
Episode 129
Groaaaaarg!
Kazumi menatap datar sang monster yang terbelenggu dengan sihirnya itu.
Groaaarg!
Sang monster nampak berusaha keras untuk menghancurkan semua yang sudah membelenggunya di tempat pelataran luas itu. Kita sebut sebagai altar.
Di altar itu. Ada empat tiang besar. Jumlahnya ada empat bagian. Satu tiap dari tiang-tiang itu. Terlihat membelenggu seluruh kaki-kaki monster tipe pemangsa daratan ini.
Groaaaarg!
Monster dengan warna putih agak pucat. Mencoba memberontak agar dirinya terbebas dari seluruh ruang-tiang yang membelenggu keempat kakinya.
Groaarg!
Kazumi nampak mulai turun dari melayangnya itu. Lalu, nampak di melihat ke arah sang monster yang terus bergulat keras berusaha untuk membebaskan dirinya.
"Beraninya kau manusia!" geram monster itu. Diselingi usah dan teriakan kerasnya itu.
Groaaarg!
Namun, Kazumi sang penyihir ketua sebuah klan yang diberi nama dengan namanya dan istrinya. Terlihat, tak menggubrisnya. Kazumi nampak kembali melayang ke arah tepat bagian tubuh terlentang milik si monster.
"Kau!" geram monster itu nampak marah tangannya mengutak-atik dengan kuat. Dia terus berusaha agar dirinya bisa lepas dari belenggu itu.
Namun, Kazumi nampaknya tak membiarkan itu. Dia nampak bergerak ke arah atas monster itu. Sembari dia menciptakan sesuatu di kedua jarinya.
Cling!
Sebuah pola atau tanda sihir kecil tercipta di jari manis dan tengahnya. Di tangan kanannya yang melengkung ke atas.
Kazumi menatap ke arah monster itu dengan sedikit memelas. Namun, dia nampak mengerahkan kedua jari manis dan tengah itu. Di tangan kanannya. Lalu, menyatukan dua tanda sihir berbentuk sama yaitu lingkaran. Namun, warna dan bentuknya sedikit berbeda.
"Teknik sihir penyegelan!" ucap Kazumi setelah dia menjentikkan jarinya.
Ctak!
Masih dengan jari yang sama. Kazumi nampak membuat lingkaran sihir yang besar. Lalu, ada lingkaran sihir lain yang ia ciptakan pula ada di dekatnya.
"Lalu in!" teriaknya lagi. Monster itu melihat ke arahnya dengan tegang.
"Apa yang akan kau lakukan?!" teriak monster itu.
"Heh!"
Kazumi terkekeh. Terlihat, sang monster terus memberontak di sana.
'Itu pasti sihir penyegelan. Aku harus bisa keluar dari sini. Perlu batas waktu setelah sihir segel dilakukan' batin sang monster.
Groaaarg!
Monster berteriak di tempatnya. Matanya nampak memutih. Kemudian, saat itu juga. Dia mengaum.
Groaaarg!
Angin obber nampak tambah banyak dihempaskan dari mulutnya itu. Beberapa tiang penyangga di sana yang merupakan benda paling menyebalkan bagi sang monster.
Terlihat, sedikit miring terkena angin obber yang amat besar. Kazumi menatapnya datar.
"Percuma saja! Kau akan aku sembunyikan di tempat ini. Untuk selamanya!" ucap Kazumi tenang.
Monster itu terbelalak kaget.
"Jangan seenaknya kau!" geram sang monster.
Groaaarg!
Terlihat mengaum keras. Kini, semua tiang-tiang besar itu. Di bagian atasnya nampak sudah patah. Hal itu nampaknya melemahkan kekuatan dari belenggu itu.
Monster itu nampak belum puas. Kali ini dia berhasil sedikit bangkitkan tubuh.
Groaaarg!
Nampak, monster itu terus memberontak. Hingga terlihat semua tiang penyangga itu. Tampak, bergerak-gerak terkena angin milik sang monster yang kini tambah kuat dan lebih besar lagi angin obber itu dikeluarkan dari dalam mulutnya.
Groaaaarrg!
Monster itu terus mencoba membangkitkan dirinya. Kakinya kini sudah bisa berangkat beberapa saat. Saat itu Kazumi sudah menyatukan dua tanda sihir besar maupun kecil di tangan dan atasnya itu.
