Mr. Bryan

Mr. Bryan
Gaun.



Diana segera masuk ke dalam kamarnya bersama Hana.


.


.


.


"Hana duduk di sini dulu ya, Mommy mau lihat Daddy dulu" ucap Diana pada Hana


"Iya Mom"


Diana segera menuju kamar mandi dan benar saja, dia melihat suaminya tengah muntah-muntah di wastafel yang berada di kamar mandi.


"Mas kamu kenapa?" tanya Diana sambil melangkah cepat mendekati suaminya


"Huekkk huekkk"


"Mas"


Diana membantu memijat tengkuk leher suaminya


"Huekkk huekkk"


Beberapa saat kemudian Bryan sudah merasa lebih baik, dia duduk di atas closet yang tertutup di bantu Diana.


Diana berjongkok di hadapan Bryan, dia meraih lengan suaminya lalu memijat telapak tangan bagian dalam.


"Sudah lebih baik?" tanya Diana sambil menatap wajah suaminya


Bryan yang masih lemas hanya dapat menganggukkan kepalanya.


"Mas kenapa?" tanya Diana, dia masih memijat telapak tangan Bryan


"Tidak tahu, saat masuk kamar tiba-tiba saja mual" jawab Bryan dengan suara lemas


"Mungkin asam lambungnya naik, tadi mas makan sambel banyak banget" ucap Diana


"Mungkin iya" jawab Bryan


"Kamu bisa memapah mas ke kamar?" tanya Bryan


"Bisa" jawab Diana sambil mengangguk


Diana membantu Bryan melangkah keluar dari kamar mandi


"Aku ambilkan piyama mu dulu, mas" ucap Diana


"Iya"


"Daddy cenapa?" tanya Hana


"Tidak apa-apa sayang" ucap Bryan sambil tersenyum pada putrinya


"Daddy jangan cakit, Hana jadi cedih" ucap Hana sambil memeluk Daddynya


"Daddy tidak sakit sayang" ucap Bryan menenangkan putrinya


"Mas ini piyamanya" ucap Diana yang kembali setelah mengambil piyama tidur milik Bryan


Hana melepaskan pelukannya dari Bryan


"Mau aku bantu?" tanya Diana


"Mas pakai sendiri saja" jawab Bryan


"Baiklah" Diana memberikan pakaian yang dia bawa pada Bryan


"Hana kita gosok gigi dulu yuk" ajak Diana


"Yuk Mommy"


Hana turun dari ranjang dan melangkah bersama Diana menuju kamar mandi.


Keesokan harinya di ruang makan


"Mas, kamu yakin mau berangkat ke kantor?" tanya Diana


"Iya sayang, kamu sudah tanya 10 kali loh" ucap Bryan sambil terkekeh


"Tadi pagi kamu muntah lagi, mas" ucap Diana khawatir


"Kamu gak perlu khawatir, sekarang mas sudah baik-baik saja"


"Yakin?"


"Iya sayang ku" jawab Bryan


"Baiklah, ayo aku antar sampai depan"


Bryan menganggukkan kepalanya


Mereka melangkah menuju pintu depan, sesampainya di sana


"Mas berangkat dulu ya"


"Iya" jawab Diana sambil mengecup punggung tangan Bryan


"Hana jangan nakal, oke" ucap Bryan pada putrinya


"Oke Daddy"


"Salim ke Daddy sayang" ucap Diana pada Hana


Hana mengecup punggung tangan Daddynya


"Kamu hati-hati di jalan, nanti kalau sudah sampai di rumah hubungi mas, mengerti" ucap Bryan pada istrinya, sambil mengusap lembut pipi istrinya


"Iya"


Bryan melangkah ke arah mobilnya dan masuk ke dalam. Setelah mobil Bryan meninggalkan halaman rumah Diana mengajak Hana masuk ke dalam.


15 menit kemudian


"Hana sudah siap?" tanya Diana


"Cudah Mom"


"Bik Arum" Diana pergi ke dapur mencari bik Arum


"Sebentar non"


Bik Arum menghampiri nona mudanya


"Ada apa non?" tanya bik Arum


"Kami berangkat dulu bik"


"Iya non, hati-hati di jalan"


"Iya bik, ayo Hana sayang kita berangkat"


"Ayo Mommy"


Mereka berdua melangkah keluar rumah, di depan mobil sudah siap berangkat.


