Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Misi Sherly!



episode 52


Terlihat, seorang bernama Sherly. Tengah menghindar dari puluhan bola api yang menyebarkan  api  secara bersamaan dari depannya.


"Hyaaaa!"


Dia berseru melompat ke arah yang dia perlukan itu.


Wuuuush!


Dia lalu menapak di temlat lain. Masih ada beberapa api yang menerjangnya.


Lalu ....


Satu persatu dia lewati dengan lompatan-lompatan yang anggun dan cemerlang.


Tap!


Mendarat lagi. Kini, matanya kembal tertuju ke arah bola-bola api itu. Namun,  yang membuatnya lebih khawatir dari dirinya adalah.


Beberapa lusinan bola api lain. Kini, tampak menyerang orang yang sudah keras-keras dia lindungi di atas sana.


Bwooooosh!


Monster itu langsung naik ke atas sana. Nampak, semua orang itu menggiring semua keluarga Kazumi ke dalam suatu gedung kosong itu.


Wuuush wuuuah wuuush!


Namun, semua api itu masuk lewati celah lainnya. Hingga mereka beberapa kali berpapasan bahkan ....


Duaaaar!


Api itu menabrak salah satu papan pelindung swat yang dimiliki orang-orang ini. Kemudian, membakarnya habis.


Walau dirinya sendiri juga tak menjadi monster lagi.


Bwoooosh!


Tampak, api itu terus menerus menyerang dari berbagai sudut yang ada. Keluarga Kazumi berlindung di balik orang-orang ini.


Lalu, mereka semua nampaknya sangat kewalahan. Beberapa api-api itu kini mengitari meereka semua.


"Ayah,  ibu," panggil mega.


Keduanya menoleh dan memeluk putrinya. Mereka sekeluarga sepertinya sangat takut karena ini. Mungkin.


Blaaar! Blaaaar!


Tampak api-api itu satu per satu. Membakar apa pun yang mereka tabrak.


Bwwwosh!


Otomatis kini, api makin banyak besar berkibar di salah satu pintu ruangan itu. Membuat mereka harus bertahan dan sedikit tahan beberapa bola-bola api itu.


Semua keluarga Kazumi sepertinya masih ketakutan dan khawatir. Mereka melihat. Banyak sekali tentara terbakar karena api-api itu.


Semua api-api itu tak kunjung reda. Walau beberapa kali disiram oleh air milik alat-alat canggih.


Namun, tak bisa reda begitu benar. Mereka harus menunggu beberapa saat. Kemudian, tampaknya mereka bisa membuatnya reda.


Saat mega akan melewati pintu. Tiba-tiba dari arah samping lewatlah api itu. Melintas depan matanya.


Ibunya pun khawatir.


"Megaaaa!"


Namun, mega sepertinya tak terluka seperti yang ditakutkan.  Ibu dan ayahnya lalu mencoba membawa Mega ke kerumunan lagi.


"Ayo Nak,"  ucap kedua orang tuanya.


Saat mereka melangkah. Kini, puluhan bola api.  Ternyata berhasil masuk dari lubang yang panjang dan mungkin bisa terhubung dengan area luar itu.


Tampak, kedua orang tuanya dengan cepat melindungi anak perempuannya. Dan mega melihat bola-bola itu akan membakar mereka hidup-hidup.


Mereka pun ketakutan. Mungkin.


Jduaaarr!


Ternyata. Ada seorang yang melindungi mereka dari samping.


Blaaaaaaar!


Bola-bola api itu di tahan oleh seseorang yang lumayan kuat dan tahan dengan api. Tampak orang itu gunakan pelindung yang bersinar indah itu.


Diagonic Sherly!


Sherly nampak datang tepat waktu. Dia dengan mudah menahan semua itu dengan kekuatan unik miliknya.


"Hyaaaaa!"


Sherly berteriak kencang saat ini. Mencoba menahan semua kekuatan puluhan bola-bola api itu.


'Kekuatannya hampir mirip sihir penetral  api' batin Mugiwa terkejut.


Marco juga begitu.


'Itu penetral. Namun bukan dari energi positif yang seharusnya. Dia memaksa energi itu ada lagi di dalam tubuhnya. Manusia ini menciptakan energinya sendiri' batin mega.


"Hyaaaa!"


Tampak semuanya hampir selesai.


Jduuuum!


