Next Vampire and Werewolf

Next Vampire and Werewolf
Perang melawan monster!



episode 68


Marijla dengan mata enterprenernya itu. Indigo melihat bahwa hawa itu kini sangatlah acak namun, penyebarannya makin luas setelah semua insiden.


'Ini gawat!' Batin Marijla.


Kini, Marijla kembali ke markas menggunakan mobil. Dia melihat ke sekitarnya. Dan beberapa kali terlewati semua energi kebencian ini.


'Semuanya sangat acak. Akan tetapi ...."


Kini di markas utama mereka yang khusus untuk melindungi dunia ini dari ancaman musuh atau monster dari dunia lain.


Tampak manda, Sherly, Marijla, Bernard, Forg, Haik, Yam, Vinita, Genm dan Masilius. Berkumpul di markas itu komplit.


Mereka sebelumnya berduka atas kematian salah satu dari mereka. Kini, tersisa 10 orang kuat. Namun, jumlah mereka kembali ganjil karena slah seorang bergabung dengan mereka. Dialah Dragon!


Dragon juga sudah resmi menjadi orang kuat karena dia berhasil menahan kekuatan kuat dari monster yang sudah lama disegel.


Namun, dragon cepat paham. Kini, merekka diskusikan sesuatu. Ada suatu peta yang sepertinya menggambarkan titik-titik peredaran energi kebencian yang hanya bisa dilihat oleh gadis Marijla.


Brak!


"Semuanya sangat acak. Tapi di beberapa titik energi itu saling bertemu. Aku masih belum paham."


Manda tampak menggaris semua titik itu. Hingga membuat pola segi enam yang sangat rapi. Bernard dan yang lainnya berpikir. Untuk apa energi itu bergerak seperti ini.


"Kemungkinan ini ulah seseorang bukan?" tanya dragon antusias.


"Belum diketahui."


"Tapi ..."


Manda tampak membuka sebuah file.


"Aku menemukan catatan dari seseorang di berkas rahasia milik beberapa orang yang pernah tercatat memilik mata indigo," ucap manda.


Lalu, file itu terbuka otomatis di meja diskusi. Melayang seperti hologram sangat canggih.


Bernard berpikir. Haik juga serius saat ini.


"Apa kau mendapatkan sesuatu?” tanya  Yam di samping haik.


"Ya, aku mendapatkan catatan ini," jawab manda.


Tampak sebuah kertas dngan isi tulisan dan kata-kata bahasa latin itu.


"Itu seperti catatan harian," pendapat Bernard.


"Dia catatan ini. Kita tahu bahwa anak indigo ini pernah melihat energi aneh yang bentuk dan cirinya sama seperti energi kebencian. Apalagi, energi ini hanya bisa terlihat oleh para pemilik mata Indigo," jelas manda.


"Dengan ini, kita tahu suatu petunjuk. Semua energi yang diceritakan itu mengarah ke satu tempat yang sama. Di mana dia mengatakan energi hitam itu menuju ke gudang yang sudah di tutup. Dia mlihatnya dengan mata berdarah karena energi itu berkumpul sebelum."


"Sebelum apa?!" tanya Yam panasaran.


"Tak ada yang tahu. Catatan itu sepertinya dihilangkan atau sang pnulis sengaja menyembunyikan lanjutan naskahnya," jawab manda.


"Sayang sekali," ucap genmu.


Masilius melihat genmu.


"Aku akan mengirim semua robot Raiden ku untuk berjaga di semua titik," lapor Masilius.


Semuanya takjub.


"Baguslah," ucap manda puas.


Namun, genm terlihat masih santai. Membuat batin Masilius agak kesal melihatnya.


"Lalu, apa yang harus dilakukan selanjutnya?" tanya Bernard.


"Terserah kalian, tapi jangan gegabah."


"Sepeertinya memang musuh sedang mencoba mempermainkan kita ya," pendapat Vinita di tempat itu.


Wuuush.


Malam itu Sephij kembali berada di atas gedung besarnya itu. Dia membawa bola itu sambil melihat semua energi yang melimpah bergerak dengan alur yang acak itu.


"Heh."


Dia terkekeh geli.


"Akan kumulai Mugo! Bersiaplah," ucap Sephij.


Seseorang yang bersandar di kegelapan tampak mulai bergerak.


"Jangan sampai memunculkan diri Sephij. Apalagi bertemu dengan bocah karma itu," ucap Mugo menasihati.


