Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Teknik seribu pedang.



Episode 83


Blaaaar!


 


Sruput.


 


“Heh!”


 


Sang Onpipan itu. Reggie tampak tersenyum. Orang itu lawannya tampak melihatnya.


 


“Heh!”


 


Reggie masih memasang senyum itu.


 


Lalu, setelah itu datang satu topeng setelah Reggie menyebutkan mantra.


 


“Zantet!”


 


Zantet merupakan sihir tingkat atas dimana syaratnya harus butuh sebuah darah  dan sihir ini sebenarnya merupakan sihir terlarang.


 


Setelah memakai topeng itu. Menyatu dengan tulang itu. Kini tampak masih biasa di sana.  Bunyi orang-orang bertarung di  atap itu. Membuat kedua musuhnya tak mengindahkan kata-kata yang keluar tadi.


 


“Hyaaaaa!”


 


Keduanya pun  maju ke atas. Mereka bertarung dan terus bertarung. Dengan tangan kosongnya. Reggie bisa dengan mudah menahannya. Bahkan dia sepertinya sudah tahu semua serangan itu.


 


Tap!


 


Kedua orang itu tampak merasakan hal janggal itu. Keduanya saling tatap. Lalu kembali maju.


 


Saat maju  keduanya tak menyangka hal itu.


 


Blaaaar!


 


Tampak tubuh mereka remuk hancur lebih bahkan Reggie tak melakukan apa-apa.


 


Keduanya sepertinya mati.


 


“Heh!”


 


Reggie teersenyum senang. Dia lalu  meladeni beberapa orang lagi dan mudah kalahkan mereka.


 


Blarr bblaar blaaar!


 


Tubuh semua orang yang dia kalahkan hancur di sana. Semua organ itu  juga ikut hancur. Reggie tampak seperti penyihir yang bisa membunuh dengan kekuatan yang sadis.


 


“Heh!”


 


Tampak  di bawah sana terjadi  pembantaian. Kali ini  tampak Marylin bekerja dengan giat. Membunuh semua Onpipan yang sangat banyak itu.


 


Mereka gunakan pedang dan sihir berbagai macam.   Dibantu juga dengan hewan-hewan sihir.


 


“Hyaaaaa!”


 


Marylin memutar-mutar pedangnya itu.


 


Menebas semua kepala itu. Membentuk seperti angin merah violet darinya.


 


Setelah semuanya terbantai dia pun terengah sedikit.


 


Lalu menatap ke atas sana. Dia pun naik ke atas bangunan megah itu. Dia disambut dengan satu Rognoins besar. Dia bertanduk.


 


Bahkan, Marylin keluar dari dalam sana. 


 


Jduaaar!


 


Dia mendarat di sebuah atap.  Lalu satu  Onpipan itu  pun mendarat. Sepertinya dia sangat familiar bagi Marylin.


 


Dialah sang Onpipan. Pelajar spiral yang waktu itu menjuarai kejuaraan sihir.


 


”Heh!”


 


Sang yang berambut pirang  mengarahkan tangannya  ke atas. Lalu jduaaaaar!


 


Sesuatu muncul dari bawah Marylin.


 


Groaaar!


 


Tampak Rognoins itu ternyata sangat besar. Bentuknya mungkin membesar disengaja.


 


Tap!


 


Dia bisa mendarat selamat di daratan lagi. Kini,  Marylin tampak  membuat cahaya merah  di pedangnya yang juga berwarna senada.


 


“Ayo maju!”


 


Dia melompat dan akan melesatkan satu tebasan jarak jauh yang besar.


 


Sring!


 


Namun, sang monster  itu menahannya dengan  mudah. Lalu, Marylin datang lagi dan akan menusuk monster itu.


 


Sang monster tampak membuat pelindung sihir. Membuatnya tahan dari serangan milik Marylin.


 


Marylin  mendarat di tanah lagi. Dia melirik sekitarnya   melihat bocah itu yang ada  di balik monster bertanduk nan kuat ini.


 


Lalu, dia  pun maju  dengan gerakan sangat kilat.


 


Hyaaaa!


 


Berteriak dan akan menghunjamkan banyak sekali tebasan yang kuat.


 


Namun, monster  itu bisa tahan.


 


Lalu,  Marylin  melakukan  jump yang sangat tinggi sekali. Membuat monster  itu mendongak.


 


Lalu  ....


 


Blar Blarr  blaar blaaarr!


 


Terjadi hujan tusukan pedang yang amat banyak. Sang monster berlindung dengan tubuhnya.


 


Lalu,  sang anak pun  tampak pede. Dia pun tersenyum.


 


Namun ....


 


Bblaaar!


 


Monster miliknya malah rtba-tiba tumbang. Itu tak dia sangka.


 


‘Kenapa?’ batinnya tak percaya.