Cling!
Saat dua tanda itu bersatu. Kini, suatu tanda sihir menyala di tangan dan atas dari tubuh Kazumi berada.
Tanda itu terlihat berbentuk lain. Bentuknya tampak lebih rumit dari tanda sihir milik Kazumi yang sebelumnya.
Terlihat, Kazumi menatap ke arah bawah. Sang monster masih bersikeras untuk menghancurkan empat tiang pusat dari tempat pembelenggu dirinya sendiri.
Monster itu terus mengeluarkan hempasan angin ke segala arah. Semuanya nampak sangat kuat. Akan tetapi Kazumi terlihat masih diam dan tidak terkena dampak dari semua yang sudah mencoba menghancurkan belenggu itu.
Goaaarg!
Monster itu semakin lama semakin menjadi-jadi.
Groaaarg!
Suaranya terus menggetarkan temoat itu. Dibarengi dengan keluarnya angin kuat yang punya kekuatan yang sangat besar.
Blaaaaar!
Kini, nampak Kazumi sendiri masih diam dengan tenang di tempatnya. Kazumi melihat dengan tatapan sangat tenang.
'Percuma saja. Dasar monster bodoh, apa kau tidak merasakan ada yang aneh dengan keadaan ini?' Batin Kazumi tampak setelahnya.
Dia pun terlihat menyatukan lagi dua tanda sihir yang ada padanya.
Cling!
Sihir paling besar itu turun ke bawah. Melebarkan dirinya. Lalu, tercipta lubang di sana. Saat sihir itu akan melewati tubuh bagian tengahnya
Ada satu titik lubang khusus yang dimana. Kazumi menyelipkan tanda sihir yang lebih kecil di telunjuk tangannya itu.
Cling!
Sinarnya juga tambah terang. Kazumi membiarkan tanda itu kini berada di bawah kakinya. Dia melayang tepat di atasnya.
Tanda sihir itu terlihat punya dua bagian yang punya tanda yang tidak saling menyatu. Lalu, kedua bagian itu terdiri dari bagian dalam yang lebih kecil lalu bagian luar yang luas.
Kedua bagian itu kini nampak perlahan berputar berbeda arah. Satu bagian berotasi ke kiri yang lain ke arah sebaliknya.
Kini, Kazumi nampak mengangkat tangannya. Dia lalu berganti posisi untuk menghadapkan diri tepat ke arah tanda sihir miliknya dan sang monster.
Sang monster sendiri. Kabarnya tampak dia masih terbelenggu.
'Sialan! Sihir macam apa ini! Semakin aku mencoba menghancurkan semua pasak yang menyebalkan ini. Semakin kuat pula pasak itu kembali seperti semula! Sialan! Orang ini ternyata punya kekuatan setara dengan para pengarung waktu dan dimensi!' Batin sang monster kesal.
Groaaarg!
Namun, dia tak patah arang. Sang monster terlihat dia terus mengusahakan dirinya agar terbebas dari semua belenggu yang menusuk keempat kakinya di altar itu.
Kazumi memandang ke arah bulatan sihir itu. Tanda sihir itu nampak perlahan mengeluarkan cahaya sinar yang sinarnya itu bergerak berurutan. Dari bagian terdalam hingga ke luarnya.
Kazumi kini mulai menggerakkan tangannya. Lalu, tak disangka. Dari dalam lengan baju miliknya. Keluar suatu pedang yang berwarna biru. Pedang itu bercahaya saat itu.
Kazumi pun memegang erat pada tangan yang sama dengan sumber baju lengan yang mengeluarkan benda itu.
Tap!
Kazumi menatap tajam ke arah depan sana. Lalu, dia perlahan menusukkan pedangnya itu ke tepat bagian tengah lingkaran tanda sihir di sana.
Cling!
Saat itu pula. Tercipta suatu ruang di tengah tanda sihir itu. Lalu, ruang itu nampak menyatukan diri dengan sang pedang yang mulai menembus keluar dari tanda lingkaran itu.
Kini, terlihat saat keluar dari lingkaran sihir Kazumi. Pedang itu kini mempunyai bentuk yang lain.
Monster itu nampak terkejut seraya dirinya menghentikan usahanya itu.
