Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Menuju ke dalam lautan.



episode 53


Saat ini.


Haik menganga kaget.


Pasalnya serangan Bernard tadi. Berhasil tumbangkan susanoo dalam sekejap.


Jeduaaaaaar!


Bunyi ledakan itu sungguh membuat siapa pun sangat ketakutan. Apa lagi dengan sosok besar itu yang  sepertinya hanya haik dan Bernard yang mampu melihatnya.


Tempat lain.


Kini, manda tampak menatap layar monitornya dengan antusias. Lalu, dia pun berucap.


"Ketemu!"


Terlihat, sesuatu titik di tengah peta dunia yang dia putar dan gerakan sebelumnya. Sepertinya itu adalah pusat sesuatu.


'Sebelumnya. Dengan mencoba memahami peredaran-peredaran aneh itu. Kita pun jadi tahu. Di mana posisi asli dari aliran yang dimaksud tadi'


Klik!


Tampak, mengarah di sebuah samudra Hindia sana. Jauh dari benua mana pun.


'Baiklah, aku akan memberikan misi ini pada Sherly lagi' batinnya sembari terkikik geli.


Sherly nampak. Masih pikirkan sesuatu. Lalu, tiba-tiba dia dengar sesuatu.


Tap tap tap tap tap!


Dia lalu berdiri dan menatap seorang yang datang ke arahnya. Yakni, manda.


"Manda? Ada apa lag-"


Plak!


Sesuatu seperti buku kecil diterima paksa dari manda.


"Pergilah ke laut. Kita akan mencoba mendeteksi sesuatu. Semua hal sudah tertulis. Cepat lah pergi sana," ucap manda seakan mengusir.


Sherly hanya bisa memandang kesal partnernya itu. Lalu, dia pun pergi dari tempat itu. Tuk mulai misinya ini.


Duk duk duk duk!


Dia dengan pesawat. Coba menuju ke dalam tempat yang sepertinya ada gua dia dasar laut itu.


Sherly menunggu di titik yang tepat.


"Bos. Tiga detik lagi!"


Sherly mengangguk. Kini, dia bersiap dan ...


Wuush!


Dia terjun dengan  parasut. Kemudian dia terus membaca apa yang tertulis di data.


"Oh, jadi wanita itu menduga ada di tempat ini," gumamnya setelah selesai membaca.


"Tempat utama dari sesuatu yang disebut Marijla itu."


Wuuuushh.


Dia terus turun dari ketinggian itu. Tak ada yang salah pada parasutnya.


Wuuuush!


Dia mulai mengembangkannya.


"Baiklah," ujar dia antusias.


Dengan kaca mata penyelam dan tangki oksigen yang terpasang dari tadi.


Dia mencoba langsung menyelam.


Byyyyur!


Dia pun berhasil masuk ke dalam air. Lalu, dia bak ikan yang ahli berenang. Mencoba langsung masuk ke dalam air dengan cepat.


Bluup bluup!


Aa beberapa kawanan ikan. Namun, mereka tak terlalu berbahaya baginya. Dia sedikit melirik ke kanan dan kirinya. Mencoba hati-hati saat ini.


Bluuup!


Dia berenang terus sambil sesekali melihat data-data yang ditulis oleh manda di markasnya tadi.


Bluup.


Tampak dia mengangguk singkat. Lalu, dia pun berenang ke arah yang sudah ditentukan.


Tampak dia memasuki gua laut. Lalu, di sana terdapat sungai laut juga.


Dia berenang melewati sungai itu menuju ke tepinya yang ternyata ada daratan itu.


Dia pun melepas pakaian renang itu. Dia memakai pakaian tipis yang memperlihatkan bentuk rubuh indahnya itu.


Tap tap tap tap!


Perlahan, Sherly tampak menyusuri tempat itu. Dia tenang untuk mencoba sadari, sekitarnya. Bunyi ombak sungai itu.


Tampak tak terlalu mencurigakan. Nampaknya tak ada monster atau apa pun.


Tap tap tap tap!


Hingga dia sampai di suatu gua. Benar saja. Lalu, dia masuk ke dalamnya. Menyusuri gua itu. Lalu gua itu nampak pendek.


Terus, gua itu di dalamnya ada sesuatu yang aneh.


Sinar matahari tampak bisa menembus dari kedalaman ini layaknya di gua-gua daratan sana. Itu aneh. Namun, kini yang jadi fokus adalah.


