Mr. Dev (CEO of Seoul)

Mr. Dev (CEO of Seoul)
Menggagalkan



"Jio, kau di mana? Kita sedang dalam bahaya. Sekertaris Kim telah mengetahui aktifitas kita semalam." ucap Alenaa dengan suara yang terdengar ketakutan, ia memegang erat ponselnya di telinganya.


"Apa yang sekertaris sialan itu ketahui hm? Kenapa kau secemas ini?"


Alenaa mengerutkan dahinya, Jio sama sekali tidak takut? Ya sepertinya begitu, suara Jio terdengar sangat tenang.


"Dia tahu semuanya tentang kita semalam. Apa mungkin tentang kematian Della juga? Jio, bagaimana kalau dia memberitahu Dev? Kita bisa celaka Jio, kita sedang dalam masalah besar sekarang."


"Oh benarkah? Lalu apa yang harus aku lakukan? Kau ingin aku melenyapkannya hm?"


"Tidak! Kau tidak boleh melenyapkannya, itu akan semakin---."


"Siapa yang ingin kau lenyapkan?!" Dari jarak 1 meter terdengar suara yang tak asing di indera pendengaran Alenaa, sontak wanita itu segera menoleh dengan kedua mata yang melebar.


"De-Dev."


"Siapa yang ingin kau lenyapkan?!" Dev melangkah ke arah Alenaa dengan tatapan sangarnya. Kedua manik matanya terlihat begitu tajam. Terlihat seperti malaikat pencabut nyawa.



"Ti-tidak ada. " Alena menggeleng, seraya memutuskan sambungan teleponnya, sial kenapa Dev tiba-tiba ada di sini?


"Oh benarkah?" ucap Dev menarik salah satu sudut bibirnya, seolah tak percaya dengan apa yang diucapkan wanita yang ada di hadapannya sekarang.


"Kalau tidak ada? Kenapa kau berkeringat dingin seperti ini sayang?"


"Ehm." Alenaa menolehkan pandangannya saat jari telunjuk Dev mengusap peluh yang bercucuran di dahinya.


"Kau terlihat seperti orang yang baru saja melakukan pembunuhan? Ah, apakah kau melakukan hal itu? Kejam sekali."


"Tidak. Aku tidak melakukan apapun."


"Benarkah? Lalu aku harus percaya dengan wanita sepertimu?"


"De-Dev." Alena meraih kedua tangan Dev lalu menggenggamnya dengan erat, sebelum kemudian ia berdehem dan mengukirkan senyuman di bibir tipisnya.


"Aku dengar dari papa, kau sudah bercerai dengan wanita jalan* itu. Aku sangat bahagia Dev, akhirnya tidak ada lagi yang mengganggu hubungan kita." ucap Alenaa tersenyum lalu memeluk tubuh Dev dengan erat, namun tak berselang lama tubuh wanita itu langsung terhempas hingga kepalanya membentur dinding.


"Aahh Dev. Kau menyakitiku." keluh Alenaa memegang dahinya yang baru saja meneteskan darah segar.


"Oh astaga aku menyakitimu? Dimana yang sakit sayang? Oh tuhan, maafkan aku karena telah menyakiti putri kesayangan tuan Alden." Dev menyentuh luka yang ada di dahi Alenaa, mengusapnya dengan lembut, sebelum kemudian, ia menekannya dengan kuat hingga membuat Alenaa menjerit kesakitan.


"De-devhh."


"Cihh, kau tahu aku sama sekali tidak perduli padamu. Berhenti berpura-pura bodoh dihadapanku. Aku semakin jijik melihatmu seperti ini." Seru Dev, wajahnya tampak semakin terlihat dingin dan tak berempati.


"Stop acting like a good angel. Kau wanita kotor yang pernah aku kenal!!"


"Tuan." panggil sekertaris Kim seraya berjalan tergesah-gesah ke arah Dev dan Alenaa.


"Ada apa?"


Sekertaris Kim berjalan semakin mendekat, lalu ia membisikan sesuatu di telinga Dev, sontak Dev langsung mengerutkan dahinya sebelum kemudian ia merekahkan seulas senyuman tipis di bibirnya.


"Kita ke sana sekarang." ujar Dev merapikan pakaiannya, lalu berjalan mendahului sekertaris Kim tanpa memperdulikan Alena.


"Bersiap-siaplah nona Alenaa." pinta sekertaris Kim dengan senyum tipisnya.


"Bersiap-siap? Untuk apa?" Alenaa tanpa dibuat kebingungan, ia sama sekali tak mengerti dengan ucapan ambigu sekertaris Kim.


***


"Apa dia sudah bisa memberikan kesaksiannya? Aku ingin dia membongkar kejahatan Alena dan kekasihnya sekarang."


"Nona Della baru saja siuman, kita belum bisa meminta kesaksiannya sekarang, dia mengalami trauma berat."


"Huh." Dev menghembuskan napasnya dengan kasar ke udara. "Bagaimana kau bisa menyelamatkannya?"


"Ehm." Sekertaris Kim menghentikan langkah kakinya. Ia sudah menceritakan semua yang terjadi antara Alenaa, Jio, dan juga Della semalan. Namun untuk bntuk penyelamatan yang ia lakukan pada Della, tak sepenuhnya ia ceritakan.


