
episode 70
Tap tap tap tap!
Suara langkah Mugo yang kini sudah keluar dari tempat gersang tadi.
Nampak, kini. Di Albania beberapa orang yang pingsan tadi. Bangkit seperti layaknya baru bangun tidur. Membuat mereka semua sangat merasa bersalah. Karena tak bisa bertugas dengan baik.
Tempat Sato.
Groaaaaarg!
Tembakan kekuatan dari Yam dan Sherly masih belum nempan sama sekali. Keduanya sama-sama kesal.
"Sial."
Tap tap tap tap tap!
Lari lah Sato lalu.
Swing!
Dia melompat dan menebas dengan energi raksasa pedangnya itu.
Trang!
Bunyi tebasan Sato sangatlah luar biasa kerasnya. Hampir memenuhi area tempat pertarungan yaitu, bumi.
Groaaaaar!
Monster tampak terpelanting ke samping lalu terjatuh.
Gruaaaaar.
Sungkuran monster itu menghancur apa saja yang ada di tempat itu.
Groaaaar.
Kini, Sato mendarat. Masilius lalu menyerang kembali monster itu.
Kini, dengan tembakan meriam dari ke semua robotnya yang terlalu banyak itu.
Blaaaaaar!
Tap!
Sato mendarat lagi untuk kesekian kalinya. Dia melihat pedangnya yang berbentuk standar itu. Namun, dia bisa sangat kuat dengan kekuatan itu.
Tampak, Chintya juga ikut menyerang monster itu dari atas dengan tembakan-tembakannya yang mematikan.
"Hyaaaaa!" teriak Chintya saat itu.
Jduuum jduuu jdummm!
Chintya terus menembak dengan mode amornya itu.
Jduuum jduuum jduuum!
Kini, beberapa tank yang bisa menjadi robot itu. Juga maju, semuanya adalah teknologi yang dibuat Genm.
Membuat Masilius agak kesal melihatnya. Dia lalu mengerahkan robotnya untuk menyerang lagi. Kini, semua robot itu mengeluarkan laser yang panjang.
Laser itu dikeluarkan dari dada mereka semua.
Crrrrrr!
Groaaaarg!
Si monster jadi kesakitan. Saat laser itu seperti ingin menggores tubuh kerasnya. Perih mungkin dirasakan si monster legendaris ini.
Groaaar.
Si monster maiah bisa bangkit. Lalu, kini dia berputar.
Semuanya berlindung dari terjangan cepat monster Deus. Dia lalu terbang lebih tinggi dan mencoba menerjang semau robot milik Masilius.
Robot-robot itu hancur. Namun, beberapanya lolos.
'Sial' batin Masilius setelah melihat monster itu bisa hancurkan robot raidennya.
Si monster menggeram ke arahnya. Masilius kaget. Sang monster tampak mengirimkan angin esnya.
Dia pun sigap membuat pelindung yang diprakarsai semua robot yang tersisa.
"Hyaaaaaaa!"
Sato melompat ke arah monster itu dan menebasnya dengan sinar raksasanya.
Blaaaar!
Monster itu mental dan tersungkur kembali. Megamu tampak melihat dan memandang sekitarnya yang juga banyak monster.
Groaaaarg!
Ada beberapa monster yang bertahan dari angin dingin itu.
Kini, monster itu bangkit lagi. Dua terbang dan ingin menyerang dengan api dingin itu.
Forg lalu memunculkan suatu tembok besar. Dia menggerakkan tangannya itu seperti sedang mengambil sesuatu.
Duaaaar!
Api itu lalu menyebar dan membakar tembok besar milik Forg. Forg kesal.
Kini, Vinita menggunakan banyak monster yang dia gandakan. Untuk menyerangnya. Monster-monster yang semuanya dari lautan itu. Kini, mengepung Deus.
Groaaarg!
Mereka semua menyemburkan air yang sangat deras ke arah Deus. Deus tampak kesulitan bergerak. Mengerang kesal.
Groaaaaaarg!
Lalu, tampak Megamu menutup matanya. Di situ dia bisa melihat ke dunia lain yang masih terhubung dengan dunia ini.
Dunia Spiritual.
Di sana, nampak Fernie bergerak menuju ke titik yang megamu tandai.
Megamu dan Fernie tampak punya dia tubuh masing-masing.
Lalu, Fernie pun kini.
"Ultimate Blast!"
Dia berseru, lalu matanya berubah menjadi seperti megamu. Lalu ..
Bzzzzsst!
Dia mengeluarkan listrik berwarna sama seperti pupilnya itu. Dan juga bercahaya.