"A-apa itu?!" teriaknya melihat sesuatu di atas sana yang bersinar tersebut.
Cling!
Suatu benda besar itu. Keluar muncul dari dalam tanda sihir lingkaran yang sinarnya makin pudar.
Kazumi terus membiarkan pedang itu. Lalu, kini hingga semua pedang miliknya itu keluar dari dalam lingkaran sihir tersebut.
Cling!
Saat itu. Lingkaran itu seperti terserap kepada benda yang terubah dari pedang milik Kazumi. Lalu, kini suatu hal yang lumayan besar tampak di depan Kazumi beberapa meter. Benda itu besar dan berwarna putih. Lalu, ada suatu corak-corak di benda panjang nan besar tersebut.
"Kau akan kau segel!" teriak Kazumi. Dia mengangkat dan menggerakkan tangannya.
Blaaaarr!
Saat itu, benda besar itu bergerak cepat ke arah sang monster yang nampak ingin menghindarinya. Namun, dia lupa bahwa keempat kaki miliknya masih terbelenggu secara erat deangn empat tiang yang masing-masing menusuk satu kakinya.
Groaaarg!
Monster itu nampak terus mengumpat.
Blaaar blaaar blaaar blaaar!
Kazumi nampak terus mengerakkan tangannya mengerat ke depan. Diikuti benda itu yang datang lebih dekat ke arah sang monster yang berteriak keras tak terima.
Groaaaarrg!
Monster itu terus saja memberontak. Dia sepertinya tidak rela disegel di tempat ini.
"Tidaaaaak!"
Benda itu pun nampak menyentuh dirinya. Lalu, setelah itu. Semuanya nampak bercahaya putih seperti warna cahaya dari benda besar dari kekuatan sihir Kazumi itu.
Tap!
Kini, Mugo terlihat memandang ke arah belakang sana. Di saat dia sudah menaiki kereta setelahnya.
Cling!
Sebuah cahaya putih panjang dia lihatnya dari tempat Kazumi bertarung tadi dengan monster itu. Orang-orang lain nampaknya tak bisa melihatnya.
Mugo tak mencoba untuk memberitahukan hal itu. Dirinya hanya fokus menatap sinar itu yang kini sudah hilang dalam hitungan detik saja.
Di tempat Kazumi. Kini, dia ternyata sudah berada di tempat biasa lagi. Tempat yang sama sebelum sihir penyembunyian miliknya digunakan.
Kazumi terlihat menatap sebuah benda yang kecil dan berwarna putih. Akan tetapi bentuknya sama dengan hal terakhir yang paling menonjol dalam pertarungannya melawan monster itu.
Itu adalah benda besar itu. Lalu, kini menjadi seukuran batu kecil biasa. Kazumi menatapnya dan menyimpannya ke dalam baju.
Tap!
Dia melangkah ke arah tempat istana dari klan cabang Kazumi yang sudah tidak ada itu. Nampak, hanya tanah kosong saja yang ada di tempat.
Kazumi nampak menunduk meratapi hal ini. Dia nampak akan melakukan suatu sihir teleportasi untuk menuju istana utama klan Kazumi. Kediaman dirinya.
Cling!
Namun, seseorang nampak muncul dari sebuah lubang berwarna hitam di depannya tak terlalu jauh. Membuat Kazumi kaget. Dia lalu masih di sana dengan membatalkan sihir teleportasinya.
Dia menatap sosok yang muncul tiba-tiba di depannya.
Tap!
Sosok itu pun nampak melihat ke arah Kazumi dengan tatapan yang menyeramkan. Dia punya penampilan yang sensasional dibandingkan dengan tampilan penyihir pada umumnya.
"Tuan Kazumi! Maafkan aku," ujar orang itu.
Kazumi menatap sedikit tidak percaya.
"Kenapa kau melakukan ini semua? Bukankah kau sedang dalam kegiatanmu di tempat yang jauh?" tanya Kazumi dengan nada tidak percayanya. Dia masih ingin menyelidiki keterlibatan orang ini terlebih dahulu dengan semua bencana itu.
Orang dengan penampilan eksentrik tersebut nampak tertawa.
"Aku sudah tewas! Tuan Kazumi!" jawab orang itu dengan suara yang kini sangat berbeda.
Bersambung.