
Episode 124
‘Senyum itu ...’ batin pemuda itu.
Semua orang melihat senyum itu. Mereka entah bagaimana merasakan suatu yang lain pada hal itu.
“Kenapa dengan senyumnya itu?”
“Ya! Sepertinya dia sangat berbeda dari orang-orang biasa.”
Lalu, di depan sana. Sang bayi nampak melihat sosok orang dewasa itu. Yang tersenyum murah padanya.
Matanya mengkilat tajam. Lalu, seulas senyum terukir padanya. Orang-orang tak fokus padanya. Namun, perempuan di sana yang mencoba fokus dengan keluar dari zona itu.
Kini melihat ekspresi sang bayi itu. Dia terkejut. Dia langsung memanggil tuannya itu yang menggendong si bayi cepat.
“Yang mulia! Lihatlah, anak ini. Tersenyum!”
Orang-orang juga jadi fokus lagi. Mereka melihat ke arah sang bayi. Lalu, mereka terkejut. Bayi itu tersenyum kecil lalu, kembali menutup muka seakan-akan ingin bermain di sana.
Godwitcher merasakan degupan kencang di dada sang bayi. Dia tak percaya ini.
“Tuan, apakah dia bisa sihir seperti ini? Memangnya sihir seperti ini ada? Apa kemungkinan dia dari lintas waktu lain atau kah dimensi lain?” tanya wanita di samping Godwitcher pada orang yang bernama sama.
Godwitcher nampak masih termangu. Dia lalu melihat ke atas sana. Terbentuk titik sinar dari tubuhnya.
Wuuush! Menjulang ke atas. Lalu, menyentuh langit. Namun, beberapa bentuk sinar itu kembali ke empunya lagi.
Dia menggeleng pada perempuan tadi. Lalu, perempuan itu menatap pria itu yang nampak menengadah tangannya di saat Godwitcher hendak menaruh bayinya agar merangkak.
‘Jika ini semua bukan sihir. Apakah ini hanya kebetulan? Apakah kekuatan takdir sekuat ini?’ Batin wanita itu. Yang kini, dia membelalak melihat bayi itu merangkak dengan senyum yang semakin menjauh darinya. Kini berubah menjadi senyum lebar senangnya.
Dia melihat bayi itu mendekat pada orang dewasa itu. Diia agak terlalu kesal. Tapi, bayi itu sepertinya sudah memilih siapa yang akan jadi walinya.
Semua bersorak. Hadiah utamanya didapatkan oleh orang yang paling tidak terduga.
Pemuda itu mengucapkan selamat pada orang itu.
“August! Kau dipilih oleh sang bayi Godwitcher. Dengan ini aku sudah kalah denganmu,” ucap pemuda itu tertawa.
“Tuan Kazumi bisa saja. Kau lebih hebat. Walau kau selalu diremehkan orang lain sepanjang kejuaraan. Tapi, kau bisa mendapat posisi menengah. Itu sama seperti para petarung dan penyihir yang hebat dari klan lain,” balas orang berambut biru itu. Keduanya tersenyum.
Lalu, August nampak diminta untuk menemui Godwitcher. Mereka kini melihat upacara itu. Upacara penobatan wali bagi sang tubuh pengganti Godwitcher.
Di atas sana ada obor. Lalu, ada sihir yang menaung bayi itu dalam bentuk bulat biru.
August sudah sampai di sana. Pemuda rambut buru dan orang-orang senang akan hal ini.
Lalu, mereka bersorak. Godwitcher tampak membawa sesuatu. Berjalan menuju August yang menunduk hormat padanya.
Wanita itu nampak membangunkan dirinya agar tegak lagi. Dia nampak senang dengan terpilihnya August.
“Anda adakah pria yang luar biasa. Aku yakin, anda sangat kuat karena bayiku saja memilihmu tanpa ragu. Dia juga terlihat bahagia sekali dalam pelukan anda,” ucap Godwitcher dengan lega. Tapi, ada nada yang terdengar sesak di sana.
Dia lalu melihat bayinya yang tertidur dalam lindungan sihir itu.
“Aku menyerahkan putraku padamu. Ini mungkin akan aku sesali. Tapi, ini adalah yang terbaik. Dengan begini, aku MEMUTUSKAN MEMILIHMU SEBAGAI BAGIAN DARI KERAJAAN GODWITCHER. PANGKATMU ADALAH SAOLAN!” teriak Godwitcher di sana. Menggema.
