Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Blue identific toratori noplist.



Episode 45


Di budapest Island.


Groaaaar! Muncul monster Kraken. Yang mana ternyata menguasai gedung besar itu.


Saat ini, Yam tengah hadapi monster itu. Dia tampak bergerak ke sana kemari dengan motornya itu.


Groaaarg!


Monster yang punya satu mata yang bersinar dalam gelap itu. Punya banyak tentakel-tentakel seperti gurita.


Groaaaarg!


Tampak, Yam terus bergerak dari sela-selanya. Menghindari tiap terjangan tentakel itu.


Monster itu tampaknya sedang memanjat ke gedung ini. Atau tidak?!


Brrrrrrm!


Yam terus melaju menghindari semua hal yang dilancarkan oleh sang moster. Terlihat, monster itu terus menjulurkan semua tentakelnya ke arah Yam.


Yam dan motornya terus menghindarinya. Berkelit dan bahkan berkendara di atas tentakel-tentakel itu.


Groaaaarg!


Kini, Yam akan melompat. Untunglah dia menggunakan kekuatannya yang bisa menciptakan sebuah kotak biru layaknya di dalam komputer.


Kotak biru itu tampaknya bisa dia tapaki. Bahkan bisa membuatnya jauh melompat tinggi ke arah atas sana.


Wuuuush!


Yam, tampak terus melaju ke arah atas. Lalu sang monster coba menangkapnya.


Mencegah pergerakan Yam.


Namun, Yam berkelit dengan memunculkan kotak biru itu di tempat lain.


Tuing!


Yam lalu melesat ke bawah lagi. Mendarat dan kembali bergerak menjauh.


'Monster ini punya kelemahan. Yaitu matanya sendiri' batin Yam menjelaskan.


Swing!


Jduaaar!


Tampak monster itu terus lakukan penyerangan ke arah Yam. Yam, masih bisa menghindar dan dia lolos dari maut.


Brrrrrm!


Dia terus melaju untuk melakukan cara penghindaran lagi.


Brrrrrrm!


Tampak, Yam sepertinya akan melompat lagi.


Dua kotak sudah ada di depan dan atas sana.


Brrrrm!


Monster itu menyerang tepat dari belakangnya. Namun, Yam sudah tahu dan melompatinya.


Lalu, dia berkendara diatasnya dengan mudah.


Dua tentakel mencoba menjatuhkannya.


Dia melompat dan menarik tuas. Lalu menuju ke kotak biru besar yang sudah dia siapkan.


"High full!"


Suara sistem saat dirinya sudah di atas kotak biru itu. Lalu, tampak dirinya kini, terlapisi sesuatu yang berwarna biru di seluruh tubuh dan motornya.


Melihat Yam. Monster itu menusukkan tentakelnya lagi ke arah Yam.


Lalu, Yam tampak melompat dengan mudah menghindarinya.


Wuuush wuuush wuuuush!


Tusukan demi tusukan yang dilancarkan musuh tampak gagal total.


Yam, kimi sudah berdiri di kotak lainnya yang dia buat hampir setinggi dada Kraken itu.


Kraken lalu menghembuskan sesuatu dari lubang di sekitar matanya itu.


Wuuuush!


Itu adalah gelombang yang terpadu dengan air laut yang dia serap sebelumnya.


Namun, Yam melompat dengan mudah dan malah langsung menuju ke arah si moneter dengan kecepatan penuh.


Monster itu terbelalak kaget.


Goaaaaarg!


Yam nampak akan menyerangnua dengan tabrakan motor mautnya.


Goaaaarg!


Monster itu akan menghindari. Namun, Yam sudah berada di dekatnya.


Dia lalu berputar bersama motornya itu.


"Hyaaaaa!"


Wush! Wush! Wush!


Dengan putaran mautnya tu. Yam bisa bergerak mengikuti kepala dan pergerakan tiba-tiba sang monster.


Wush wush wush!


Monster itu laku mencoba terus menghembuskan air dan angin itu. Akan tetapi semuanya gagal dan mudah diatasi oleh Yam sendiri.


Hingga Yam sudah mencapai kepalanya.


Groaaaarg!


Setelah itu, Yam mengambil sesuatu dari sakunya.


Seperti pistol dan ada dua di masing-masing tangan.


Setelah menghadap sempurna dengan mata besar itu.


Yam lalu menembakkan sesuatu dari pistol berwarna biru itu.


"Robin changer!"


