
episode 58
Kini masih di Mesir. Bersama Sherly tentunya. Wanita itu nampak melihat semua dokumen itu.
Membacanya dengan pandangan meneliti dan terawang. Mata abu-abunya yang indah. Tampak sangat menggoda dan menarik bagi siapa pun.
Srak!
Dia lalu menyudahi semua itu. Kemudian dengan cepat dia melompat dari jendela kamarnya.
Tempat lain.
Kini, di ruangan gelap di tempat yang penuh tembok-tembok yang punya pahatan seperti prasasti kuno. Pahatan-pahatan yang menggambarkan asal-usul dan mitologi yang dipercaya saat itu.
Nggging!
Suatu sinar panjang seperti mengalir ke satu titik. Sinar itu mengalir dari arah tembok-tembok itu.
Sinar itu berkumpul ke titik tengah bangunan gelap ini. Namun, tak disangka seseorang tampak tersenyum ramah di ruangan itu.
Tampak dia adalah Sephij debagn pakaian sihirnya. Dia juga tampak membawa suatu buku yang di buka itu. Tersenyum dan kini mengarahkan dua jari ke arah titik temu cahaya tadi.
"Galaista!"
Grrrrrrrrr!
Tampak, kini ruangan itu bergetar hebat. Di luar sana. Kini sudah ada Sherly dan beberapa orang berpakaian hitam. Mereka mungkin adalah kru pembantu.
Sherly lalu rasakan getaran dari temlat yang akan dia hampiri. Dia membuka kaca mata hitamnya itu. Melihat ke depan sana.
"Mustahil. Semua monster itu bisa mengamuk dengan kekuatan yang sebesar ini?" ucap heran Sherly.
Dia kemudian berlari. Tak pikir panjang ke arah sana. Mendatangi untuk memastikan.
'Aku baru akan berjalan. Jarak diriku dengan piramida giza adalah 100 kilometer lebih. Ini tak terduga' batin gadis itu.
Dia melesat. Di belakangnya sudah ikut semua orang yang tadi.
Tap tap tap tap!
Gadis itu lalu sampai di depan piramida itu. Getaran tampak mulai melemah.
'Itu berhenti setelah aku datang? Apa monster itu mencoba memancing kedatanganku?' Batinnya penasaran.
Di dalam sana. Tampak Sephij kini menutup buku itu. Meninggalkan cahaya sinar berwarna merah violet dan dia pun menghilang.
Tampak bukunya itu jatuh di lantai itu. Buku itu lalu terbuka dan kini di dalamnya ada gambar monster sihir yang punya tubuh raksasa dan empat kaki yang semuanya sangat unik bagi beberapa mahkluk.
Monster itu bernama Suiryuu. Tertulis di dalam buku itu. Lalu, kita melihat ke sinar putih itu. Sinar itu berbentuk seperti bola.
Warna sinarnya nampak sedikit kebiruan. Cling! Sinar itu bersinar tak karuan di depan buku itu. Kini, ternyata sinar itu malah terhisap je dalam gambar di buku tadi.
Srrrrret!
Membuat kini, sepertinya monster di dalam buku itu bisa menjadi nyata. Lalu keadaan di luar.
Sherly dan teamnya masih memperhatikan giza itu. Lalu, tak lama kemudian. Dia dan teamnya berteriak kaget.
Jduaaar!
Ada suara ledakan yang berasal dari dalam piramida besar itu. Sebelum mereka memeriksanya.
Jduaaaar!
Terkejut mereka karena kini. Ada sesuatu yang sepeti menghancurkan bangunan kuno ini. Sherly membelalak kaget melihatnya.
Bangunan itu runtuh perlahan. Menuju ke sekitarnya. Sherly menghindar dengan baik.
Blaaaar!
Seperti ada yang mengamuk. Beberapa reruntuhan terlempar sangat acak. Sherly dan yang lainnya untunglah bisa selamat.
Kejadian itu berlangsung lebih dari 15 detik lamanya. Kini, angin di sekitarnya tampak menghapus beberapa halangan.
Wuuush!
Sebelum terhapus seluruhnya. Nampak suatu bunyi dan getaran terasa dan terdengar bersamaan. Shely membelalak kaget.
Jduaaaaar!
Getaran itu sedikit mementalkan dirinya. Dia bertahan debagn baik. Namun, semua rekannya terpelanting sangat jauh karena gelombang kejut tadi.
Kini, Sherly baru sadar. Bahkan sinar matahari yang berada di atas sana. Terhalangi oleh sesuatu. Dia pun menoleh ke atas.
