Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Shimun, Iblis!



episode 66


Blaaaaaaaar!


Tempat pertarungan lain.


Nguuuung!


"Deadly Headball!" seru seorang pria.


Blaaaaaaaar!


Terlihat dari monitor milik manda. Bulan terhantam oleh sesuatu yang sama besarnya. Seperti energi yang dikeluarkan sangat kuat.


Manda memandangnya sangat terkejut sembari menutup mulutnya tanda perasaannya saat ini.


'Ti-tidak mungkin' batin manda sangat tidak percaya dengan kejadian itu.


Blaaaaaar!


Jduuuuum!


Ledakan terjadi di atas sana. Sato dan teman-temannya juga melihat ke arah bulan itu. Tampak melihat dua bulan yang saling bertabrakan di langit sana.


Walau keadaan siang hari, mereka bisa dengan mudah melihatnya.


Brak!


"Apa itu?" tanya Sayugo yang tak mengerti apa-apa. Saking tidak mengertinya, dia menjatuhkan konsolnya itu.


Sato dan megamu melihat ke bulan itu. Megamu tidak bisa berkata-kata dengan Sato. Melihat pemandangan besar itu.


Blaaaaaar!


Terlihat ledakan itu mereda. Tampak juga puing-puing bulan perlahan menyebar. Sepertinya masih melayang-layang di sekitar.


Wuuuush!


Seseorang terlihat setelah asap ledakan sedikit reda. Dia melayang di antariksa. Dan anehnya bernafas dengan mudah di sana.


"Haaah haaah haaaah."


Tampak, dia adalah Shimun yang sepertinya sudah mengusaikan hantaman serangan besarnya tu. Dia lalu melihat ke dirinya sendiri.


Bertaruh apakah serangan itu berhasil atau tidak. Namun, melihat semua serangan itu yang membuat banyak puing bulan beterbangan.


Sudah pasti dia--


Mata Shimun terbelalak. Asap di depannya sudah musnah namun ...


Cling!


Suatu sorot cahaya yang sudah dia hafal dan benci setengah mati. Shimun menggeram sejadinya. Dia sangat kesal terlihat dari raut wajahnya.


Cahaya sihir mulia dia keluarkan. Ternyata dia masih bisa gunakan kekuatannya setelah mengeluarkan jurus besar-besaran itu.


"Keparaaaaat!" dengan kesal dia akan menuju ke arah dua sorot cahaya yang dia kenali itu.


Karena pergerakannya. Semua asap pun hilang di arah depannya tu. Menyisakan asap lain di sekitarnya yang letaknya jauh dan tak terkena efeknya.


Blaaaaar!


Shimun heran. Kini, serangannya terhenti bukan karena hal itu. Melainkan suatu tangan yang bercahaya.


"Apa?!"


Sorot mata merah kini tiba-tiba berubah jadi biru bulan.


Shimun pun kaget.


"Sialan kau!"


Setelah itu .....


Blaaaaaarr!


Entah kenapa Shimun terjatuh dari atas bulan itu menuju ke daratan Albania lagi. Namun, tak secepat yang biasanya.


Blaaaar!


Jduuuuuum!


Shimun mendarat dan sepertinya masih bisa bangkit.


"Ugh!"


Dia melenguh karena tubuhnya yang jatuh terlallu tinggi. Mungkin beberapa patahnya tulang kini.


'Aku terlalu meremehkannya. Dia ternyata sangat kuat' batin Shimun.


"Ugh."


Kini, mata Shimun mendelik lagi.


Roscosssa!


Blaaaaaaaar!


Kini, Shimun meledak dengan cahaya biru yang cukup luas. Cahaya biru itu tampak seperti membuat semua kekuatan menjadi tidak ada selain itu.


"Aaaaargh!"


Shimun terlihat terpotong-potong tubuhnya terpisah dari tubuh lainnya di dalam sana.


Blaaaaarg!


Kini, ledakan berubah seperti biasanya.


Wuuuush!


Tap!


Seseorang tampak mendarat di tempat itu. Setelah ledakan reda sepenuhnya. Dia lalu memandang ke langit.


Dia adalah monster iblis. Dia adalah monster besar kini. Karena, terlihat di langit sana. Bulan sudah tak ada.


Kini, dia memancarkan sinar biru dari bulan yang berhasil dia serap.


Wuuush!


Sekitarnya bergetar karena kekuatan yang terlalu besar. Membuat gravitasi bumi kacau.


"Heh!"