Semuanya bersorak senang.
Tap!
Tampak, di kejauhan. Ada seseorang yang memandang hal itu misterius.
Kini, sepertinya dengan begitu. Klan Muhaeda yang merupakan klan yang dinaungi oleh August kini mendapatkan banyak fasilitas dari kerajaan Godwitcher. Kerajaan Godwitcher adalah pemerintah segala kerajaan yang ada.
Semuanya memang harus begitu. Di mana Godwitcher yang sudah membuat tempat untuk para penyihir di sini.
Pemuda tadi masih termangu di sebuah tempat yang sepi. Lalu, tiba-tiba saja dia melihat sekelebat hitam sana.
“Apa itu?!” tanya dirinya terkejut
Dia melirik ke sekitarnya. Tampak, semua orang sepertinya tak melihat semua itu.
“Tadi itu sangat mencurigakan.” Dia lalu bergegas mendekati sesuatu yang melesat masuk ke sebuah lorong itu.
Pemuda berambut biru itu pun masuki sebuah tempat yang sepi dan gelap.
“Sepertinya tadi adalah heran sihir yang mungkin tersesat, aku harus mengembalikannya!” ucapnya cepat.
Tap!
Tapi, dia mendengar ada suatu yang suaranya itu tak asing.
“Ada orang di sini?!” teriaknya cepat. Dia sedikit takut di sana.
“Orang-orang selalu membicarakannya.”
Ada suatu suara tapi tak terlalu jelas. Membuat dia pun tampak berteriak lagi.
“Apakah ada orang?!” teriaknya lagi. Nampak suaranya kembali.
“Semua orang selalu membicarakannya.”
Suara itu kembali terdengar. Tapi, semua itu tak jelas baginya.
“apa yang kau katakan!” ucapnya keras.
“Semua orang selalu membicarakannya.”
Suara itu tak terlalu jelas. Itu sangat tidak jelas.
‘Apa yang orang ini ingin katakan padaku’ batinnya.
Dia terus berteriak. Suara itu terdengar terus tidak jelas. Namun, dia masih tak hafal dan tahu apa artinya.
Lapu, tiba-tiba sebuah obor menyala di sana.
Lalu, pemuda itu mendekati. Perlahan, orang itu masih diam. Sambil bergumam terus seperti itu.
Lalu, saat dia sudah dekat. Pemuda itu berhenti bergumam tiba-tiba. Pemuda rambut boru bingung.
‘Orang aneh ini. Dia sedang apa?’ batinnya tak mengenalnya.
Lapu, dia mencoba menyentuh pundak orang itu.
Tap!
Ngung!
Dia merasakan suatu gejolak yang tidak dia ketahui.
‘panas. Aku bisa rasakannya’ batinnya panik.
Tap!
Lalu, orang itu menepis tangannya itu lembut. Pemuda itu menatap tak mengerti dan sedikit prihatin padanya.
‘Aku merasakannya. Panas itu ada di dalam tubuhnya. Mungkin itu bahkan lebih panas dari tubuh orang-orang yang marah sekali pun’ batin pemuda tersebut.
Lalu, orang itu pun mendongak. Terus, terlihat jelas.
“Hallo. Apa namamu Kazumi? salam kenal aku adalah seorang pengembara. Namaku adalah es.”
Pemuda berambut biru itu kaget.
“Ba-bagaimana kau bisa mengenalku?” tanyanya terkejut. Mendengar kata-kara pria itu. Yang tersenyum ramah. Padahal tadi dia seperti sedang depresi atau kesakitan tertentu.
“Heh! Kita sudahi basa-basinya. Tapi, aku tahu. Apa yang sebenarnya terjadi di saat kamu pingsan di kediaman rumah kerajaan Onpire!” ucap pemuda itu dengan suara yang dibuat serak. Lalu, tepat di depan wajah pemuda itu.
Pemuda itu langsung bereaksi.
“Katakan apa itu?” tanyanya dengan wajah yang kini sudah berubah drastis.
Pemuda itu kini tersenyum aneh. Senyumnya lebar sekali. Rambutnya tampak berwarna merah muda. Dia juga mengenakan kaca mata kotak kecil lonjongnya.
