
Episode 96
Sato dan yang lainnya kini masih di sana.
Beberapa orang itu kemudian berdiri.
"Tapi kalian semua sangat lemah bukan?!" tanya orang-orang Onpipan yang kini terlihat memunculkan cahaya-cahaya sihir itu.
Tampak, Vinita tersenyum melihatnya. Dia mengangkat satu tangannya lalu tampak semuanya terpana.
Terlihat sinar-sinar yang dimunculkan oleh Vinita. Juga sama dengab orang itu. Mereka pun terbelalak.
"Sayang sekali! Kami semua bisa dengan mudah melawan kalian!" ucap Yam!
Lalu, dia tampak menjentikkan jarinya.
Kemudian.
Blaaaar!
Atap mereka tampak diangkat ke atas. Lalu, mereka pun terekspos ke luar sana. Lalu di atas sana. Sudah banyak prajurit yang mengepung. Dengan jet dan hal lainnya.
Semua Onpipan itu ketakutan.
"Sialan kalian manusia biasa!" geram orang-orang itu.
Kemudian satu orang di sana. Tampak menarik banyak sekali puing itu. Lalu, dia membentuk dengan sihir tanpa sentuhan. Gerakkan benda-benda itu menjadi semacam pintu itu. Yang menempel di dinding. Ibu Rey tampak akan ikut mereka ke sana.
Namun, mereka segera menampiknya. Hingga membuat dia tak sadarkan diri dan terluka..
Rey tampak selamatkan ibunya itu. Sebelum dua jatuh ke lantai.
Sato dan yang lainnya lalu gunakan kesempatan ini. Dengan bantuan dari teman-teman mereka yang lain.
Mereka masih bisa pertahankan kekuatan gerbang itu walau semua Onpipan sudah keluar dari sana.
Vinita dan Yam tampak menemani mereka sebelum masuk ke dalam gerbang itu.
"Sato! Berusahalah di dalam sana!" ucap Yam menyemangati.
Vinita hanya mengangguk mantap.
"Baiklah!" Sato mengangguk.
Lalu, Sato, Sayugo, Fernie/megamu dan Chintya. Mulai memasuki gerbang itu.
Wuuush!
Mereka tampak jatuh dari ketinggian. Lalu, mereka tampak akan mendarat di sebuah dunia lain.
Tap!
Sato yang menutup matanya. Perlahan membuka matanya.
"Woooow!"
Sayugo langsung berteriak. Mereka kini sudah ada di dunia lain. Tampak berada di hutan dengan hal-hal yang hanya ada di dunia ini.
'Jadi begini dunia sihir' batin Chintya.
Megamu tampak mencoba memimpin.
"Kebetulan sekali, kita berada di dekat istana Pegasus!" ucap Megamu setengah berteriak.
"Itu artinya?"
"Ya! Itulah bekas daerah kekuasaan dari kerajaanku yang dulu. Ras Pegasus. Di daerah puncak yang diberi nama Vallhala!”
Tap tap tap tap tap!
Seseorang tampak berjalan. Sepertinya empat orang. Terlihat dari kaki meraka yang berjumlah empat pasang.
"Kenapa?" ujar satu orang yang terlihat masih bocah itu.
"Hm?"
Lalu bocah pirang itu tampak memandang ke arah orang yang hanya bergumam itu dengan kesal.
"Kenapa aku harus sudu dibawa oleh kalian ini?" tanya anak itu. Tak lain adalah Sayfull.
Orang itu pun hanya tertawa di sana.
"Tak ada salahnya bukan? Daripada kau di sana dijadikan bahan eksperimen?" tangkas orang itu. Mugo.
"Lalu, apa tujuan kalian?" tanya tajam anak bernama Sayfull sebelumnya.
Namun, mereka semua tampak diam.
Tap tap tap tap!
Hingga mereka sampai ke dalam suatu ruangan. Di sana banyak sekali pasukan milik Mugo dan kawannya itu. Sayfull tampak terpana pasukan itu ada banyak sekali.
"Jadi begitu ya!" gumam Sayfull setelahnya.
Sato dan temannya tampak menuju ke tempat puing-puing istana Pegasus dari jaman dulu. Mereka melangkah lewati hutan yang sangat dalam itu
Hingga mereka pun sampai.
Tap!
Di sana banyak sekali puing yang sudah sangat usang sekali. Sato lalu melihat-lihat. Lalu, tampak ada suatu patung yang sepertinya adalah bentuk kuda bersayap itu. Namun, sudah rusak dan hanya beberapa bagian yang masih bisa terlihat.