Dia tersenyum nampaknya.


Tap tap tap tap!


"Hey, monster jangan senang dulu."


Seseorang membuat dirinya membalikan badan.


Terlihat ada Chintya dan semua temannya yang datang.


Robot itu adalah manusia pengikut Bombamen alias pendeta shin. Dia bernama asli Dragon. Dia lalu merubah dirinya menjadi layaknya manuisa dengan pedang di punggungnya. Pakaiannya dengan gaya kerah menaik itu.


Rambutnya hitam, pakaian hitam semuanya serba hitam di diri dragon saat ini.


Semuanya terkejut.


"Tenanglah, perubahanku ini karena dipicu oleh kesadaran tuan shin yang mulai hilang. Sebelum sepenuhnya hilang dan dikuasai iblis. Dia membuat diriku menjadi utuh seperti saat masa mudaku dulu," ucap dragon.


"Masa muda? Tidak mungkin kau--"


Ucapan milik Forg terpotong.


"Ya, aku orang yang masih hidup dari masa lalu. Tuan shin membuatku hidup dalam wujud besi. Saat ini, dia ingin aku membantu maria juga. Karena tuan shin sudah tak ada," jawab dragon.


"Apa?! Bombamen mati?" tanya Forg yang masih kaget. Namun, dia sudah tahu siapa yang berada di depannya itu.


Kini dragon maju ke depan. Maria tampak mulai siaga juga. Dia melihat ke arah sang monster yang heran kepada semua orang ini.


'Aku akan menyelamatkan seluruh dunia' batin anak itu.


Chintya pun begitu.


"Grey 3!"


Tampak Chintya memanggil heli kura-kuranya dan kini bergabung dengannya.


"Aku juga akan membantu!"  seru Chintya semangat.


"Galalia.  berikan aku senjata!" ucap Forg keras.


Kini, pesawat itu memiliki suatu lubang  besar yang menurunkan sesuatu ke arah Forg.


Semua memandang takjub pada kekuatan itu. Monster itu melihat benda berbahaya itu kini sudah di tangan Forg. Benda panjang yang entah apa.


"Ayo semuanya kita bersiap!"


"Yaaaa!"


Dragon tampak bersiap memegang pegangan pedang yang sepertinya juga berwarna hitam keseluruhannya. Dia menatap ke arah si monster yang kini sedang mengumpulkan kekuatan di tangannya itu.


Hyaaaaaa!


Monster itu mulai menciptakan ledakan yang sangat kuat yang sudah menekan dan hancurkan diri Shimun.


"Hooooa!"


Monster yang punya tubuh seperti manusia itu. Tampak mengerang bagai manusia.


Lalu, terlihat dragon maju.


Dia lalu membuka pedangnya itu.


'Sudah lama aku tak menggunakanmu ....' batin pria itu.


"Pedang naga hitam!" serunya.


Lalu, trang!


Dia mennagkis sinar biru sebelum dia meluas ke arah kawannya di belakang.


Lalu, Chintya terbang. Kemudian memunculkan suaru meriam tembakan.


Dia mengisinya sembari memasang satu gelang lagi.


"Grey 4!"


Meriam besar-besaran berwarna hijau itu. Tampak menyerang monster itu.


Blaaaaarg!


Monster itu berteriak sejadi-jadinya di tempat itu. Namun, sepertinya itu belum cukup. Sementara itu, karena monster itu besar. Sinar itu menciut dan musnah.


Kini, datang Forg melesat maju. Dia menggunakan sebuah tongkat yang punya corong di ujungnya.


Dia lalu menusukkan itu cepat pada perut musuh. Kecepatan milik Forg sedikit membuat monstr terkejut.


"Kembalikan aulia! Kembalikan dunia ini! Tak ada yang pasti. Namun, kau iblis harus musnah dari dunia yang super panas dan fana!"


Maria setelah rapalkan mantranya itu. Kini, tampak keluarkan sihir sucinya.


Dragon membelalak kaget melihatnya. Dia mengingat masa lalu di mana Shin yang waktu itu juga berhasil melawan iblis itu lalu menyegelnya dalam dirinya sendiri.


'Tu-tuan shin' batinnya teringat.


Kini, maria tampak memutar dirinya beserta tongkatnya itu dengan lihai. Kini, dia menatap tajam ke arah sumber masalahnya.


'Aku sedikit memperkuat mantra ini! Karena aku ingin memusnahkannya!' Batin maria.


