Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Kekebalan Vampire.



Episode 122


Blaaaaaar!


Mereka berdua tampak mental dan mendarat amat jauh dari lawannya masing-masing.


Lalu, tampak melesat suatu sihir yang sepertinya berasal dari suatu tebasan itu. Tampak sihir itu melesat dan  membelah tanah di bawahnya.


Wuuush!


Ternyata  itu dari sihir Astorra. Dia gunakan tebasan pedang hitamnya itu.


Hyaaaa!


“Tamplexs!” teriaknya.


Blaaar!


Magi terbang ke atas.


Lalu, dia tampak mengarahkan pedangnya ke arah  musuhnya itu.


Nging!


Suatu sinar tercipta di sana. Menjadi sebuah peluru yang keras dan besar dari pada peluru pistol pada umumnya.


“Shushio!”  teriaknya.


Blaaar!


Hal itu lantas meluncur. Saat meluncur tampak ada sebuah bayangan naga air yang membuat lajunya itu makin kencang.


Peluru itu tampak membuat vampir itu terpental  amat jauh ke belakang. Dia lalu terlihat sedikit terluka di bagian pipinya. Seperti sayatan.


Membuat magi yang menyaksikannya puas.


Srat!


Terseret kembali. Tampak serangan Shushio kini kembali  dilesatkan ke arahnya bertubi-tubi.


Ciuu ciuuu!


Namun, kali ini dia menambah kecepatannya. Astorra lalu  balik menyerang dengan suatu sinar silang dari tangannya itu.


“Tamplexs!”


Blaaaar!


Saat sinar itu ditangis musuhnya itu. Membiay  cahaya besar dan  ciptakan ruang. Serelah saat itu juga. Ruang itu menjadi benda padat seperti bangunan besar yang mengunci targetnya di dalam.


Kemudian, ruangan itu tampak jatuh  ke bawah.


Blaaaam!


Astorra lalu bersiap  dengab sihir blockbustermya. Lalu, tampak magi menghancurkan  bangunan  itu. Kemudian dia disambar lagi.


Dia kaget dan langsung menahannya  dengan pedang putihnya itu.


Blaaaaaar!


Dia berhasil bertahan.


‘Hanya kekuatan ini yang bisa mempengaruhinya’ batinnya di sana.


Flasback.


Tap tap tap tap!


Tampak dirinya yang muda. Kini berjalan dengan Mugo. Keduanya tampak tak ada  masalah. Mereka berjalan susuri lorong suatu bangunan kuno.


Tap!


Kemudian mereka tampak melihat banyak prasasti di sana.


“Kak! Inilah tempat yang aku temukan kemarin,” ucap senang Mugo.


“Tempat apa ini?  Dan informasi apa yang ada  pada huruf-huruf jelek  ini?” tanya magi sembari melihat dengab kaca pembesar. Sayu huruf dan gambar yang membingungkan itu.


“Aku mengetahuinya. Karena suatu mimpi. Aku bisa membedakan antara bahasa kuno dan bahasa kini,” jelas Mugo tersenyum. Dia baru berusia 11 tahun. Namun, kemampuannya sudah setara dengan penyihir  profesional.


“Lalu apa arti semua  ini?” tanya magi terlihat masih memeriksa semuanya itu.


“Vampir! Di sinni dijelaskan banyak tentang vampir. Di mana mereka ternyata bukanlah monster yang berasal dari dunia ini! Monster itu bahkan tak punya kepekaan terhadap bau bahkan sampai ke pemikiran. Karena itu dia disebut monster astral! Monster itu konon hanya bisa dilukai dengan sebuah pedang!”


Lalu, Mugo menunjuk sebuah gambar pedang itu. Yang saat ini sama dengan apa yang digunakan oleh magi.


Flasback off.


Blaaaaaaar!


Magi terpental karena serangan  fatal barusan.


“Sialan!”  ucapnya kesal.


Lalu vampir itu ternyata terus menerus menyerangnya dengan sebuah pedang yang ternyata  adalah batang pohon yang dia ubah dengan sihir gelapnya itu.


Blaaar blaar blaaar!


Vampir Astorra selalu dilingkupi  dengan suatu cahaya di atasnya yang berbentuk pipih. Jumlahnya lebih dari satu dan berbagai ukuran.


Hyaaaa!


Blaaaaaar!


Magi tampak terpental sangatlah jauh kini. Sepertinya Vampir itu makin serius kali ini menyerangnya.


‘Aku tak boleh mati! Vampir ini harus di musnah, kan!’ batinnya berteriak. Magi.


Magi lalu menahan sebuah pedang  dengab pedang sucinya itu. Lalu, kemudian  dia pun coba keluarkan kekuatan bertuuan mundurkan sang vampir. Sebuah  gelombang.


Blaaaar!