"Banyak manusia sebelum diriku yang di sini," ujar wanita itu melihat banyak tulang belulang utuh manusia..


Dia menyentuhnya. Lalu, data menghitung dari kapan tulang itu ada.


Tertulis 15 tahun yang lalu.


Lalu ....


7 hari yang lalu.


Dia membelalak. Dia tak tahu bagaimana orang-orang ini bisa mati. Padahal dia melihat beberapa kotak makanan yang masih ada isinya. Tampak, tertimbun di dalam tanah


Namun, dia tak begitu peduli pada itu. Dia masih bertanya-tanya hingga beberapa saat. Lalu, dia mencoba berdiri.


Kini, mencoba menyentuh beberapa hal di dalam sana. Perempuan manis nan seksi terus menyentuhnya untuk deteksi sesuatu.


Beberapa data di tampikan. Namun, tak terlalu mencolok baginya. Lalu, dia pun tak sengaja injak satu tangan tengkorak itu.


Dia lalu mengernyit heran. Karena, sesuatu bergetar. Namun di luar sana.


Terus, dia pun mencoba keluar. Saat dia melangkah. Getaran tambah dia rasakan.


Kini suatu pemberitahuan dia terima dari manda. Bahwa pintu gua itu akan tertutup secara misterius.


Tap tap tap tap tap!


Dia lari keluar.


Hyaaa!


Hampir sampai dan pintunya hampir tertutup.


Wuuush!


Dia memakai kekuatan dan itu nempercepat dirinya. Padahal pintu sudah sangat sempit. Mungkin kekuatan Diagonic kali ini memihaknya.


Dia pun sakpai khawatir tadi. Lalu dia menerima notifikasi dari manda yang tak penting. Dia lalu mencoba memulihkan tenaganya lagi.


Kini, mencoba dudyk karena memang sangat menegangkan tadi.


'Hampir saja aku terkurung dan bisa saja menjadi tengkorak hidup atau zombie tengkorak yang kurang makan' batinnya ngeri.


Grrrrrr!


Tak sampai situ. Ternyata, getaran tambah dia rasakan. Kini, dia tahu bahwa ada sesuatu yang menarik perhatiannya saat ini.


Grrrreet!


Getaran terus dia rasakan. Hingga dia terduduk karenanya. Untunglah, tak meruntuhkan apa-apa.


Lalu, secara mengejutkan. Ada sesuatu sepertinya kediamab tu.


'Itu layaknya taj mahal. Tapu di dalam air?' Batin Sherly menganga.


Membuat dirinya tak percaya sama sekali.


Manda yang tak mendapat respons dari notifikasinya itu. Mencoba menghubungi dengan pesan suara.


"Hey, Sherly kau sedang apa?"


"Hey, Sherly. Apa yang terjadi?"


"Hey, Sherly!"


Namun, tak ada jawaban.


Mbuar manda harus menunggu. Dalam waktu tunggunya yang lama itu. Dia akhirnya dapat suatu seruan.


"Di hadapanku. Muncul dungeon raksasa!!"


"Apa?!" Keduanya pun menganga kaget.


"Ada apa tuan?" tanya bawahannya.


"Ada dungeon raksasa!"


Bawahannya itu menganga.


Lalu, teman bawahan itu bertanya padanya karena heran.


"Ada apa bro?"


"Ada dungeon raksasa!"


Dan temannya itu menganga.


Kembali di tempat Sherly.


Kini, dia sudah sadar. Menepuk pipinya berkali-kali hingga dia sepenuhnya sadar.


Lalu, dia pun mencoba maju dekati dungeon yang dia bilang tadi.


Tap tap tap!


Perlahan dia sudah sampai di depannya. Dai memandang bangunan itu kagum sekali.


Lalu menelan ludahnya sendiri. Kemudian setelah mengatakan permisi sebanyak tujug kali. Dia pun maju unjuk masuk.


Sebelum itu dia bersujud sebagai cara dia mengapresiasi.


Dia masuk dengan mudah. Tak ada pintu di luarnya.


Saat sampai di dalam.


"Woaaaah!"


Bangunan itu begitu, rumit dan semuanya dipenuhi pahatan-pahatan karya-karya yang sangat fenomenal menurut wanita itu.


"Woaaaah!"


Dia tampak kagum. Hanya pating-patung terukir di dinding. Dia lalu masuk lagi ke ruangan kedua.


