
Episode 21
Hell Darksuadi
Terlihat masih di tempat si kacamata itu dengan nampak juga dia berunding disana.
'Waktuku tak banyak, hingga si putri itu datang' batin si kacamata dengan hati-hati.
"Ayo atau kau mau ku ubah juga?" tanya orang itu lagi kepada kepala sekolah itu.
'Aku akan memaksanya dengan ini' batin si kacamata.
"Tunggu!"
Lalu ucapan itu membuat si kacamata melihatnya. Dia berada di belakangnya dari tadi sepertinya.
"Sago?" tanya si kacamata.
"Sephij, sudahi dramamu ini," ucap sago yang tiba-tiba dilokasi itu.
"Apa maksudmu?" tanya marah si rambut merah berkaca mata.
"Sephij, kau sebenarnya menggunakan sihir delusi ya? Hahaha. Tampaknya aktingmu sangat menawan bahkan sampai ratusan orang tertipu disini," ucap sago dengan bebas mengatakan rahasia terbesar milik orang bernama sephij.
"Sialan kau sago. Aku akan membunuhmu," ucap marah sephij.
"Haha tenanglah, sebagai gantinya aku membawakan kau sesuatu. Ikutlah bersamaku," ucap sago.
Lalu terlihat keduanya pergi dan menghilang. Bersaman dengan itu semuannya disana lenyap. Bahkan para yavin itu. Semua yang mendengar percakapan itu tak terlalu kaget selain yang jauh disana. Bahkan saat ini yang sudah bertukar bisa kembali lagi dengan mudahnya menjadi manusia lagi.
"Sialan, semua ini adalah delusi pacvion," ucap si kepala sekolah geram.
"Kita sepertinya kena tipu!" ucap orang itu lagi.
Tap tap!
"Taaaraa," ucap sago ceria sembari menunjukan barang bawaannya.
"Dia adalah anak dari penyihir yang bukanlah penyihir, aku spesial membawakannya padamu," ucapnya lagi.
Orang yang bernama sephij terlihat tersenyum. Rencananya sepertinya berhasil walau sebenarnya tidak.
Di tempat sato.
Terlihat semuannya sudah sekarat. Ya benar sato dan yang lainya terluka. Tak disangka monster manusia itu sangat kuat. Tadinya dua orang misterius itu berhasil menyudutkannya namun orang itu berubah dipenuhi hawa sihir kuat. Karenanya dia menjadi tambah kuat dan berhasil memojokan sato dan dua orang lainnya itu.
Terlihat laki-laki dewasa disana terluka berat.
"Sialan," ucapnya. Dia dan sato sepertinya bertahan di suatu tempat.
"Kita sepertinya tak akan bisa bertahan disini. Secepatnya musuh pasti akan menyerang dengan menghancurkan teempurung katak ini," ucap megamu.
Kini keempat orang itu ada di sebuah tubuh katak yang mempunyai tempurung di tangan punggung dan kepala atasnya.
Semuanya diam. Sato terlihat memejam.
'Sepertinya ini giliranku,' batin sato.
Bruaak. Bruuuak.
Terlihat shimun masih diluar sana memukul-mukul pelindung mereka yang berbentuk katak.
"Sialan, kenapa ada mahkluk kuat disini," ucap chintya.
"Ya, aku juga baru menemuinya," ucap laki-laki yang menahan lukanya itu.
Di dunia sihir.
Terlihat diatas sana. Eldorick tengah terikat. Tak disangka-sangka oleh siapun. Itu karena sesuatu membuat putri itu lengah. Dia tak lain adalah mugo. Pria berambut biru panjang yang sepertinya dulu menjalin hubungan yang cukup akrab dengannya. Namun kenapa saat ini malah mugo terlihat puas melihat eldorick yang terikat.
"Sayang sekali eldorick, aku sudah berhasil menemukan kekuatan baru di dunia lain. Kini kaupun yang sudah menyerap bagian kekuatanku dahulu. Sudah tak berdaya lagi. Hahahahaha," ucap mugo dengan tawa.
Eldorick pov.
Pria itu tak lain dan tak bukan merupakan wujud kedua dari godwicther. Namun dia malah membangkang karena merasakan aneh padaku saat dia di dekatku. Karena hubungan kami para god sangat tidak terikat. Semua yang dia punya saat berada di dekatku menjadi milikku saja.
