
Beberapa jam kemudian mobil yang di kendarai Diana sudah sampai di halaman rumahnya.
"Ross sudah sampai" dia membangunkan temannya yang tertidur
"Hmm sudah sampai ternyata"
"Ayo turun"
"Iya"
Mereka berdua turun dan berjalan menuju rumah Diana
"Loh mobil siapa ini?" Tanya Diana setelah melihat ternyata ada mobil yang terparkir tak jauh dari mobil miliknya.
"Di sepertinya ada tamu deh" ucap Ross
"Sepertinya begitu, kita lewat pintu samping saja" ucap Diana
"Iya"
Tok tok Diana mengetuk pintu samping
"Sebentar" ucap seorang dari dalam rumah
Ceklek pintu terbuka
"Oh nak kamu sudah datang, kenapa tidak lewat pintu depan?" tanya Ibu
"Karena sepertinya ada tamu, jadi kami lewat sini" Diana mengecup punggung tangan ibunya
"Iya memang ada tamu, Eh ada nak Ross juga" ucap ibu Ida setelah melihat Ross yang ada di belakang Diana
"Iya tan, tante apa kabar?" ucap Ross sambil mengecup punggung tangan ibu Diana
"Alhamdulillah baik, ayo masuk" ajak ibu Ida
"Iya"
"Bu, ayah nyuruh aku pulang ada apa?" tanya Diana
"Nanti juga bakalan tahu, ayo kalian ikut ibu ke ruang tamu ayah mu ada di sana"
"Sebenarnya ada apa ini? Kok rada mencurigakan" tanya Diana lagi
"Apanya yang mencurigakan, teman ayah mu datang berkunjung dia hanya mau memamerkan putrinya saja" ucap ibu Ida yang akhirnya mengatakan rencana suaminya
"Apa hanya karena ini ayah menyuruh ku cepat pulang?" tanya Diana
"Mungkin, ibu juga tidak tahu apa rencananya"
"Apa teman ayah sudah di sini sejak tadi?" tanya Diana
"Tidak, mereka baru tiba 20 menit yang lalu, tadi setelah mendapat telp dari temannya ayah mu langsung menghubungi mu"
"Oh"
Diana dan Ross mengikuti ibu Ida ke ruang tamu.
"Mas" panggil ibu Ida pada suaminya
"Oh kamu sudah datang" ucap ayah Diana setelah melihat putrinya
"Iya yah, teman ku Ross juga ikut" Diana mengecup punggung tangan ayahnya dan setelah itu di ikuti Ross.
"Iya, Oh ya kenalkan ini teman ayah"
Diana menoleh ke arah teman Ayahnya, dan seketika Diana langsung terkejut.
"Papa dan ma... " Diana menutup mulutnya karena terkejut
"Nak Queenza?" ucap papa Heru
Ternyata teman ayahnya itu adalah papa Heru yaitu ayah Bryan, Heru tidak datang sendirian dia juga datang bersama istrinya.
"Loh kalian saling kenal?" tanya ayah Diana sambil menunjuk Heru dan Diana bergantian
"Dia gadis yang aku ceritakan tadi Van" ucap Heru
Ayah Diana yang bernama Evan itu cukup terkejut dengan apa yang di katakan temannya Heru.
"Jadi gadis yang di panggil Mommy oleh cucu mu itu putri ku?!" tanya Ayah terkejut
"Iya" jawab Heru
"Kebetulan macam apa ini? Ucap ayah
"Ha ha ha" papa Heru tiba-tiba tertawa
"Hei kenapa kau tertawa?" tanya Ayah
"Ha ha maaf maaf aku hanya tidak menyangka saja, sepertinya mereka berdua memang berjodoh Van" ucap Heru
"Astaga" Ayah Diana memijit keningnya yang tiba-tiba nyeri
"Tunggu sebentar jangan bilang kamu sengaja ke rumah ku karena kamu tahu bahwa dia putri ku?" ayah Diana menuduh teman baiknya itu
"Hei jangan menuduh ku, aku sungguh tidak tahu hal ini dan kamu kan tahu sendiri rencana awal kita bukan ini" elak Heru
"Benarkah kamu sungguh tidak tahu?"
"Iya sungguh" jawab Heru
"Assalamualaikum" ucap seseorang yang baru masuk ke dalam rumah
"Wa'alaikum salam" jawab semua orang yang ada di sana
"Oh itu dia putra pertama dan cucu ku sudah datang" ucap Heru
"Mommy!!" teriak seorang gadis kecil
"Hana?" Gumam Diana
Semua yang ada di sana terkejut kecuali kakek nenek gadis kecil itu dan seorang pria yang tengah menggendong gadis kecil itu.