"Woaaaaah!"


Dia dibuat kagum lagi. Pasalnya ada suatu kolam raksasa di penuhi air mancur yang sangat indah. Dia tak bisa berkata-kata lagi.


Dia lalu mencoba terjun dan byur.


Dia tak rasakan dingin apa pun. Dia lalu mencoba meminum air itu . Rasanya sangat, murni.


Kini, dia mencoba ke tepi kolam bundar iu. Lalu, mengelilingi melewatinya.


Tap tap tap tap!


Dia lalu berjalan terus menuju ke arah sana. Dia sangat penasaran kaki ini.


'Aku sangat penasaran saat ini' batin si seksi yang menggoda.


Sherly bak anak kecil. Saat ini tampak memandangi sekitarnya dengan mata berbinar tak henti-hentinya


Tap.


Dia berjalan ke sebuah tempat yang banyak sekali lorong yang salah satu lorong punya patung tersendiri di depannya terpajang rapi.


"Wooow!"


Dia terus kagum. Lalu menyentuh patung itu lalu terus melewati beberapa lubang yang sepertinya sangat panjang.


Semua lubang itu mengarah ke arah yang sama. Sherly nampak berjalan suatu lubang yang kadang sempit kadang luas juga.


Tap tap tap tap tap!


Dia tak mengeluh sama sekali. Dia terus melangkah ke depan sana. Mencoba susri petunjuk-petunjuk yang ada. Dia juga ingin lihat semua keindahan itu terus menerus.


Yang bisa dia lihat di sini kebanyakan patung dan pahatan favoritnya. Ini seperti di tempat-tempat terkenal menurutnya.


Tap tap tap tap!


Dia terus melaju ke depan dengan langkah yang tidak teratur. Lalu, tak sungkan menjelajahi daerah itu sangat lama sekali.


Itu membuat iri siapa pun yang mendengarnya. Apa lagi tiap langkah, Sherly selalu mendeskripsikannya.


Itu sangat membuat siapa pun penasaran.


"Seperti apa bentuk di dalam sana ya?"


"Sepertinya sangat mewah."


"Benar sekali."


Bebeeapa bawahan itu mendengar hal itu. Manda juga tampak ngiler ingin ke sana.


'Namun, teehalang oleh pekerjaan' batinnya kesal dan lemas seketika.


Kembali lagi ke Sherly.


Tap tap tap tap tap.


Dia melangkah terus. Hingga menemukan satu keanehan. Yakni, tengkorak manusia.


Dia membelalak kaget. Di tengah-tengah keindahan ini. Ternyata--


Nguuung!


Dengungan kuat entah dari mana. Membuat, semua orang yang mendengarnya terganggu.


Bahkan kini, beberapa bawahan dari Manda seperti terhipnotis.


Dan mereka menatap kosong ke depan. Sembari mengatakan.


"Titip jasadku!"


"Titip jasadku!"


Manda yang tadi tertidur lalu bermimpi pergi ke tempat itu. Tampak bangun. Dia lalu kaget melihat enam bawahannya itu sangat aneh.


"Kenapa mereka?!" serunya kaget.


Semua bawahan lain mencoba membuat mereka semua sadar saat ini.


"Titip jasadku!"


Di tempatnya.


Tampak Sherly tak terpengaruh. Mungkin karena diagonicnya yang aktif.


Dia gunakan tuk tutupi telinganya. Itu berhasil dengan mudah.


Lalu dengungan itu, habis setelah dia berbunyi hampir 30 menit. Bernafas lega, Sherly tampak mencoba menemukan sesuatu yang lainnya.


Untunglah bunyi yang membuat sakit itu tak berbunyi lagi. Jika berbunyi mungkin akan fatal.


Tap tap tap tap!


Dia merasa bahwa tengkorak itu, tak beres. Jadi dia membiarkannya di tempat itu. Dia berjalan ke depan sana. Kini, terlihat lubang hitam yang mungkin suatu lorong tanpa cahaya.


Setelah menelan ludah tuk beranikan diri. Sherly lalu melangkahkan perlahan dengan kakinya itu.


Tap!


Kemudian dia terus maju dengan cepat. Tiba-tiba ada sosok yang menyentuhnya saat dia berlari karena sedikit terburu-buru.


"Aaaaaaa!"


jeritnya.


Bersambung.