
episode 91
Chintya memandang Onpipan itu. Yang sudah berhasil berikan damage kepada tubuh sintalnya. Dia terkekeh ke arahnya.
"Gerakan yang bagus." Bocah itu maju lewati kepulan asap berwarna senada debgan energi sihir Silheggia Sayfull.
Chintya menatapnya waspada.
Brrrrm!
Dari atas sana datang boat miliknya yang masih utuh.
Lalu, boat itu meliuk ke arahnya. Chintya menatap dengan senyum.
"Sekarang kita lanjut lagi ke part dua," ucap wanita itu.
Sayfull masih waspada di bawah.
Brrrrm!
Melompat, wanita itu lalu menunggangi boatnya. Lalu, bergerak memutari si bocah sembari menembaki dengab berbagai laser pembunuh dari boatnya itu.
Jduaar jduaar jduaaar!
Sayfull tampak terus menahannya di tempat.
"Ugh!" dia melenguh sembari termundur keras ke belakang.
Semuanya reda.
Lalu, tampak Sayfull mendengar suara boat milik musuhnya itu. Dia pun melihat ke arahnya.
Lalu, tampak Chintya bersama dengan kendaraannya itu. Mencoba menyerangnya. Dirinya langsung refleks melompat ke atas.
Namun, dirinya malah merasakan kakinya itu dicekal oleh seseorang. Benar, oleh Chintya itu sendiri.
Chintya menatapnya dengan senyumnya yang menyebalkan. Sayfull pun kesal menatapnya.
"Mari ikut aku sebentar bocah!" ungkap wanita itu pada Sayfull.
"Apa?!"
Sayfull hanya bisa berteriak kaget. Lau, setelah itu dia pun sepertinya memang dibawa Chintya menggunakan boat dalam kecepatan yang sangat tinggi.
Brrrrm!
Dirinya pun tampak terus diseret ke arah depan sana dengan cepatnya.
Blaaaar!
Dirinya ditabrakkan oleh Chintya dengan berbagai bebatuan bulan. Permukaannya hingga diseret paksa dalam kemiringan tertentu.
Blaaaar!
Srak!
Sayfull tampak terbaring di tanah. Sementara Chubtya tampak gunakan boatnya dalam kecepatan pelan di atas sana. Chintya memandangnya puas.
Sayfull menatapnya marah.
'Sialan kau' batin Sayfull marah.
Tap!
Sayfull coba bangkit. Namun, dari atas sana Chintya langsung ambil tindakan tanpa ampun.
"Tak akan kubiarkan hidupmu bahagia," ungkap kejam wanita itu.
Ciuuu ciuu ciuuu!
Mata milik Sayfull melihat berbagai laser dan tembakan-tembakan hijau dari arah Chintya yang berada di atasnya itu. Bahkan wanita itu bergerak ke sekelilingnya kini.
Tak ada jalan untuk menghindar.
Lalu, dia yang muak. Tampak gunakan orochinya yang kini energi pedang itu sudah lapisi tangannya juga. Sangat penuh.
Hyaaaaa!
Dia gerakkan tangannya itu ke arah semua laser itu. Bersama tebasannya juga.
Jduaar jduaar jduaaar!
Semua tebasan yang bertemu serangan musuh itu. Meledak. Lalu, tampak kini asap pun melanglang buana di sekitar Chintya..
Chintya menatap ke arah Sayfull tadi. Dia berhenti sejenak.
Lalu, asap itu pun reda. Terlihat Sayfull yang masih bisa berdiri. Matanya langsung bisa menangkap sosok musuhnya.
Kini, terlihat Sayfull pun gunakan pedangnya dan menebas ke sekitarnya dalam satu putaran pedangnya.
Sring!
Orang itu membuat gelombang tanpa bentuk. Yang sangat luas. Chintya bahkan sedikit kaget dan terhempas keras sekali. Hingga kini terpisah lagi dengan boatnya itu.
Namun, Chintya masih bisa menapak. Chintya menatap ke arah musuhnya itu dengan tatapan heran.
Lalu, Sayfull tampak melihat je arahnya. Anak itu pun langsung lompat ke arahnya dengan kecepatannya yang di luar batas.
Wuuush!
Sayfull langsung mencoba menebasnya. Namun, Chintya menghindar. Sayfull terus menerus mendesaknya. Dengan berbagai macam serangan. Dia melompat dan bahkan menyerang dengan cara-cara yang sangat rendah.
Wuuush Wuuush Wuuush!
Blaaaar!
Chintya tampak termundur. Dia terseret serangan musuh yang menyerang dalam bentuk energi merah itu..
