
Setelah merasa cukup baik, Della langsung beranjak dari tidurnya, untuk beberapa saat ia terdiam memerhatikan ke sekelilingnya. Ia merasa sangat kesepian ditinggal pergi Jeha, sampai kapan ia terus bersembunyi di sini? Apakah ibu dan ayahnya tak mencarinya?
"Tak ada yang perduli padaku." Della tersenyum kecut, sudah dua bulan ia pergi dari rumah, namun ia tak mendengar sedikitpun berita kehilangan yang dilaporkan keluarganya. Yaa, mereka memang tak seperduli itu pada Della semenjak nenek Iza meninggal dunia.
"Huh." Sebenarnya Della merasa sangat lelah menghadapi dunia. Berkali-kali ia menyerah namun takdir masih menginginkannya untuk tinggal, bahkan menghadirkan Kim Jeha di dalam hidupnya dan membuatkannya dunia baru.
Lagi, Della menghela napas panjang. Ia mendaratkan tubuhnya di kursi meja makan, menatap nanar spaghetti yang tersaji di atas meja. Sebelum kemudian ia meraih spaghetti tersebut dan menyantapnya dengan begitu lahap sembari memerhatikan ke sekelilingnya.
Usai sarapan, Della memilih untuk merapikan apartemen itu, mulai dari kamar, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Ah sangat melelahkan, tapi setidaknya keringat yang mengandung penyakit keluar dari tubuhnya.
Hari itu, Della benar-benar terlihat sangat sibuk. Ia juga menyiapkan makan malam untuk menyambut kepulangan Jeha nanti, ya walaupun ia tahu Jeha akan pulang terlambat malam ini.
"Sudah siap." gumamnya tersenyum seraya meletakanan dua lilin di atas meja, terlihat seperti dinner romantis? Baik, mari lupakan masa lalu dan mulailah menata masa depan dengan melakukan dinner romantis ini.
Della melangkah ke arah kamar, kini waktunya untuk membersihkan tubuhnya dan berdandan secantik mungkin.
***
Beberapa jam berlalu, Della sudah siap dengan dandanan natural namun terlihat sangat cantik, ia tak memiliki pakaian bagus, dress dan semacamnya hingga terpaksa ia meminjam kemeja putih sekertaris Kim yang begitu longgar di badannya.
"Jam berapa Jeha akan kembali?" gumamnya mendaratkan tubuhnya di sofa ruang tamu, sejenak ia menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10 malam.
Cukup lama Della menunggu sampai akhirnya perhatian wanita itu tertuju pada pintu yang baru saja terbuka.
"Jeha." dengan penuh semangat Della melangkah ke arah pintu, namun tiba-tiba ia melangkah mundur seraya menggeleng kepalanya tatkala melihat seseorang yang bukanlah Jeha melainkan orang lain.
"Selamat malam sayang." Pria itu mengulaskan senyuman sinis. Ia menutup pintu apartemen tersebut dengan kasar, pun tatapan matanya yang menajam hingga membuat Della ketakutan.
Berkali-kali Della menelan salivanya dengan kasar, ia sangat syok melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini hingga membuat tubuh dan kakinya terasa lumpuh dan tak dapat melarikan diri dari sana.
"Cantik sekali. Kau sengaja berdandan untuk menyambutku sayang? Rupanya kau tahu jika aku akan datang menjemputmu." pria itu kembali tersenyum.
"Ji-Jio." suara Della bergetar bersamaan dengan keringat dingin yang bercucuran di dahinya. Oh apakah ini mimpi? Tapi kenapa terasa nyata.
"Iyaa sayang. Aku Jio Mozzi, apa kau merindukanku hm?" Jio terus melangkah menghampiri Della, dengan sigap ia menarik pinggang Della saat wanita itu hendak melarikan diri.
"Ji-jio. Lepaskan aku! Tolong lepaskan." teriak Della, namun Jio malah melempar wanita itu ke atas sofa.
"Kenapa aku harus melepaskanmu? Jauh-jauh aku kesini hanya untuk menemuimu, aku sangat merindukanmu sayang." ucapnya melangkah ke arah sofa dengan tatapan menggelap.
Della menggeleng, ia berusaha bangkit dari sofa tersebut, namun sialnya Jio langsung menindihnya.
"Jio lepaskan. Ku mohon!" berontak Della memukul kuat tubuh mantan kekasihnya.
"Tidak sayang. Kau masih menjadi ancaman untukku." Jio meraih kedua tangan Della, mengingkatnya menggunakan tangannya lalu meletakan di atas kepala wanita itu. "Aku pikir kau sudah membusuk di dalam tanah. Rupanya sekertaris sialan itu masih menyelamatkanmu." seulas senyuman licik kembali terukir di bibir Jio hingga membuat Della ketakutan.
"Ah apa dia sudah menjadi kekasihmu?" tanyanya tepat di telinga Della lalu men*ilatnya dengan rakus.
"Tolongg!!" Air mata Della semakin membanjiri wajahnya, ia menatap ke arah CCTV yang ada di ruang tamu itu, berharap CCTV itu masih berfungsi dengan baik dan terhubung dengan sekertaris Kim.
