Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Pembelajaran berharga.



Episode 101


Tap!


 


Sato tampak berdiri di depannya ada seseorang. Lalu, orang itu pun menoleh. Dirinya  tampak  tak percaya.


 


“Kau! Ternyata masih hidup. Tuan—“


 


Cling!


 


Namun, orang itu segera berubah dengan ditandai cahaya putih membalutnya.


 


Wuuush!


 


Lalu, orang  itu berubah menjadi orang yang tadi. Sato pun kebingungan.


 


“Apa arti semua  ini?” tanya Sato.


 


“Ini adalah sihir ruang dan waktu. Seperti ini tata caranya,” jawab orang itu.


 


“Jadi, menampilkan sesorang yang  pernah kita kenal begitu?” tanya Sato.


 


 


Orang itu mengangguk.


 


“Lebih tepatnya. Orang yang hidup di masa lalu,” jawab orang itu.


 


“Alasan sihir ini bernama ruang dan waktu. Karena sihir ini harus dilakukan di sebuah ruangan  yang rumit. Lalu, ruang itu juga harus diperhitungkan agar waktu dan ketepatannya saat kau  menggunakan untuk menemui seseorang itu. Akan sangat tepat,” jelas orang itu.


 


“Ini  sihir yang luar biasa.  Apa aku boleh—“


 


“Tapi sayangnya. Sihir ini belum sempurna,” lanjut orang itu memotong kata-katanya.


 


“Apa maksudnya?” tanya Sato.


 


“Hal yang kau lihat tadi. Adalah sebuah sihir yang belum sempurna. Tadi itu  hanya berselang dua detik saja,” jawab orang itu.


 


“Baiklah kalau begitu, aku jadi  mengerti dan memahaminya saat ini.”


 


Sato lalu kembali ke teman-temannya. Lalu, mereka sepertinya sudah cukup untuk saat ini.


 


Mereka pun akan kembali ke kota mereka. Tadi itu  sangatlah menyenangkan. Lalu, Sato juga tahu tentang sihir itu dan cara menggunakannya.


 


Dia pun lupa untuk bertanya langsung pada Syaumu yang tentunya sangat tahu hal tersebut. Hingga dia pun bertanya tentang itu.


 


“Apakah anda tahu sihir ruang dan waktu?” tanya Sato.


 


Syaumu mengangguk.


 


“Ya, itu sihir yang lumayan susah,” jawab Syaumu.


 


“Aku pikir, sihir ini bisa berguna untukku. Bisakah kita lakukan ini?” tanya Sato.


 


“Apa yang ingin kau lakukan dengan sihir itu? Menemui saudaramu yang sudah meninggal?” tanya Syaumu.


 


“Tidak, bahkan  lebih  penting. Ini semua bahkan ada hubungannya dengan orang dibalik semua ini!”


 


Deg!


 


Syaumu terpana.


 


“Apa kau serius?”


 


Sato mengangguk.


 


“Ya!”


 


“Tapi, kita tak boleh meminjam suatu ruangan di kota tadi. Namun, aku  punya cara lainnya,” ujar Syaumu.


 


Sato pun mengangguk saja. Dia percaya Syaumu bisa diandalkan.


 


Malam larut mereka sampai  di rumah. Sayugo digendong ke dalam yang tidur di tengah perjalanan mereka.


 


Lalu, sepertinya Syaumu dan Sato akan memulai itu. Syaumu mengajaknya ke ruangan yang kosong dan gelap. Hanya sinar bulan yang menerangi  ruangan itu dari jendela dan ventilasinya saja.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Sato menatap penuh harap.


 


“Sihir ini bahkan akan lebih lama kau tahu? Aku akan lakukan itu jika memang ini sangat membantu perang nanti,” ucap orang itu.


 


“Ya! Aku pastikan itu! Aku sudah merencanakannya,” jawab Sato.


 


“Karena ini sihir kelas atas. Aku yakin efeknya juga luar biasa,” bebernya Sato.


 


“Benar! Sihir ini akan memberitahu orang di masa lalu. Bahkan membiatnya tidak mati atau mengetahui sesuatu dari masa depan. Itu jika sempat,” balas orang itu.


 


“Jadi kita mulai dari mana?” tanya Sato.


 


“Ya! Aku punya sihir tentang pemanfaatan bulan. Aku juga sudah dapat ijin dari yang mulia. Jadi aku bisa lakukan ini saat ini!” jawab tegas Syaumu. Pria penyihir kuno.


