
episode 63
Wuuush!
Di tempat itu. Tampak kini Shimun dengan cepat keluarkan kekuatan sihirnya lebih besar lagi.
Hyaaaa!
Kekuatan putih itu menguar kala Shimun berteriak seakan sangat marah.
Blaaaar!
Gelombang kejut sedikit membuat Bombamen tertekan ke bawah. Namun, tak terlalu dalam. Bombamen sedikit melihat ke atas lalu.
Dia tak melihat sosok dari musuhnya. Ternyata Shimun sudah memukulnya dari belakang.
Jduaaagh!
Bombamen yang terkejut tampak tak bereaksi. Kini, Shimun kembali memukul. Kini dengan jurus mautnya yang tadi.
Dia mencoba memukulnya. Lalu, tampak sedikit mengelak. Bombamen bisa bergerak dibantu dengan suatu di kakinya itu.
Dia bisa melompat ke samping.
Blaaar!
Ledakan itu menghancurkan tanah itu lagi. Walau tak mengenai targetnya. Kini, terlihat Shimun melompat begitu cepat. Kecepatan itu sepertinya masih bisa terlihat bagi Bombamen.
Dia melirik ke arah atasnya. Di mana di atas. Shimun bersiap dengan tendangan ke bawah dari tempat belakang kakinya.
"Hyaaaa!"
Blaaaar!
Lubang lumayan besar terbentuk. Terlihat, Bombamen masih bertahan di dalam lubang itu.
Shimun lalu menapak. Asap menutupi pandangannya dari musuh itu.
Lalu, dia elihat sesuatu keluar ke atas. Dailah Bombamen yang terbang ke atas.
'Aku akan merusak benda terbangnya itu' batin Shimun dengan niat jahatnya.
Dia lalu lari ke depan lalu melompat ke atas. Bombamen melihat gerakannya itu. Dia lalu menghindar terbang.
Lalu, Bombamen membuat pukulan jarak jauh yaitu pukulan penghancur.
"Hyaaaaa!"
Pukulan itu menggelombang. Lalu, Bombamen dengan mudah menangkisnya. Dia membuat semacam pelindung cahaya berwarna biru cerah.
Dia lalu melirik ke belakang. Sudah ada Shimun lagi.
Dia pun berbalik. Shimun tampak sudah akan membunuhnya dengan pukulan mautnya. Dia pun menghindar dengan memiringkan badannya itu.
Dengan tubuh robot itu sangat mudah. Sama seperti boneka yang bisa dibuat apa saja.
Lalu, Shimun dengan marahnya itu. Kembali menyerang bertubi tubi.
"Hyaaaaa!"
Shimun tampak kesal dan marah. Lalu, terlihat dengan cepat pula. Tubuh robot itu dengan mudah hindari semuanya.
"Sial!"
Shimun turun karena gravitasi. Sementara Bombamen memulihkan bentuk tubuhnya lagi. Dia lalu akan menembakkan sesuatu ke arah Shimun di bawahnya itu.
Ngiiing!
Shimun menghindar dari tembakan bertubi-tubi dari Bombamen.
Draau duaaar duaaar!
Shimun lalu melesat ke kanan sangat cepat. Serangan itu masih tak henti-hentinya mengejar Shimun. Shimun terus bergerak ke samping. Masih ke arah sama. Menghindari hujan peluru laser biru dari Bombamen.
Terlihat dia juga mengombinasikan dengan gerakan salto dan akrobatik lainnya.
Jduaar jduaar jduaar!
Tampak, hujan ledakan terus mengejar Shimun. Peluru terus berlari ke arahnya saat ini. Dia masih mencoba menghindari secara keseluruhan.
Blaaaar!
Dia pun sampai di tempat lain yang sepertinya sangat jauh sekali.
Sato dan Forg melihat tegang ke arah monitor mereka. Keduanya sangat antusias menonton kemampuan kuanya yang sejauh ini masih sama.
Di tempat pertarungan itu.
Shimun kini ambil satu batu besar yang sudah menjadi bola magma. Lalu, dia melemparkannya ke musuh.
Lalu, Bombamen tampak dengan mudah membelah bola itu dengan tebasan tangannya yang sudah berubah bentuk.
"Sial!" seru Shimun kesal.
Bombamen lalu melihat ke belakang.
Di sana ada Shimun dengan jurus-jurus pamungkasnya itu.
"Pukulan penghancur!"
"Pukulan maut!"
Jduaaar!
Bombamen bisa terbang ke atas menghindarinya. Lalu dia mengisi energi panas itu lagi.
Di kedua tangannya.