Kemudian, duaa memunculkan  bola berwarna  hitam. Vampir itu tampak tak percaya.


Blaaaaar!


Bola hitam itu tampak menembak ke arahnya. Mendorongnya hingga jarak 2 mil lalu meledak sangat besar layaknya bom  nuklir.


Jduaaaaaaar!


Entah sihir apa itu.


“Kali ini kau akan coba untuk masuk tahap menengah,” ujar magi ngos-ngosan. Magi masih menunggu sang musuh.


Tap!


Tampak dari kejauhan. Monster itu bangkit sepeti zombie. Dia tampak berdiri dengan luka di sekujur tubuhnya yang terlihat sedikit serius.


“Hahahahaha!”


Magi menatapnya kesal.


“Walau bagaimana pun. Dia adalah monster. Aku tetap akan membunuhnya!” ucap magi.


Flasback!


“Walau  bagaimana pun. Da  tetaplah  monster!”


Seorang anak laki-laki pendek berambut  panjang  itu. Tampak tengah mennagis. Setelah dia dikatakan  seperti itu.


Banyak  anak  yang juga  ikut-ikutan membulinya.


“Suatu saat. Kau akan menghancurkan dunia  ini!”


“Kau seharusnya dibuang atau mati saja!:


“Tapi, karena kau bagian  dari kerajaan  Vampirro! Anak busuk ini masih  hidup hinga saat  ini!”


Itu adalah Astorra. Masa lalunya yang  kelam di mana dia dijauhi oleh semua  orang. Namun, hanya saru orang  yang peduli padanya.


Yaitu ibunya. Sang ratu kerajaan Vampirro. Suatu  kerajaan  sihir.


Namun, usia  sudah bertambah tua. Astorra tampak melihat ibunya itu yang sudah  lemah karena dia terken suatu  kutukan  yang tak bisa disembuhkan.


Orang-orang dulu pernah membisikan  bahwa kutukan itu adalah sesuatu  yang  berhubungan dengannya. Yang membuat Astorra tidak jahat.


Padahal, dia  yakin  dirinya adalah  anak  yang biasa saja. Astorra lalu melihat jatuhnya  ibunya  itu.  Yang  mana itulah terakhir  kalinya.


Setelah tahun berlalu. Dia pun  tampak akan  menaiki takhtanya sebagai  penerus kerajaan.


Namun,  tak  ada seorang pun lagi. Mereka takut. Mereka  tak ada. Semua  orang hilang.


Astorra hanya bisa menggigit bibirnya. Menahan kesedihan itu.


Bahkan,  tak ada orang yang setidaknya. Menghargai keluarga kerajaan  atau  ibunya yang sudah meninggal.


Hingga  suatu kejadian di mana. Astorra pun menyadari sesuatu. Ternyata selana ini. Dia bisa berubah bentuk menjadi seekor monster  yang  amat kuat.


Dia menyadarinya  saat  di makam ibunya. Lalu, di sana. Entah  bagaimana  suatu sinar gelap seperti terpecah lalu merasukinya.


Membuatnya bisa menjadi seekor monster yang  jahat. Monster itu adalah monster legenda. Ternyata  dirinya adalah jelmaan  dari seekor monster jahat yang  sudah diramalkan itu.


Dia pun tak terima. Dia  mencoba membunuh dirinya.  Namun,  tak  bisa.


Lalu, dia putuskan untuk mengutuk dirinya dengan suatu sihir yang akan benar-benar  memutuskan  semuanya. Senua hal  yang ada. Bahkan, legenda monster  ini menjadi  tak  akan pernah  ada.


Lalu, suatu cahaya  entah kenapa menghamprinya  di ambang kematiannya.


Itu adalah ibunya.


Ibunya menatapnya sedih. Dan  berpesan agar terus hidup untuk ibunya. Dirinya  pun menangis tak karuan. Lalu dia pun menjadi sesuatu yang lain berkat kesedihan itu.


Dia menjadi manusia monster  yang tak  terkalahkan. Yang berdasarkan  pada  apa  yang  ingin dia kasihani.  Yaitu  keluarganya  dan  kerajaannya. Vampirro.


Hingga  monster  vampir itu  terkenal di  mana-mana. Lalu, suatu hari  dia pun  bertemu  dengab suatu  penyihir  yang terlalu  kiat  baginya. Dia seorang wanita pemabuk yang  menyebut dirinya “Witcher”  atau saat ini berkuluk lebih tinggi yaitu  “Goddwitcher”


Flasback  off.


Blaaaaaar!


Dua mengamuk. Menghancurkan segalanya. Magi waspada dii tempatnya.


“Ini saatnya. Ku harap aku bisa kenfalikann  kekuatan  pedang  ini!”


Pedang  satunya  berwarna  hitam. Itu adalah  suatu perlambangan terbalik dari kesucian.  Yaitu  kegelapan.


