
"Lebay-lebay lalu kenapa tuh muka merah?" tanya Ross
"Gak, muka aku gak kenapa-napa" ucap Diana sambil memalingkan wajahnya
.
.
.
"Aku coba cake nya ya" ucap Cho
"Tunggu kak, gak ada tiup lilin gitu?" tanya Ross
"Tapi gak ada lilin nya" ucap Cho
Ross tersenyum, lalu dia merogoh tas jinjing nya dan mengeluarkan satu kotak Lilin berbentuk hati
"Tara" ucap Ross memamerkan apa yang ia bawa
"Wah bagus tuh cepat di pasang" ucap Cho
"Tapi aku lupa bawa korek" ucap Ross
Diana tiba-tiba melempar sesuatu pada Cho, Cho dengan sigap menangkap apa yang di lempar Diana pada dirinya.
Cho tersenyum setelah melihat apa yang di lempar Diana pada dirinya adalah korek api.
"Pengertian banget deh, apa kalian sengaja bawa ini?" tanya Cho
"Iya aku sengaja bawa lilin, buat jaga-jaga" ucap Ross sambil memperlihatkan deretan giginya
"Lalu bagaimana dengan korek nya?"tanya Cho sambil menatap Diana
"Aku ngerokok karena itu bawa korek" jawab Diana asal
"Apa!!"
Ketiga orang itu berteriak karena terkejut dan menatap tidak percaya pada Diana
"Kalian percaya?" tanya Diana
"Tidak!" jawab ketiganya bersamaan
"Bagus" jawab Diana
"Jadi?" tanya Ross
"Korek itu memang selalu ada di tas ku" jawab Diana
"Untuk apa Di?" tanya Ross
"Entahlah mungkin karena motifnya yang bagus" ucap Diana tak acuh
"Anak ini kenapa makin aneh sih" Ross bergidik ngeri
"Sudah-sudah sekarang kita nyalakan lilin nya" ucap Angga mengalihkan pembicaraan
"Benar, ayo" ucap Cho
Cho menghidupkan lilin yang sudah berada di atas kue coklat
"Buat permohonan dulu kak" ucap Ross
"Iya" Cho membuat permohonan
"Sudah" Cho hendak meniup lilin
"Tunggu dulu gak ada lagu nih?" tanya Ross
"Tidak perlu, bos sudah tua tidak perlu pakai lagu" sahut Angga
Kedua gadis itu menahan tawanya
"Hei!" Cho kesal karena Angga bilang dia tua
"Maaf, bos tapi itu kenyataan" sahut Angga
"Sudah-sudah sekarang tiup lilinnya" ucap Ross dia mengangkat kue itu ke hadapan Cho
"Ayo kak, satu dua tiga...."
"Fyuhhh"
Mereka bertepuk tangan
Tring tring
Suara ponsel Diana mengalihkan pandangan mereka ke arah Diana.
Diana merogoh tas jinjing nya.
"Ayah telp, aku angkat dulu" ucap Diana
"Iya" jawab Ross
Diana beranjak dari tempatnya, dia sedikit menjauh dari sofa yang ia duduki.
"Halo Assalamualaikum, yah"
...
"Kabar ku baik, ayah bagaimana?"
...
"Baguslah" jawab Diana sambil tersenyum
...
"Aku... Ada di perusahaan yah" Diana menoleh sebentar ke arah sofa yang di tempati teman-temannya
...
"Cafe dapat pesanan banyak yah, dan sekarang aku lagi nganter pesanannya"
...
"Iya yah"
...
"Pulang? Sekarang?" tanya Diana terkejut
...
"Memangnya ada apa yah? Apa terjadi sesuatu?" tanya Diana khawatir
...
"Baiklah"
...
"Baik aku akan pulang sekarang"
...
"Waalaikumsalam"
Setelah panggilan berakhir, Diana menghampiri ketiga nya
"Ada apa Di?" tanya Ross khawatir
"Tidak tahu, ayah hanya meminta ku segera pulang" ucap Diana
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Ross
"Tidak, ayah bilang semuanya baik-baik saja"
"Lalu kenapa di minta segera pulang?" tanya Cho
"Kak korek ku" pinta Diana sambil mengulurkan tangan
"Ini" Cho mengembalikan koreknya
"Aku harus pulang sekarang, Ross kamu masih mau di sini atau aku antar ke cafe?" tanya Diana
"Boleh aku ikut dengan mu?" tanya Ross
"Baiklah ayo"
"Iya" Ross bangun dari tempat ia duduk
"Kak kami pulang dulu" pamit Diana
Cho dan Angga juga berdiri untuk mengantar kedua gadis itu
"Iya ayo aku antar" ucap Cho
"Eh tidak usah kak, kami bisa turun sendiri kakak pasti sibuk" tolak Diana
"Tidak apa-apa aku tidak sibuk, ayo"
Mereka berempat keluar dari ruangan Cho, dan turun ke lobby menggunakan lift khusus yang hanya bisa di pakai Bos dan sang asisten.