"Tak akan kubiarkan!"
Shimun lalu melompat dan kini berada di atasnya. Bombamen lalu arahkan tangannya itu.
Lalu, secara mengejutkan. Shimun melesat ke batuan lain. Membuat tembakan itu meleset.
Bombamen sedikit kaget. Shimun gunakan energi pendorong di udara.
Dia lalu mencoba meraih tangan milik Bombamen. Shimun, lalu melakukan tendangan putaran.
Membuat angin yang begitu besar di sekitar mereka berdua.
Jduaaaaar!
Tendangan itu menbuat tubuh Bombamen tampak melesat ke depannya jauh ke sana.
Dai lalu mencoba secepat mungkin melesat lagi. Kini, dia sudah tepat di belakang Bombamen dan akan meraih dua jet besar itu.
Brrrrak!
"Apa?!"
Shimun terkejut. Nampak secara mengejutkan. Jet itu berpindah posisi ke bagian tempat di dada musuhnya itu.
Di pun memegang yang kosong hampa itu dengan sangat menyesal.
Lalu, Bombamen segera berbalik dan meninjunya lagi.
"Aaaarrrgh!"
Shimun terpental tanah. Dia sedikit tahan pukulan berdaya masif itu dengan kedua lengan kekarnya itu.
Blaaaar!
Namun, tak berpengaruh sama sekali.
Shimun kini sudah bangkit lagi lagi. Dia menghela nafas sangat kuat karena kelelahan dan tidak ada hasil apa-apa sejauh ini.
'Aku ingin sekali mengalahkannya' batin Shimun.
Bombamen melirik dirinya di bawah. Dia lalu mengarahkan tangan ke arah Shimun.
Shimun lalu kembali ditembakkan tembakan biru itu. Dia kesakitan karena terbakar panas blue blaster launcher.
Dia lalu terjatuh di dataran itu. Mencium langsung rasa tanah dalam itu.
Bombamen melihatnya dan masih menunggu di atas sana.
Setelah itu, Shimun nampak bangkit lagi. Dia sedikit tegang dan gemetaran.
Lalu, menggenggam tanah itu. Mungkin menahan amarahnya.
Bombamen tenang di atas sana. Melihat Shimun dan masih menunggu orang itu.
Kini, Shimun bangkit dan berdiri tegak. Lalu, matanya kini menandakan kekuatan sihirnya.
Hyaaaa!
Dia lalu melesat serelah mengumpulkan energi sihir secara penuh.
Wuuush wuuush wuuush!
Keduanya adu serangan di atas sana. Begitu imbang. Tampak keduanya sama-sama terkena dampaj yang sama.
Shimun menghindari beberapa peluru dari Bombamen. Lalu, dia kembali menujunya.
Shimun kimi menuju Bombamen dan di tangkis dengan lengannya itu. Bombamen lalu mundur setelah meninjunya.
Tangan Bombamen bisa manjang dari jarak 2 meter. Shimun dengan mudah menepisnya. Kini, dia melesat acak.
Bombamen masih bisa melihat kecepatan Shimun. Kini, dia menangkis tendangan Shimun. Lalu, membuat Shimun terjatuh je tanah dan menembakkan laser biru ke bawah sana. Tertuju pada Shimun.
Bruaaak!
Shimun terjungkal lagi. Lalu, dia bangkit dan melesat. Dia menghancurkan tembakan itu. Lalu, kini berada di atas Bombamen.
Bombamen melihat ke atas dan menyambut serangan hantaman kedua tangan Shimun.
Braaak!
Bombamen menangkapnya. Lalu, dia membuat Shimun tertembak bola biru dari dekat.
Jduaaaaar!
Shimun terpelanting ke tanah lagi. Lalu, beberapa detik dia bangkit lagi. Tampak petarungan cepat mereka sepertinya masih belum usai.
Setelah Shimun menyeka lukanya. Kini, dia berlari dan melompat menuju musuhnya.
Bombamen menangkis tendangan bertubi-tubi Shimun. Shimun lalu menggunakan dahinya saat Bombamen menangkap kedua kaki dan tangannya.
Namun, dari dahi Bombamen. Bisa muncul lubang yang mengeluarkan bola biru kecil yang mendorongnya lagi.
Dia bertahan di atas. Mengisi tenaganya lagi. Dia lalu menyerang setelahnya.
Dia memukul perut Bombamen. Bombamen mundur. Shimun mengejar dan terus memukul.
Bombamen mundur dan terus menjauhinya. Shimun terus menyerang membabi buta. Bahkan dipadukan dengan pukulan maut dan pukulan penghancur.