Sato menatapnya. Sayugo menyentuhnya. Dia merasakan lumut yang dingin itu.
'Ini kotor sekali' batin Sayugo khawatir.
Lalu, megamu mengajak mereka ke suatu tempat.
Tap tap tap tap!
Mereka menuju ke ruangan bawah tanah. Tempat itu ternyata sangat luas. Bahkan terdapat air terjun di sana. Sato tak menyangkanya.
"Wooaaah!" Sayugo terkagum-kagum melihatnya.
"Sato, sebelumnya kau bisa mengaktifkan karma padahal tak dalan keadaan terdesak bukan?" tanya megamu. Menyinggung karmanya kali ini.
Sato lalu mengangguk.
'Itu saat aku melawan monster besar itu. Deus!' Batin Sato. Membayangkan karmanya aktif tanpa harus terdesak terlebih dahulu.
"Sebenarnya. Itu karena perbuatan diriku dan Fernie. Kami melakukan sebuah ritual khusus," lanjut Megamu.
Semuanya terpana.
"Jadi, kalian berhasil membuat karma bisa aktif tanpa harus terdesak dulu ya?" tanya Chintya.
Megamu menggeleng.
"Tak hanya itu!" tangkas megamu. Membuat semua orang makin penasaran.
"Ini adalah tempat pahra Pegasoos melatih karmanya!" ujar megamu. Menjelaskan ruangan itu.
"Dan juga di tempat ini. Ada hal yang bisa mempermudah kami dalam latihan itu. Pada saat membuat karma Sato aktif tanpa sebab. Itu sebenarnya hanya efek dari sebuah langkah kami yang masih lemah. Namun, sepertinya. Kita harus terus melatihnya."
"Sayangnya itu tak mudah. Kami sudah mencobanya hingga ratusan kali. Bahkan, sampai jiwa putri megamu tersegel beberapa bulan,” lanjut suara lain kini. Sepertinya itu adalah Fernie.
"Jadi begitu!"
"Sato sepertinya kita punya kesempatan membuat karmamu menjadi lebih kuat!" ucap Sayugo penuh harap.
Sato mengangguk tenang.
Lalu, mereka oun berhenti di depan sebuah parung yang besar. Bentuk manusia yang seperti memuja itu. Di atas sana banyak sekali patung raksasa para Pegasus.
"Ini adalah simbol perwujudan karma! Semua patung ini memberitahu kita. Karma akan selalu ada untuk para Pegasus," jelas Megamu.
"Jadi, di mana pun dan kalian berada. Karma akan terus mendoakan kalian. Seperti itu bukan?" tanya Chintya.
"Benar!"
"Ohhh."
Lalu, tampak muncul sebuah ruangan besar gelap.
"Baiklah, kami akan berlatih di sebuah ruangan yang akan pisahkan kesadaran dan pikiran kami!" ujar megamu.
"Lalu, Sato bagaimana?" tanya Sayugo.
"Kalian bisa baca semua relief yang ada di sini. Tentunya itu sangat banyak. Kita tak ada waktu. Kami harus bisa menyatukan jiwa dan pikiran serta kekuatan kami yang berbeda inti!" jawab Megamu dan langsung memasuki gerbang itu.
Brak!
Kemudian, gerbang itu tertutup. Sato dan yang lainnya tampak melihat gerbang raksasa itu menutup. Lalu, sebelum itu. Melihat raga mereka membelah menjadi dua. Seperti kembaran saja.
Tap!
Kini, Sato dan yang lainya mulai beraksi. Mereka akan memelajari semua info di sana. Yang berhubungan dengan karma.
Wuuush!
Tampak para naga kini juga berkumpul di sarang mereka. Mereka bersiap untuk berperang membantu para penyihir akademi.
Beberapa penyihir dengan otot kuat. Berlatih di kediaman mereka yang alami itu. Di dalam hutan.
Lalu, yang lainnya pun tampak juga bersiap. Penyihir kuno dan yang lainnya bersiap di beberapa bulan terakhir ini.
Tap tap tap tap tap!
Tampak seseorang berjalan menuju ke Hompir. Rambutnya panjang berwarna biru.
Tap tap tap tap!
Dia lalu masuk ke dalam istana besar Hompir. Tidak bukan, melainkan adalah istana dari pusat kerajaan Hompir.
Tap!
