Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Akhir segalanya dan menuju misi baru!



episode 73


Sayfull terlihat sangat jahat kini. Singa miliknya juga tertular kekuatannya itu. Dia menggeram lirih.


Tempat Sato.


Semuanya menangis. Vinita tampak sedih sekali, beberapa pria seperti Bernard tampak menatap sedih ke bawah. Mereka tak menangis namun, sangat sedih.


Namun, mereka kembali fokus ke semua monster di dunia ini.


Groaaaarg!


Sebuah monster kelabang kini mengacau di kota sekitar rumah Sato. Untunglah semua keluarganya sudah berada di dimensi sihir.


Lalu datang seseorang yakni Marra.


Jduaaar jduaaar!


Dia menggunakan laser dan berhasil memotong beberapa bagian kelabang super besar itu.


Marra lalu mengajak ribuan prajuritnya untuk menyerang juga.


Blaam blaaam blaaaam!


Keadaan di sekitarnya tak jah beda. Beberapa orang dari Black destroyer juga mengatasi hal itu


Kini Sato tampak menghadapi seorang monster manusia yang bernafas api.


Monster itu tampak hanya sisa kepalanya. Namun, dia bisa hidup dan melayang.


Kini, kpalanya itu sudah terbungkus api. Memperkuat dirinya dan serangannya itu.


"Sato awas!" seru megamu.


Bzzzzt!


Lalu, listrik dari Fernie membuat dinding dari api monster itu.


Huaaaaa!


Monster itu lalu menyambut lagi. Dan listrik dari Fernie ternyata bisa merambat melalui api itu.


Membuat monster kini lumpuh.


"Sekarang Sayugo!" teriak Sato menginterupsi sahabatnya itu.


"Sabar!"


Sayugo lalu mengarahkan tembakan beratnya. Lalu menembakkan sinar putih kebiruan dari dalamnya. Setelah dia memutar sesuatu di alat itu.


Blaaaaar!


Sekarang, monster itu sudah kalah. Mereka pun beralih ke monster lain.


Ada dua monster yang tinggi. Berwujud seperti manusia dan bisa mengeluarkan lidah panjang.


Sato lalu lari ke arah monster yang tengah menyerang beberapa warga itu. Dia mengisi dengan pedang barunya itu.


"Ayo bantu aku Weapon Cirhell!"


Kini, diketahui bahwa nama pedang kuat Sato itu Weapon Cirhell.


Blaaaar!


Sato menebas silang ke arah dua monster itu. Lalu, membuat mereka mundur dan menabrak banyak bangunan. Semua warga yang lari untuk mengungsi. Berterima kasih padanya.


Sato lalu fokus lagi. Monster itu tampak akan bangkit. Asap mengumpul di tubuh mereka hasil kejatuhan mereka.


Sato menggumam.


Kini, ada satu monster yang punya sayap. Bentuknya seperti burung dengan paruh panjang dan bergerigi.


"Kwaaaaak!"


Sato melihatnya lalu Sayugo menembakinya. Namun, berhasil dihindari. Kini, karena melihat itu. Sato tak sadar monster tadi menjulurkan lidah berwarna biru bercahaya itu.


Siuuu!


Sato tak lengah dan melompat ke atas.


Lalu ...


"Penusuk jarum!"


Dia menggunakan jurus kuatnya untuk menusuk kedua tubuh monster itu. kini,  mereka binasa dengan lubang besar yang tak terelakkan.


Lalu, terdengar berita dari telinganya itu.


"Semuanya hampir 100%. Percepat pembasmian!" ucap suara manda itu.


"Baik!"


Sato dan teamnya kini mengalihkan ke arah lain. Mereka kini mengincar monster besar terbang tadi.


"Uaaaaak!"


Monster itu menghindar dari tembakan Sayugo.


"Sial!" kesal anak itu.


Lalu, monster itu tampak melesatkan telur-telur misterius.


Lalu, keluarlah monster lain tang bentuknya hampir sama.


"Groaaarg!"


"Sialan!" ucap Sato dan menghabisi semua monster itu. Kini, Sato mencoba melompat dab meraih monster itu.


Dia menebas dengan Weapon Cirhell dab mengenainya.


Blaaar!


Meledaklah monster itu.


Kini Sato dan yang lainnya menuju ke sebuah pesawat yang akan membawa mereka ke tempat dragon.


Brrrrrm!


Tampak Bernard sudah sampai di tempat dragon yang kini kewalahan. Karena api biru milik Deus tak berhenti juga.


Dia membantu dengan Twist Blast!


