Mr. Bryan

Mr. Bryan
Tamu Di Pagi Hari



"Kamu kenapa kak?" Tanya Kiano yang melihat wajah aneh kakaknya


"Sayang kamu sengaja ya kasih aku yang asem?" tanya Bryan


.


.


.


"Iya sengaja" jawab Diana sambil membagikan gelas berisi jus Strawberry pada yang lain


"Tega benget sih" rengek Bryan


"Makanya jangan ribut terus" ucap Diana


"Kiano yang mulai" ucap Bryan


"Enak aja, kamu kak" jawab Kiano


"Kan ribut lagi" ucap Diana lalu dia meminum jus strawberry miliknya


"Daddy jangan libut telus cama om ciano juga, calau libut telus Hana pucing liatnya, mau minum jus cobeli aja cucah" omel Hana


Omelan Hana membuat semuanya tertawa kecuali dua orang yaitu Bryan dan Kiano


"Ha ha ha Kan di sembur anak kecil" ucap Bella sambil Tertawa


"Hana sayang siapa yang ajarin bicara begitu?" tanya Bryan


"Mommy" sahut Hana tanpa rasa bersalah lalu meminum jusnya


"Uhukk" Diana yang tengah menikmati jus Strawberry tersedak mendengar jawaban Hana.


Bryan dan Kiano menatap Diana dengan tatapan tajam, Diana yang mendapat tatapan tajam hanya bisa cengengesan


"He he maaf kak" ucap Diana sambil memasukkan buah strawberry ke mulut Bryan


Bryan mengunyah Strawberry yang di suapi istrinya


"Asem" ucap Bryan


"Biar manis lihat aku saja" ucap Diana, dia kembali memasukkan buah Strawberry yang sudah di beri gula pasir ke mulut Bryan


"Benar jadi manis" ucap Bryan dengan bodohnya


"Dasar bucin, Strawberrynya manis karena di kasih gula noh lihat" ucap Kiano dengan rasa kesalnya sambil menunjuk piring berisi Strawberry dan gula pasir di atas meja


"Jangan iri Kiano" ucap Zain sambil terkekeh


"Aku tidak iri, hanya kesal saja melihat kebodohan kak Bryan"


"Bilang aja kamu iri, sana cari istri" sahut Bryan


"Istri lagi... " ucap Kiano kesal


***


Beberapa minggu kemudian di minggu pagi, Bryan dan Diana sudah kembali ke rumah mereka dari kemarin setelah beberapa hari menginap di mansion.


Di pagi hari setelah sarapan Bryan dan Diana tengah menikmati waktu berdua, saat ini mereka sedang menonton drakor kesukaan Diana.


Din dong...


"Pagi-pagi begini siapa yang datang?"


"Biar aku lihat dulu kak" ucap Diana


"Iya" jawab Bryan


Diana melangkah ke arah pintu lalu membukanya


"Ohh ternyata kalian, silahkan masuk" ucap Diana mempersilahkan tamunya masuk


"Terima kasih"


Diana menutup kembali pintu rumah lalu mereka melangkah masuk ke dalam.


"Di mana Bryan?"


"Kak Bryan ada di ruang keluarga sedang nonton" ucap Diana dan melangkah ke ruang keluarga


"Siapa sayang?" tanya Bryan saat melihat istrinya kembali


"Kami" sahut salah satu tamu


"Ngapain kalian kesini?" tanya Bryan dengan muka jutek


"Biasalah Bryan main"


"Mengganggu saja" ucap Bryan sambil memasukkan buah yang sudah di potong-potong ke dalam mulutnya.


"Kak Bryan jangan begitu" ucap Diana


"Noh lihat Bryan istri mu benar gak boleh gitu" ucap Rico


Tamu yang datang adalah kedua teman Bryan yaitu Rico dan David


"Kalian mau minum apa?" tanya Diana


"Karena masih pagi, kalau boleh segelas ko..."


"Air minum saja, biar cepat pergi" sahut Bryan yang memotong ucapan temannya


"Gak boleh gitu kak, lagi pula kan enak ada teman-teman kakak biar ada yang bantuin jagain Hana" ucap Diana


"Kamu mau pergi?" tanya Bryan


"Jangan bilang kakak lupa, hari ini kan aku mau ke cafe, tadi malam kakak sudah janji bolehin aku pergi" ucap Diana


"Ohhh iya kakak lupa" ucap Bryan setelah mengingatnya


"Biasa faktor U" sahut Rico


"Enak aja faktor U" ucap Bryan tidak terima


"Kalau begitu aku siapin minuman dan cemilan untuk kalian, kak Rico mau kopi kan?"


