Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Pertarungan Sihir berkelas.



Episode 106


Syaumu tampak terima laporan dari bawahannya. Lalu dia pun bergegas.


 


“Ada apa putri? Apa kami tak membuatmu nyaman?” tanya Syaumu.


 


“Tak ada tapi kami sepertinya harus  ke kediaman Godklannad! Kami ada sesuatu yang lupa kami urus di sana,” jawab Megamu.


 


Lalu,  dengan alasan itu mereka pun akhirnya terbebas dari sana.


 


Tap tap tap tap!


 


Mereka beranjak dengan kereta kuda pemberian Syaumu. Lalu mereka pun tampak melihat segerombolan orang di sana.


 


“Sialan!” teriak Megamu.


 


“Benar! Seperyinya Syaumu itu sudah tak sama lagi!”


 


Mereka lalu nelesat cepat. Chintya gunakan Grey untuk mentalkan mereka semua. Kekuatan kuat dari Chintya membuat mereka lolos dari kepungan itu.


 


“Sial! Kita akan terus dikejar. Kita harus bersembunyi di suatu tempat!” teriaj megamu.


 


Sayugo lalu arahkan itu ke suatu tempat.


 


“Kita akan ke tempat itu saja!” teriak Sayugo.


 


Tap tap tap ttap!


 


Akademi Valloshwa.


 


Tampak kedatangan beberapa orang. Mereka tampak sangat aneh.


 


Brak!


 


Namun, salah satu pelajar membunuhnya. Lalu,  melihat ada sesuatu yang menanap di dapam hati mereka. Hal itu berdenyut.


 


“Ini benda yang sudah menjadi  parasit orang-orang ini. Kasihan sekali!” ungkap satu  orang.


 


Lalu nereka dikejutkan dengan kedatangan megamu.


 


“Apa yang terjadi?” tanya orang-orang itu.


 


Megamu tampak menunjuk ke arah kota milik Syaumu.


 


“Kami berasal dari sana! Namun, sepertinya di sana sudah tak baik lagi. Mungkin mereka sepertinya menjadi orang  yang sangat mengancam,” lapor megamu.


 


“Baiklah, kalian bisa ceritakan lebih mendalan di dalam,” ucap para pemuda menjaga gerbang itu.


 


Di dalam. Megamu disuguhkan beberapa teh juga. Mereka tampak bersama para guru dan kepala sekolah kita itu.


 


“Kami  tenukan beberapa orang yang  juga seoeri itu,” lapor orang  yang berkaca mata. Dengan topi biaranya yang besar.


 


“Di tanah kami. Mereka semua menjadi tak terkendali. Saat diluar mereka sangat brutal. Ada sedikit keanehan. Namun, saat masuki tanah kami. Tubuh mereka tampak membesar. Lalu, mereka tak terkendali layaknya monster,” tambah guru lainnya di sana.


 


Chintya saling tatap dengan teman-temannya itu.


 


“Kami juga melihat bahwa salah sqtu Onpipan mengalami hal serupa. Dia bahkan  dijemput oleh musuh kita,” ucap Chintya.


 


Semuanya terkaget.


 


“Apa bisa? Merekka melakukan ini? Aturannya kan tidak memperbolehkan?” tanya satu guru. Yang lain sepemikiran.


 


“Tidak, mungkin jika hal itu sudah dilakukan jauh sebelum mereka deklarasikan perang!” ucap sang kepala sekolah lantang.


 


Chintya dan megamu menatap tak percaya.


 


“Anda mungkin benar tuan,” reaksi Sayugo.


 


“Apa kita laporkan hal ini kepada orang-orang dari sekolah sihir lain ketua?” tanya satu guru.


 


Sang ketua sekolah tampak diam berpikir.


 


“Sebaiknya putri Eldorick juga mengetahui hal ini!” Cepat kalian—“


 


Brak!


 


Salah satu bawahan atau siswa  sekolah itu masuk tanpa ijin. Sepertinya darurat.


 


“Di depan sana. Ada banyak pasukan yang bersiap tempur. Sepertinya mereka adalah kelompok salah satu dari penyihir kuno,” ucap pemuda itu.


 


Sang kepala sekolah langsung sigap berdiri.


 


“Kita coba hadang  mereka!”


 


“Ya!”


 


Sayugo dan yang lainnya menatap tak percaya. Tampak di depan sana ada Syaumu yang sepertinya kini sudah seperti Sayfull pada malam harinya itu. Bahkan, saat  ini masih sore.


 


‘Apa kepribadian jahatnya itu muncul saat sore hari?’ batin Sayugo menerka.


 


Tap!


 


Sang kepala sekolah dengan pedang suci sihirnya iru. Tampak bersama guru-guru dan semua muridnya itu.