 


Lalu, datanglah Marylin ke arahnya dengan cepat.


 


Jduuaaaar!


 


Menghujamnya.


 


Anak itu kini tak tahu ada  di mana. Kepulan asap itu mengalangi pandangan semua orang.


 


Setelah asap pudar. Marylin tampak menodongkan senjata  ke arah anak itu yang terluka.


 


Lalu anak itu pun pingsan.


 


Kini, Marylin pun mencoba ke atas. Tuk hadapi semua musuhnya di sana.


 


Tap!


 


Dia mendarat dan langsung bergabung dengan pertempuran besar di sana.


 


Angin putih tampak saling bertabrakan di sana. Semua sihir elemen tampak digunakan oleh mereka yang ahli dan kuat.


 


Blaaar blaaar blaaar!


 


Tampak semuanya sangat kacau. Bangunan itu tampak mulai runtuh beberapanya.


 


Beberapa orang bertarung di bawah lalu teruntuhi hal itu. Ada yang bisa selamat dengan kemampuannya itu.


 


Marylin tampak menebas dan terus menebas dengan pedang besarnya itu. Dia terus melakukan tebasan membantai semua Onpipan di sana.


 


Krasssh!


 


“Aaaahk!”


 


Kini, dia pun mulai bergerak tuk cari Onpipan lain.


 


Tampak api menyambarnya dan langsung ditangkis.


 


Tap!


 


 


Sayfull lalu menendang tubuhnya itu. Lalu, dia pun melihat ke arah pertempuran lain.


 


Lalu dia ditahan dengan sesuatu yang mengikatnya. Rognoinsnya pun turun tangan dan mematahkan hal yang mengikat itu. Sepertinya tumbuhan.


 


‘Elemen tumbuhan : kekkai!’ Batin Sayfull melihat tumbuhan itu menjalar ke seseorang.


 


Tampak, orang itu berpakaian hitam dan wajahnya tertutupi kain itu. Seperti masker.


 


Sayfull menatap orang itu tajam.


 


“Baiklah!” setelah katakan itu. Sayfull maju dan akan menusukkan pedang birunya itu.


 


Trang!


 


Orang itu tampak menangkap dengan sesuatu yang dia genggam itu. Sebuah daun yang menelangkup. Lalu, tampak seperti menghisap pedangnya itu.


 


‘Apa?!’


 


Sayfull pun mundur. Pedangnya tampak mengecil. Membuatnya kaget.


 


‘Ada apa ini?’ Batin Sayfull di sana.


 


“Heh!”


 


Orang itu lalu membuat sihir memunculkan tumbuhan panjang menjalar ke arahnya.


 


Sayfull mengelak dibantu dengan kekuatan singanya itu. Dia mencabik dan memotong beberapanya.


 


Jraaash!


 


Tampak jatuh. Namun, seakan hidup tumbuhan itu menggeliat di atas daratan itu. Sayfull yang memandang tak mengerti.


 


“Tumbuhan milikku ini spesial,” ucap orang itu.


 


“Aku menamakannya kekkai!”


 


Orang itu mengarahkan tangannya lagi. Membuat banyak sulur kini menyilang-nyilang di segala arah. Bahkan beberapa orang sekarat di sana saat tertusuk dan terkena itu.


 


Sayfull melihatnya.


 


‘Ada duri yang mungkin berdampak besar. Mungkin mengandung hemotoksin’ batinnya dia lalu menghindari dan menangkis beberapa hal. Duri muncul saat benda itu akan menyerangnya.


 


‘Sial’


 


Trang! Trang! Trang!


 


Sayfull terus melesat menghindar. Tampak orang-orang terkena imbasnya. Bahkan dari pihak musuh juga terkena.


 


Sayfull terus menerus menghindarinya. Melihat semua pergerakan tak beraturan uni.


 


Hyaaaa!


 


Trang!


 


Sayfull melompat karena banyak yang datang dari berbagai arah.


 


Namun,  dari belakang tiba sebuah serangan yang sangat fatal.


 


Namun, Rognoins miliknua menahannya. Dia pun selamat dan napak di sana.


 


“Kau hebat juga bocah! Tapi ini belum cukup!” ujar orang itu dan melebarkan tangannya itu.


 


Sayfull melihat kini sesuatu muncul. Yakni bola-bola tumbuhan berduri. Sepertinya memang mengandung racun semmematikan milik ular berbisa.


 


Beberapa orang langsung menjadi lemas dan sekarat setelah terkena bola-bola itu.


 


Tampak, Sayfull bersama Rognoins itu. Melindungi diri dari semua itu. Membuat kubah biru yang menangkis semuanya.


 


Orang itu bahkan terlihat kesal.


 


‘Bocah ini kuat rupanya’ batinnya di sana dan ingin melakukan sesuatu. Dia sepertinya memunculkan bunga di sana. Di sampingnya.