“Ditambah lagi. Aku juga tahu. Caranya. Untuk menyembuhkan kembali orang itu. Tidak, lebih tepatnya, gadis yang kau cintai,” tambah pemuda itu lagi.
Pemuda bernama Kazumi itu pun termundur karena terkejut. Dia jatuh dan duduk. Sampai sebegitunya.
“Ini semua sepertinya memang karena aku,” ucap Kazumi yang terduduk stres.
“Aku bahkan belum memberitahukan padamu. Kau terlalu berlebihan,” ucap orang bernama Es itu. Dia berdiri dari duduknya.
“Jika kau ingin tahu lebih detailnya. Kau harus lakukan langkah ini,” ucap orang itu seraya memberikan kertas kecil hitam pada Kazumi.
“Apa ini?” tanya Kazumi.
“Itu adalah prosedur obat penghilang penyakit wanita itu. Namun, datanya tak bisa diperlihatkan di sini. Jadi, kau harus temui aku di tempat lain. Di waktu yang lain,” jawab orang itu.
“Apa maksudmu?” tanya antusias Kazumi.
“Informasi ini. Akan diketahui oleh orang-orang yang bisa mendeteksinya. Karena info ini disegel dengan sihir aurora. Sihir itu tak bisa dilewati di mana pun. Satu-satunya jalan yang bisa kau tempuh adalah. Kau harus kembali ie masa lalu. Jika kau melakukannya. Aku akan menuju masa lalu juga dengan syarat kau melakukannya seorang diri. Kertas itu juga berisikan mantra waktu dan sudah diatur tempat dan kondisi yang sempurna di masa itu. Jadi, semuanya kembali lagi pada dirimu. Apa kau ingin melakukannya atau tidak.”
Setelah itu.
Kazumi sepertinya bertekad kuat untuk melakukan semua itu. Dia berjuang dengan semua sihir yang sudah dia pelajari itu.
Saat dia sudah berhasil dengan sihir kembali ke mas lalu dengan kertas itu.
Swing!
Dia pun nampak malah berada di hutan biasa. Dia mencoba mencari orang itu. Akan tetapi, dia tak bisa mendapatinya.
Merasa tertipu dia akan kembali ke mas depan. Tapi ...
Tap!
“Siapa kau?”
Seseorang melihatnya di sana. Lalu, dia melihat balik.
Deg!
Di terpana. Itu adalah Onpila, orang yang ingin dia selamatkan. Di mas lalu. Ternyata orang itu masih ada dan sehat.
“Apakah jika aku tetap di sini. Itu tidak apa-apa?” gumam anak itu. Lalu, Onpila tampak heran. Melihat pemuda yang menangis tersedu-sedu. Mereka nampak terus bersama di sepanjang hari.
Hutan itu ternyata milik kerajaan Onpire. Di sana Onpila bisa puas menjelajahinya. Karena tak akan ada yang bisa membahayakannya di sini.
Tapi, semakin lama hubungan mereka semakin dekat. Lalu, saat itu juga. Kazumi pun mulai jujur pada wanita yang sudah menjadi miliknya itu.
Onpila mendengar semuanya. Lalu, dia pun mengatakan semua yang sebenarnya. Bahwa, Onpila tidak pernah punya penyakit apa-apa.
Deg!
Hal iyu membuat Kazumi terguncang lagi.
‘Jika Onpila tidak ada riwayat penyakit. Apa yang membuat dia jatuh seperti ini?’ Batin Kazumi tampak tak percaya.
Namun, sepertinya. Onpila mengikuti jejak suaminya untuk kembali ke masa depan. Di mana di masa depan. Keduanya membentuk klan besar yang bernama Kazumi-Onpila.
Di sebuah batang pohon di saat Kazumi dan Onpila saling bergandengan tangan tuk kembali ke masa depan. Terduduk seorang yang pernah ditemui oleh Kazumi itu.
“Orang itu melanggar janjinya. Sialan, dia terlalu bernafsu dengan wanitanya,” ucapnya kesal. Namun, dia berdiri lagi.
”Yah! Tak masalah! Aku punya rencana lain untuk menghancurkan adikku di lintas waktu yang lain itu. Silvanza berengsek!” ucap orang itu penuh benci dan menghilang dari sana. Orang itu tak lain merupakan Sephij.
“Godwitcher biadab itu. Akan aku hancurkan!” geramnya di sana. Matanya menggambarkan sebuah dendam yang sangat besar.
Bersambung.