yang bisa digunakan untuk menanjaki tempat ini.
Dia pun teringat bahwa beberapa jalan ada yang saling beriringan dan saling tumpang tindih.
Hal itu membuat Sherly dapat sebuah gagasan untuk masalah mereka saat ini.
"Kita akan coba menuju ke atas, di sana pasti ada jalan lain yang tidak buntu. Ayo!"
Setelah itu, mereka menanjaki tebing yang sangat tinggi itu.
Mereka dengan hati-hati dan saling bergiliran akan menuju ke atas sana. Setelah beberapa saat sepertinya memang benar ada jalan. Namun, jalan itu masih sangat tinggi untuk digapai.
Mereka kini sudah di atas tebing yang lumayan sempit lalu curam sekali. Untung mereka semua bisa jaga keseimbangan.
'Bagaimana bisa melompat ke atas sana?' batin Sherly bertanya-tanya.
Tampak dia berpikir keras untuk mencari ide agar mereka semua bisa menuju ke atas sana.
Dia pun mencoba untuk gunakan Diagonic miliknya. Setelah itu, dia pun mencoba melompat.
Untunglah hal itu bisa. Karena, diagonicnya itu memunculkan tali cahaya yang mengikat langsung ke arah jalan yang akan mereka gapai di atas sana itu.
Mereka lalu menaiki tali itu. Semuanya dengan benar napak di atasnya. Jalan itu tampak melayang. Sama seperti jalan pertama yang mereka lewati.
Namun, jalan itu adalah jalan yang sepertinya bukan yang paling atas. Ciri jalan pertama itu adalah. Jalan itu tak berhubungan dengan jalan lain dan berada di paling atas dari yang lainnya. Tak ada jalan menurun juga.
Sherly bersyukur. Karena diagonicnya saat ini memihaknya. Kini, dia dan kawan-kawan monsternya. Beejalan maju. Mereka melihat ke bawah. Tebing tadi tampak beberapa batu runtuh karena ditapaki mereka sebelumnya.
Untunglah mereka bisa selamat. Lalu, mengenai kawah air itu. Ternyata ada suatu aliran lagi yang mengarahkan beberapa air ke bawah sana.
Di sana sangat dalam bahkan terlihat gelap sekali. Tak ada yang tahu apa yang ada di dasar sana.
Melihat air dingin dan suasananya tu. Membuat Sherly sedikit gemetar.
'Neraka es yang mengerikan' batin Sherly.
Sherly dan kawan-kawan monsternya sekali lagi melaju ke depan. Ada beberapa belokan namun, itu tak terlalu aneh.
Jalan ini terlihat normal. Namun beberapa kali berpapasan dengan dinding-dinding jalan lainnya. Terlihat, dinding itu juga sedikit melengkung.
Sepertinya jalan itu membelok ke arah yang berlawanan dari arah jalan yang mereka tapaki itu.
Sherly dan teman-temannya tampak terus berjalan. Di depan sana masih datar.
Beberapa jalan dan dinding mereka lihat dan sepertinya sangat rumit itu. Sherly lalu terus berjalan ke rute jalan itu saja.
Jalan setapak itu cukup lebar. Tanah di bawahnya sangat halus. Tidak ada kerikil kasar di sana. Sherly terus melanjutkan perjalanan keluar yang masih misteri itu.
Kini, mereka berjalan di belokan sempurna itu. Tampak, tanah agak miring di kelokan itu. Namun, mereka bisa berjalan di sana.
Dia dan semua kawan monsternya itu. Terus berjalan kaki. Kini, mereka pun melakukan perjalanan yang sedikit menyita waktu. Yakni, banyak belokan dan lingkaran jalan yang terlalu banyak putaran.
Namun, mereka terus melangkahkan kaki dengan cepat. Berharap bisa perpendek waktu mereka untuk menuju ke depan sana.
Tap tap tap tap tap!
Kini, mereka menuju ke atas di jalan memutar menanjak itu.
Sherly tampak sudah sangat berkeringat karena jalur lama ini.
"Huft."
Bersambung.