Kini, megamu membuka matanya. Lalu di depan sana.
Bzzzzst!
Groaaaarg!
Deus tampak tersetrum oleh listrik yang Fernie keluarkan.
Semuanya lalu ikut menyerang Deus itu.
Blaaaaaaar!
Semua robot milik Masilius dan genm tampak terus menembakkan meriam dan misil.
Vinita gunakan semua monster hasil tiruan monster-monster yang dia tumbangkan di tempat ini.
Blaaaaar!
Air dan listrik bertemu. Membuat serangan itu makin tak bisa dihentikan.
"Bagus!" seru Sayugo.
Ngiiiiing!
"Sinar Pemusnah hyaaaa!"
Sayugo menembakkan serangan kuatnya itu ke arah Deus.
Blaaaaar!
Bzzzzzt!
Deus tampak terkena semua serangan itu. Namun, tubuhnya masih bisa bergerak. Dia terbang dengan rasa akait yang masih menjalar karena listrik dari Fernie.
Bzzzzt.
Groaaaaarg!
Monster itu tampak kesakitan di atas sana.
"Terus serang!" ucap Manda dari microphonenya. Semua orang tampak bisa mendengarnya.
Lalu, Sato Dkk. tampak bersiap menyerang.
Mereka semua menyerang monster yang berada di atas sana.
Jduuuuuuum!
"Apa berhasil?" tanya Forg di situasi genting ini.
Ledakan dari monster itu masih belum reda. Masilius terbang mengelilinginya. Bernard mengecek dengan jet putihnya.
"Belum!" ucap kedua orang itu bersamaan.
Groaaaaarg!
Deus tampak mengamuk. Mengeluarkan gelombang besar yang mengandung angin dingin itu.
Uaaaaa!
Semua orang berlindung dari amukan Deus itu. Namun, beberapa orang tampak terkena angin itu dan terbakar hebat.
Armor milik Chintya tampak terbakar. Membuatnya harus melepasnya.
"Sial!" serunya kesal.
Chintya tampak mendarat kasar. Dia yang terbang mengawasi tak kuat untuk menahannya.
Masilius menahan dengan tembok cahaya yang dibuat semua robot raidennya.
'Kuat sekali' batin Masilius.
Dia bahkan terdorong sedikit demi sedikit.
Groaaaaarg!
Kehancuran total pun terjadi karena amukan Deus yang mengerikan ini.
Groaaaarg!
Lalu, naga besar itu terjun ke bawah dan menghembuskan api biru ke bawah.
Semuanya tampak terkejut.
"Buat pelindung yang kuat!" teriak Haik.
"Bersama-sama!"
Sato dan yang lainnya langsung pasang badan di bawah api itu.
Mereka membuat dinding dari kekuatan masing-masing.
Yam dengan pelindung birunya. Sherly dengan pelindung penuh yang berbentuk sangat luas. Bernard depngan pelindung dari pesawat terbang yang dia keluarkan saat itu.
"Hyaaaaaa!"
Nampak, mereka terus menahan gempuran demi gempuran api biru itu.
Kini, tampak seseorang sudah terbang di atas kepala Deus. Membuat Deus menghentikan semburan api birunya itu.
"Monster biadab!" orang itu mencela mahkluk itu. Dia dengan pedang naga hitamnya. Tampak akan menebaskannya ke arah si monster.
Blaaaaaar!
Tebasan berbentuk naga hitam itu bisa menjatuhkan monster itu ke dasar lagi.
Semua orang di bawah sana menghindarinya.
Blaaaaam!
Dragon lalu menunggu di atas sana. Masilius terbang di sekitar dirinya dan monster.
Groaaarg!
Tiba-tiba api biru melesat ke arah semua robot itu. Beberapanya berhasil dia bakar.
Groaaarg!
Monster itu bangkit lagi. Kini, pesawat Bernard menabrak Deus dari belakang. Serta menembakkan meeriam Twist Blast dari belakangnya.
Monster itu tampak kini memutar tubuhnya secara misterius.
Blaaaar!
Ternyata itu berguna untuk menangkis serangan Bernard. Semuanya terkejut.
Sato geram dan melompat ke atas. Deus melihatnya. Dia lalu membuka mulut dan mengeluarkan suaranya.
Membuat angin dingin pembakar itu.
Sato bisa berlindung dan masih terpental dari kekuatan besar itu.
'Sial' batin Sato kesal karena belum berhasil sejauh ini.
Fernie di dimensi itu. Tampak akan keluarkan listrik itu lagi.
