Mr. Dev (CEO of Seoul)

Mr. Dev (CEO of Seoul)
Hukuman lagi?



Pukul 2 pagi Dev terbangun, pria itu merabah-rabah nakas tempat di mana ponselnya berada.


"Siapa yang menelponku di pagi buta seperti ini?!" dengus Dev kesal. Rasa kantuk masih menyerangnya namun ia tetap menjawab panggilan telepon tersebut tanpa memperhatikan nama yang tertera di layar ponselnya.


"Tuan." Suara sekertaris Kim terdengar dari balik telpon.


"Kau?! Kenapa kau menelponku di pagi buta seperti ini?!" seru Dev dengan suara yang meninggi hingga membuat sekertaris Kim melepaskan earphonenya dari telinganya. Gendang telinganya hampir saja pecah karena teriakan tuan mudanya itu.


"Maaf tuan. Saya sudah sangat tidak sopan karena menganggu tuan, tapi saya hanya ingin menanyakan keadaan nona Agya. Apa tuan benar-benar memberikan hukuman terhadap nona Agya?"


Glek


Pertanyaan macam apa ini, kedua bola mata Dev melebar, pria itu bahkan langsung beranjak duduk, "Kau menelponku hanya untuk menanyakan keadaan Agya? Kau mengkhawatirkannya? Apa kau menyukai istriku? Berani sekali kau menyukai istri dari seorang Deva Wilantara!!"


Oh tuhan apalagi ini, bukankah mereka akan bercerai, kenapa Dev tiba-tiba mengakui Agya lagi sebagai seorang istri. Atau pria itu sedang cemburu karena sekertaris Kim tiba-tiba mengkhawatirkan istrinya.


"Maaf tuan. Tapi saya---."


"Jangan berbicara lagi atau ku jahit mulutmu!!" cetus Dev, "Katakan padaku kenapa kau mengkhawatirkan Agya hm. Kau menyukainya?!"


"Tidak tuan, saya tidak tertarik pada wanita." ucap sekertaris Kim asal agar Dev tidak semakin mencecerkan pertanyaan gila itu.


"Saya hanya ingin memastikan jika tuan tidak menghukum nona Agya karena perbuatan liarnya di Maxi Bar."


"Kenapa kau mengaturku?!"


"Bisakah anda mendengarkanku dulu tanpa langsung menjawab dan marah-marah tuan muda yang terhormat." Batin sekertaris Kim, ia tampak menarik napas singkat, menyiapkan energinya untuk meladeni tuannya yang selalu emosian.


"Saya tidak bermaksud untuk mengatur tuan ataupun mengkhawatirkan nona Agya. Saya hanya tidak ingin tuan menghukum nona Agya atas kesalahan yang tidak disengaja."


"Apa maksudmu?!"


"Tuan, saya telah memeriksa CCTV yang ada di Maxi Bar. Saya melihat nona Agya bertemu dan sempat berbicara dengan nona Alenaa. Bahkan nona Alenaa lah yang menawarkan wine pada nona Agya tapi sebelum itu nona Alenaa menunjukan sesuatu dari ponselnya pada nona Agya."


"Apa? Berani sekali dia mengotori tubuh suci istriku dengan minuman haram itu!" Kini Dev terlihat berapi-api. "Apa yang ditujukan Alenaa pada Agya?"


"Saya tidak tahu tuan, setelah melihat sesuatu dari ponsel nona Alena. Nona Agya terlihat sangat marah dan tak segan meminum wine yang selama hidupnya tak pernah dia minum."


"Alenaaaa." decak Dev seraya mengusap kasar wajahnya. Apa Alena lah yang telah mengotori pikiran Agya? Hingga istrinya itu sampai menuduhnya yang bukan-bukan.


"Tunggu sebentar, semalam Agya mengatakan jika aku selalu bercinta dengan kekasihku di belakangnya. Apa kekasihku yang dia maksud adalah Alenaa? Apa Alenaa menyabotase video syur miliknya dan mengatakan pada Agya jika pria yang tidur bersamanya adalah aku?"


"Nona Agya mengatakan itu?"


"Ya, aku mengingatnya dengan betul, semalam dia terlihat seperti reog kelaparan, dia bahkan memakiku habis-habisan."


"Sepertinya nona Alena sengaja ingin meracuni pikiran nona Agya. Dia tidak berhasil meyakinkan dan mengambil kepercayaan Nyonya Valerie lagi, itu sebabnya dia mencari alternatif lain dengan menemui nona Agya."