 


“Untuk apa andam membawa semua ini ke mari?” tanya kepala sekolah itu tegas.


 


“Hahahahah!”


 


Yang ditanya tampak hanya tertawa. Lalu, mereka sepertinya langsung perang di depab gerbang itu.


 


Hyaaaaaa!


 


Syaumu tampak gunakan sihir yang membuatnya sangat cepat. Sihir itu memunculkan cahaya hitam di kedua tangannya lalu dengan itu dia bisa  lukai semua lawannya.


 


Semua tentara gunakan senjata dan dibantu dengan kekuatan sihir.


 


Perang peecah di sana.


 


Lalu, tampak Chintya membantu di sana.


 


“Aku akan beritahu bahwa Syaumulah orang  yang mengalami gejala itu.”


 


Chintya tampak menemui sang kepala sekolah itu sembaru menuding lawannya yang tengah bertarung dengab murid dan guru-guru di akademinya.


 


“Pak kepala. Diqlah orang  yang waktu itu. Dia punya gejala seperti orang-orang yang sama.”


 


“Maksudmu?”


 


“Orang itu bisa tak terkendali jika masuk kota kalian!”


 


Dengan itu. Sepertinya pasukan akademi Valloshwa kini mundur. Semuanya dalan arahan dari semua anggota itu.


 


Brak!


 


Mereka buka gerbang. Membuat  musuh satu per satu tampak kini masuk.


 


Lalu mereka pun tampak diterjang oleh berbagai jebakan yang sudah  dipersiapkan.


 


Kini giliran  orang itu. Syaumu yang  akan masuk.


 


Dia lalu berlari ke  arah seorang guru. Guru itu tampak tenang karena yakin  semuanya aman. Dia memancing amarah Syaumu  sebelumnya.


 


Krassssh!,


 


Syaumu tampak berhasil  lukai  dada  orang itu. Orang itu tampaj  terluka sangat parah.  Sang kapala lekas langsung bergerak   memisahkan keduanya dengan suatu sihir.


 


Lalu, keduanya tampak bersiaplah. Semuanya membawa irang  itu kembali  ke  dalam.  Lalu,  saat melangkah masuk untuk lebih dapam. Tampak, tak terjadi apa pun.


 


Chintya dan megamu kaget menyaksikan.


 


Semuanya juga begitu.


 


‘Bagaimana ini ketua?” tanya  orang-orang  itu.


 


 


Syaumu yang kekuatannya sangat besar itu. Karena dia penyihir kuno. Dia kini melakukan suatu rapalan sihir.


 


“Gawat dia akan gunakan sihir penghancur masal. Bagaimana ini yang mulia?” tanya bawahannya itu.


 


“Kita perlu lakuan sihir pertahanan. Namun, seharusnya musuh ada di luar kota ini!” balas ketua itu.


 


“Tak ada cara ian. Selain melakukan sihir ketahanan tinggi secara bersamaan. Semuanya bersiap. Juga beritahu yang lainnya!” teriak kepala sekolah itu.


 


Semuanya lalu mengangguk.


 


Kepala sekolah  itu melayangkan pedangnya ke langit. Tampak terbentuk sinar dan gambar sihir di atas sana berwarna putih murni.


 


Hyaaa!


 


Semuanya tampak gunakan suatu sihir yang membuat mereka diselubungi cahaya.


 


Sementara lawan mereka. Adalah Syaumu. Tampak dia sudah siap menembakjan suatu kekuatan besar dalan sihirnya itu.


 


Hyaaaa!


 


Dia gerakan kepalan tangan ke arah musuhnya itu.


 


Lalu suatu kekuatan besar tamoak menghembus ke depan. Geraknya pelan. Namun, terdengar banyak sekali kerusakan besar jika berada di dalamnya.


 


Semua orang lawannya tampak gerakkan telapak tangan ke depan. Mereka sepertinya akan tahan itu.


 


Lalu, suatu pelindung dari luar  kini terserap ke dalam. Lalu dinding itu tampak menjadi aneh bagi semua orang dan semua penduduk juga. Termasuk Chibtya dan yang lainnya.


 


Wuuush!


 


Semua cahaya itu reda.


 


Lalu  tampak Syaumu terlihat sedikit kecewa. Karena melihat semua musuhnya itu masih utuh.


 


“Tangguh juga ya! Tapi sayang sekali! Aku gunakan sihir yang  lebih kuat dari sihir yang seharusnya!” Lalu dia pun menjentikan jarinya.


 


Tampak semua orang terpental ke belakang. Bebarapa orang yang tidak terhempas tampak kesakitan tanpa sebab.


 


Bebarapa orang bahkan memunculkan sesuatu di badan mereka. Semuanya beraneka macam.


 


“Sialan, kita dikelabui!” teriak orang-orang di sana.