Kemudian sesuatu berwarna biru yang ditembakkan Yam itu. Bergabung dan menjadi sebuah dua lingkaran cahaya lumayan besar yang berputar bergandengan.


Groaaaarg!


Monster itu terkena serangan pas di mata besarnya itu. Membuat Yam puas.


Goaaaarg!


Monster itu mengeluarkan banyak darah di matanya itu. Tembakan milik Yam mungkin menembus sampai ke dalam sana.


'Itu karena. Semua organ dalam ada di dekat matanya. Dengan menembus mata itu. Termasuk jantung sekalipun, dia akan binasa!' Batin Yam.


Goaaaaarg!


Monster itu terus berteriak.


Hingga membuat satu monster yang lebih besar tampak mendatangi Yam.


"Apa?!" Yam tampak kaget.


Tampak datang monster raksasa yang lebih besar dari Kraken. Dia berwujud panjang dan tampak akan langsung menyerang Yam.


Groaaarg!


Kraken masih berteriak kesakitan. Lalu, monster baru yang sepertinya naga laut itu.


Tampak, akan membelit diri Yam saat ini.


Wuuush!


Monster itu akan menyetang Yam. Yam yang terpana, nampak lengah dan saat dia menghindar. Dia terkena kibasan dari tangan Kraken yang masih hidup.


Groaaarg!


"Aaaakh!"


Yam pun jatuh ke lantai dasar lagi. Menembus semua lantai itu.


Masih bersama motornya yang terus dia naiki itu


Wuuush!


Blaaaaar!


Yam nampak tersungkur dan membuat bekas yang tak main-main.


Kini, Yam tampak berdiri sambil melenguh melihat ke atas. Dia lalu turun dari motor itu.


Lalu, perlahan melihat Kraken yang sepertinya sudah mati. Lalu, mata Yam dibuat terbelalak dengan hadirnya satu Monster yang sebenarnya belum dia lihat secara pasti bentuknya.


"Penguasa lautan!" seru kaget Yam.


Nampak naga itu membelit ke sana kemari tempat itu. Sembari berteriak sangat nyaring.


Groaaaarg!


"Sialan!"


Yam pun mundur karena itu. Dia sepertinya akan melangkah lari untuk meloloskan diri. Namun ....


Jduuuuum!


Monster itu seakan tahu dan kini menindihkan tubuh panjangnya di depan Yam. Yam nampak kaget.


Dia masih bisa bertahan dan menjauh.


Kini, kepalanya yang sudah berada di depannya nampak menoleh ke arah Yam.


Sekali lagi Yam harus bertarung dengan satu monster laut di tempat ini.


Jduaaar!


Monster itu mencoba melahapnya. Namun, Yam menghindar dengan sesuatu kecepatan. Dia kini sudah tiba-tiba di atas lantai kedua.


Yam lalu berlari. Namun, sanga monster tahu dirinya di mana.


Jduaaar.


Kepala monster muncul dari bekas dorinya berdiri itu. Lalu, tampak mengejar dirunya.


Tap tap tap tap tap!


Yam tampak berlari dengan kecepatan sedang. Lalu, monster itu malah berada di belakang dirinya sendiri.


Dia melirik dan memandang kesal monster itu.


Jduaar jduaaar!


Kini, mereka sudah berada di lantai selanjutnya yang punya banyak ruangan. Yam sedikit lebih lama bisa mengulur waktu.


Dia tampak bersembunyi saat ini. Monster itu masih merusak tempat ini dengan tubuh besar panjangnya itu.


Yam tampak melenguh lelah.


Dia selalu mengintip ke arah monster itu yang mencari-carinya.


'Aku harus bisa fokus. Suaranya membuat internalku eror beberapa detik' batin Yam.


Kekuatan Yam hampir mirip seperti sistem komputer. Seperti komputer juga. Dia rawan pada gelombang-gelombang pengganggu yang sangat kuat.


Yam mulai melihat tubuh monster itu. Dia pun mencoba bergerak menjauh.


"Aku akan lari!" ucapnya sembari melakukan ribuan langkah itu.


Tap tap tap tap tap!


Jduaaar jduaaar!


Naga di belakangnya terus hancurkan tempat itu. Dia masih mencari-cari Yam berada.


Lalu, setelah lama mencari. Tampak dia menoleh dan mendapati Yam.


Dia, lalu melesat dan mengejarnya begitu cepat. Membuat Yam harus melompat.


Untunglah dia menapak dan tidak jatuh dari lantai itu. Karena monster itu seluruhnya hampir merusak segalanya.