"Kenapa kau diam saja? Cepatlah, aku ingin menemui sahabat istriku."


"Eh, i-iya tuan." Sekertaris Kim kembali melanjutkan langkah kakinya, menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat Della. Sepintas ingatannya akan Della yang hendak melompat dari kedung tua itu kembali terngiang-ngiang di kepalanya.


*


Sekertaris Kim berlari menaiki anak tangga yang tidak sedikit jumlahnya, jantungnya berdebar, ia takut kejadian yang tidak diinginkan terjadi pada Della. Dan benar saja, betapa terkejutnya dirinya saat melihat Della yang sudah berdiri di bibir lantai 4 gedung itu.


"Nonaa Della. Apa yang kau lakukan?!" Dengan sigap, sekertaris Kim menarik tubuh Della, memeluk dan menjauhkan wanita itu dari sana.


"Lepaskan akuu. Aku mau mengakhiri hidupku. Lepaskaan." Della memberontak, air matanya semakin membanjiri wajahnya bercampur dengan darah yang terus menetes dari pelipisnya.


"Kau gila?! Apa kau pikir mengakhiri hidupmu akan menyelesaikan masalahmu?!" Cetus sekertaris Kim melonggarkan pelukannya.


"Yaaa, ini akan menyelesaikan masalahku. Aku tak pantas hidup di dunia ini. Aku wanita kotor, lepaskan aku dan biarkan aku mati!!" teriak Dellla, ia memegangi kepalanya yang terasa perih. Matanya tampak berkabut, ia tidak dapat melihat dengan jelas wajah pria yang ada di hadapannya.


"Kau--." ucapan Della terhenti tatkala, kesadarannya perlahan menghilang dan...


"Nona Della." Sekertaris Kim terhenyak, ia menarik tubuh Della ke dalam pelukannya saat wanita itu hendak terjatuh ke atas lantai.


"Segera siapkan mobil." pinta sekertaris Kim seraya mengangkat tubuh Della ke dalam gendongnya. Buru-buru ia melangkahkan kakinya, menuruni anak tangga menuju lantai satu, namun sebelum itu ia menyuruh beberapa bodyguardnya untuk membereskan beberapa bodyguard Jio yang terjerambah di atas lantai dengan luka yang tidaklah sedikit.


"Jangan lupa untuk menghubungi Jio besok pagi. Katakan padanya jika Della telah tiada."


"Baik tuan Kim."


"Senang bisa bekerja sama denganmu. Walaupun kau sangat mengecewakanku karena terlambat memberitahuku tentang keberadaan Della." ucapnya dengan langkah yang tergesah-gesah.


"Maaf tuan."


"Tidak apa-apa. Segera bereskan sisa-sisa pekerjaanmu." ujar sekertaris Kim, berlalu masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Della sudah di bawa pergi oleh bodyguardnya ke rumah sakit.


*


"Bagaimana keadaan nona Della dok?" tanya sekertaris Kim menghampiri dokter Choi yang baru saja keluar dari ruang ICU.


"Silahkan ikut ke ruangan saya tuan." ujar dokter Choi, berjalan mendahului sekertaris Kim ke ruangannya.


"Dok."


"Nona Della mengalami keguguran."


"Keguguran?" Sekertaris Kim tercengang, matanya tampak membola lebar.


"Iyaa tuan. Apa anda tidak tahu? Usia kandungan nona Della sudah menginjak 3 bulan, namun aku tidak bisa menyelamatkannya. Tubuh bawah nona Della juga tampak robek setelah di paksa untuk berhubungan badan."


Glek, demi apapun jantung Sekertaris Kim langsung berdebar kencang, tangannya menggepal kuat. "Sialan kau Jio. Aku tidak akan memaafkanmu."


"Saat ini, nona Della sedang kritis. Tulang pelipisnya sedikit retak akibat benturan keras."


"A-apa dia masih bisa selamat dok? Tolong lalukan apapun yang terbaik untuk Dia. Tolong selamatkan dia dok, aku mohon." pinta Sekertaris kim mengatupkan kedua tangannya, matanya tampak berkaca-kaca.


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk nona Della." ucap dokter Choi menepuk bahu sekertaris Kim.


"Aku ingin memindahkan nona Della ke AMC Hospital. Ikutlah dengan kami dok, aku ingin kau yang merawat nona Della di sana."


"Baik tuan. Aku akan segera mengurusnya."


"Huh." Sekertaris Kim menghela napas, tangannya masih menggepal kuat. Jio benar-benar pria brengsek, dia telah menghamili Della dan menyiksanya seperti ini?


"Aku akan membalaskan semua perbuatanmu Jio, kau telah menyakiti wanita---." ucapan sekertaris Kim terhenti. Tunggu sebentar, kenapa ia jadi seperduli ini terhadap wanita. Tidak, ini bukan dirinya, ada apa dengannya sekarang?


.


.


.


.


Bersambung...


Hai kak Readersss, maaf udah buat kalian menunggu. Tetap support author yaa biar bisa nulis lagi dan kelarin novel ini 🙏🏻❤