Sayfull sendiri masih bersiap akab menyerang lagi. Mata pedang orochi kini fokus ke Chintya.
Lalu, energi tampak sepertinya dari tadi sudah terkumpul pada Sayfull dan pedangnya. Terlihat getaran di tanah bulan itu.
Lalu, Chintya yang sudah bisa menghilangkan energi tebas tadi. Lalu, rasakan sesuatu pada anak itu.
'Akan apa dia?' batin dirinya heran.
Sayfull tampak bercahaya merah. Tidak pekat. Cahaya itu seperti perlapis dirinya.
"Aku akan hancurkanmu dalam satu tebasan ini. Orochi. Pinjamkan kekuatanmu!" teriak Sayfull.
Lalu, tampak angin atau gelombang tercipta di sana. Wuuush!
Gelombang itu bisa dirasakan oleh Chintya. Di tampak terus fokus terhadap bocah di depannya. Sayfull masih sama dia terus menyiapkan suatu serangan yang masih belum dia lakukan itu.
"Hyaaaaa!"
Sayfull mengerang. Bukan kesakitan namun, dia sendang mengeluarkan tenaganya itu.
Lalu, dia pun perlahab menggerakkan pedangnya itu ke depan.
Bola sihir tampak terbentuk di depannya. Kemudian bola sihir itu mulai berbentuk panah. Namun, kali ini sangatlah besar.
Chintya waspada. Lalu, boatnya tampak kembali kepadanya lagi.
Wuuush!
Boatnya itu masih bisa bergerak cepat. Lalu, dirinya tampak melompat.
"Hyaaaaaa!"
Sayfull tembakan energi sihirnya yang lancip itu.
Jduaaaaar!
Ngung!
Parameter tampak mulai deteksi hingga robot-robot itu tampilkan sesuatu yang berwarna kuning.
Ngung!
Bahkan berbunyi di sana.
Wuuush!
Ledakan itu cukup singkat. Diakhiri dengan cahaya sihir yang berduri lalu mengecil ke pusatnya dan menghilang. Sungguh sihir yang unik.
Sayfull terlihat tersengal. Masih mengacungkan orochi swordnya itu. Menatap ke arah asap ledakan tadi.
Wuuush!
Di dalam sana. Chintya tamaok sedikit parah. Armornya tampak rusak. Bagian paha dan perutnya rusak. Bagian detail yang lebih kecil juga hilang dan tergores parah.
Dia berlutut. Boat miliknya tampak ada di depannya. Keadaannya tampak masih utuh. Diia melihat ke arah depan sana. Mengintip dibalik boatnya itu.
'Tadi serangan yang sangat kuat. Bulan bahkan bergetar hebat.' Batin dirinya.
Membayangkan tadi bulan bergetar.
Kini masih jam 03 pagi. Matahari sudah tampak dari posisi meereka berdua dari balik bumi sana.
Chintya masih bisa berdiri. Dengan boatnya itu. Berusaha untuk bertahan pulihkan energi dari saba.
Wuuush!
Sayfull tampak menatap Chintya dengan terkejut.
‘Dia masih bisa selamat' batinnya menggeram marah.
Wuuuuuush!
Sayfull tampak mencoba mengejarnya. Dia menyerang dengan puluhan tebasan energi lagi. Chintya meliriknya. Lalu gunakan boatnya menghindar dan menembak banyak laser hijau yang kenakan semua tebasan dari Sayfull.
Bluuum!
Chintya menjauh. Namun, kini Sayfull tampak berada di depan dan belakangnya. Dia ada dua?
Kedua Sayfull itu menebas. Namun, untunglah dengan Shadow effect. Chintya membuat bayangannya yang terkena tebasan itu.
Dirinya kini sudah jauh dari dua orang sama itu.
Brrrrrm!
Chintya terus menjauh. Sayfull sendiri mengejarnya sembari tembakan banyak sekali tebasan ke arahnya. Dia meliuk-luik di udara hindari tebasan demi tebasan milik anak itu.
Jduaar jduaaar!
Chintya naik lebih tinggi. Matahari sudah hampir terlihat dari sana. Namun, Sayfull kembali menyerang dari jarak jauh. Mengunakan tebasan kuatnya itu.
Dia pun terhempas ke atas. Untunglah boatnya itu kuat. Walau baju pelindung muluknya mulai terkelupas karena tertembus energi yang masih belum bisa dia bendung. Setelah dia menerima serangan kuat sebelum ini.
Sayfull tampak melesat ke atas. Chintya pun melesat ke arahnya. Kemudian dia melompat dari boat.