Sherly tampak berhasil. Kemudian,  mereka tampak   bersyukur atas keselamatan semua orang yang beruntung. Kini, Sherly pun akan mencoba mengejar sisa-sisa api itu.


Mereka semua lalu tinggalkan keluarga Kazumi di tempat yang tadi.


Sherly lalu menemukan api-api tadi tampak lalu lalang di sekitarnya.


"Hyaaaa!"


Dia pun lompat dan hancurkan dengan kekuatan besarnya tu.


"Ayo cari lagi!" ucapnya semangat.


"Ya!" ucap bawahannya itu.


Mereka terus mencari hingga petang makin larut. Di sore itu. Terakhir kalinya. Seseorang melihat matahari dunia ini.


Tap tap tap tap!


Team pencarian akhirnya sukses. Mereka tampak kelelahan di pinggir jalan sepi malam itu.


'Setidaknya mereka tak hanguskan benda-benda yang penting di kota ini' batin Sherly.


Sherly tampak sedikit sadari hal ganjil lainnya. Lalu, menoleh cepat ....


"Sial, aku lupa mengurus tiga orang tadi ..."


Malam itu.


Tap tap tap tap!


Tampak Sephij berdiri di suatu gedung dunia ini. Dia tampak tersenyum pada bulan itu. Menengadah tangannya.


Sebenarnya ada sesuatu di bawahnya. Namun, dia saat ini fokus melihat bulan di atasnya.


"Hm, bulan yang polos. Kau tak suka namun biarlah begitu," ucap Sephij saat menikmati pemandangan malam itu.


Dia masih menikmati bulan itu. Sambil sesekali menggoyangkan tangannya ke sana ke mari.


Tap tap tap tap!


Tampak kumpulan team itu. Bergerak untuk sesuatu. Nampak, melintas dan melewatinya. Mata Sephij hanya meliriknya sedikit lalu acuh kemudian.


Lalu, begitu pula dengan bos team itu. Dia hanya mengabaikan Sephij yang dia kira hanya seorang filsuf atau seniman yang sedang memikirkan sesuatu yang membuat mereka jadi sedikit gila.


"Ayo cepat!" seru wanita itu.


"Ya!"


Tap tap tap tap tap!


Orang itu  memakai pakaian umum bertudung yang biasa dipakai di dunia ini. Jaket hitam yang pas dengan tudung itu. Serta ....


Celana jeans gaya pensil.


"Hey Sephij, kau sedang apa?" tanya orang berambut biru itu. Rambutnya entah kenapa dia ikat ke belakang. Mugo.


Sephij meliriknya.


"Kau menemui ya? Hm, tadi aku mencobanya pada penyihir yang kebetulan lewat," ujar Sephij menjelaskan.


Tap tap tap tap tap!


Mugo dengan memakai tudungnya itu. Kini sudah berdiri di sampingnya.


"Lalu hasilnya?" tanya Mugo sembari lepas tudung itu. Tangannya dia selipkan di kantung jaket.


Melihat itu. Sephij pun berkomentar.


"Baju yang bagus."


"Ya."


Mereka pun terus mengobrol di sana.


Esok paginya.


Sherly tampak berjalan tergesa-gesa menuju ruangan itu.


Tap tap tap tap tap!


Mereka sepertinya sampai di markas rahasia utama.


Tampak manda yang menjadi kepala markas. Melihat lewat komputer. Lalu, dia pun mendatanginya.


Tap tap tap tap!


Keduanya bertemu dan saling tatap muka.


"Sherly, bagaimana?" tanya manda spontan.


"Rileks lah manda, aku sedikit pegal. Intinya kami kehilangan jejak," jawab manda amabil mengeluh.


"Kenapa bisa?" tanya manda lagi.


Sherly lalu menatap manda yang terus bertanya itu.


"Ada monster aneh yang mengacau, lalu tempat kami entah bagaimana bisa diretas oleh monster api yang bernama Malignant," jawab malas Sherly.


"Hanya monster api, kenapa sampai mengeluh begitu?" tanya lagi manda.


"Tchih, dia bisa berpecah sangat banyak. Aku kesulitan mencari-carinya. Apa lagi kita punya seorang yang diprioritaskan," jawab Sherly dengan keluh kesahnya yang tiada henti.


"Oh, jadi karena itu. Kau meninggalkan mereka di sana. Itu adalah suatu kecerobohan darimu."