Dia menapak di kotak biru yang dia buat. Sambil beristirahat sejenak di atasnya.


'Aku akan mengulur waktu untuk temukan anti gelombang ini' batin Yam serius.


Monster naga itu tampak bangkit lagi. Mulai mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru.


Lalu, aaat mendapati Yam. Dia pun bergegas ke arahnya.


'Monster itu sangat ganas!' Batinnya kesal.


Suatu hari Sato bertanya pada Chintya.


"Kenapa guru tidak menjadi orang kuat?"


"Maksud dari kata kuat itu apa?" tanya bingung Chintya.


"Kuat di Black destroyer," jawab anak itu polos.


"Ohhh."


Tampak Yam akan di serang oleh monster tadi. Naga itu lalu mencoba menekan Yam. Namun ......


"Blue back!"


Suatu penghalang berwarna biru tercipta. Dan itu dapat menahan kepala naga itu yang akan menyerang Yam.


"Karena aku tak memenuhi syarat," jawab Chintya.


"Apa saja syarat dimasukkannya orang dalam golongan kuat di organisasi Black destroyer?" tanya Sato.


Menatap lembut ke  arah muridnya. Chintya pun menjawabnya.


"Pertama, punya kekuatan pertahanan yang kuat!"


Tampak, dinding Yam sangat  kuat sampai tak tergores.


'Dinding ini tahan suara jadi sedikit lebih baik dari  kekuatanku pelindungku yang lain' batin Yam.


Jduaaar jduaar jduaaar jduaaar!


Nampak dia mengumpulkan data monster itu dengan suatu sistem layar yang menampilkan bar dari angka 1 sampai 100%.


"Hanya 20%," keluh Yam.


Namun, monster itu terus berusaha. Yam masih mencoba bertahan di balik dinding.


Mencoba melakukan sensor pada sesuatu di balik dinding yakni naga itu.


"Lalu apa lagi?' tanya Sato lagi.


"Ketiga dan terakhir, adalah kemampuan dan kepintaran."


"Maksudnya?" tanya Sato.


"Maksudnya adalah, saat kau lengah kau mampu mengatasinya lalu saat kau kalah kau bisa melaluinya."


Jduaaar jduaaar jduaaar jduaaar!


Naga itu terus melakukan hantaman di dinding biru ini. Nampak membuat diri Yam agak khawatir.


'Aku masih belum bisa menganalisanya, mungkin butuh dari dekat di sumbernya' batin Yam.


Lalu tiba-tiba .....


Jduaaaar!


Naga itu sepertinya berhasil hancurkan dinding biru milik Yam.


Lalu dia mengejar Yam yang berada di bawah sana berlari.


Dia lalu mengaum karena lari Yam menuju ke tempat luas. Tak seperti yang biasa dia lakukan.


Suara itu sebenarnya membuat tubuh Yam itu pudar. Sebenarnya itu hanya pancingan saja.


Karena Yam memakai sebuah tubuh hologram yang dia keluarkan.


"20%-50%."


Lalu, naga itu pun menghantam tubuh hologram itu.


"50%-90%"


'Untunglah naga itu tak mengaum' batun Yam.


"Akan tetapi .." lanjutnya sengaja dipotong.


"Groaaaarg!"


Tap!


Tampak sesuatu seperti membuat naga itu yang sepertinya kebingungan. Karena tubug Yam yang sudah lenyap entah ke mana.


Monster itu tak menyadarinya.


"Dari semua syarat itu, guru jadi tak bisa menjadi orang kuat ya?" batin Sato sedikit iba pada gurunya.


"Hahahahaha, kenyataannya orang kuat harus memiliki semau itu agar layak disebut orang kuat di Black destroyer."


Chintya tampak tersenyum pada muridnya ini.


Yam lalu menembakkan sesuatu dari kacamatanya. Dia sudah lepas helmnya saat ini.


100% Ting!


"Blue identific Toratori noplist!"


Seru Yam!


Kemudian. Laser biru nan kecil tampak melesat dari tangannya.


Menusuk dan naga itu tentu tak sadarinya.


Kecepatan dan ukurannya itu. Membuat naga itu telak terkena serangan itu.


Namun, walau kecil  ukurannya. Ternyata efeknya.


Grrrrrrrr!


Tampak layaknya dalam sistem penghapusan komputer. Monster itu lenyap bagai semua yang sudah  tak berati lagi.


Bersambung.