Mr. Bryan

Mr. Bryan
Belanja Senjata Tempur



Dua hari kemudian


Saat ini Diana dan mama Anna tengah berada di pusat perbelanjaan, mama Anna mengajak menantunya untuk menemaninya berbelanja.


Sedangkan Hana, dokter sudah memperbolehkan gadis kecil itu pulang karena dia sudah sehat kembali.


"Nak, bagaimana dengan yang ini?" tanya mama Anna pada Diana sambil menunjukkan sebuah gaun pada Diana


"Nak" panggil mama Anna lagi


"Eh iya ma kenapa?" tanya Diana


"Kamu kenapa? Mama lihat sejak tadi kamu melamun terus?" tanya mama Anna


"Tidak apa-apa kok ma" ucap Diana sambil tersenyum pada mama Anna


"Kamu bertengkar dengan Bryan?" tebak mama Anna


"Tidak kok ma"


"Tidak perlu di tutupi nak mama tahu, maaf mama tidak bermaksud mencampuri urusan kalian, tapi coba ceritakan pada mama siapa tahu mama bisa bantu"


"Emmmm... begini ma, sebenarnya kami tidak bertengkar"


"Lalu?"


"Sebenarnya kak Bryan mendiamkan Di dari dua hari yang lalu, ma"


"Alasannya apa?" tanya mama Anna


Diana menggeleng "Aku tidak tahu pastinya ma, tapi mungkin kak Bryan kesal karena aku terus menolaknya"


"Maksudnya minta jatah?" tanya mama Anna sambil berbisik


Diana menganggukkan kepalanya


"Ma bukan maksud aku mau durhaka, tapi kak Bryan memintanya saat menjaga Hana di rumah sakit, bagaimana mungkin kami melakukan itu di sana" ucap Diana


"Yang kamu lakukan sudah benar sayang, tidak mungkin kalian melakukan itu di sana apa lagi ada Hana, Bryan keterlaluan"


"Lalu bagaimana ma? Bagaimana kalau kak Bryan terus marah pada ku, ma?" ucap Diana khawatir


"Biarkan saja dia, nanti kalau sudah ada maunya dia akan baik dengan sendirinya"


"Ada maunya bagaimana ma?" tanya Diana tidak mengerti


"Biarkan saja, nanti dia membaik sendiri"


"Apa boleh seperti itu ma?" tanya Diana


"Iya, tapi kamu harus diamkan balik dia, jangan bicara dengan Bryan dan abaikan dia" ucap mama Anna


"Apa selama itu kamu terus bicara dengan Bryan?" tanya mama Anna


"Iya ma, aku selalu mengajak bicara kak Bryan tapi dia tidak pernah menjawab ku"


"Dasar anak itu, dia persis sekali dengan papanya" ucap mama Anna kesal


"Papa juga seperti itu ma?" Tanya Diana


"Iya mereka berdua benar-benar mirip sebaiknya setelah pulang nanti jangan bicara dengan Bryan, jika kamu juga mengabaikan dia mama yakin dia tidak akan tahan" ucap mama Anna


"Apakah akan berhasil ma?"


"Percaya lah pada mama" ucap mama Anna sambil tersenyum


"Baiklah kalau begitu ma, aku akan ikuti saran mama terima kasih banyak ma" ucap Diana sambil tersenyum pada mama Anna


"Sama-sama sayang"


"Sekarang kamu ikut mama, kita akan membeli senja ta tempur agar Bryan kembali luluh" ucap mama Anna


"Senja ta tempur? Apa ma?" tanya Diana bingung


Mama Anna menarik pelan pergelangan tangan Diana dan mengajaknya keluar dari store pakaian lalu masuk ke sebuah store pakaian dalam


"Ma kita ngapain di sini?" tanya Diana setelah masuk ke dalam store


"Beli senja ta tempur, sudah kamu percayakan saja pada mama"


"Ada yang bisa kami bantu nyonya?" Ucap Shopkeeper yang menghampiri mereka berdua


"Tolong tunjukkan lingerie yang se*si" ucap mama Anna


"Baik nyonya, mari di sebelah sini" ucap Shopkeeper itu mempersilahkan


Mama Anna mengangguk dan mengikuti dari belakang, sesampainya di depan jejeran lingerie Diana di buat terkejut pasalnya banyak sekali model pakaian kurang bahan yang di pajang di sana.