Lalu, dia pun menerjang anak itu lebih cepat darinya.
Blaaar!
Sayfull ke bawah sangat cepat. Chintya kembali kendarai boat itu. Lalu, di tanah. Sayfull mendarat mulus. Padahal tadi serangan yang cukup jitu dari Chintya. Mungkin belum cukup.
Kini, Sayfull tampak menyiapkan serangannya lagi. Kali, ini seperti sebuah tebasan kuat lagi.
Karena tadi tebasan itu sepertinya berhasil mengenai diri wanita itu. Wanita itu pun langsung menggas boat dan melesat cepat tuk menghindar.
Sayfull berteriak.
Hyaaaa!
Dia membaut tebasan lebar. Di mana mencegah Chintya untuk menghindar.
‘Sialan’ batin Chintya kesal.
Tebasan itu sangatlah cepat. Lalu, Chintya memutuskan untuk terjun ke bawah. Boatnya tampak terbang ke samping dan terkena tebasan itu.
Lalu, sisa tebasan lain. Dia masih bisa dia tahan dibantu dengan energinya yang masihlah terbilang kuat untuk saat ini.
Tap!
Dia mendarat. Sayfull melesat lagi tanpa basa-basi ke arahnya. Dia juga menembakkan puluhan tebasan kecil.
Chintya lalu menghindarinya. Lalu, Sayfull menebasnya. Dia pun terpental ke belakang.
Blaaaar!
Sayfull menatap ke arahnya. Dia tersenyum menjengkelkan. Lalu, diia pun menarik pedangnya ke arahnya lagi. Membuat tebasan panjang ke arahnya.
Wuuush!
Blaaar!
Chintya bisa lolos. Lalu, ada serangan serupa lagi. Dua pun lompat namun, karena lompatannya rendah. Dia terpental.
Sret!
Dia pun terseret sedikit ke belakang. Dia lalu merasakan hadirnya Sayfull lagi yang membelah asa dengan tebasan jarak jauhnya itu.
Dia lalu kini lebih sigap dan bisa melompat untuk menghindari tebasan dan efek gelombang itu yang cukup rawan.
Blaaaar!
Chintya mendarat. Lalu, Sayfull tampak menuju ke arahnya lagi.
'Benar-benar merepotkan’ batin Chintya.
Trang!
Tebasan itu dia tangkisnya. Lalu, pertarungan jarak dekat pun tersaji. Chintya menyerang kakinya. Bisa dengan mudah jatuhkan Sayfull yang masih belum bisa mengimbangi gerakan lincah Chintya.
"Ugh!"
Sayfull menerima bogem di wajahnya. Membuatnya keluarkan darah lagi. Lalu, Chintya akan menyerang wajahnya. Dia tak bisa mengelak. Orochi tampak memandangnya.
Dia pun menggerakkan benda itu sedikit. Namun, bisa membuat gelombang besar yang mencegah gerakan dari Chintya yang amat fatal jika terkena.
Chintya berada jauh darinya. Dia lalu memandang marah pada wanita itu. Lalu, menebas udara. Hasilkan gelombang besar ke arahnya.
Kemudian dia melakukan silang pedang lagi menembak tebasan energi besar ke arahnya yang bahkan menembus daratan itu.
Chintya yang bary saja mendarat dari gelombang tadi. Kini, harus meredam serangan telak lagi. Kini armornya kembali terkelupas.
Blaaaar!
Dia jatuh lagi di tanah amat jauh untungnya dari Sayfull. Tebasan itu tampak lenyap setelah dirinya menjangkau puluhan kilometer.
Grak!
Dia pun mencoba untuk bangkit perlahan. Namun, dia masih belum bisa. Kini, Sayfull masih berdiri di tempatnya juga. Tersengal dengan nafasnya sendiri kelihatannya.
Sang Onpipan lalu mencoba dekati Chintya. Chintya mendeteksinya. Arah tebasan kuat itu lagi. Dua lalu melompat dan dia atas sudah bergerak boatnya.
Lalu, Chintya menaikinya. Sayfull tak membiarkannya. Dia menggunakan pedangnya lompat dan membuat serangan luas yang dia pikir akan menghambat Chintya di udara.
Lalu, Chintya tampak terjun ke bawah. Dia menggunakan boatnya dengan benar untuk mundur. Lalu, dia pun menembakkan grey 4nya persis ke arah tebasan milik bocah tadi.
Tampak dia keluarkan sesuatu dan memasangnya dulu ke sebuah tempat di boatnya. Sebelum mengeluarkan laser pembunuhnya itu.
Bersambung.