"Dan Agya dengan begitu polosnya dia mempercayai omong kosong wanita jalan* itu." Dev melirik ke arah Agya yang tidur di sampingnya, "Gadis bodoh!" gumamnya tersenyum tipis seraya mengusap lembut wajah dan bibir istrinya itu.


Meskipun ia sangat marah pada Alenaa, namun ia harus bersyukur karena dengan kejadian itu, ia bisa melepas hasratnya yang tertahan setelah 7 bulan purnama. Padahal baru 7 hari ckck.


"Tuan. Apa tuan mendengarku?" tanya sekertaris Kim, saat ia tak mendengar apapun lagi dari balik telpon.


"Tidak. Matikan saja telponnya." teriak Dev, kini pria itu kembali mencumbui Agya. Membuang selimut yang menutupi tubuh polos istrinya ke sembarang arah, hingga kini tubuh polos wanita itu memenuhi pandangannya.


Sial tubuhnya sangat cantik dan seksi.


"Ughhh." lenguh Agya tertahan saat bibirnya diluma* dengan rakus oleh Dev. Ia merasakan sesuatu menjalar di perutnya dan tunggu..


"Dev." Agya membuka lebar matanya, melihat Dev yang sudah berada di bawah perutnya dan sedang menatap vagin*nya dengan tatapan kelaparan.


"Kau mau apa?"


"Memberimu hukuman." jawab Dev seraya tersenyum maniak.


"Lagi?"


"Yaa, karena kau telah lancang menonton video porn*."


"Ha? Video apa?" rupanya Agya masih belum sepenuhnya sadar.


"Kau pikir aku tidak tahu? Kau bertemu Alenaa di Maxi Bar bukan. Apa yang ditunjukannya padamu hm? Kau terlihat sangat marah bahkan dengan lancangnya kau menelan minuman haram itu." tangan Dev mulai bergerilya di atas tubuh Agya, mulai dari bibir, kerongkongan, dan perut wanita itu seolah mengikuti jalur wine yang ditelan Agya.


Seketika Agya mengerutkan dahinya mencoba mencerna ucapan Dev, sebelum akhirnya ia bergerak menjauh dari dekapan suaminya itu saat scene menjijikan di video syur itu memenuhi kepalanya.


"Hei. Kau mau kemana?" Dengan sigap Dev menahan tubuh Agya saat wanita itu hendak turun dari tempat tidur.


"Lepaskan! Jangan pernah menyentuhku. Aku jijik denganmu. Ah, aku merasa sangat kotor sekarang karena melayanimu semalam." cetus Agya menepis kasar tangan Dev, lalu melompat turun dari ranjang seraya memakai kemeja putih Dev yang terjerambah di lantai.


"Sayang." Dev berbicara selembut mungkin walaupun sebenarnya ia ingin muntah mendengar suaranya sendiri. Ia tak pernah berbicara selembut ini sebelumnya.


"Jangan menyentuhkuu." cetus Agya menepis tangan Dev yang hendak melingkar di pinggangnya. Wanita itu kini berdiri di depan jendela kaca yang menunjukan suasana kota Seoul di malam hari.


"Kenapa kau berbalik marah padaku hm? Seharusnya aku yang marah. Aku menyuruhmu untuk menungguku di mobil saat di rumah sakit tapi kau malah lari dariku dan menemui Alenaa. Apa tujuanmu bertemu dengannya? Kenapa kau mau menemuinya? Apa kau tidak tahu selicik apa wanita itu? Bagaimana jika dia mencelakaimu atau bahkan membunuhmu?!"


"Dia tidak akan melakukan itu. Adapaun jika dia melakukan itu, aku akan mernomalisasikannya." Agya membalik tubuhnya, menatap Dev dengan tatapan sangar.


"Menormalisasikan katamu?! Kau bisa mati Agya!"


"Dia hanya seorang wanita yang tersakiti oleh pria brengsek sepertimu. Dia hanyalah seorang wanita yang tidak terima miliknya diambil oleh wanita lain. Apapun yang dia lakukan termaksud membunuhku adalah hal yang wajar."


Deg.


Dev langsung terperangah, mulutnya terkatup rapat.


"Sayang, tidak seperti itu. Kau telah salah paham." ucap Dev hendak menyentuh lengan Agya namun wanita itu langsung menghindarinya.


"Salah paham?" Agya menaikan salah satu alisnya seraya tersenyum miring. "Omong kosong, dasar brengsek!" cetusnya memukul dada bidang Dev lalu keluar dari kamar.


"Oh god." Dev menghembuskan napas berat seraya menarik rambutnya kebelakang. Kenapa masalahnya jadi berbuntut panjang seperti ini?