"Tenang saja. Aku bukan monster seperti mereka yang suka gegabah," jawab santainya.


"Baiklah kalau begitu!"


Tap tap tap tap!


Mugo tampak berlalu dari tempat itu.


Tampak, cuaca di dunia manusia kini sangat dingin. Membuat organisasi Black destroyer mengerahkan semuanya untuk berjaga.


"Aku sudah mengirim proposal ke organisasi, kini semua titik itu sudah dijaga," lapor manda.


"Baiklah, ayo semuanya kita bergerak!" ucap Bernard bersiap.


"YA!"  jawab semuanya berdiri dari kursi itu.


Wuuush wush wuuush!


Masilius tebang bersama 10.000 robot Raiden. Dia tampak tak memikirkan apa pun lagi.


Haik, Bernard dan, Yam. Menunggangi pesawat milik Bernard.


Genm tampak berjalan di jalan itu. Lalu, tak di sangka dia malah berpapasan dengan seseorang yang menurutnya biasa saja.


Namun, dia merasakan adanya serangan darinya.


Blaaaaar!


Dia sebenarnya akan menuju ke robot besarnya yang dia parkir di bawah tanah itu. Robot super genmu yang ukurannya jauh lebih besar dari Raiden serta lebih modern tampilannya.


"Siapa kau?!" tanya genm.


Terlihat orang itu adalah Sephij. Tampak membenarkan kaca mata khasnya itu.


"Holla holla amigos. Hehehehe," ucap Sephij sambil terkekeh. Menggunakan bahasa asing yang sering dipakai di dunia ini.


"Apa tujuanmu menyerangku?" tanya Genm datar.


Dia tampak ingin melakukan sesuatu. Namun, sebelum dia memencet tombol di kakinya itu.


Tampak, benda itu rusak seketika. Padahal benda itu sangat canggih.


'Ke-kenapa?' Batin genm.


"Maaf kawan. Seseorang memintaku untuk mengambil  dua  .... um. Monster?" ucap Sephij.


"Apa yang kau maksud?!" tanya Genm dengan seruan keras.


"Kau orang yang sudah menyembunyikan sesuatu kan?"  tanya balik Sephij.


"Apa maksudmu haaah?" bentak Genmu.


Kini, keduanya sepertinya bertarung. Dengan sentuhannya itu. Genm bisa mengalirkan listrik yang besar.


Namun, dia tak akan berdaya jika tanpa robotnya itu.  


Namun,  di markas. Sinyal milik Genm ternyata tersampaikan.


Manda mengartikan sinyal itu. Dia membelalak kaget.


"Orang itu mengincar Genm!"


"Untuk apa?!"


"Entahlah.  Sinyal itu terpotong. Kalian harus mencarinya segera!"


"Baiklah!"


Wuuush!


Semuanya kemudian mencari keberadaan genmu.


Bernard, haik dan, Yam berpencar. Masilius juga berpencar dengan beberapa robot Raidennya.


"Musuh tampak mengincar salah seorang dari kita!"


"Itu berarti mereka sudah tahu siapa saja yang menghalangi jalan mereka," ucap megamu serelah Chintya melontarkan kata-kata itu.


Chintya mengangguk.


Mereka kini menggunakan helikopter. Untuk ikut menjaga seluruh bumi ini dan mencari di mana lokasi .....


"Itu dia!" ujar megamu. Dia sepertinya tahu di mana Genm.


"Ayo turun!"


Tap tap tap tap!


Keempatnya turun.


Namun, terlihat sudah anagt berantakan.  Chintya mengirim sinyal itu kepada semua orang kuat.


Semuanya dengan cepat ke titik itu.


"Hahahahahahahahah!"


Tap tap tap tap!


Chintya dan semuanya kaget.


Terlihat Sephij yang sudah ...


"Tidak mungkin!" teriak Chintya melihat Sephij yang tengah membawa  tubuh setengah bagian dari genmu. Namun, sepeetinya genmu masih hidup tubuhnya ternyata adalah besi layaknya robot.


"Kalian semua saksikanlah pertunjukan besar dariku," ucap Sephij.


Setelah itu dia mengambil sesuatu di dalam kepala milik genmu. Memasukannya langsung dengan sadis.


Brrrak!


Chintya dan megamu menutup mulut melihat adegan itu. Sementara semua anggota kuat selain manda  tampak baru sampai.


"Astaga!"


"Apa yang terjadi pada genm?!"


ucap mereka semua.


Tap tap tap tap!