Itu merupakan pantangan dari kami berdua. Diamanapun juga kami tak boleh berada dalam satu tempat yang sama. Jika tidak sesuatu yang berbahaya dan merugikan terjadi. Layaknya seperti yang mugo dan diriku alami.
Tak kusangka aku melanggar pantangan itu. Itu semuanya karena hati ini yang baru merasakan kasih sayang. Aku sangat menyesalinya.
Pov end.
"Hahahahahhaha."
Suara tawa mugo membuat harapan eldorick seketika pupus.
"Gehahahahaha."
Tak disangka penyihir kaca mata itu kembali. Namun karena trik sihirnya sudah diketahui. Dia terlihat sekarat disana. Sago terlihat tak ada juga disekitarnya.
Namun sephij nama pria itu tertawa girang.
"Setelah sekian lama. Mengagumi bentuk yavin. Karena maniaknya itu aku harus menanggung harapannya yang tak masuk akal. Tapi saat ini. Aku berhasil. RAJA YAVIN BAKHURA. Kau akan kubangkitkan," teriak sephij.
Membuat semua penyihir terkejut.
"R-raja yavin?"
"Jadi semua bukan omong kosong dan sihir delusi pacvionnya lagi?"
"Tenanglah semua, kita pastikan saja," ucap si gendut tak lain kepala sekolah itu.
Setelah itu. Tampak di depan sana muncul dari lingkaran sihir besar seukurannya itu. Sebuah mahkluk yavin besar dengan sayap hitam dan gigi-gigi berwarna merah dan acak tumbuhnya. Terlihat mengerikan lalu darah yang keluar dari lubang tak berbentuk di dada kanannya.
"W-wujud itu."
"Sepertinya itu memang nyata."
"Raja yavin. Yang benar saja."
"Hahahahahaha. Benar kalian tak akan bisa menang. Bahkan bersama godklannad sekalipun, cehahaha," tawa sephij puas.
"Sialan, yang bisa mengalahkan monstet purba itu hanya sihir dari dunia lain. Itu mustahil sekali. Mustahil," ucap si pria superhero. Yang diketahui bernama bubleman alias marco kazumi.
Graaaaaaaarg
Monster itu melebarkan sayapnya. Membuat semuanya takut.
Lalu monster itu maju dan dengan sangat cepat bisa meratakan satu pasukan itu. Untung saja marco berlari terbang membawa istri dan anaknya ke suatu tempat.
Untuk beberapa orang yang mampu menghindar. Mereka terlihat berpisah-pisah.
"Bahkan hanya satu gerakan saja?"
"Sebanyak jumlahnya dari kita sepertinya akan tetap mati!"
Ucapan-ucapan tak enak dan dipenuhi ketakutan dari penyihir itu. Lalu.
"Uaaaah."
Dengan kibasan dari tanggannya yang panjang. Raja yavin berhasil menjatuhkan orang-orang itu.
"Tidaaak. Tolong. Jangan."
Lalu raja yavin dengan cepat mengambilnya tuk dimakan bersama dengan pohon dan tanah yang terambil dengan tangan besarnya. Badannya kini super raksasa disana.
Sephij yang puas malah pingsan ditempat. Tapi ditahan oleh sago yang sudah ada disana.
"Hmmm, dia kakak yang baik. Harapan adiknya yang mustahil saja bisa dia kabulkan," ucap sago dan membawa tubuh rekannya itu.
Tapi sesuatu membuatnya tak jadi melangkah ke tempat yang dia dekatkan dari jauh.
"E-energi apa ini?" ucapnya setengah membatin.
Dia berbalik dan terlihat sinar kekuningan disana.
"A-apa itu?" ucap sago kaget terbata-bata.
Terlihat disana ada seseorang yang bisa menumbangkan dan mementalkan raja yavin itu. Dia sepertinya mengangkat dua wanita yang akan dibunuh raja itu. Tak lain adalah mega dan mugiwa.
Orang itu yang bermandikan cahaya kekuningan turun dan berada di atas suatu benteng. Menurunkan kedua wanita itu.
"Baiklah. Tetaplah disini," ucap orang itu. Yang berpakaian penyihir dan sepertinya masih muda namun lebih tua dari mega.
Mata keduanya terkejut begitupula dengan marco yang baru sampai.
"S-sa-sato?" ucap ketiganya. Karena wajah penyihir itu sama dengan sato namun terlihat begitu dewasa dari sato yang aslinya dan dari keluarga mereka bertiga.
