
"Selamat pagi tuan Dev." sapa sekertaris Kim membungkukan badannya singkat saat Dev dan Agya baru saja keluar dari apartemen mereka.
"Kenapa kau di sini? Bukankah aku memerintahkanmu untuk--." Dev tak melanjutkan ucapannya. Ia tak ingin Agya tahu ataupun mencurigainya.
"Saya sudah menyuruh tuan Yooshin, dia yang akan memastikannya."
"Tuan, apakah kita bisa berbicara berdua saja? Ada hal penting yang ingin saya beritahu pada tuan." ucap sekertaris Kim menoleh singkat ke arah Agya. Seketika Dev langsung mengerutkan dahinya.
"Ehm sayang, bisakah kau menunggu di mobil?" Membelai lembut puncak kepala Agya.
"Iyaa, tapi jangan lama."
"Tidak akan lama sayang."
"Baiklah, aku akan menunggu di mobil. Cup." Agya mendaratkan kecupan singkat di bibir Dev, sebelum kemudian ia lari dari sana dengan wajah yang memerah padam. Pun Dev yang langsung mengukir senyuman di bibirnya.
"Apa kau melihatnya Kim? Dia baru saja mencium bibirku di hadapanmu, dia sudah jatuh cinta padaku. Ah dia bahkan sudah menyatakan cintanya semalam. I won Kim, aku sudah memenangkan hatinya." ucap Dev mengusap lembut sisi kepalanya seraya tersenyum bangga.
Sementara sekertaris Kim, ia hanya bisa terdiam. Di satu sisi ia ikut merasakan kebahagian tuan mudanya namun di sisi lain, ia harus memberitahu kabar buruk ini pada Dev segera.
"Kenapa kau diam saja? Kau tak memberiku ucapan selamat?"
"Ehm." Sekertaris berdehem seraya merenggangkan dasinya.
"Saya sangat bahagia tuan bisa mendapatkan nona Agya seutuhnya, tapi tuan belum sepenuhnya menang. Hari ini akan di adakan rapat dewan besar di Wilantara Group untuk membahas kandidat calon presidir. Sebagian besar memilih anda sebagai calon presidir, termaksud tuan Alden. Namun selain menyuarakan anda sebagai calon presidir, tuan Alden juga akan memberitahu publik tentang hubungan anda dan Alenaa atas izin dari tuan Andhito."
"Apa?" Bak tersambar petir tubuh Dev mendadak kaku, jantungnya terasa berhenti berdetak. Kabar buruk apa ini?!
"Papa? Bagaimana bisa papa--, Ahh shiitt." Dev mengusap kasar wajahnya, "Apa semalam papa hanya mengelabuiku dengan sikap lembutnya? Dia benar-benar tak berubah, dia hanya mengambil simpatiku dan menjinakanku. Siall!!" dengusnya menggertakan giginya seraya menendang udara di hadapannya.
"Tuan Andhito sengaja menyetujui keinginan tuan Alden agar tuan tetap menjadi kandidat calon presidir, suara tuan Alden sangat berpengaruh untuk tuan. Tuan Andhito hanya tidak ingin Wilantara Group jatuh ditangan tuan Daven."
"Masih dengan alasan yang sama? Kenapa dia mengambil keputusan secara sepihak tanpa memberitahuku terlebih dulu, shitt." umpat Dev kesal, emosi memenuhi wajahnya kini.
"Antar aku ke rumah sakit. Aku mau menemui pria tua itu sekarang."
"Tuan Andhito sudah keluar dari rumah sakit pukul 5 pagi tadi. Dan sekarang tuan Andhito sudah berada di kantor, rapat dewan besar akan dimulai pukul 10 nanti."
"Pukul 10?" Dev menoleh ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sial, 30 menit lagi rapat akan dimulai, itu artinya hubungannya dengan Alenaa akan diketahui publik setelahnya.
Bug
Sekertaris Kim terperangah saat tiba-tiba Dev meluncurkan bogem kuat tepat mengenai wajahnya.
"Kapan kau mengetahui semua ini?! Kenapa kau baru memberitahuku?! Sialan kau Kim Jehaaa." teriak Dev mencengkram kuat jas yang di pakai sekertaris Kim.
"Ma-maaf tuan, saya baru mengetahuinya semalam. Setelah tuan dan nona Agya meninggalkan rumah sakit, tuan Alden dan juga Nyonya Helena datang menemui tuan Andhito."
"Kalau kau tahu, kenapa kau tak memberitahuku ha? Rasanya aku ingin membunuhmu sekarang!!"
"Ma-maaf tuan, saya sudah mencoba menghubungi tuan semalam, namun ponsel tuan tidak aktif dan baru aktif tadi pagi saat tuan memintaku untuk memastikan keadaan nona Della."
"Fuc*." umpat Dev melepas tubuh sekertaris Kim dari cengkramannya dengan kasar namun tak membuat pria itu terjatuh.
"Kita ke Wilantara Group sekarang."
"Tuan, bagaimana dengan nona Agya? Apa tuan akan tetap membawanya ke Wilantara Group? Kondisi Wilantara Group sedang tidak baik sekarang, nona Agya--"
"Aku akan tetap membawanya. Tidak ada yang bisa mengaturku, kau mengerti!" cetusnya menghunuskan tatapan tajamnya.