Dia kaget.
'Tidak mungkin!" Serunya kaget sekali.
Sesosok manusia yang sangat tinggi dan lumayan besar. Sepertinya bangkit dari dalam piramida itu. Sherly lalu mundur menjauh darinya.
Dia waspada pada monster besar ini. Nampak, seperti baru banyun. Monster itu perlahan membuka matanya
Merah!
Mata menyeramkan dari monster bernama Suiryuu. Dan yang lebih mengejutkan lagi.
"Monster ini bukanlah monster biasa!" seru tak percaya semua orang yang berada di team Sherly.
Sherly menoleh.
"Benarkah?" tanyanya penasaran.
"Ya. Benar!" jawab orang itu.
"Jadi? Kita harus apa?" gumam Sherly.
Monster itu masih berdiri mematung. Semua debu mulia hilang sempurna. Sherly di bawah sana tampak memandang tinggi ke atas sana. Penuh kewaspadaan yang sangat besar.
Dia menggenggam tangannya lalu, tercipta sinar khas diagonicnya.
Kemudian dia sepertinya akan menyerang. Namun sebelum itu.
Sesaat kemudian ...
Jduaaaar!
Sesuatu hitam yang besar seperti muncul dari tubuh monster itu. Namun, sebenarnya tidak.
Blaaar!
Ada satu hal yang mendarat dari monster itu. Membuat gelombang besar sekali. Kini, kedua kalinya Sherly terpental. Namun, dia bisa bertahan.
Tap.
Dia menapak dengan benar di tempat itu. Semua warga nampak sudah tidak ada. Sherly melirik ke teman-temannya yang terkena imbas yang besar.
Kini, di depan sana ada lagi yang akan mendarat. Sherly terbelalak.
'Itu kaki-kakinya!'
Blaaaaar!
Dua kaki monster itu menapak bersamaan. Membuat kini gelombang besar bak badai raksasa.
Groaaaarg!
Tidak hanya itu.
"Uaaaaaaa."
Shely yang terlantung sangat jauh. Menggunakan kekuatannya untuk bertahan.
'Sial, monster ini sangat kuat!' Batin Sherly.
Jduaaar jduaar!
Dia menembus banyak bangunan tinggi di Mesir. Bdan juga bangunan-bangunan lain. Beberapa kawannya masuk ke dalam bantuan kuno dan piramida-piramida di sekitar sana.
Ssreek!
Nampak, wanita itu kini menapak di tanah. Dengan jongkok dan menahannya dirinya dengan tangannya.
Memandang ke kejauhan sana. Faktanya jarak dirinya dan monster sudah lebih dari 1 kilometer.
Dia mengeraskan wajahnya. Sepertinya dia akan menyerang.
Wuuush!
Wanita itu melesat ke depan. Dengan seluruh tubuh terlapisi kekuatannya. Dia melesat sangat kencang bahkan melebihi angin.
Jalur yang dia buat adalah memiring ke sana kemari, Atau lebih telatnya jalur acak.
Hyaaaa!
Dia lalu menuju ke badan monster besar itu. Mata monster itu melirik ke arahnya.
Sherly tampak bersiap untuk tinju mautnya. Dia menarik tangannya lalu memukulkannya.
Jduaaag!
Geoaaarg!
Tampak sang monster juga berteriak bersamaan dengan tinju itu. Namun, Sherly dikejutkan oleh suatu yang lain.
'Dia punya 4 kaki ternyata'
Blaaam!
Tinjunya tak menyentuh pinggang monster itu. Dikarenakan ada gelombang yang keluar dan menghalanginya.
Jduaaarg.
Sekali lagi dia terpelanting menjauh dari tubuh monster itu.
Sraaak!
Tampak, dia pun dengan terpaksa mencium daratan itu.
Grab!
Dia lalu memegang tanah itu untuk bertahan. Sherly lalu mencoba bangkit. Luka itu tak memengaruhinya. Dia menatap wajah monster itu mendongak ke sana.
'Sial, aku harus menyerangnya lebih kuat lagi' batin Sherly tak puas.
Wuuush!
Gelombang pun hilang. Lalu, Sherly baru sadar sesuatu.
Dia pun melihat ke arah itu. Dia kaget.
"Apa?!"
Ternyata selama ini, awan sudah menghitam sempurna. Lalu, di sekitarnya sudah banyak angin puyuh yang mematikan.
Dia melihat seluruh arahnya. Berbalik dan terus berbalik.