Mereka semua sudah berada di sekitar Sato. Melihat adegan itu.


Sephij lalu tertawa riang!


"Huahahahahahaha!"


Setelah dia mendapat apa yang mau. Yaitu semacam informasi di dalam otak genmu. Lalu, dia mengeluarkan suatu bola yang sudah mengumpulkan banyak energi kebencian.


"Kebencian adalah suatu kekuatan! Terimalah dosa karena sudah melenyapkan kebencian!" teriak Sephij.


Marijla yang bisa melihat itu. Tampak sangat kaget. Karena energi kebencian kini memasuki berbagai hal di beberapa titik dunia ini.


"Dia membuat semua energi itu. Fokus ke lima titik acak. Semuanya menuju ke tempat Bristold Story!" ucap Marijla.


Mereka semua rasakan efeknya. Getaran dan gelombang acak itu.


"Sial!" seru Bernard.


"Gawat, itu tempat keramat yang sudah disamarkan. Hanya akku dan Genm yang tahu. Jadi itu semua yang dia incar," ucap gagap Forg.


"Bristold Story menyimpan banyak mumi-mumi monster yang tak bisa dihancurkan. Mereka semua mungkin akan dibangkitkan dengan energi kebencian manusia ini!" seru Marijla.


"Gawat!" seru Sato.


Wuuush!


Terlihat kini, malah banyak sekali monster yang ada di depan mereka semua.


"Itu dia!"


Groaaaaaarg!


"Hahahahahahahahahah!"


Kini, di beberapa tempat muncul monster yang sebelumnya dikalahkan oleh mereka. Susanoo ...


Tampak monster ungu yang tidak bisa dilihat kecuali para pembasmi. Kini, nampak mengamuk di tengah kota metropolitan.


Kraken...


Kini, kembali menguasai daerah Budapest Island.


Monster naga laut dan masih banyak lagi.


Vinita tampak menembakkan kekuatan penggandanya ke salah satu monster itu.


"Cannon!" teriaknya.


Blaaaar!


Kini, banyak monster yang dia gandakan. Mereka semua saling bertarung.


Sato yang berada di helikopter bersama megamu dan yang lainnya. Kini, melihat banyak monster-monster lain yang lebih kecil juga. Semua pembasmi itu tampak melawan mereka semua.


Sato dan dua remaja lain tampak akan turun dipimpin oleh guru mereka Chintya.


"Kita akan fokus ke beberapa monster yang ku--"


Ucapan Chintya terpotong.


Kala sesuatu yang begitu besar lewat begitu saja.


"I-itu!" seru Forg tidak percaya.


Groaaaarg!


Bernard yang berada di atas bersama Yam. Nampak melihat soak panjang besar itu yang terbang. Berwarna gelap ada kebiruan. Sisik-sisiknya sangat khas.


Groaaaarg!


"Mo-monster. Legendaris?!" seru Bernard dan Yam.


'Sial, di saat seperti ini. Stargeast malah rusak!' Batin Bernard kesal.


Wuuuush!


Monster itu tampak seperti naga panjang. Namun, bedanya dia punya dua lengan layaknya tangan monster dan cakranya yang sangat tajam.


"Groaaaaar!" monster itu berteriak.


"Deus!"


"Bagaimana mereka mendapatkannya?" tanya Masilius yang kini menunggangi satu robot raidennya.


Di sampingnya ada haik dan Sherly.


"Entahlah, mungkin dia tahu lokasi di mana persembunyiannya," tanggap haik.


Kini, dia sudah bersiap bersama dua rekan yang lainnya.


"Sialan, ada Deus! Cepat lariii!"


Semua orang yang merasa lemah lari. Deus tampak menghampiri mereka. Lalu, dia pun mengaum dan memunculkan api yang membakar tempat itu.


"Api biru yang dingin. Tidak salah lagi. Itu Deus salah satu monster legendaris yang satu level dengan iblis!" seru Forg di dalam helikopter itu.


Sato pun tambah geram. Melihat ke arah Deus yang dibicarakan.


'Sialan, masalah rambah rumit!'


Groaaaarg!


Tempat organisasi.


Mereka para atasan itu. Tampak berkeringat dingin. Menyaksikan adanya Deus di sana.


"Deus sudah pergi dari dunia ini bukan? Puluhan tahun lalu?" tanya satu orang dengan suara gemetar.


"Tentu saja, mungkin dia tertarik lagi untuk mengacau ke sini. Entah kenapa dia kembali."


Groaaaarg!


Bersambung.