Dia tampak memasukinya dengan tenang. Kemudian ....
Tap!
Di dalam sana. Terdapat Eldorick yang duduk di tempatnya. Dengan sayap yang membuka lebar.
"August, kepala sekolah akademi Saintov! Kenapa kau datang tanpa sepengetahuanku?" tanya Eldorick merasa aneh.
Sang Godklannad masih memandang heran ke salah satu sekutunya itu.
Kemudian, orang berambut biru dan panjang itu. Kemudian menunduk.
"Apa?!"
Godklannad tampak kaget.
"Maafkan aku!"
Setelah itu. Tampak di Hompir kembali diadakan sebuah pertemuan lagi antara Eldorick dan semua warganya. Termasuk dari akademi-akademi lain.
Eldorick kini berbicara. Dua kini berekspresi sangat menyesal.
"Aku memberitahukan ini tiba-tiba. Karena orangnyalah yang tiba-tiba mengatakanya juga padaku tadi siang," ungkap Eldorick.
Semuanya pun tegang.
"Dengan bergabungnya Onpipan ke dalam kubu musuh kita yaitu Mugo dan kawan-kawannya. Sebelum itu bagi yang tidak tahu tentang hal ini aku akan bercerita pada kalian tentang kisah saat itu."
Flasback.
Saat itu. Godklannad dan Godwitcher berkumpul. Godwitcher bersama dengan seorang pria yang berambut biru.
"Apa anda serius?" tanya Eldorick sebagai yang terkuat di dunia itu. Setelah Godwitcher.
Orang itu mengangguk.
"Anak orang ini akan menjadi penggantiku kelak," jelas wanita yang dipanggil dengan julukannya itu.
Mata Eldorick yang masih muda itu terpana.
"Maaf, aku adalah bagian dari klan Muhaeda! Namaku adalah Muhaeda August!" ucap orang itu memperkenalkan diri.
Lalu, setelah itu. Terjadi gejolak. Yaitu klan Muhaeda berselisih dengan klan lain yaitu Onpipan. Klan Onpipan yang sangat kuat. Bisa dengan mudah menang. Karena klan Muhaeda adalah klan kecil.
Klan Muhaeda akab dimusnahkan. Namun, karena ada anak yang akan gantikan Godwitcher di dunia ini. Eldorick menghambat semua itu. Eldorick tak bisa menyelamatkannya. Karena urusan perang mereka adalah masalah yang sudah disetujui mereka. Hingga klan Muhaeda akan musnah.
Anak itu adalah Mugo. Eldorick mencoba selamatkan dia. Dengan beberapa syarat yaitu ....
Flasback off.
"Akademi Saintov. Tak akan bisa mengikuti perang. Karena lima syarat yang sudah dijadikan perjanjian sihir gelap yang bahkan akulah yang menjadi saksinya!" teriak Eldorick.
Semuanya terkejut.
Isi lima perjanjian itu :
1.Tak boleh menganggu urusan Onpipan.
2.berhak membayar ganti rugi perang.
3.hormati Onpipan di wilayahnya.
4.jika melanggar harus mati.
5.jika mengingkari dengan sihir penebus dosa. Dia harus dipenjara.
Marco juga mendengar itu syok sedikit. Akademi Saintov berisi orang-orang kuat dari klan Saintov juga. Tampaknya kini, keadaan di sana menjadi tak stabil. Mereka kehilangan salah satu kekuatan besar mereka. Akademi Saintov.
Bajjuri juga melihat itu. Kepala sekolah lainnya juga. Mereka tampam menyesal dengan itu. Tapi, bagaimana lagi.
Lalu, mendengar itu. Mugo yang sedang berada di tempatnya hanya bisa tersenyum.
"Sepertinya berjalan dengan lancar," ungkap jago di sana.
"Ya! Itu sudah pasti!"
Faktanya. Onpipan yang mereka gaet. Adalah bagian dari semua intrik miliknya. Bahkan, yang juga mengendalikan diri Sayfull sebenarnya adalah dirinya.
"Kau berjuang dengan baik Mugo! Tapi bagaimana caranya kau memasuki kesadaran orang lain. Bahkan kau terlihat santai dan melakukan apa pun waktu itu?" tanya jago.
"Aku sudah terbiasa dengan kesadaran. Aku yang sudah mencoba menyelami kesadaran sang Godwitcher!"
Dirinya telah ambil alih kesadaran itu, secara penuh. Sampai dia kalah oleh Chintya.
Bersambung.