Mr. Bryan

Mr. Bryan
Ada Cicak Nemplok di Pipi



"Sudah sebentar lagi kopernya datang, kamu mandilah dulu di kamar mandi ada Bathrobe"


"Oke"


Diana melangkah ke kamar mandi lalu masuk dan menutup pintu kamar mandi.


.


.


.


Setengah jam kemudian


"Loh kasur dari mana ini?" Tanya Diana pada suaminya


"Hebat kan kakak barusan sulap sofanya jadi kasur" ucap Bryan sambil bermain game di ponselnya


"Oh jadi sofanya bisa di ubah jadi kasur" ucap Diana cuek


"Sayang, reaksinya kok cuma gitu?" keluh Bryan


"Lalu kakak maunya bagaimana?" tanya Diana


"Ya kayak terkejut 'wah kakak hebat', gitu" ucap Bryan


"Wah kakak hebat... Dasar kekanak-kanakan" ejek Diana


Bryan tidak menjawab istrinya namun raut wajahnya cemberut karena di ejek Diana


"Kak, sana mandi"


"Bentar lagi yang"


"Ih kakak mandi sana, main gamenya lanjut nanti" Diana menarik tangan suaminya


"Bentar dikit lagi" Bryan masih fokus main game


"Mandi sekarang atau setelah kita pulang ke rumah kakak tidur di luar selama seminggu!" ancam Diana pada suaminya sambil bersendekap dada


"Oke oke kakak mandi sekarang" Bryan meletakkan ponselnya di kasur


Bryan mendekati istrinya lalu berkata "Tapi cium dulu"


"Tidak! aku sudah ambil wudhu' kalau cium kakak nanti batal wudhu'nya" ucap Diana tegas


Bryan cemberut lalu melangkah ke kamar mandi


"Dasar tukang ngambek" ejek Diana setelah Bryan menutup pintu kamar mandi


Setelah itu Diana memakai pakaian yang ternyata sudah di siapkan oleh Bryan


"Baik sekali sih suami aku" puji Diana senang


"Sajadah sama mukenanya ternyata sudah di siapin juga"


Setelah berpakaian Diana menunaikan shalat.


30 menit kemudian Bryan sudah selesai mandi, lalu dia berpakaian dan menunaikan shalat.


Sedangkan Diana sedang bertukar pesan dengan temannya Ross


'Di.... aku kangen.... ' tulis Ross


'Tapi aku enggak' balas Diana


'Ihhh dasar jahat benget...!!! 😤'


'Bagaimana kabar mu Ross?'


'Baik.... Kamu gimana? Udah jebol belum?😏'


'Apanya yang jebol?' tanya Diana


'Itu masa gak tahu 😏'


'Apaan sih?'


'Malam pertama Di, malam pertama..!!'


'Ngapain tanya?'


'Ya aku kan penasaran, sebulan yang lalu kan kamu belum jebol'


'Kasih tahu gak ya?'


'Kasih tahu lah, udah jebol ya?


Cepetan aku penasaran


Gimana enak gak?'


'Enak, mau Coba juga?'


'Eh jadi serius nih? Kamu udah jebol?


Waahh selamat Di...'


'Apaan sih Ross gitu doang pakai acara selamat segala'


'Cerita dong.... Gimana rasanya penasaran nih'


'Ih gak ah malu'


'Ayolah Di... Garis besarnya aja'


-Rasanya kayak nano nano'


'Nano nano? Campur-campur dong?'


'Campur-campur? ha ha ha Ross Ross" ucap Diana sambil terkekeh


Drttt drttt


"Ngapain pake telp segala nih anak" ucap Diana saat melihat panggilan telp dari Ross


"Halo?" ucap Diana


"Di...!!! " teriak Ross dari balik sana


Diana segera menjauhkan ponselnya dari telinganya


"Ross jangan teriak kebiasaan deh" ucap Diana memperingati temannya


"Ups maaf, ada suami mu ya?"


"Bukan begitu, aku lagi di rumah sakit" ucap Diana pelan


"Kamu sakit Di?!! Di gempur berapa kali sampe masuk rumah sakit?!" cerocos Ross


"Lalu siapa suami mu yang sakit? Kelelahan gempur kamu?"


"Bukan"


"Terus siapa dong?" tanya Ross


"Hana sakit, dia demam tinggi"


"Jadi Hana yang sakit?"