 


Lalu, memegang hal itu. Sepertinya sedang mengendalikan sesuatu. Lalu dia menggoyangkan itu ke samping.


 


Terjadilah sesuatu di mana bangunan itu bergerak. Lalu, semuanya berubah menjadi tanaman.


 


“Sihir kegelapan : cabang kekkai!” ucap orang itu berteriak.


 


Sayfull melompat menghindari itu semua. Orang-orang yang masih selamat bingung. Tampak, sepertinya orang itu menebas semua orang di dalam sana.


 


‘Ini sihir yang memindahkan kita ke suatu dimensi. Sihir kegelapan rupanya’ batin anak muda itu. Dia menenteng puluhan pedang kali ini. Ada beberapanya yang melayang. Orang-orang kaget padanya.


 


‘Kalau begitu, akan kutunjukkan pertunjukkan pedang seribu milikku’ batin Sayfull semangat.


 


Groaaarg!


 


Monster Rognoinsnya pun bersiap. Bahkan dia dibekali dengan beberapa pedang juga di tangannya itu.


 


Orang di sana pun tersenyum melihatnya. Nampak dia juga dipersenjatai dengan sebuah tali akar yang berduri. Juga ada semacam tumbuhan yang hanya punya mata di pundaknya itu.


 


“Hehehe!” Dia tersenyum pada lawannya ini.


 


Lalu mereka bersiap di sana.


 


Wuuush!


 


Serangan kejutan tiba dari arah atasnya. Sayfull menghindar. Singanya mengaum. Tampak orang itu sangat cepat dan akan menyerang dengan tali itu yang dia buat pendek dan kaku.


 


Trang!


 


Sayfull menagan dengan pedang birunya itu. Lalu  Sayfull menggerakkan jarinya seperti isyarat. Membuat sesuatu terjadi pada pedang lain.


 


Mereka seakan menunjuk menepung musuhnya itu.


 


“Bergeraklah!” teriak Sayfull dan tampak semua pedang iu serempak meluncur ke arah orang itu.


 


Orang itu tak kaget sama sekali.


 


Blaaar blaaar blaaaar!


 


Sayfull melihat sebuah pelindung tumbuhan. Namun, dia tak kaget sama sekali. Dia pun maju dan menusuk bahkan menembusnya.


 


Pelindung itu hancur tak ada seseorang pun di sana. Lalu, orang itu muncul dari dinding itu. Sayfull melirik ke belakang. Ke arahnya.


 


“Hahahahaha!” dia tertawa di sana.


 


“Kau jenius ya bocah. Sepertinya memang klan Onpipan adalah yang terkuat,” ucap orang itu.


 


Sayfull menatapnya tajam.


 


“Tentu saja!” Dia mengacungkan pedangnya. Beberapa pedang pun ikut mengacung.


 


“Jangan kalian coba-coba dengan kami semua,” gumam Sayfull kejam.


 


“Hahahahahaha!”


 


Orang itu tampak akan menerima puluhan misil pedang dari Sayfull. Dia membuat tali baru lalu menggunakan itu. Membuat suatu tali-tali akar yang bahkan terhubung dengan dinding-dinding itu. Dengan begitu semua pedang tampak menempel padanya.


 


Lalu, orang itu melesat dari arah samping Sayfull. keluar dari dalam dinding dan akan menyerang dengan tongkat dari itu.


 


Trang!


 


Sayfull menangkis. Singa miliknya menyerang dan membuat orang itu mental menabrak dinding dan memasukinya.


 


Sayfull waspada singanya juga. Beberapa Onpipan di sana ketakutan. Dia tampak akan kabur. Mengendap namun .....


 


Jrasssh!


 


Suatu tali panjang tampak menembusnya. Muncul dari dinding itu. Sayfull teralihkan. Melihatnya.


 


Lalu, orang itu pun menyerang dari arah atas. Bersama dengan munculnya sulur-sulur yang berduri dan tajam itu di sekitar musuhnya itu.


 


Hyaaaa!


 


Blaaaaar!


 


Orang itu mendarat dan beberapa tumbuhan menghilang. Membuatnya bisa mendarat aman. Orang itu melihat asap di tempat Sayfull.


 


Lalu, lapisan biru mulai terlihat. Membuat orang itu malah tambah tertarik lagi.


 


‘Dia putra mahkota yang sangat berbakat’ batinnya kagum. Ramoak kubah besar berwarna biru itu kini lenyap dengan suara yang unik lalu kembali lagi menjadi semua. Di mana semua itu adalah bentuk lain dari gabungan puluhan pedangnya itu.


 


‘Inilah teknik seribu pedang’ batin Sayfull bersiap menatap tajam pada musuhnya.


 


Keduanya sangat sengit.


 


Bersambung.