"Iya"


"Kalau kak David?" tanya Diana


"Baik"


Diana melangkah pergi dari sana menuju dapur


"Bro" panggil Rico


"Hmmm?" sahut Bryan dengan malas


"Istri mu belum isi?" tanya Rico


"Isi apa?" tanya Bryan Tidak mengerti


"Istri mu belum hamil?" tanya Rico lagi


"Kayaknya belum" jawab Bryan sambil fokus ke layar TV


"Kok kayaknya sih?" tanya Rico


"Ya emang kayaknya belum" sahut Bryan


"Kurang gercep kamu"


"Apanya kurang gercep, wong tiap malem aku produksi"


"Kok masih belum isi?" tanya Rico


"Ya gak tahu lah Co, belum rezeki toh aku gak buru-buru masih pengen berduan dulu, Diana juga gak pengen buru-buru karena masih mau fokus ke Hana Dulu, dua minggu lagi Hana sudah mulai masuk sekolah"


"Hana mau sekolah lagi?" tanya David


"Iya, asal sama Mommynya"


"Baguslah Bryan toh kalian menikah karena Hana juga" sahut David


"BTW mana Hana?" tanya Rico


"Masih tidur" jawab Bryan


"Tumben? biasanya pagi-pagi udah bangun?"


"Semalam gak bisa tidur karena saking semangatnya mau sekolah di temani Mommynya"


"Syukur deh kalau begitu"


Beberapa menit kemudian Diana kembali dengan nampan berisi 3 gelas kopi, di belakangnya ada bik Arum yang membawa nampan berisi camilan


Diana meletakkan nampan di meja lalu dia meletakkan satu persatu gelas kopi di meja, bik Arum meletakkan camilan di meja.


"Hmmm bau kopinya wangi sekali" ucap Rico


"Tentu saja istri ku itu pemilik cafe, jadi pasti tahu cara menyeduh kopi" ucap Bryan membanggakan istrinya pada teman-temannya


"Biasa aja kok, cuma teknik dasarnya saja nyeduh kopi kan bisa di lakukan semua orang" ucap Diana sambil tersenyum


"Cicipi camilannya juga, istri ku juga pandai membuat kue" ucap Bryan membanggakan istrinya lagi


"Kak Bryan sudah hentikan" ucap Diana dengan nada lembut


"Tidak apa-apa Diana, kapan lagi dia bisa menyombongkan istrinya" ucap Rico sambil terkekeh


"Benar" sahut Bryan sambil tersenyum


"Aku ke atas dulu, kalian silahkan berbincang-bincang" ucap Diana


"Iya" sahut Bryan


"Terima kasih kopi dan camilannya" ucap Rico


"Sama-sama" jawab Diana.


1 jam kemudian


Diana turun melewati anak tangga lalu menghampiri Bryan


"Sayang kamu sudah mau berangkat?" tanya Bryan


"Iya kak"


"Masih pukul 8 loh" ucap Bryan


"Takut macet kak kalau berangkat agak siang"


"Ohh... ya sudah"


"Kak, aku sudah masak beberapa macam lauk, lauknya ada di kulkas jika kakak lapar kakak tinggal panaskan saja" ucap Diana pada Bryan


"Iya"


"Lalu saat Hana sudah bangun tolong minta Hana segera makan kak, lauk yang Hana minta tadi malam juga sudah aku buatkan, nanti tanyakan saja pada bik Arum"


"Oke"


"Barusan aku cek ke kamarnya, Hana masih nyenyak jadi gak aku bangunkan"


"Iya sayang.... ada lagi?" tanya Bryan


"Oh iya kemungkinan aku pulang agak sore"


"Kenapa?" tanya Bryan


"Aku sudah lama gak ke cafe kak, boleh ya...."


"Baiklah tapi kamu gak boleh sampai kecapean"


"Iya"


Diana mengulurkan telapak tangannya pada Bryan


"Apa?" tanya Bryan


"Mau salim"


Bryan tersenyum dan memberikan telapak tangannya untuk di kecup istrinya


.


.


.