"Iya"


"Kenapa gak bilang aku, besok aku jengukin Hana"


"Dari kapan yang sakit? perasaan kemarin di resepsi pernikahan kalian masih baik-baik saja" tanya Ross


"Tadi, mama nelp"


"Kasian keponakan ku yang imut itu"


"Kenapa?" tanya Diana


"Ya dia lagi sakit tapi Mommy sama Daddynya enak-enakan nunggang kuda ha ha ha"


"Kamu itu Ross"


"Jadi kalian ke rumah sakit pukul berapa?"


" Baru beberapa jam yang lalu kami sampai di rumah sakit"


"Tck tck anak sakit kalian enak enak"


"Aku tuh tidur Ross bukan enak-enak"


"Iya tidur habis di enak-enakin, bener kan neng?" ejek Ross


"Tahu aja" ucap Diana sambil terkekeh


"Ha ha ha" Ross tertawa di balik sana


"Aggrhh" Diana tiba-tiba berteriak namun segera menutup mulutnya karena takut Hana terbangun


"Di kenapa? Ada apa? kenapa kamu teriak?" Tanya Ross


"E... Enggak Ross barusan ada cicak nemplok di pipi" ucap Diana tergagap


"Cicak? Kok bisa ada cicak jatuh sih Di? Emang suami kamu itu gak pesen ruang inap VIP gitu?"


"Pesen kok, ini aku lagi ada di ruangan VVIP malahan"


"Lalu kok bisa ada cicak jatuh?"


"Gak tahu Ross ak.... Aduh..!! " keluh Diana


"Kamu kenapa lagi Di?" tanya Ross


"Ro... Ross nanti aku telp lagi ya, aku sakit perut mau ke kamar mandi" ucap Diana beralasan


"Ohh oke deh, bye"


"Bye"


Tutt panggilan terputus


Diana menarik nafas dalam-dalam lalu berbalik ke belakang


"Kakak...!!!" geram Diana pada Bryan


Ternyata yang mengganggunya adalah suaminya yaitu Bryan


"Kenapa sayang?" Tanya Bryan sambil menunjukkan deretan giginya yang rapi


"Kakak iseng banget sih, aku tuh lagi nelpon temen ku" omel Diana pelan


"Iseng gimana? Wong kakak cuma cium kamu doang"


"Itu namanya iseng kak...!!! pertama cium pipi ku, lalu kakak endus-endus leher ku terus barusan kakak gigit leher aku!! Ucap Diana kesal


"Habisnya kamu wangi sayang" Bryan kembali mengendus leher istrinya


Kak.... Berhenti...


Bryan tidak mendengarkan ucapan istrinya, dia semakin gencar mengecupi leher istrinya.


"Kak.... " lirih Diana parau


"Kak..... Jangan.... Stop berhenti kak... Arrrhhh"


Diana mendes*h mendapat serangan di lehernya


"Kak stop.... Ini rumah sakit...."


Bryan masih tetap tidak mengubris Diana, bahkan tangannya sekarang sudah masuk ke dalam piyama yang di kenakan Diana dan menjalar Kemana-mana mencoba mera*ngs*ng tubuh istrinya.


"Arrrggghhhh..." Des*h Di saat suaminya merem*s salah satu gundukannya


"Kakkk.... S.....stop... Ah..."


"Kak Bryan stop... Kak ini rumah sakit..... Dan ada Hana bagaimana jika dia bangun...." ucap Diana mencoba menghentikan perbuatan suaminya yang tidak tahu tempat


"Hana tidak akan bangun sayang, dia dalam pengaruh obat" bisik Bryan dengan suara yang sudah serak karena g*ir*hnya sudah bangun


"Jangan kak....."


"Sayang tadi di hotel kamu sudah janji, tapi kamu tidur jadi sebagai gantinya kakak minta sekarang" bisik Bryan


"Ta... Tapi... Aaaahhh"


"Kak...."


Tok tok


Keduanya seketika membeku saat mendengar suara ketukan pintu


"Kak ada orang" kak ada orang


"Biarkan saja" ucap Bryan lalu melanjutkan apa yang baru saja terhenti


"Berhenti kak, bagaimana ji.....jika orang yang mengetuk masuk ke da....dalam? pintunya belum di kunci kak" ucap Diana tergagap karena menahan suara des*h*nnya agar tidak keluar dari bibirnya


"Kak, samperin dulu" ucap Diana masih menahan desahannya karena takut terdengar orang yang tengah mengetuk pintu ruangan itu.


.


.


.