 


Kemudian, dimulailah sihir itu.


 


Syaumu tampak menggunakan sihir yang bernuansa gelap. Kemudian tercipta ruangan yang sepertinya sangat kecil. Lalu hal itu membuat diri Sato  masuk ke dalam sana.


 


Lalu,  di sana terdapat seseorang yang Sato ingin temui. Yaitu, adiknya.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Di sana. Sato mulai menyapanya. Lalu, dia katakan banyak hal yang tak bisa kita dengar. Wajah adiknya tampak sedikit terkejut. Lalu  dia pun mengangguk mengerti. Memastikan itu.


 


“Mega, kau adakah orang yang saat ini bisa diandalkan. Aku tahu kau adalah penyihir itu di duniaku. Aku ingat betul kejadian itu. Maka dari itu aku harap kau bisa mentransfer perasaanku ini. Pada dirimu yang lain. Aku yakin kau pasti bisa  berjuanglah!”


 


Cling!


 


Tubuh itu pudar. Lalu  tampak wujud mereka kembali ke semula. Syaumu tampak berdiri  di sana.  Menatap Sato yang masih  berwajah serius setelah melihat adiknya.


 


“Siapa yang kau  temui?” tanya Sato.


 


“Yang mulai Syaumu! Aku pikir kita bisa meminta bantuan orang yang bisa melakukan ini! Karena aku yakin dulu sekali. Aku melihat adikku dalam versi dewasanya. Dia pernah menyapaku dan dia mengenaliku. Aku sudah hafal dan waktu itu. Dia juga melakukan hal yang selalu adikku lakukan dan hanya aku dan dirinya yang tahu,” jawab Sato.


 


Syaumu tampak memandang serius.


 


“Ya! Aku dengar klan Kazumi adalah klan yang punya kekuatan sihir semacam itu,” balas Syaumu.


 


“Benarkah?”


 


“Ya! Tapi, dulu hanya rumor. Saat itu ada salah seorang bawahanku bernama Mendy. Dia penyihir berbakat dan salah satu muridku. Dia punya pengalaman yang aneh bersama dengab salah seorang klan Kazumi.”


 


“Apa itu?”


 


“Saat itu dia sedang mmeakuan perjalanan misi bersama orang Kazumi itu. Mereka sangat cepat akrab. Mereka punya kecocokan yang luar biasa. Itu jarang bukan? Lalu, suatu saat. Mendy kehilangan si Kazumi itu dalam sebuah perang yang mereka mainkan. Intinya dia tewas. Dia pun berkabung dan merasa sedih. Namun, suatu ketika datang seseorang yang mengaku adalah orang Kazumi tadi. Dia sangat shock bahkan orang itu tahu apa saja rahasia yang sudah fia katakan pada orang itu. Namun, perawakannya lain. Walau begitu wajah mereka sama dan ekspresinya itu kata Mendy sangatlah sama. Semuanya yang sudah dia tahu.”


 


“Lalu setelah itu?”


 


“Entahlah, semenjak itu. Mendy tak ingin menjari penyihir lagi. Karena dia sudah tak ingin melakukan hal berbahaya.”


 


“Apa kau yakin?”


 


 


“Apa itu?”


 


“Mereka bepergian. Namun setelah itu tewas tiba-tiba tanpa sebab!”


 


Deg!


 


“Itu aneh bukan? Tak ada tanda sihir atau dengan lainnya. Apakah itu semacam kekuatan dari Kazumi itu? Di mana dia menyesali dirinya yang mati dan mengingatkan Mendy agar tak macam-macam?” tanya orang itu. Syaumu.


 


Sato yang kaget tak bisa berkata apa-apa.


 


“Seandainya aku ini penyihir. Mungkin aku akan tahu hal semacam ini,” gumam Sato.


 


Esoknya.


 


Sato kembali untuk berlatih lagi. Namun, dua tak terburu-buru.


 


Huft!


 


Dua mengatur nafasnya di sana. Lalu, dia pun mulai untuk berlatih olah nafas di tempat  itu.


 


Tap tap  tap tap tap tap!


 


Megamu lewat di depannya. Dia tahu  Sato sedang fokus. Lalu, Sayugo terbangun. Sayugo langsung naik ke atas untuk sesuatu. Mungkin dia lapar.


 


Tap!


 


Di atas sana sudah ada semuanya sedang akan sarapan. Sepertinya mereka mengerti Sato sedang latihan.