"Tidak mariaaaa!" teriak dragon yang sadar akan terlalu seriusnya bocah itu.


Namun dia terlambat.


Maria sudah mengeluarkan sinar sucinya secara penuh ke arah monster itu.


Blaaaaaaarg!


Sinar itu menembus siapa pun namun mereka tak melukai orang-orang yang baik. Justru kini, terlihat monster itu mulai hancur saat di tusuk oleh Forg.


Forg melihat salah satu monster kuat itu dimusnahkan. Kini, cahaya memudar.


Dragon tampak berlari ke arah maria yang lemas.


"Haaah haaaah haaaah!"


Brukk!


Maria yang sudah tak kuasa berdiri. Kini, di tangkap oleh dragon yang melesat cepat tuk menyelamatkannya.


"Maria!" panggil dragon memastikan keadaan.


Lalu, maria tersenyum.


"Tenanglah Dragon, aku tak apa-apa," jawab maria.


"Syukurlah," sahut Dragon bersyukur.


Kini, maria tampak menutup matanya perlahan. Denyut nadinya masih ada. Membuat dragon lega. Sepeetinya maria berhasil dalam melakukan harapan dari tuannya shin.


'Tuan shin, kau memang hebat. Ku kira rencanamu akan gagal karena sedikit tidak aku ketahui' batin shin memandang langit yang mulai cerah lagi.


Bulan juga sudah utuh di tempatnya lagi.


'Tuan shin, dari dulu semua yang kau katakan pasti selalu menjadi kenyataan. Bahkan kematianmu ini'  batin Dragon sedih.


Forg menghilangkan senjatanya dan sesuatu yang ada di atas sana. Chintya turun dan menyudahi mode gabungannya.


Mereka hampiri dragon yang kini berdiri membawa tubuh remaja itu.


"Akhirnya, semuanya terselesaikan," ucap Forg dan Chintya bersamaan.


"Ya,"  sahut dragon mengangguk.


Matahari sore pun tiba. Mereka  bisa dengan mudah melihatnya  karena dataran di Albania sudpah rata dan banyak lubang besar yang mengarah ke inti bumi.


Mereka pun menikmati pemandangan ini. Menatap tersenyum senang ke arah matahari  yang mulai terbenam lagi.


Sato dan yang lainnya nampak sudah bisa melihat bukan ke atas lagi dalam keadaan utuhnya. Mereeka pun lega ternyata semuanya sudah berakhir.


Kini, manda melihat dari atas Albania langsung. Di mana bulan kini mulai kembali lagi ke atas sana.  Semua lautan kini kembali tenang.


Semua bawahannya melaporkan itu. Manda jadi lega. Dia bersender keras ke kursinya lagi. Mengutarakan perasaan plongnya saat ini.


Kini di  tempat lain.


Tap tap tap tap!


Ada beberapa warga yang berjalan. Lalu salah satunya melihat seseorang yang terbaring kaku di sana.


"Hey, lihat itu,  ada orang!" seru orang itu.


"Wah, benar!"


Tap tap tap tap!


Tampak orang yang dimaksud tadi.  Kini, perlahan sadar. Dia adalah Sherly yang terbaring pingsan sangat lama.


Dia pun bangkit. Orang-orang itu terkejut.


"Astaga, Nona, kau masih berada di tempat ini?!" seru orang-orang itu sangat heran.


Sherly tak menanggapinya, dia memandang ke arah tangannya.


'Diagonic ku tadi tercipta setelah aku melihat ke dalam cahaya yang dibuat penyihir yang pernah aku temui di lapaknya' batin Sherly.


Dia pun berlalu dari empat orang laki-laki yang heran itu.


Tap tap tap tap tap!


Terlihat dia kini menerima panggilan dari manda. Dia pun meliriknya cepat.


Terlihat tulisan yang tak mudah terbaca. Lalu, dia pun menjawabnya.


"Ada apa? Aku baru sadar dari pingsan," jawabnya ketus.


"Ya aku tahu."


"Jika kau tahu, kenapa tidak membangunkan aku!"


"Hahahahaha. Aku sengaja. Melihatmu tidur sangat lama seperti beruang yang berhibernasi," ejek manda.


Sherly yang kesal tak menggubrisnya.


"Namun, saat ini sepertinya sisa kekuatanmu di atas sana tidak hilang. Kekuatan itu malah menuju matahari dan kini mengikisnya perlahan. Sepertinya kau harus bertanggung jawab!" ucap manda melaporkan.


Bersambung.