**
"Dev, kenapa lama sekali? Aku bisa terlambat." Agya yang berdiri di dekat mobil segera menghampiri Dev yang berjalan ke arahnya. "Ketua administrasi Wilantara Group sudah memintaku untuk menemuinya di ruangannya 10 menit yang lalu. Tapi aku masih berada di sini, aku tak ingin memberi kesan buruk di hari pertamaku Dev."
"Tenanglah sayang. Berani sekali dia memerintah istri bosnya, aku akan memecatnya nanti."
"Dev!"
"Agya." Suara Dev tercekat, kedua tangannya bergerak menangkup wajah Agya kini.
"Ha?"
"Berjanjilah Agya. Aku sangat mencintaimu, aku tak ingin kehilanganmu. Tolong jangan tinggalkan aku jika terjadi sesuatu di antara kita."
Agya terdiam, kedua alisnya tampak berkerut dalam. Ia tak mengerti arah pembicaraan suaminya. Kenapa Dev tiba-tiba berbicara seperti ini?
"Dev, aku tidak akan meninggalkanmu. Sedikitpun aku tak berniat untuk meninggalkanmu."
"Janji?"
Agya mengangguk, seketika Dev menarik tubuh Agya dan membenamkannya ke dalam pelukannya.
"Aku mencintaimu sayang." Mata Dev terpejam singkat bersamaan dengan setitik cairan bening yang keluar dari kelopak matanya, ia tak tahu harus berbuat apa sekarang. Menggagalkan tuan Alden pun sudah sangat mustahil, ia tak memiliki banyak waktu untuk melakukan itu.
"Ayo kita ke Wilantara Group sekarang, aku akan memperkenalkanmu pada publik. Mereka harus tahu jika kau adalah istriku, wanita yang sangat aku cintai."
"Dev kau tak salah?"
"Tidak! Masuklah sayang. Kita tidak memiliki banyak waktu." ujar Dev membukakan pintu mobil untuk istrinya tersebut.
"Ehm, baiklah." dengan segera Agya masuk ke dalam mobil, jantungnya tampak berdebar tak karuan. Ia sangat bahagia Dev akan memperkenalkannya pada publik, namun ada sesuatu yang seolah mengganjal di hatinya.
Sepeninggalan Dev, sekertaris Kim segera berlari ke arah mobilnya, masuk ke dalam sana dengan begitu buru-buru lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal untuk mengejar mobil Dev. Ia baru saja menerima kabar jika Alenaa telah mengumumkan hubungannya dengan Dev pada media tepat di depan gedung Wilantara Group, banyak yang terkejut dan patah hati namun tak sedikit yang mendukung hubungan mereka.
"Whattt? Dev telah memiliki tunangan. Ini sangat sulit dipercaya. Aah hatiku benar-benar patah, kenapa aku menerima kabar menyakitkan sepagi ini."
"Alena Valencia Madiason, model asal Jepang. Dia benar-benar sangat cantik dan pantas bersanding dengan Deva Wilantara."
"Oh apakah ini yang dinamakan patah hati sedunia? Aku benar-benar tidak mood untuk melakukan apapun hari ini."
"Demi apa? Devaku, hatiku benar-benar patah."
"Aku tak terkejut mendengarnya, berita ini pernah viral 5 tahun yang lalu. Namun masih sekedar rumor belaka, tapi sekarang mereka sudah mengkonfirmasi sendiri."
"Oh jadi model asal jepang yang pernah di rumorkan dengan Mr. Dev adalah Alenaa, Global Ambassador brand ternama dunia. Dia benar-benar cantik dan berbakat. Mr. Dev tak salah memilih wanita."
"Kenapa dia baru muncul sekarang? Bukankah dulu Mr. Dev pernah memiliki scandal dengan seorang jalan*, kenapa dia tidak muncul di saat itu?"
"Mungkin Mr. Dev masih tidak ingin hubungannya di konsumsi publik."
"Yaa, Mr. Dev sangat menjaga privasi dirinya."
"Aneh, dia mengkonfirmasi hubungannya pada media seorang diri. Dimana Mr. Dev? Rasanya aku masih belum yakin jika bukan Mr. Dev yang mengatakannya secara langsung."
"Mr. Dev, aku baru menyatakan cintaku kemarin di kampus tapi dia langsung memberikan kabar menyedihkan ini? Aku merasa tertampar. Dia memang tak selevel denganku."
"Priaa duniaa haluku telah memiliki kekasih? Aahhh kenapa dadaku terasa sesak. Aku ingin menangis berhari-hari."
"Alenaa wanita yang sangat beruntung, dia mendapatkan pria setampan dan sekaya Mr. Dev."
"Yaa, she is very lucky."
Dan masih banyak lagi komentar serupa warga net terkait berita yang begitu menggemparkan pagi ini. Bahkan hastag patah hati sedunia menduduki trending tertinggi di salah satu aplikasi media sosial, di susul hastag Mr. Dev dan Alena Valencia.
.
.
.
.
Bersambung...
Bagaimana tanggapan kak Readers terkait ini? :)