Namun, Deus melirik tiba-tiba.
Groarrrr!
Dia membuat api biru itu menangkis listrik itu. Menahan agar tidak menjalar ke arahnya.
Geoaaarg!
Dia lalu menyusulnya dngan kekuatan yang lebih besar.
Blaaar!
Ledakan terjadi dan sepertinya menghancurkan listrik itu.
"Listrik dari dimensi lain sekarang tidak mempan," ujar Chintya.
"Ya, sepertinya harus cari cara lain."
Groaaaarg!
Monster itu lalu sibuk bertarung dengan Dragon dan Masilius di atas. Beberapa orang kini sudah bereskan sisa monster di sana.
Namun, ada monster di seluruh penjuru dunia. Membuat Vinita sepertinya harus mengurusnya sendirian beserta anggota organisasi yang tersisa.
Groaaarg!
Monster itu menerima serangan berupa tebasan yang sangat kuat dari salah satu robot milik Masilius.
'Raidenku kini tinggal 100 buah' batin orang itu.
Jduaar hduaar jduaaar!
Tebasan dari robot Raiden mengeluarkan aura listrik. Sepertinya membuatnya sangat kesakitan.
'Serangan listrik memang sangat kuat' batin dragon yang kini mengangkat pedang naga hitamnya itu.
Lalu, listrik dari awan hitam di atasnya. Mengalir menuju tubuh dan pedangnya.
Bzzzzzzt!
Kini, dragon sudah terlapisi listrik itu yang sangat kuat. Bahkan, kini listrik itu berubah menjadi hitam setelah beberapa detik berlangsung.
"Hyaaaaa!"
Dia dengan cepat menebas tubuh Deus. Belakang, kanan, atas. Dia menebas dari berbagai arah.
Srung!
Dia menebas kepalanya. Membuat Deus yang akan menyerang jadi tak bisa menyemburkan serangan itu.
Kemudian dia bangkit dan menggunakan ekornya untuk menyerang
Dragon kaget dengan itu dan terpaksa menangkisnya. Bzzzzzt!
Saat menangkis dia mengalirkan semua listrik di tubuh monster terbang ini. Kini, monster itu tersetrum lagi.
Bzzzzt!
Sato tampak melompat dan menebas dengan sinar yang lebih besar dari tebasan robot dan dragon.
Dia menebas dua kali membentuk garis menyilang.
Groaaaar!
Monster itu kesakitan di atas sana.
Semua robot genm nampak menyerang juga, dari bawahnya. Menyerang titik lain dari Deus.
Groaaaarg!
Namun, monster itu bisa menjauh ke arah atas. Semua yang bisa terbang mengejarnya.
Deus tampak terus menjalar ke atas. Dragon dan Masilius mengejarnya. Robot Masilius menembakkan laser ke arahnya.
Deus dengan mudah menghindarinya.
Grooaaag!
Lalu, monster itu berbalik saat dia se posisi dengan jarak bumi dan bulan.
Groaaaarg!
Dia memandang musuhnya dan mengembuskan api yang sangat besar. Dirinya bercahaya sebelum itu.
Dragon dan Masilius membulatkan matanya.
Keduanya menghindar ke sisi samping.
Wuuah!
Lalu, dragon mengirimkan gelombang hitam ke arah monster itu. Monster dengan mudah bisa menangkisnya dengan ekornya.
Masilius dan robotnya menembakkan laser bersamaan.
Duaaaarg!
Guaaaaaarg!
Monster itu masih bisa bertahan. Lalu, memutar dan menyebarkan gelombang dingin yang masih bisa ditahan keduanya.
Pesawat milik Bernard lewat dan membantu keduanya bertahan. Kini, datang Twist Blast di dekatnya.
Bernard kali ini menggunakan dua pesatnya sebagai perantara.
Karena jarak dekat, monster itu terpental jauh dan sampai menabrak beberapa batu planet
kini, dia dengan marah menjalar ke arah dragon dan Masilius. Keduanya kembali bersiap menyerang.
Groaaarg.
Monster itu masih jauh menuju ke arah dragon yang kini akan gunakan tebasan naga hitamnya itu.
'Terima ini, monster biadab!' Batin dragon.
'Laser Myper!' Batin Masilius.
"Rondo Twist Blast!"
Kini naga itu juga bersiap untuk menyemburkan apinya itu. Menyebar luar dan sepertinya. Keduanya saling menyerang.
Pertarungan selanjutnya, Dragon akan mencoba penuh dalam menghadapi Deus.
Bersambung.