
episode 89
Blaaaaar!
Keduanya masih adu kekuatan. Warna mereka berbeda dari kekuatan diri masing-masing.
“Uhuk!”
“Ugh!”
Blaaar!
Satu bangunan hancur tiba-tiba.
Lalu keduanya tampak mendorongkan kekuatan kejut secara mengejutkan dan bersamaan ke arah depan.
Membuat mereka mundur satu sama lain.
‘Sialan, dia bisa tahu hal itu’ batin keduanya.
“Heh!”
Lalu, Chintya tampak akan mengeluarkan kekuatan paling kuatnya. Setelah satu gelang terpasang di tangannya itu.
.
Bersinar hijau dan berbunyi.
“Grey 4!”
Ngung!
Blaaaaaaar!
Lalu, bersama dengan itu. Sayfull juga merapalkan kekuatannya yang itu. Di mana munculkan banyak energi sihir di mana-mana. Lalu mengerakkannya serempak ke satu titik. Yakni Chintya.
“Silheggia Noa!”
Blaaaaaar!
Keduanya tampak meledak hebat. Sayfull menangkis dengan pedangnya.
Blaaaaar!
Lalu, muncul Chintya di atasnya begitu sangat cepat.
‘Ternyata dia bisa secepat itu. Sihir Silheggia hanya bisa dihindari dengan kecepatan yang diluar batas’ batin Sayfull mengerti.
Hyaaaa!
Chintya tampak melompat dari boatnya. Mengejutkan Sayfull. Dirinya pun terpental walau bisa menangkis.
Lalu ....
“Grey 3!”
Blaaaar!
Sayfull mendarat tak sempurna di bawah. Dia tampak terbatuk karena dia merusak suatu tempat yang keluarkan asap tak sembarangan.
Beberapa air keluar dari sana.
Lalu, dia keluar dari sana.
Namun, tiba-tiba sesuatu menerjangnya sangat cepat.
Jduaaagh!
Itulah Chintya.
Tampak dia memukul dirinya itu. Kemudian dia terbang dan tampak menggunakan armor khasnya. Lalu berbalik dan menembakkan puluhan misil ke arah orang itu.
Sayfull terkejut. Namun, dia bisa menghindari itu jua. Dia terengah setelahnya.
Lalu, lihat Chintya yang juga menatapnya dingin.
Kemudian dia juga terbang lalu keduanya saling serang. Chintya memukul dengan tangannya yang sudah bersinar hijau. Mereka saling adu serangan dan pertahanan.
Jduaagh jduaagh jduaagah!
Mereka lalu turun karena Sayfull kembali ditembakkan dengan Grey 4 dalam mode ini.
‘Sial, ternyata meriam itu bukan hanya berasal dari alat yang sebelumnya itu’ batin Sayfull kesal. Melihat Grey 4 yang bertipe serangan jarak jauh nan kuat. Bisa dikeluarkan Chintya dalam mode armor setengah helinya itu.
Tap!
Chintya mendarat di atas baguan yang tak utuh. Lalu, Sayfull tampak menatapnya kesal.
“Hyaaaaaaaa!”
Blaaaaaar.
Tampak dia akan mengamuk di sana. Chintya mundur karena gelombang itu cukup besar dan hancurkan bangunan yang dia tapaki. Dia terbang di atas sana.
Sepertinya Sayfull memperkuat dirinya di sana.
Sayfull tampak melesat cepat ke arahnya.
Jduaaaar!
Berhasil mundurkan Chintya menjauh darinya. Chintya bertahan dari serangan. Namun, Sayfull sangat cepat dan sudah ada di dekatnya.
“Grey 2!”
Sring!
“Apa?!”
Sayfull terkejut. Tubuh Chuntya tak ada. Tampak Chintya pun menyerang dari belakangnya. Bamyak bayangan Chintya beterbangan. Membuat dia tak bisa melakukan apa pun. Dia kebingungan.
Jduaaaar!
Chintya menembaknya dengan laser jarak jauh lagi. Sayfull terus menahannya di bawah.
Blaar blaar blaar blaaar!
Dia tetap fokus untuk ini. Lalu, datang lagi Chintya. Dari arah belakang terbang cepat.
Dirinya lalu menahannya. Lalu, menghempaskan tangan itu. Kemudian gunakan kakinya tuk tahan Chintya.
“Terima ini!”
Blaaaar!
Dengan suatu tebasan kuat yang disebut Ekstradimensial. Chintya tampak terpental sangat jauh. Bahkan, dia seperti memasuki lubang dimensi yang kosong. Lalu, saat keluar dia ternyata sangat jauh sekali dari tempat sebelumnya.