"Percuma kau berteriak, tak akan ada yang menolongmu sayang." Jio menjauhkan sedikit tubuhnya, tatapan matanya semakin menggelap. Ia akan melenyapkan wanita ini, tapi tunggu dulu. Akan sia-sia jika ia melenyapkannya tanpa mengambil keuntungan dari wanita ini.
Krek
"Jio lepaskan!" Della kembali memberontak saat Jio merobek kemeja yang dipakainya dan membuangnya di lantai, menyisahkan pakaian dala*.
"Ti-tidak, jangan lakukan ini ku mohon." pemberontakan Della semakin kuat, namun sia-sia karena kekuatannya tak ada artinya di tangan Jio.
"Diamlah." seru Jio menampar wajah Della dan membungkam mulut wanita itu dengan mulutnya, lalu meluma*nya dengan rakus.
Ahhh
Tiba-tiba Jio memekik saat sebuah benda menghantam kepalanya. Pun cairan berwarna merah yang menetes di wajahnya.
"Pria kepara*!" Lagi benda yang tak lain adalah tongkat bisbol kembali menghantam kepala Jio hingga pria itu melepas tubuh Della dan jatuh tersungkur di atas lantai dengan darah yang terus mengalir dari kepalanya.
"Je-Jeha." dengan tubuh yang gemetar, Della berusaha bangkit dari duduknya, ia berlari ke arah sekertaris Kim dan memeluknya.
Pun sekertaris Kim yang langsung mendekap tubuh Della dengan sangat erat sembari meminta maaf berkali-kali sebelum kemudian ia membawa tubuh wanitanya itu ke dalam kamar, dan di detik berikutnya tubuh tak berdaya Jio di seret oleh polisi yang datang bersamanya.
*
Flashback on
Hingga malam tiba, sekertaris Kim belum menyelesaikan pekerjaannya. Ia dan Teressa terus berkerja sama menyelesaikan beberapa dokumen yang akan dipakai untuk tender besar besok. Sedangkan Dev dan Agya sudah pulang dari Wilantara Group beberapa jam yang lalu.
Merasa lelah, sekertaris Kim memilih untuk beristirahat sejenak, meneyeruput kopi panas sembari memutar video CCTV apartemennya untuk memantau aktifitas Della. Yaa hal ini selalu dilakukan oleh sekertaris Kim selama satu minggu belakangan ini. Tepatnya semenjak Della tinggal di sana.
"Dia menungguku?" seulas senyuman terbit di bibir sekertaris Kim, menatap dengan seksama video CCTV yang menayangkan aktifitas Della yang tengah duduk di sofa ruang tamu seperti biasanya.
Sekertaris Kim menyeruput kembali kopi itu, tak sedikitpun ia melepaskan pandangannya dari Video tersebut.
Brak
Tiba-tiba gelas yang ada di tangan sekertaris Kim terjatuh saat melihat seseorang masuk ke dalam apartemennya.
"Jio?" kedua bola mata sekertaris Kim membola. Tanpa basa basi, ia meraih kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja dan pergi dari sana dengan setengah berlari. Meninggalkan Teressa yang memanggilnya beberapa kali.
"Jio Mozii berada di apartemenku. Segera ke sana sekarang!!" ujarnya sesaat setelah ia menekan earphonenya.
"Baik tuan Kim."
"Shittt. Kenapa pria keparat itu bisa tahu keberadaan Della?" dengusnya melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.
Tak butuh waktu lama, sekertaris Kim tiba di apartemennya, ia segera berlari ke arah lift diikuti oleh beberapa polisi yang datang bersamanya.
Pria itu kembali berlari saat lift tiba di lantai 7, wajahnya dipenuhi kekhawatiran dan amarah yang bercampur satu, pun tangannya yang sudah menggepal kuat.
"Pria kepara*!" tanpa pikir panjang, sekertaris Kim mengambil tongkat bisbol yang tergelatak di samping pintu apartemennya dan langsung menghantam kepala Jio yang tengah mencumbu* Della di atas sofa.
Ahhhh
Terdengar suara pekikan dari mulut Jio, dan lagi sekertaris Kim kembali menghantamnya hingga pria itu jatuh tersungkur di lantai.
Kini tatapan sekertatis Kim mengarah ke arah Della yang baru saja menyebut namanya dan berlari kearahnya. Dengan segera ia mendekap tubuh mungil wanitanya, dan meminta maaf berkali-kali karena kedatangannya yang begitu terlambat hingga Jio memiliki kesempatan untuk menyentuhnya.
Menyadari tubuh Della yang hanya memakai pakaian dala*, sekertaris Kim langsung menggendong tubuh itu dan membawanya ke dalam kamar, sebelum polisi yang ikut bersamanya masuk ke dalam apartemennya untuk menyeret Jio kepara*.
Flashback off..
.
.
Bersambung...
Yang mau lihat visul sekertaris Kim, bisa langsung ke Intagram shakilah_05 yaa. Jangan lupa di follow kaks