“Hyaaaa!”


Dirinya pun  tampak menggabungkan dua  pedang  itu di atas sana.


Blaaar!


Membuat gelombang amat besar.


Sato yang  tampak sudah dekat. Melihat dan  rasakan sesuatu yang  berbahaya  di  depannya.


‘Ada sesuatu  di  depab.  Apa yang harus aku lakukan?’ Batin  Sato bingung.


Blaaaar!


Keduanya tampak bersiap  untuk serangan final  mereka.


‘Aku akan  terus hidup. Untuk membuktikan  pada semuanya.  Bahwa  keluarga kami  tak  akan  pernah mati. Semua keeluargaku  ada  bersamaku’ batin Astorra.


Hyaaaa!


Blaaaar!


Di sisi lain  tampak  magi sudah satukan  dua pedangnua itu. Kini membuat  cahaya  yang  panjang dan berputar di atas kini menyatu juga.


Blaaaaar!


“Aku berusaha menyatu  dengab kekuatan suci. Ku pikir saat dia melemah setelah  martin sudah berhasil memasangkan  sinyal  pelemahan pada karma seorang itu. Aku yakin ini mungkin bisa  berhasil,” ujar magi  di sana.


Wuuush!


Sato kini melihat jelas dari atas bukit itu. Dia membelalak  kaget.


“Ada dua orang  yang bertarung! Sepertinya salah satunya  tak asing!”


Lalu, dirinya tampak membelalak  kaget! Melihat  Astorra di sana.


“Jadi begitu! Seperyinya  musuh ku di dunia lain ini! Hampir sama seperti  perwujudan legenda  vampir  di duniaku!” ujar Sato.


Kemudian, keduanya  tampak  maju. Untuk serangan  final  mereka.


Hoaaaaa!


Heaaaaa!


Flasback.


Di  suatu dunia. Di akademi. Tampak, Sato yang gunakan pakaian  sihir berwarna  kuning kemasan itu sedang  duduk  di kursinya. Lalu, datang seseorang yang tergopoh kepadanya.


“Ada  apa?” tanya  orang  itu.


“Aku butuh tumbal. Aku  ingin  belajar sihir kekuatan tinggi!” jawab Sato.


“Haaah, kau yakin? Aku tak punya  kenalan  yang mau jadi tumbal. Stok sudah  habis diambil oleh Irwan yang gay  itu,” jawab orang itu.


“Sial, si penyuka sesa  jenis itu!” kesal Sato.


“Kalau begitu. Aku akan  coba cara lainnya! Mungkin  aku akan langsung bertanya pada vampir!”  tukas  Sato.


“A-apa?!  Itu berbahaya!” teriak kawannya  itu.


Sato  menatap ke kawannya. Lalu mengulas senyum.


“Tenang, mereka  saat ini  ada di genggamanku!”  jawab Sato tenang.


Tap tap tap tap tap!


Sato  mendatangi  sebuah  kafe. Lalu, di  sana  tampak  sosok  yang sedang menyapu  lantai.


“Hey, Astorra! Bisa kita bicara sebentar?” tanya Sato.


“Yaa! Baiklah!” jawab Astorra  di dunia  Sato  itu gugup.


Mereka lalu duduk di sana.


Lalu, Astorra  tampak gugup melihat Sato.


“Aku  ingin  sebuah tumbal untuk diriku belajar  sihir yang  tinggi.  Tapi tak punya. Apa kau bersedia menjadi  tumbalnya?” tanya Sato yang sepertinya iseng.


“Ja-jangan! Jika  begitu. Nanti akan  fatal  bagimu!” larang Astorra entah  dia beralasan atau apa.


Sato pun tersenyum.


“Astorra,  sebenarnya  aku ingin  tahu petunjuk orang-orang kriminal. Karena kekuatanmu  juga  bisa melihat  hati  orang bukan?” tanya Sato.


“Ya! Tapi ...”


“Tak  apa!  Aku  butuh  ku  mohon. Satu  orang  saja sudah  cukup!


“Ba—baiklah!”


Kemudian, Astorra tampak  akan  ke rumah Sato. Namun di  sana  dia  ditemui  oleh seseorang.


“Astorra.  Jadi kau  terdampar  ke dunia ini  ya?”


Dialah  Mugo.


“Siapa kau?” tanya  Astorra.


“Aku adalah  orang dari dimensi ke 21. Si tubuh pengganti Godwitcher. Kau mengenalnya  bukan?”


“Godwitcher?!!”


Astorra  berubah rautnya sangat kejam.


“Berbeda  dari  orang  itu.  Aku mencoba membantumu! Aku bisa melepasmu dan membebaskanmu!”  ujar Mugo di sana.


“Tapi aku  terhalang  oleh satu aturan di dunia ini!”


“Apa itu?”