Kerusakan yang dia alami juga sama parahnya dengan terpental dan menghantam bermil-mil dengan jarak yang ditempuh dan seharusnya.
‘Sialan’ batin Chintya.
Dia lalu maju lagi ke arah bocah itu.
Bwooosh!
Melaju kencang mendatar dan membawa anak itu ke atas.
“Hyaaaa!”
Sayfull terus dia terkam dengan lasernya di sana. Lalu, dia pun mendarat.
Sayfull mendarat dan dipenuhi luka.
“Lumayan,” komentar Sayfull yang masih bisa dia dengar.
“Apa hanya ini kemampuan pdang legendaris itu?” tanya Chintya.
Namun, Sayfull tak menjawabnya. Dia lapu menguatkan dirinya lagi. Memperkuat pedangnya lagi. Mata pedang itu melihat ke mana-mana.
Lalu, Chintya kembali dia terjang.
Blaaaar!
Chintya muncul di atas. Lalu, dia pun menerjang ke atas.
Jduaaar!
Keduanya hancurkan satu gedung di sana.
‘Sial’ batin Sayfull yang serangannya tak mengenai objek yang seharusnya.
“Hyaaaa!”
Chintya maju dan menendang perutnya keras. Dia terengah karena keras. Sayfull terpental sangat jauh.
Jduaaaar!
‘Sialan’ batin Sayfull geram.
Dia melihat kedatangan dari Chintya lagi. Lalu, Chintya tampak akan menerjangkan kakinya lagi yang kuat itu.
Trang!
Dia membalasnya dengan tebasan lagi yang kini berbalik mendorong Chintya.
Blaaar!
Chintya muncul di udara lagi. Sayfull langsung lesatkan tebasan lagi ke arahnya.
Jduaaaar!
Tap!
Keduanya langsung saling serang. Tebasan itu meledakkan rumah yang dipijaki Chintya. Lalu, Chintya terbang dan menerjang anak itu yang belum sempat menebas lagi.
Lalu, anak itu dia pentalkan dengan bantingan keras melalui kakinya saja.
Jduaaar!
Sayfull melenguh sakit di bawah. Sayfull lalu mendongak ke atas. Banyak peluru akan hujan dirinya dari Chintya.
Dia pun bangkit dan coba hindari. Namun, dia terpental karena ledakan. Lalu, terkena beberapa peluru dari atas sana.
Jduaar jduaar jduaar jduaaaar!
Keduanya tampak kembali lagi bertarung.
Wuuush!
Tampak, Chintya akan menerjangnya. Namun, sebuah tebasan Ekstradimensional. Membuat Chintya terpental sangat jauh melewati lorong dimensi lain.
Sayfull pun bisa balikan keadaan. Namun dirinya tampak melemah. Sepertinya tenaganya mulai terkuras.
‘Sepertinya masih belum cukup. Kekuatanku ini masih butuh beberapa syarat lagi’ batin Sayfull.
Chintya juga melenguh sakit. Dia juga separah Sayfull. Dia pun beristirahat di sana.
‘Tadi dia menebasku dengan cepat dan kuat. Dia bisa menggunakan keduanya dalam waktu bersamaan rupanya’ batin Chintya.
Chintya dan Sayfull bangkit bersamaan. Keduanya lalu terbang cepat menembus suatu pulau. Lalu bertemu masing-masing akan menyerang.
Hyaaaa!
Huaaaaa!
Jduuuuuuuuuum!
Sato tampak khawatir. Mereka melihat keduanya pergi menjauh dari kota itu.
“Ke mana merekq?” tanya Sayugo polos.
“Entahlah, mereka sepertinya ke lautan,” jawab Sato jujur.
Marra tampak juga mulai lakukan sesuatu. Banyak kelompoknya mati. Itu sungguh miris baginya.
‘Sialan, anak itu tampaknya sangat jahat. Apa tujuannya ke sini?’ batin Marra marah besar.
‘Ku harap kakak bisa mengalahkannya’ batinnya lagi. Berharap pada sang kakak.
Jduaaaar!
Di pertarungan. Keduanya tampak melemah karena energi mereka terkuras. Mereka melayang ke belakang masing-masing.
Brak brak!
‘Sialan’ batin keduanya.
Keduanya tampak berusaha bangkit. Namun, mereka belum bisa. Kaki keduanya masih lemas sekali.
Mereka juga keletihan. Membuat keduanya tak bisa bangkit dengan baik.
‘Energiku terkuras. Sialan’ batin keduanya.