Monster itu lalu mental lagi sangat jauh.


Semua robot sisa milik Masilius kini menembakkan gelombang penganggu monster itu. Membuat dia kesakitan tanpa sebab.


Menahan si monster agar tidak ke mana pun.


Di dunia sihir.


Tampak Marco dan klan Kazumi suda berada di tempat umum. Mereka akan menyaksikan pidato dari Godklannad. Eldorick.


Tap tap tal tap!


Eldorick sampai di tempat itu. Lalu, dia pun mulai menyapa semua warga Hompir dan klan yang ada di tempat itu.


"Salam sejahtera. Aku Eldorick akan menyampaikan sapaan perjuangan bagi kalian semua," ucap wanita pendek itu.


Rambut yang berbeda warna di dua sisi itu. Satu sisi berwarna hitam dan sisi lain berwarna putih. Eldorick punya mata merah menyala.


Dia lalu menengadahkan tangannya ke atas. Bersiap untuk pidato kaki ini.


Mugiwa memujinya. Mengharapkan Sato bertemu dengan wanita luar biasa itu.


"Mugo punya banyak bawahan, dia mengumpulkannya dasawarsa ini," ucap Eldorick di hadapan semua orang.


Semuanya mengangguk.


"Saat aku bertemu di bulan. Dia mengatakan banyak hal. Namun, aku tidak percaya pada semua itu kecuali melihatnya langsung."


"Lalu, setelah mengatakan itu. Dia tiba-tiba hilang!"


"Di perang nanti aku harap kalian semua menang. Aku tidak ingin hidup berdampingan dengan orang itu. Orang itu sangat jahat dan mungkin akan berusaha menguasai Hompir  dan menjatuhkanku."


Semuanya bersorak.


"Maka dari itu. Walau tanpa aku bantu secara langsung. Kalian akan tetap semangat dan bisa menang dengan mudah. Seperti biasanya."


"Seperti biasanya!"


Tap tap tap tap tap!


Suara seseorang yang mereka kenali musuh itu. Sedikit mengejutkan semua orang. Eldorick menatap tajam lima orang itu. Dua diantaranya adalah Sephij dan ... Mugo!


Sebelum itu.


Tampak Sephij dan Mugo mendatangi tempat mereka seperti biasanya. Tempat gelap di dunia sihir. Mungkin markas mereka.. hanya berapa obor lilin yang menyala di suatu tempat.


Seseorang berambut biru tampak sedang tiduran di lantai itu. Lalu dia mendengar kedatangan dari dua orang itu.


"Oh kalian," ucap jago. Orang itu dia masih berbaring santai.


"Hahahaha, kiat bertemu dengan si pengangguran," ucap Sephij bercanda.


"Diamlah!" bentak jago tak senang.


"Tenanglah jago, kau akan beraksi seperti biasanya," ucap Mugo menghibur.


"Tch!" jago kesal dan menghadap ke arah lain. Jago tadi sedikit memandang ke arah sesuatu yang dibawa oleh Mugo. Sebuah mutiara berbentuk lancip berwarna merah itu.


Tampak ada tali melingkar di benda itu. Layaknya liontin kalung.


Lalu, dia pun menghela nafas dan terpejam di sana.


Kembali saat ini.


Tap tap tap tap!


"Sepertinya di perang nanti, akan ada banyak yang memihak kita hehehe," ucap Sephij menyebalkann


Semua orang kaget pada tiga orang lain yang datang bersama mereka.


"I-itu ...."


Tiga orang itu semuanya berwajah Mugo. Namun, warna rambut mereka berbeda warna. Ada pula yang tidak berambut sama sekali.


"Me-mereka ...."


"Para tubuh cadangan Godwitcher!" desisan Godklannad.


"Tidak hanya itu!" ucap Mugo.


Lalu ....


Tap tap tap tap tap!


"Hallo, warga Hompir semuanya!"


Ucapan itu terdengar dari atas mereka. Lalu, seseorang itu yang hampir mirip dengan Eldorick. Membuat semua orang juga sangat terkejut.


"Dia adalah janin kembar yang punya kekuatan setara dengan Eldorick, hehehe," ucap Sephij menyebalkan.


"Dari mana kau mendapatkan itu semua, Mugo!" bentak seorang yang tak asing. Kepala sekolah Saintov nampaknya merasakan hadirnya mereka di Hompir.


Beberapa kepala sekolag lain juga melihat mereka.


"Astaga!"


Mereka semua sama kagetnya dengan semua orang. Tak menyangka, dengan apa yang dimiliki musuh.