 


Sang kepala sekolah tampak kesakitan di bagian jantungnya. Namun, dia masih bisa berdiri. Dia lalu munculkan tongkat. Lalu, gunakan suatu sihir untuk membuat gelombang putar ke depan.


 


Sedikit orang yang bisa pulih dan  sembuh dari luka-luka itu.


 


‘Sial, saat ini. Kekuatanku tidak cukup tuk perlawanan’ batin kakek tua itu.


 


Wuuush!


 


Tampak, kini di depan sana. Syaumu tampak kembali akan lakukan sihir itu. Dia menggerakan tubuh  dan tangannya dengan gerakkan yang sama.


 


“Hyaaaaa!”


 


Semuanya tampak ketakutan. Di saat seperti ini.


 


Blaaaaaar!


 


Ledakan tercipta. Syaumu pun tertawa puas. Seperti penjahat.


 


“Huahahahahahahahaha!”


 


Semuanya tampak berakhir. Lalu dengan tawanya dia pun kembali ke tempatnya lagi.


 


Setelah itu. Tampak Chintya selamat dengab Grey limanua. Dia tampak menyelamatkan  semua temannya.  Namun, penduduk kota ini?


 


Setelah itu diperlihatkan semua kota itu hancur. Semuanya tampak sepi.


 


Chintya dan temannya yang masih hidup tampak mengambil nafas tersengal-sengal.


 


Lalu, kemudian tampak cahaya sihir muncul tiba-tiba di sana.


 


“Tidak perlu khawatir! Kekuatan Syaumu memang besar! Tapi semuanya bisa diperbaiki lagi!”


 


Cling!


 


Suatu tanda sihir yang raksasa dan pass satu kota itu. Tampak kini turun dan mulai menyinari semua kota.


 


Cling!


 


Seseorang kini berada di udara. Tampak arahkan tangannya itu ke bawah.


 


“Alvue andromeda!" Gumamnya dengan suara yang sama seperti suara sebelumnya itu.


 


Cling!


 


Semuanya tampak bersinar.


 


Chintya dan teman-temannya tampak kaget. Lalu, tampak semuanya bisa kembali seperti semula. Kepala sekolah itu hanya tersenyum senang.


 


“Kekuatan penyihir kuno memang sangat menakjubkan ya ketua!” ucap satu bawahannya itu.


 


Sang kepala sekolah lalu melihat orang itu. Yang ternyata tak sendirian. Beberapa orang berpakaian hitam adapah orang-orang dari penyihir kuno.


 


“Dengan adanya penyerangab ini! Kami sebagai penyihir kuno sama sepeeti Syaumu.. sangat menyesal dan minta maaf!”


 


Lalu  nereka pun bersiap pergi.


 


“Tunggu!”


 


Seseorang mencekal mereka.


 


Yaitu staugo.


 


“Pqman itu sebenarnya baik! Tapi dia seperti dikendalikan oleh sesuatu!” teriak Sayugo.


 


Semua penyihir kuno itu tampak mengangguk.


 


“Tenanglah! Kami sudah kenal baik diri dari Syaumu. Tak mungkin dia melakukan ini karena suatu alasan. Kami akan tanggung semua ini!” jawab semua penyihir itu.


 


Lalu mereka pun menghilang.


 


Keadaan kota itu kini tenang kembali.


 


Chintya pun kembali berlindung dengan semia orang  dari akademi  itu.


 


“Sepertinya kita akan  menuju kerajaan Hompiir!” ungkap megamu.


 


“Tapi, apakah tidak berbahaya! Saat ini musuh pasti tak tinggal diam!” khawatir sang kepala sekolah.


 


Megamu juga mengingat Sato.


 


“Kami juga masih ada satu orang lainnya,”  ungkap Sayugo.


 


“Aku dengar kalian waktu itu juga datang ke sini bukan?” tanya kepala sekolah itu.


 


“Ya!”


 


“Sepertinya memang kalian waktu  itu tidak bermaksud jahat. Bahkan, orang yang tadi menyerang adalah orang yang waktu itu bersama kalian,”  jelsa  orang itu lagi. Semuanya tambah makin jelas.


 


”Sebaiknya kalian tetap tunggal. Musuh tak akan tinggal  diam.  Mereka  pasti tahu. Akademi ini akan laporkan masalah ini!” ucap seseorang. Dia tampak lain. Berambut hitam  dan sebelumnya  belum ada.


 


“Kau! Apa kau tahu sesuatu?”


 


Orang itu tampak tersenyum.


 


“Aku tahu semua yang akan Mugo lakukan! Karena aku adalah kakak  yang sudah merawatnya dari bayi hingga beranjak dewasa! Namaku adakah Magi! Atau bisa dipanggil dengan julukanku! Penyihir pengelana!”


 


Bersambung.