Jduaaaaar!
Keduanya terus bertarung. Bombamen terus membuat mundur Shimun. Namun, Shimun sama sekali tak mau menyerah.
Dia terus menerus menyerang Bombamen di udara.
Kini di tempat penonton lain.
Tampak seseorang tengah tersenyum menonton pertarungan Shimun di layar kecilnya itu. Namun, datang seseorang mengganggunya.
Tap tap tap tap tap!
"Mugo, kau sepertinya menikmati sesuatu ya?" ujar orang itu tak lain Sephij.
"Tidak juga."
Mugo lalu bangkit, dari duduknya dan menutup layar kecilnya itu. Seperti mesin modern.
Keduanya lalu tampak saling bercakapa di tempat itu lagi. Sephij tampak menghampiri suatu yang berbentuk bola hitam yang di dalamnya ada bentuk setengah lingkaran berwarna biru itu.
Sephij melihatnya dengan tatapan sedikit senang.
"Sepertinya mulai saat ini, kita akan menjadi kuat,” ucap Sephij misterius.
"Ya, begitulah," tanggap Mugo yang berada di belakangnya.
Tempat lain.
"Haaah haaah haaaah!"
Tampak Shimun kini terlihat lemas di tempat pertarungannya itu. Dia memandang sekitar dengan satu mata yang terbuka.
'Aku harus menjadi lebih kuat lagi!' Batin Shimun.
Lalu, Bombamen tampak berada di depan sana. Asap putih yang menghalangi keduanya ini pudar.
Lalu, Shimun berdiri dan berubah menjadi sangat bersemangat lagi.
Dia lalu mengumpulkan kekuatannya lagi. Energi itu tampak sedikit padat dari yang biasanya.
"Heaaaaa!"
Dia terus mengumpulkan energi itu. Sementara Bombamen masih menunggu di sana. Dia mununggu musuh menyerangnya mungkin.
"Heaaaaaa!"
Energi itu kini meningkat. Bahkan kini langit di atas sana terpicu dengan drastisnya kekuatan yang dikeluarkan dari Shimun.
Bombamen terbang karena terkejut. Semua orang yang menontonnya juga sama.
"Dia sedang meningkatkan kekuatannya ke level yang lebih drastis! Cepat bunuh dia jika bisa Bombamen!" teriak Forg di ruangan itu.
Sato diam namun, sepertinya Bombamen harus lakukan itu.
Bombamen nampak akan menembakkan sinar biru yang sangat mematikan itu.
Namun, gelombang disekitarnya membuat dirinya tak fokus membidik. Sepertinya dia sedikit terlambat. Dia lalu memperhatikan Shimun di sana.
Shimun terus mengerahkan kekuatan sihirnya itu. Terlihat kini tanah di sekitarnya melayang di sekitarnya.
Terpicu dengan kekuatan yang terus diisi dan ditingkatkan ini.
"Heaaaaaa!"
Kekuatan milik Shimun masih ditingkatkan. Kini, Shimun tak bergerak sama sekali. Matanya memutih karena kekuatan energi yang membludak.
Tampak Bombamen kini menampilkan layar yang menunjukkan parameter. Dia melihat kekuatan Shimun kini naik sampai 200% dan terus meningkat lagi secara perlahan.
"Hyaaaaaa!"
Wuuush!
Kekuatan Shimun terus dia keluarkan dan tingkatkan. Semuanya terpengaruh. Cuaca menjadi berangin-angin kencang.
Bak badai namun langit masih normal dan cerah. Awan di sana terus menjauh. Tampak, Shimun tak pedulikan itu. Dia terus kumpulkan energi muatan yang besar.
mengumpulkannya dan akan membuat dirinya bisa melawan dan mungkin mengalahkan Bombamen. Bombamen sendiri tampak masih menunggu. Dia sepertinya sama kagetnya dengan peningkatan kekuatan yang drastis itu.
Forg dan Sato yang menunggu. Keringat mereka menetes dari dahi dan jatuh begitu saja. Mereka sama -sama tegang.
"Hyaaaaaaa!"
Kekuatan Shimun terus meningkat drastis sekali. Kini, dia mendongak ke arah Bombamen yang jauh di langit.
Melihat Bombamen dengan marah.
"Setelah ini, aku akan menjadi super kuat! Kau tunggu dan duduk manis di tempat itu! Haaaae!" seru Shimun.
Shimun lalu terus meningkatkan kekuatannya. Hingga kini mencapai maks yang sudah berada di layar milik Bombamen.
Bombamen pun terkesiap melihatnya.
"Terror Blast!"
Bersambung.