 


“Kemarin itu sangat menakjubkan. Aahhhh.  Aku jadi ingin ke sana lagi  kapan-kapan,” senang Sayugo mengingat kenang-kenangab itu.


 


“Oh iya. Sayangnya aku lupa memotret sialan,” tambahnya lagi.


 


“Untunglah aku bawa foto kemarin. Yang aku simpan di kalungku. Benda itu akan memotret hal-hal yang belum aku lihat atau terlihat sangat menakjubkan,” timpa Chintya. Membuat Sayugo tamalpak iri hati.


 


“Huh, andaikan aku juga punya teknologi  itu lagi.”


 


Lalu, semuanya tertawa sebelum mereka makan.


 


Sato fokus dan mulai membuka mata.


 


Kryuuuuuk!


 


Bunyi ayam tidak itu bunyi sesuatu yang lain  dari Sato. Dia pun lantas naik ke atas.


 


Dia pun mulai sarapan. Karena dalam latihan pernafasan. Dia terbiasa tidak makan apa pun agar bisa fokus.


 


‘Baiklah  hari ini lancar’ batinnya di sana.


 


Syaumu tampak sibuk di ruangannya itu.


 


Chintya dan Sayugo berbelanja  di pasar. Membantu pekerjaan pelayan di sana.


 


Megamu memandang Sato dari ruangannya itu. Sato ada fi halaman sana. Diperhatikan juga oleh beberapa prajurit penjaga. Mereka bahkan menyoraki Sato. Mereka sudah sangat dekat dengan Sato.


 


Sato terus fokus.


 


 


Huft!


 


‘Aku harap metode kali ini berhasil’ batin Sato.


 


Wuuush!


 


Sato pun kembali ke perjalanan itu lagi.


 


“Lama sekali kau tak berlatih Nak? Apa kau mengalami kecelakaan?” tanya orang tua itu.


 


“Diamlah. Aku sedang fokus!” ujar Sato.


 


Lalu, dia pun tampak  akan  lakukan sesuatu dengan kekuatannya yang mulai bersinar di sana.


 


Matanya mulai merah seperti karma.


 


“Hyaaaaa!”


 


‘Dengan begini cukup’ batin Sato.


 


‘Aku kan coba menyerangnya. Dengan memindahkan dimensi kecil dalam karma ini!’ Batin Sato bersemangat.


 


Hyaaaaaa!


 


Sato tampak melesat kali ini Sangatlah cepat.


 


Wuuush!


 


Orang tua itu terkejut akan kecepatan itu.


 


‘Ini kecepatan teleportasi. Karena aku juga adalah manifestasi para penyihir atau orang-orang kuat. Aku jadi bisa melihat kecepatan gerak pindah tempat ini’ batin karma di sana.


 


Kerutan di wajahnya tampak menghilang. Karma lalu  melihat serangan Sato.


 


“Hyaaaa!”


 


Blaaar Bzzzzzzzt!


 


Tap!


 


Sato terbangun dan betjalan ke  suatu tempat di malam itu. Dia tampak membaca beberapa sihir lagi. Untuk sumber inspirasinya.


 


Dengan peluh yang berjatuhan dia bersemangat mencari info demi info sihir lagi.


 


Hingga  dia pun kembali beranjak dari sana.  Di malam itu dia melatih teknik lain. Yang dia dapatkan. Yaitu “pengembangan!”


 


Dirinya akan meningkatkan kekuatan pikirannya. Agar fokus  ke arah karmanya.  Adalah pengembang kekuatan. Bukan hanya menggunakannya saja.


 


Wuuush!


 


Angin malam menembus sampai ke tubuh Sato. Stao  pun kegigilan dan masuk ke kamarnya lagi.


 


Sayugo tengah mendengkur dengan ingus yang keluar. Lalu, dia pun mulai terbaring di malam itu. Hari  ini sepertinya latihan Sato belumlah berjalan dengan baik.


 


Sato pun tidur saja.


 


Tap!


 


Sato mulai untuk berlatih kagi. Dengan cepat dan tangkas. Dia selalu ikut latihan mingguan beladiri para tentara di istana itu.


 


Syaumu tampak menyemangati Sato di sana. Sayugo ikut dan langsung tepar karena kehabisan tenaga. Dia sepertinya belum temukan kekuatannya lagi.


 


Sato lalu berlatih apa pun itu. Agar dia bisa  kuat di medan perang nanti.


 


Tampak, Sato saat ini tengah berburu di hutan.


 


Bersambung.