Lalu, tampak seseorang mengangkat tangannya.


"Tenanglah!" ucap orang itu.


"Di-dia!" ucap semuanya tak percaya dan kagum juga.


Seseorang yang tampak berada di menara tinggi itu  lalu turun.


"Kami dari pasukan penjaga dunia ini yang diperintahkan langsung oleh Godwitcher. Juga akan memihak ke arah Eldorick yang asli!"


Ucapan orang itu membuat semua orang bersorak. Sephij pun kesal.


"Tak hanya itu!" ucapnya lagi.


Groaaaaarg!


Tampak sesosok monster naga hitam yangg mengerikan ada di atas sana.


"Aku raja naga di dunia ini!" ucap sosok itu berbicara.


Semuanya memandang je arah atas.


"Aku dan seluruh naga akan membantu pihak Eldorick. Groaaaarg!"


Bersamaan dengan ucapan itu tampak banyak naga beterbangan di tempat itu yang beemacam-macam. Itu membuat wajah milik Sephij tambah kesal sekali.


Groaaaarg!


"Lalu kami para penyihir kuno. Juga akan membantu akademi!"


"Dan kami penyihir es."


Penyihir es adalah seorang yang sangat kuat dalam hal sihir. Namun, mereka melakukan perjanjian untuk tak pernah bertarung lagi hingga masalah besar terjadi.


"Lalu kami ras albaran!"


Ras albaran adalah ras pengguna kekuatan kuat dan jarak dekat. Mereka semua oaati punya otot yang kekar.


Sephij sangat kesal saat ini.


Setelah itu, dia lalu menuju ke suatu tempat.


"Aku pinjam sedikit kekuatan itu. Boleh kan?" tanya Sephij.


"Untuk memperkuat pasukan kita?" tanya Mugo polos.


"Tentu saja! Dengab sedikit kekuatan sihir dan eksperimen sihir," ucapnya misterius.


Saat ini. Malam hari di dunia sihir. Kini, Sephij tampak memandang seluruh pasukan mereka yang seluruhannya adalah warga lokal yang diubah itu. Beberapanya dibangkitkan dari kematian oleh sihir kegelapan.


Lalu, tampak Sephij dengan kuali besarnya tu. Dia mengaduk cairan di dalamnya dengan sebuah sendok kayu purba.


Gluup gluuup gluuup!


Mugo tampak melihat dari samping. Di hadapan sana. Sudah ribuan orang yang takluk pada keduanya. Pasukan mereka yang dipersiapkan untuk melawan semua akademi sihir.


Gluup gluup gluup!


"Aku akan membuat mereka menjadi sangat kuat. Bahkan satu dari mereka setara kekuatan satu penyihir profesional," ucap Sephij membuka wacana di tempat itu.


Mugo hanya tersenyum puas.


Lalu dari balik dinding itu. Tampaknya, ada sosok lain. Dia adalah jago. Dia melihat sekilas lalu  pergi dari tempat itu.


Dia pergi sambil menggenggam tangannya erat-erat serelag melihat itu semua.


Kini jago sudah berada di luar. Dia lalu berburu dengan cepat bisa mendapat santapan besarnya. Seekor ikan darat yang besar sekali.


Dia menahannya sendiri di sana dan ludes begitu saja.


"Tenang saja Shimun, aku akan segera membalas kedua orang itu. Di masa depan," ucap jago sembari makan itu ke dalam mulutnya.


Tempat Sato.


Wuuuush!


Datanglah Sato dkk. Chintya tampak tak ikut karena kekuatan greynya terkuras habis. Kini, dia dirawat karena kehabisan tenaga.


Groaaaaarg!


Monster itu bangkit lagi.


Setelah di serang berkali-kali. Lalu, kini menyerang balik robot-robot milik Masilius.


"Kurang ajar!" ujar Masilius.


Kini dai tersisa 10 robot saja.


Blaaaar!


Kembali lagi Vinita dan haik menyerang dengan bersamaan. Monster itu tersungkur ke dataran lagi.


"Bagus haik dan Vinita," ucap Yam dan manda di monitornya.


Groaaaarg!


Monster itu kembali bangkit.


Namun, dia kembali diserang oleh listrik dari Fernie.


"Kita mulai!" teriak Sato dan bersiap menerjang.


Sayugo menembak.


"Laser pemusnah!"


Blaaaaar!


Listrik itu tambah menyengat kala Sayugo menembakkan lasernya itu.


Kini, dragon, Sato, haik, Vinita dan Yam. Mereka para penyerang jarak dekat.