Setelah mengucapkan itu. Manda berlalu meninggalkan Sherly yang sepertinya kesal mendengarnya.


Tap tap tap tap tap!


Manda lalu pergi ke tempatnya lagi. Dia berada di paling atas. Ruangan paling penting yang diisi orang-orang khusus.


Jika kemampuan Sherly sangat unik dan acak. Manda berbeda. Dia adalah seorang yang punya kemampuan untuk membaca apa pun.


Bahkan suatu benda yang tak terlihat. Manda bisa dengan mudah membaca apa saja yang sudah mereka lalui di masa lalunya.


Tak terhitung berapa informasi yang dia peroleh. Kekuatan miliknya disebut "Hyper Instinct"


Kini, manda tampak mengotak-atik sesuatu.


Tak tak tak tak tak!


Manda sepertinya tengah menelepon seseorang. Lalu ...


Diangkat kemudian ....


Tut.


"Haik, sudah 13 jam. Kalian tidak apa-apa?" tanya manda serius.


"Aku tidak apa-apa. Bernard juga begitu."


Manda lega mendengarnya.


"Namun blaaaaar!"


Sambungan terputus karena sesuatu.


Maka daru itu. Manda pun kini diam dan mengerti.


"Lagi-lagi mereka tengah bertarung, apa monster-monster itu salah satu dari musuh utama?" gumam manda.


Semua bawahannya fokus. Tak menggubrisnya.


Lalu, manda kembali memeriksa pekerjaannya lagi.


Sherly menamai kemampuannya Diagonic. Kemampuannya bisa dibilang acak. Kadang bisa mendeteksi kadang bisa untuk melakukan sesuatu yang sangat mustahil.


Karena itu. Dia sedikit kesulitan dalam medan tempur. Namun, dia mengatasi kekuatannya yang acak dengan beberapa opsi yang cukup berguna.


Pertama, dia melatih tubuhnya dengan baik. Jadi, jika kekuatan yang keluar adalah beda. Dia dengan cepat bisa mengatasinya dengan refleks pergerakan yang sudah dia latihnya.


Kedua, pengetahuan. Dia mencari tahu, apa saja yang pernah dia lakukan dengan kemampuannya. Hingga dia bisa melakukan semua hal itu. Lalu dia menghafalnya dan selalu berisap saat-saat itu tiba waktunya.


Sherly tampak lemas di kursi markas itu. Entah kenapa dia sedikit menyesal saat itu.


Dia duduk sambil menyangga dagu. Kakinya mengayun-ayun manja. Mungkin dia sedikit pikirkan seorang yang istimewa.


'Kudengar anak itu menyerang dengan satu kali serang itu ajaib' batinnya sepertinya terhadap seseorang.


Dia masih dalam berpikir saat ini. Dia lalu mengganti tangan yang menyentuh dagunya. Menyamankan pikiran dan dirinya.


'Aku harap. Aku bisa melihatnya bertarung. Lalu, menggunakan kekuatan kuat akhir itu' batinnya lagi.


'Jujur saja. Diagonic milikku mungkin bisa meniru cara serang atau cara dia memperoleh kekuatannya. Aku jadi tak sabar dengan itu' lanjutnya lagi.


Entah apa yang dipikirkan wanita seksi nan cantik ini. Namun, dia antusias untuk bertarung dengan seseorang. Siapakah dia?


Di tempat manda.


Dia masih bekerja. Lalu, memeriksa seseorang yang tak lain adalah Sherly yang gagal misi itu.


Lalu, dia abaikan dia dan fokus kerja lagi.


Tak tak tak tak!


Dia terus mengetik dan menerima laporan-laporan dari bawahannya itu.


Di markas itu.


Ada tiga orang yang ada. Salah satunya Marijla. Entah sedang apa dia. Namun, mungkin dia sedang keluar dari tempat ini.


Manda masih bekerja di tempat itu.  Sherly melamun. Sungguh hari yang sibuk. Namun, bagi manda tentu saja.


Setelah mendengar kabar pertarungan dari haik. Dia pun kini lanjutkan objek pencarian informasi itu. Dia terus menelusuri berbagai hal dari komputer canggihnya itu.


Tak tak tak tak!


"Ketemu!"


Kini, Sherly tampak tertidur. Terlihat dari layar milik manda itu.


Bersambung.