“Aku diubah  menjadi suatu  mitologi. Lalu, aku menjadi terikat pada  seorang  bocah. Menjadikanku hanya bisa hidup di segelnya  saja!”


“Jadi begitu. Baiklah aku tahu  caranya!” ujar  Mugo di sana.


Sato  yang  tak sabar menunggu lalu keluar. Kemudian dia  melihat  Astorra di  sana. Sembari memberikan suatu  kertas sebuah data  sihir  korban.


Tanpa curiga  Sato kemudian menerimanya.


Astorra  tanpa mrmandangnya kembali ke tempatnya  lagi. Sato  pun heran  padanya.


Lalu, kejadian  selanjutnya pun tampak  terjadi.


Sato temukan semua  keluarganya mati. SATO  tak  tahu siapA  dalangnya.


Hingga dua pun tampak mrlihat sosok Astorra  yang kini  berubah. Karena segel yang berada di  tangan Sato tak berguna lagi.


Entah bagaimana.


“Kau!”


Sato tak percaya melihat Astorra di sana. Dia tampak berlinang darah.  Namun, dia tak  terluka dengan darah itu.


“Terima kasih untuk  kehidupan  lima tahunku di sini!”  ungkap  Astorra itu.


Lalu dia pun menghilang.


Sato lalu  bingung. Kini,  dia pun  tahu  siap a dalangnya.  Yaitu  Mugo. Dia mendatangi  Mugo. Yang bersiap  untuk menuju ke dunianya lagi.


“Kau orang yang sudah  lama  aku  ingin  bunuh! Sialan!” ucap Sato  yang kini sudah  dendam dan  menjadi salah satu  penyihir  kuat di dunia ini.


Mugo berbalik darinya.


“Menarik sekali melihat kau ingin berurusan denganku!” ungkap Mugo yang bersiap pergi.


“Aku tak  peduli siap snnarnya kau! Pembunuh keluargaku! Kau adalah  orang yang sudah aku incar selamat ini!” teriak Sato tak terima. Dia menyerang dengan suatu  sihir.


Blaaaaarr!


Namun, muncul Astorra di sana. Dengan orang lainnya  yang masih misterius.


“Vampire  dan Werewolf  ya! Hahahaha!” ungkap Sato dan tertawa.


“Jika kau memang penyihir  juga. Coba hadapi aku tanpa harua bawa dua  mahkluk  lemah ini. Sialan!”  ucap Sato  dan menerjang  Vampire dan Werewolf  itu.


Jdduaaar!


Kini, Sato pun bisa berhadapan  langsung dengan Mugo.


“Kekuatanmu lumayan juga!  Untuk seorang yang sudah kehilangan segalanya.  Aku  jadi tirut berduka,” ucap  remeh Mugo.


“Aku peringatkan lagi! Jika kau tak  mundur!  Aku akan lakuoan  sesuatu padamu  yang akan membuatmu di derita  seribu kesengsaraan!” ucap  Mugo kejam.


“Aku  tak takut!”


Flasback off.


Blaaaaaaaar!


Keduanya tampak bertabrakan. Magi dan Astorra di sana.


Hyaaaaa!


Hyaaaa!


Jdduaaar!


Hasilnya. Tampak Astorra itu yang masih bisa bangkit. Lalu, saat  diambang  kesadarannya. Magi  tampak bergumam mrnyebut sesuatu. Untungnya Astorra yang ada  di deoannya tampak tak mendengar itu.


Cling!


Sato tampak aktifkan karmanya  tiba-tuba. Namun, karma  tu  tampak  berwarna lain.  Bukan  merah. Warnanya seperti  sihir milik magi.


‘A-apa ini?’  batin Sato  bertanya.


“Aku adapah magi!  Saat  ini.  Aku  akan bergabung deanng karmamu  melalui sihir pengubah  nyawa,” ujar suara di dalam  pikirannya.


Setelah itu.


Blaaaaaarr!


Sato  gunakan  karmanya. Menembus pangsung  tubuh vampir Astorra di  sana.


Tampak ada suatu pelindung  yang melindungi seseorang juga sebelum  Sato melangkah.


Tap!


“Sialan,  ini  kekuatan apa?!” teriaj  Astorra yang merasakan  tubuhnya mulai  pudar dari bawah.


Tap!


Sato melangkah ke  arahnya.


“Astorra! Jadi dunia ini adalah tempat asalmu  ya,”  ucap Sato.


Astorra pun  berbalik.


Dia  tampak  geram.


“Sialan,  jadi kau  juga  dipindahkan kemari oleh orang  itu ya! Sialan! Sato! Syangnya sihirmu  ini tak akan  mempan  padaku!”


“Apa?!”


Sato dan  magi  yang  sudah  menyatu dengan karmanya pun terkejut  setengah mati.


Bersambung.