Lalu, melompat dan menyerang secara bersamaan.


"Penusuk jarum!"


"Blue punching!"


Blaaaaar!


Monster itu tampak hancur karena kekuatan itu. Dia kesakitan. Semua dataran planet itu bergetar karena listrik menghancurkannya.


Monster itu tampak melemah drastis karena itu.


"Belum cukup!" seru manda.


Megamu lalu menutup matanya. Fernie kini menatap ke arah kembarannya itu.


"Sudah saatnya mencobanya," ucap keduanya bersamaan.


Kini, cahaya merah muda menyinari diri mereka berdua.


Membuat sesuatu yang aneh pada Sato. Dia beraksi setelah ap yang dilakukan oleh keduanya.


"Masih belum sempurna, hanya memicu kebangkitan karma saja!"


Sring!


Blaaaaaaar!


Sato sudah dalam mode karma karena rasa sakit di dadanya itu.


"Sial," ucap Fernie kecewa.


Kini, dia sudah berganti sadar dengan megamu.


"Fernie?!" kaget Sayugo.


"Tak biasanya," ucapnya lagi heran.


Blaaaar!


Bernard melihat Sato yang membara itu. Masilius dan yang lainnya heran karena baru melihat mode karma itu.


"Dia akan mengakhirinya. Mundur semuanya!" teriak Bernard yang paling paham itu.


Semua orang di planet itu. tampak masuk ke pesawat antariksa lagi.


"Sa-Sato?"


Sato kini terlihat berjalan tenang ke depan monster itu yang kini menganga tak suka padanya. Dia masih kesakitan dan tertahan oleh listrik besar itu.


Sato kini mulai bersiap.


Lalu serelah dia menggenggam tangannya untuk bersiap.


Cling!


Sebuah cahaya berbentuk lingkaran yang sudah kita ketahui tercipta secara tiba-tiba di tubuh monster itu. Menghadap ke arah Sato..


Semua yang di dalam melihatnya heran.


"Apa itu kekuatan terkuat?" tanya Masilius kaget.


Dragon memandang Sato tertarik.


Lalu ....


Sato bersiap dengan menggeser kakinya ke belakang.


Tubuhnya bersinar karena karmanya aktif.


"Haaaaaa!"


Sato mulai berteriak.


Lalu, monster itu kaget karena ada sinar lurus yang akan menerjangnya.


Sato melompat dengab tinjunya. Menuju monster yang sudah ditandai lingkaran sihir khas karmanya itu.


"Hyaaaaaaa!"


Blaaaaaaar!


Sinar yang melewatinya kini sudah sempurna menebus Deus.


Groaaaarg!


Deus tampak melemah dan kini terbaring kaku.


Cling!


Cahaya dan ledakan pudar. mereka melihat Sato yang kini melompat ke arah mereka.


Lalu tampak, sosok Deus masih utuh. Namun, dia tak bisa bergerak ke mana pun.


"Tubuhnya memang sangat keras. Mungkin dia belum mati?" tanya Masilius.


Namun, tampak saat semuanya meledak hancur. Tubuh monster itu juga hancur. Semuanya tampak lega. Mungkin monster itu sudah kalah.


Sato tampak menghela nafasnya karena baru mendarat di pesawat itu.


Tap.


"Haaah haaah haaah!"


Sato lalu meelihat Bernard dan yang lainnya. Mereka tampak puas dan mengarah jempol kepadanya.


"Kerja bagus!" seru mereka bersamaan.


Sato pun mengangguk kre arah mereka semua.


Pesawat mereka pun kini menuju ke bumi lagi.


"Pemirsa, ada banyak hal yang terjadi. Sepertinya presiden bisa menjelaskan tentang serangan puluhan monster ini!"


"Ya, akulah presiden infosneis. Mewakili semua pemimpin di negeri ini. Sebenarnya monster adalah mahkluk yang nyata. Namun, seluruh pemerintah bersuara merahasiakannya-"


Sato tampak duduk di kursi sambil ngemil.


Krauk kkrauk krauk.


Dia melihat tontpnan eksklusif yang sudah dia tahu hasilnya seperti apa.


Setelah itu datang seorang paruh baya. Yaitu Manda.


"Sayang, kau sudah makan malam?" tanya manda ke arah Sato. Dia memakai baju layaknya ibu rumah tangga.


Kini, Fernie dan megamu saling obrol.


"Tadi hampir saja. Kini sudah saatnya bukan?"


"Ya benar!"


Cling!


Bersambung.