Dalam pertarungan terakhir itu. Keduanya sepertinya sama-sama menguras energi mereka. Sayfull gunakan pedangnya tuk mengisap energi Chintya. Namun, energi yang terkumpul tak bisa terolah menjadi energi karena ke tidak cocokkan darah Chintya. Maka dari itu. Energi yang dihisap sia-sia dan tak menjadi apa pun. Malah menumpuk dan menjadi beban.
Keduanya tampqk mulai bisa bangkit lagi. Chintya tampak gunakan kekuatan yang besar itu. Sepertinya ini energi terakhirnya.
Blaaar blaaar blaaar blaaaarr!
Tembakan beruntun dia lesatkan ke arah musuhnya itu.
Blaaaar!
Sayfull terpental sangat jauh sekali. Chintya tampak terduduk lagi. Karena energinya sangat tipis. Dia tak akan bisa gunakan jurus apa-apa lagi.
Namun, suatu heli mendatanginya. Dia pun melirik senang pada hal itu.
“Heh!”
Lalu, heli itu yang bertuliskan Marra priority. Tampak mengirimkan suatu sinar kuning ke arahnya. Lalu, armornya tampak betsinar karena itu.
“Hahahaha bagus. Walaupun ini energi matahari. Tapi itu malah membuat energiku penuh kembali,” ujar Chintya yang sudah dikembalikan energinya itu.
Di sisi lain.
Tampak Sayfull tengah menancapkan pedang pada beberapa hewan-hewan di sana. Lalu, dengan itu dia pun kembali ke mode awalnya itu.
“Hyaaaa! Akulah pemenangnya!” ucapnya mereka berdua.
Ngung!
Dari jauh sana. Dia melihat cahaya hijau. Lalu, melesat ke arahnya.
“Apa?!”
Blaaaaaaar!
Chintya tahu. Anak itu tak punya tenaga yang cukup. Duq pasti sudah habis pikirnya.
Namun, kini muncul banyak sekali energi sihir di sekitarnya.
Heli itu pun menjauh sangat jauh sekali.
“Sialan!” kesal Chintya.
Blaaaaaar!
Dia pun sepertinya dapat lolos dengan mudah berkat kemampuan Shadow effect tribute.
Tap!
Keduanya saling pandang. Chintya di atas sana. Sayfull juga terbang.
Keduanya sama-sama pulih.
‘Aku tak kan menghisap energinya lagi. Energinya sangat lain daripada energi yang biasa. Energi itu seakan menumpuk dan jika banyak yang masuk. Itu sangat berat’ batin Sayfull.
‘Dia bisa mengisap energi. Tapi sepertinya dua juga harus mengorbankan energinya sendiri. Jika dia melakukannya lagi. Aku akan tamat. Dia pasti akan kabur setelah bisa melemahkanku’ batin Chintya.
Keduanya menatap tajam pada lawan masing-masing.
Wuuush!
Sayfull maju dan menebasnya. Tangannya kini entah mengapa ikut tertular energi pedangnya.
Sring!
Tebasan itu dihindari.
‘Bahkan efeknya lebih kuat’ batin keduanya.
Blaaaar!
Tampak du bawah sana. Hutan itu terbelah sangat luas. Sepertinya efek tebasan itu memang sangat besar.
Lalu, Chintya mengumpulkan energi diam-diam di tangannya. Kemudian lakukan tinjuan mematikan ke wajah Sayfull.
Blaaaar!
Pukulan itu bahkan sekuat Grey 4 tipe meriam.
‘Dia tambah kuat’ batin Sayfull menahan sakit di bawah sana. Di belahan hutan yang terkena efeknya yang tadi.
‘Sialan’ kesalnya membatin.
Chintya menatapnya. Lalu, dia terbang juga ke arahnya. Dia mengumpulkan energi di kedua tangannya.
“Sistem sonar telah aktif untuk 48 jam!” bunyi sistem Chintya.
Blaaaar!
Sayfull kaget akan kekuatan itu bahkan dua kali lipat dari serangan awal bahkan grey 4 tipe meriam.
“Apa?!”
Energi matahari sepertinya berefek pada kekuatan grey milik Chintya.
Tamoqj Sayfull terkapar di tanah dengan bekas tanah yang amat luas.
‘Kekuatannya tak main-main. Mulai sekarang aku harus hati-hati lagi’ batin Sayfull.
Wuush!
Keduanya masih menunggu. Sayfull mulai bergerak tuk menghajar.
Dia gunakan tebasan menyillang.
Namun, ditahan oleh Chintya. Dirinya lalu maju dan menyerang dengan tebasan Ekstradimensional.
Blaaar!
Chintya mental amat jauh. Tapi bukannya ke darat. Melainkan dia bahkan sampai ke bulan.
Bersambung.