Ting sesaat kemudian mereka sudah berada di lobby, mereka berjalan beriringan.
Banyak mata yang memandang mereka, membuat Diana dan Ross tidak nyaman, karena mendapat tatapan tajam dari para karyawan perempuan di sana.
Bisik-bisik mulai terdengar
"Siapa mereka? Kenapa bos dan asisten Ren bersama mereka" bisik salah satu karyawan
"Kamu tidak tahu mereka?"
"Siapa mereka?"
"Gadis yang memakai Rok hitam itu adalah pemilik cafe yang dessert dan minumannya di borong oleh bos" ucap salah satu karyawan pria
"Apa? Benarkah?"
"Iya tadi aku lihat dia dan karyawannya masuk sambil membawa pesanan itu"
"Apa mereka kenal dengan bos?"
"Tidak tahu, tapi sepertinya mereka dekat"
"Apa dia pacar bos?"
"Ga, tolong urus mereka" ucap Cho saat mendengar gosip para karyawan nya
"Baik" jawab Angga
Cho terus berjalan untuk mengantar kedua gadis itu sampai pintu keluar lobby, sedangkan Angga berbelok ke arah para karyawan yang sedang bergosip
"Gawat Asisten Ren kesini"
"Cepat bubar"
Para karyawan itu mulai kelimpungan hendak kabur namun suara Angga membuat mereka semua berhenti di tempat.
"Tetap di tempat kalian!!" ucap Angga lantang
Angga sudah berada di depan mereka, para karyawan itu ketakutan.
"Wah kak Angga kenapa jadi menyeramkan begitu" Diana berhenti melangkah setelah mendengar suara Angga yang lantang
"Benar, bukankah kak Angga dulu tidak seperti itu?" tanya Ross
Cho hanya tersenyum melihat kedua gadis itu tercengang
"Sudah biarkan Angga mengurus mereka, Diana kamu kan sudah di tunggu ayah mu"
Cho mendorong pelan tubuh kedua gadis yang masih tercengang itu, mereka sudah di tempat mobil Diana terparkir.
"Kami pulang dulu kak, terima kasih untuk semua pesanannya" ucap Diana
"Iya sama-sama"
"Lain kali jangan kapok pesan di cafe kita lagi ya" ucap Ross
"Tentu saja, lain kali aku akan pesan lagi lebih banyak kalian bersiap-siap saja" ucap Cho sambil tersenyum
"Tentu saja, kami akan tunggu" ucap Diana
"Ya sudah sana pulang" ucap Cho
"Wah kita di usir nih" ucap Ross
"Iya aku ngusir kalian sudah sana hus hus" ucap Cho bercanda
Diana dan Ross sudah berada di dalam mobil
"Kami pulang sampai jumpa"
"Iya hati-hati di jalan" ucap Cho sambil melambaikan tangannya
"Tolong sampaikan pada kak Angga kami pamit pulang" ucap Diana
"Iya akan aku sampaikan"
Diana melajukan mobilnya keluar dari perusahaan Cho, tepat saat itu Angga sudah menyusul keluar.
"Mereka sudah pulang?"
"Iya, mereka titip salam untuk mu"
"Hmm" Angga mengangguk
"Kamu sudah bereskan mereka?" tanya Cho
"Sudah bos"
"Ayo masuk, aku sibuk" ajak Cho
"Bukankah tadi bos mengatakan tidak sibuk" ucap Angga
"Angga.." peringat Cho
"Maaf bos"
Angga dan Cho kembali ke dalam kantor.
***
Beberapa jam kemudian mobil Diana sudah terparkir di depan rumahnya, Diana dan Ross turun dan mengetuk pintu rumah.
Tok tok
"Kamu sudah datang, oh Ross juga ikut"
"Masuklah"
Diana dan Ross masuk kedalam dan...
.
.
.
Angga Renaldi / Asisten Ren
Nicholas Selim