Orang yang dipanggil dan diterka tampak tenang.
"Aku saat ini adalah perwujudan dari sebuah intensitas nyata diluar sana yang disebut Ketimpangan," jawab pemuda itu sopan.
"Ketimpangan, dengan kata lain?" tanya marco.
"Ya, benar sekali. Ada penyihir disekitar dimensi lain yang kuat dan karena kekuatannya tertahan atau disegel. Energinya menyebar ke beberapa dimensi yang ada disekitarnya. Namun kehadiranku saat ini tampak lebih berguna," jawab sato yang dewasa itu.
"Tapi kenapa wujudmu sama seperti putra kami?" tanya mugiwa.
"Ya, untuk itu. Entitas yang tak bisa ku ketahui. Mereka yang sebuah energi tersebar bisa berwujud apapun saat mereka dilemparkan dan selalu berpindah tempat dan wujud, itu hanya perkiraanku saja," ucap pemuda yang mirip sato itu.
Kemudian ketiganya paham dan mengangguk. Lalu terlihat disana raja yavin sudah bangkit.
"Dan satu lagi, saat kalian menyebutkan nama anak kalian. Sepertinya dia saat ini sedang dalam kesulitan. Percayalah aku sebuah intentitas dan disini sepertinya aku harus membinasakan mahkluk itu," ucap sato dewasa dan pergi.
Ditempat sato kini terlihat dia menyerahkan diri. Dia dicengkram.
"Muncul!" teriak megamu.
"Apa?" tanya chintya
"Karma, sato! Kekuatan tak terbendung dari klan pegasus!" teriak megamu.
Mendengar itu membuat shimun yang ternyata sudah di mode lain. Dimana tubuhnya saat ini mengecil namun dia punya kekuatan magis yang bisa menggerakan dan membuat sihir kuat tak tertandingi.
Bahkan sampai membunuh salah satu dari pihak sato. Yaitu si pria itu. Tadi pria itu juga menggunakan suatu mode yang dia kira kuat namun ternyata musuhnya bangkit dari kekalahan dan menggunakan mode lain yang tak disebutkan namanya.
Mode pria itu adalah Gaze. Diketahui keduanya termasuk kakak marra yaitu chintya adalah pembunuh iblis terkenal. Mereka bekerja tuk memburu pasukan-pasukan iblis yang berusaha merasuki manusia serta isinya.
"Sialan!" umpat sato.
Namun.
Duarrr!
Seseorang terlihat membanting tubuh shimun dan melepaskan cengkraman sato dari shimun.
"Siapa kau?" tanya shimun.
Namun sesuatu sudah diatasnya. Dan itu adalah mugiwa yang sudah dengan tombak mata duanya itu.
Trang!
Shimun terpental. Dia tak percaya.
'Kenapa bisa ada penyihir disini?' Batin shimun.
"Mahkluk setengah monster," ucap seseorang yang menolong sato. Yaitu bubleman alias marco.
Mugiwa dan mega sudah disekitar mereka yang tengah sekarat. Fernie sudah kehilangan tangannya. Lalu chintya yang tak bisa bergerak dari robohan yang menimpanya.
Lalu satu persatu mereka selamatkan. Mega menyembuhkan tangan fernie dan memunculkan tangan itu seperti semula. Begitupula menolong chintya.
"Tiga penyihir pun tak akan bisa mengalahhkanku, aku saat ini memiliki kekuatan menerawang juga. Kalian tidak bisa kabur dariku," ucap sombong shimun.
"Hahaha." Mugiwa tertawa.
"Kalian mahkluk dari dunia lain, apakah mampu menahan serangan dari sihir kami yang hanya bisa kita gunakan disini?" ucap mugiwa.
Hal itu membuat shimun terkejut. Dia sepertinya ingin mundur namun.
"Hell Darksuadi!!"
Mugiwa mengucapkan mantranya. Lalu terlihat ruangan sihir tercipta menghalangi jalan dari shimun.
"Sialan!" ucap shimun.
Lalu terlihat penghalang itu membentuk sempurna. Di dalam hanya ada api yang menggeliat dibawah kaki shimun. Membuat shimun kepanasan namun dia tak bisa bergerak.
"Api itu kami buat dari sinar ultra dari matahari," jelas mugiwa.
"Kau tidak akan bisa kemanapun," lanjut ibu sato dan mega itu.
Bersambung.