Lalu, menyadari bahwa kota ini sudah rata dengan tanah. Petir besar terus menyambar dari badai itu. Dia tampak shock setengah mati.
'Tidak mungkin' batinnya masih tak percaya.
Namun, di depan sana. Sang monster sudah mulai bergerak lagi.
Groaaarg!
Dia berteriak. Teriakkan itu memicu awan-awan hitam disektornya. Kini, memercik banyak kilatan-kilatan petir yang berjumlah banyak sekali.
Sherly sadar. Dia lalu melihat ke gumpalan di atasnya yang kini sedikit menonjol ke bawah. Tepatnya bahkan mengarah ke dirinya.
Dia pun tahu. Itu merupakan ancaman besar.
Sherly lalu mencoba bertahan setengah mati kali ini. Lalu, awan itu tampak seperti memercik juga. Dan fokusnya ke tonjolan itu.
Nguuuung!
Tak disangka, ternyata tonjolan itu sedang mengumpulkan banyak gesekan magnet yang disebut petir itu.
Mata Sherly terus melihat ke arahnya. Dia mengeluarkan pancaran diagonicnya. Dia berharap skill Diagonic dapat membantunya.
"Ku harap kau membantuku!" serunya dan wuuush dia dilapisi dengan kekuatan itu.
Ngung!
Jduaaaar!
Suatu sinar panjang layaknya meriam. Meriam itu terdiri dari petir-petir hitam.
Groaaarg!
Monster itu berteriak bersamaan.
NGUUUUNG!
Dan terlihat terus melesat ke arah Sherly yang mencoba bertahan.
"Hyaaaa!"
Sherly berteriak. Dia berpose akan hadapinya. Matanya tajam ke arah sinar besar dan lebar itu.
"Automatic despair!"
Blaaaaaam!
Terkena dan terhantam. Kini meledak dan hancurkan sekitarnya juga.
Groaaarg!
Monster itu seakan puas karenanya. Kini dia masih berdiri tuk menunggu keadaan itu. Dia tak beranjak dari tempatnya.
Jduuuum!
Ledakkan melebihi kapasitas yang biasanya. Listrik-listrik menyengat ke sana kemari. Tampak sepertinya tempat itu rata oleh ledakan besar yang menghancurkan segalanya itu.
Namun, Sherly nampaknya masih bisa bertahan. Terdengar suara nafasnya dari kejauhan.
Tampak, Sherly masih berdiri walau dia agak lemas. Namun, tentunya dia mendapat luka-luka akibat meriam listrik yang menghantamnya itu. Luka sengat dan bakar serta lebam karenanya. Membuat gadis itu kini seperti melemah drastis.
"Haaah haaah haaah."
Grap!
Dia berjongkok karena terjatuh. Dia lalu melihat ke depan lagi. Memikirkan sesuatu.
'Kekuatan petir itu lumayan, skill yang kukeluarkan tadi berbasis serangan juga.'
Sherly kini seperti kehabisan tenaga. Entah kenapa dia makin melemas. Bahkan, tampak matanya mulai sayu.
Dia seperti akan kehilangan kesadarannya.
Lalu, monster di atas sana nampak berteriak lagi. Dengan suara khasnya yang sepeeti tertahan sesuatu.
Mata milik gadis itu kini melihatnya. Namun, dia tak gentar sedikit pun.
Matanya sudah kelihatan lemas. Dia bernafas pelan kini. Sedikit menggerakan giginya. Dia juga tampak menggenggam tanah di bawahnya itu.
"Haaah haah haaah!"
Groaaaarg!
Tampak, monster itu mulai berteriak lagi. Memicu awan-awan itu berkembang pesat lalu tampak berputar seakan mengelilingi Sherly.
Sherly melihatnya dan tak maju sama sekali. Dia lalu perlahan mencoba mendongak.
Dia seperti memandang sesuatu yang lain daripada awan-awan itu. Sherly memandang dengan tatapan lemahnya. Dia terus menatap ke atas.
Sementara awan hitam itu makin memercikan gesekan medan magnet. Sherly nampak masih terpaku dan sepertinya tak bisa ke mana pun
Semua awan itu sangat luas. Jika dia kabur mungkin akan terkena serangannya juga. Dengan lemah Sherly terus menatap ke atas sana. Awan hitam memutar menggelora. Seperti siap untuk menggulung tubuh gadis ini.
Wuuuush.
Bzzzt bzzzzt.
Kemudian ....
Wuuush.
Bunyi gemuruh pun terus terdengar di tempat itu.
Bersambung.