**


Agya meraih botol minunan dingin dari kulkas, menuang air dingin tersebut ke dalam gelas lalu meneguknya dengan kasar hingga sebagai air tersebut tumpah dan membasahi kerak kemeja yang dipakainya.


"Brengsek memang." sungutnya mendaratkan tubuhnya dengan kasar di kursi meja makan. Lalu merebahkan kepalanya di atas meja, kepalanya masih terasa pening dan sakit.


Tadinya ia pikir saat Alena mengajaknya bertemu, Alena akan mengikhlaskan Dev untuknya. Tapi pikiran Agya memang terlalu bodoh, mana ada wanita yang mengikhlaskan kekasihnya di ambil oleh wanita lain begitu saja. Dan sialnya ia diperlihatkan video syur Alenaa dengan Dev. Oh apa pria yang ada di video itu adalah Dev? Ya, Agya sangat yakin jika pria yang tengah bercinta dengan Alena itu adalah Dev.


Memikirkan semua itu benar-benar membuat Agya sakit kepala, ia ingin meminum wine lagi agar ingatannya segera hilang, seperti beberapa jam yang lalu.


"Apa yang ingin kau lakukan?!" sergah Dev mengambil alih botol wine yang berada di tangan Agya.


"Kau benar-benar sudah tidak waras Gyaa." cetusnya melepar botol wine tersebut ke lantai hingga pecah tak tersisa.


"Ya, aku memang sudah tidak waras. Aku orang gila, lalu kau mau apa?" Agya membalas tatkala cetusnya, matanya memelotot tajam.


"Agya dengarkan aku. Sekali lagi aku tekankah bahwa kau bukanlah wanita perebut. Aku memang salah karena telah menjeratmu dalam rencanaku, aku minta maaf akan hal itu. Kau tak seharusnya merasa bersalah seperti ini pada Alenaa, dia wanita yang tak pantas menerima belas kasih. Dia wanita yang sangat licik dan freak, itu sebabnya aku tak pernah mencintainya dan ingin memutuskan hubunganku dengannya. Aku tahu caraku memang sangat salah tapi aku tak memiliki cara lain selain melakukan apa yang kulakukan saat ini."


"Dan yaa, untuk video syur yang kau tonton. Aku tak tahu bentuk video seperti apa yang wanita itu tunjukan padamu. Pria itu bukanlah aku, aku tak pernah bercinta dengan Alena ataupun dengan wanita lain selain dirimu."


"Tapi aku melihatnya dengan sangat jelas jika pria itu adalah kau. Aku melihat wajahmu, tubuhmu, dan.."


"Apaa?"


Agya menelan salivanya, ia memandangi tubuh Dev yang hanya memakai handuk berwarna putih, sebelum kemudian matanya tertuju pada benda yang ada di balik handuk itu.


"Gyaa, kau tak melihat peni* pria yang ada di video itu kan?" tanya Dev memerhatikan mimik wajah istrinya. "Karena pria itu bukanlah aku."


Deg, mata Agya langsung melebar. Ia mengusap lehernya pelan. "Tapi aku melihat wajahmu, wajah suamiku."


"Gyaaa. Harus berapa kali aku mengatakan padamu jika itu bukan aku!" teriak Dev frustasi. "Tekhnologi sudah semakin canggih tapi kenapa otakmu masih bodoh saja. Apa yang tidak dapat dilakukan dengan kemajuan teknologi ini, Alena bisa saja mengedit wajah gigol*nya itu dan menggantinya dengan wajahku."


Agya menggeleng kepalanya tak percaya. "Berbaliklah, aku ingin melihat sesuatu di punggungmu."


"Apa?"


"Berbaliklah!" cetus Agya, memutar tubuh Dev agar segera memunggunginya.


Lagi mata Agya membola sempurnah tatkala dirinya tak melihat ukiran tato kupu-kupu di punggung Dev, sedangkan pria yang ada di video itu memiliki tato kupu-kupu di punggungnya tepatnya di belakang lehernya.


"Apa yang kau lihat?"


"Ehm, tak ada. A-aku---." Wajah Agya langsung memerah padam, sial betapa memalukannya ini. Ia telah melihat tubuh pria lain yang ia sangka tubuh suaminya.


"Ahh Alenaa, kau benar-benar wanita licik, kau telah mempermalukanku." batin Agya.


.


.


Bersambung....


Kak Readers yg mau lihat visual sekertaris Kim, boleh langsung dilihat di Instagram shakilah_05


Jangan lupa di follow juga ya kaks. Makasih ❤🤗