"Mommy gendong" Hana merentangkan tangannya ingin di gendong setelah melihat Diana
Diana mendadak bingung dia menoleh ke arah ayahnya
"Ayah sebenarnya ada apa ini?" tanya Diana yang masih belum bisa mencerna situasi
"Mana ayah tahu nak, tadinya ayah hanya ingin mengenalkan mu pada teman ayah" jawab Evan
"Mommy..." Hana merengek ingin di gendong Diana
"Mommy gendong..."
"Sayang di gendong daddy saja ya..." ucap pria yang ternyata adalah Bryan
"Cidak mau, Hana mau di gendong Mommy" rengek Hana sambil meronta di gendongan Bryan
"Yah" panggil Diana
Ayah yang mengerti maksud putrinya itu hanya dapat mengangguk.
Setelah mendapat izin dari ayahnya, Diana langsung mengambil Hana yang berada di gendongan Bryan.
"Mommy Hana kangen cama Mommy" ucap Hana sambil memeluk erat leher Diana
Diana hanya dapat mengangguk
"Kemari duduklah" ucap Evan pada putrinya
"Iya yah" jawab Diana dia duduk di sebelah ibu nya sambil memangku Hana
"Nak, kamu juga duduklah" ucap ayah Diana pada Ross
"Iya Om" jawab Ross dia duduk di dekat temannya
"Bryan kenalkan ini om Evan, teman dekat papa dan ini istrinya tante Ida" ucap Heru
"Apa kabar om, tante" sapa Bryan sambil mengecup punggung tangan ayah dan ibu Diana
"Alhamdulillah baik, duduklah nak Bryan" ucap ibu Ida
"Terima kasih tante" ucap Bryan sambil tersenyum
Bryan duduk di sofa single yang ada di sana.
"Ekh jadi Heru dia adalah anak pertama mu kan?" tanya Evan
"Benar"
"Lalu bagaimana bisa putra mu dan putri ku bisa saling kenal?" tanya Evan
"Kami bertemu di mall, om" jawab Bryan
"Di mall?"
"Iya om"
"Jadi pria yang di maksud putri ku itu adalah kamu?" tanya Evan
Bryan menoleh ke arah Diana "Benar"
"Diana" panggil Evan
"Ya yah?"
"Yang kamu maksud adalah pria ini?" tanya Evan sambil menatap putrinya
Diana hanya bisa menganggukkan kepalanya
"Hah... maaf Heru, tapi pembicaraan kita kemarin ingin menjodohkan putra ke dua mu dengan putri ku"
"Maaf Evan tapi situasinya sekarang berbeda, karena putra pertama ku lebih dulu mengenal putri mu, aku sungguh tidak tahu kalau Queenza adalah putri mu"
"Tetap saja, maaf tapi aku tidak bisa merestui hubungan mereka" ucap Evan
"Ayah... " panggil Diana
Evan menoleh ke arah putrinya "maafkan ayah nak, tapi ayah tetap pada pendirian ayah"
"Baiklah..."
"Ayah keluar dulu mau cari angin" ayah Diana pergi dari tempat itu menuju halaman belakang
Semua yang ada di sana hanya dapat melihat Evan pergi dari sana, ibu Ida hendak menyusul suaminya namun Bryan mencegahnya.
"Maaf tante, bisakah saya bicara dengan om Evan sebentar?"
"Baiklah, silahkan" ucap ibu Ida mengizinkan
"Terima kasih tan" ucap Bryan sambil tersenyum
"Sama-sama"
Bryan pergi menyusul Evan, dia akan bicara empat mata dengan calon mertuanya itu.
"Maaf kan suami saya, terkadang dia memang keras kepala"
"Tidak apa-apa jeng Ida, wajar jika orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya" jawab mama Anna sambil tersenyum
"Terima kasih atas pengertiannya, semoga nak Bryan bisa membujuk nya"
"Iya semoga"
"Ibu, aku dan Ross ke atas dulu ya mau shalat ashar" pamit Diana
"Iya" jawab ibu Ida
"Hana sama oma dulu ya, Mommy mau shalat dulu" ucap mama Anna
"Cidak mau" ucap Hana sambil menggeleng
"Ma boleh Diana bawa Hana?" tanya Diana pada Anna
"Nanti Hana malah ganggu kamu shalat nak"
"Tidak apa-apa ma, ada Ross nanti gantian jaga Hana"
"Ya sudah gak apa-apa"
"Kami ke atas dulu" pamit Diana
"Iya" jawab ibu Ida dan mama Anna sedangkan papa Heru hanya mengangguk
.
.
.