Shopkeeper itu menunjukkan beberapa helai lingerie yang sangat se*si, mama Anna mengambil salah satu lingerie


"Bagaimana dengan ini, sayang?" tanya mama Anna sambil menunjukkan pakaian itu


"Ma, untuk apa ini?"


"Tolong tinggalkan kami berdua" ucap mama Anna pada Shopkeeper wanita


"Baik nyonya" Shopkeeper meletakkan lingerie yang ia pegang di atas meja yang sudah tersedia di sana lengkap dengan sebuah sofa lalu pergi meninggalkan mereka berdua


"Maksud mama, aku pakai baju kurang bahan itu di hadapan kak Bryan?" tanya Diana


"Tentu saja sayang"


"Malu ma"


"Sama suami sendiri kok malu, kamu mau baikan dengan Bryan kan?"


"Iya ma, tapi kata mama tadi biarkan saja kak Bryan"


"Memang dia akan membaik dengan sendirinya jika ada maunya, tapi itu akan lama sayang jadi untuk meluluhkan Bryan dalam waktu singkat kamu harus menggunakan senja ta ini"


"Kamu mau cepat baikan dengan Bryan kan ,sayang?" tanya mama Anna


"Kalau begitu turuti apa yang mama katakan, mama akan buat Bryan tidak akan berbuat seperti itu lagi pada mu sayang"


"Tapi ma"


"Percayalah pada mama"


"Baik ma"


"Bagus, pegang yang satu ini" mama Anna menyerah pakaian itu pada Diana


Mama Anna melihat beberapa pakaian kurang bahan yang di letakkan di meja tadi.


"Hmm yang ini juga bagus"


Mama Anna melangkah ke jejeran pakaian yang terpajang di sana, lalu dia mengambil satu persatu yang menurutnya bagus


Melihat mama mertuanya mengambil banyak pakaian kurang bahan itu Diana mencoba menghentikannya


"Ma kenapa banyak sekali? Aku rasa sudah cukup ma"


"Tidak sayang, kamu butuh banyak pakaian ini"


"Tapi yang di pegang mama sudah banyak, di meja juga sudah banyak"


Mama Anna menoleh ke arah meja lalu ke arah lengannya


"Hmmm sepertinya sudah banyak ya sudah untuk sekarang, ini saja yang kita beli"


"Untuk sekarang? maksud mama kita akan beli lagi, begitu?" tanya Diana terkejut


"Tentu saja sayang"


Diana di buat tercengang dengan ucapan mertuanya itu


"Setiap malam kamu harus pakai ini"


"Dingin ma"


Mama Anna terkekeh mendengar ucapan polos menantunya


"Nanti juga gak bakalan dingin kok, sekarang ayo kita ke kasir"


"Biar aku bantu bawa ma" ucap Diana hendak membawa pakaian yang berada di tangan mertuanya


"Tidak perlu, kamu bawa yang di meja saja"


"Baik"


Mereka berdua membawa banyak sekali pakaian itu ke kasir. Mama Anna menyerahkan pakaian itu ke kasir.


"Letakkan di situ sayang" ucap mama Anna pada Diana, Diana meletakkan bawaannya.


"Ma ini terlalu banyak, kita batalkan saja separuhnya" bisik Diana pada mama Anna


"Tidak sayang, malahan ini masih kurang"


"Tolong bungkus semuanya, dan yang ini tolong di pisah" ucap mama Anna pada petugas kasir


"Baik nyonya"


"Kita duduk dulu di sana" ucap mama Anna pada Diana


Mereka berdua melangkah ke arah sofa yang berada di dekat kasir, 15 menit kemudian.


"Permisi nyonya, belanjaan anda sudah selesai"


"Baiklah"


"Tunggu di sini sebentar sayang" ucap mama Anna pada Diana


"Baik ma"


Mama Anna melangkah ke kasir, lalu mengeluarkan black cardnya dan menyerahkannya pada petugas kasir.


.


.


.