Diana dan Hana sudah masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah.


Beberapa jam kemudian Diana dan Hana sudah tiba di kediaman orang tuanya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam" sahut ibu Ida dari dalam rumah


Diana menggandeng Hana ke dalam rumah.


"Ibu ngapain?" tanya Diana, lalu mengecup punggung tangan ibunya di ikuti Hana


"Seperti yang kamu lihat nak, lagi lipat baju"


"Oh iya ya" ucap Diana sambil terkekeh


"Iya Mom"


Diana pergi ke kamarnya sedangkan Hana tengah memperhatikan ibu Ida yang sedang sibuk melipat pakaian


"Nek"


"Iya Hana?"


"Boleh Hana bantuin?"


"Hana bisa?" tanya ibu Ida


"Bica, di ajalin Mommy"


"Benarkah? kalau gitu Hana lipat yang ini saja"


"Oke"


Ibu Ida memberikan kaos pada Hana, ibu Ida memperhatikan cara Hana melipat pakaian.


Beberapa saat kemudian


"Cudah nek" ucap Hana sambil memberikan hasil lipatannya pada ibu Ida


"Wah Hana pintar sekali" puji ibu Ida setelah melihat hasil lipatan Hana yang bagus


"Telima kacih nek"


"Sama-sama sayang" ucap ibu Ida sambil tersenyum


"Hana" panggil Diana dari arah tangga


Hana menoleh ke arah Mommynya


"Ini dia baju Hana" ucap Diana


Hana berdiri dari duduknya dan mendekati Diana


"Cepat di buka Mom" ucap Hana tidak sabar


Diana membuka resreting cover plastik yang menutupi gaun yang dia buat.


"Cantik" ucap Hana


"Hana mau coba?" tanya Diana


"Iya"


"Coba di kamar ya sayang"


"Iya Mom"


"Bu, aku sama Hana ke kamar dulu"


"Iya, nanti ke sini ya ibu mau lihat"


"Iya"


Mereka melangkah naik menuju kamar Diana, sesampainya di kamar Diana segera membantu Hana mengenakan gaunnya.


"Bagaimana sayang?" tanya Diana


"Cantik Mom" ucap Hana sambil melihat dirinya di pantulan cermin besar yang ada di kamar Diana


"Hana suka?"


"Cuka cekali" ucap Hana senang


"Ayo kita tunjukkan pada nenek"


"Ayo"


Mereka berdua melangkah turun dari lantai atas


"Nenek" panggil Hana


"Masyaallah, cantik sekali cucu nenek"


Hana tersenyum malu-malu


"Foto dulu ya" ucap Diana yang sudah siap dengan ponselnya


"Iya Mom"


Cekrek Cekrek


"Mommy liat" ucap Hana sambil melompat-lompat ingin melihat fotonya


"Ini" Diana menundukkan tubuhnya dan memperlihatkan hasil fotonya


"Lagi Mommy lagi" ucap Hana meminta di foto lagi


"Oke"


Cekrek Cekrek


Setelah beberapa menit, foto Hana sudah memenuhi ponsel Diana.


"Sudah ya sayang, fotonya sudah banyak"


"Iya Mom" jawab Hana sambil mengangguk


"Ganti bajunya ya, nanti kotor"


"Iya Mom"


Mereka berdua kembali ke kamar Diana. Beberapa menit kemudian mereka kembali turun.


Diana duduk di lantai ruang keluarga, dia dan Hana membantu ibunya melipat pakaian.


"Ayah mana bu?" tanya Diana


"Ayah mu ke luar kota, ada pekerjaan"


"Ohh, berapa hari?"


"Mungkin besok sudah pulang"


"Ohh"


"13 hari lagi kalian datang ya bu ke pesta ulang tahun Hana"


"Tentu saja" jawab ibu Ida


"Hana mau kado apa dari nenek?" tanya ibu Ida pada Hana


"Apa ya... " ucap Hana sambil berpikir


"Mainan nek" ucap Hana


"Mainan Hana kan sudah banyak" ucap Diana


"Mainan gak boleh, nek" ucap Hana pada ibu Ida, membuat ibu Ida terkekeh


"Lalu apa kalau bukan mainan?" tanya ibu Ida


"Tidak tahu nek" jawab Hana bingung


"Baiklah nanti nenek siapkan sesuatu untuk Hana"


"Oke nek"


.


.


.