Mr. Bryan

Mr. Bryan
Kalian!!



"Ross nanti kamu ikut ya" Diana mengajak temannya, karena dari hari pertama dia tidak ikut mengantar ke perusahaan itu.


.


.


.


"Oke, aku ganti baju dulu" pamit Ross pada temannya itu


"Iya, setelah ini aku juga mau ganti baju" jawab Diana


"Oke"


10 menit kemudian Diana sudah menyelesaikan cake nya, dia memasukkan kedua cake itu ke dalam box khusus cake ulang tahun.


"Oke selesai" Diana senang dia bisa menyelesaikan kedua cake itu tepat waktu.


Kedua box berisi cake itu sudah siap berangkat ke Perusahaan bersama dessert dan minuman yang di Pesan.


"Adit minumannya bagaimana?" tanya Diana memastikan


"Hampir selesai bos" jawab Adit


"Oke, aku ganti baju dulu setelah itu kita berangkat"


"Siap bos"


Diana pergi ke rumahnya yang berada tepat di sebelah cafe miliknya, dia hanya berganti pakaian saja karena tadi dia sudah mandi.


10 menit kemudian Diana kembali ke cafe, di sana sudah ada Ross yang membantu Adit dan kedua temannya memasukkan semua pesanan ke dalam mobil.


Mereka membawa 2 mobil untuk mengangkut semua pesanan itu, satu mobil milik Diana dan satu lagi milik Ross.


"Sudah semua?" tanya Diana


"Sudah"


"Sudah di cek semua kan?"


"Tenang saja bos, semuanya sudah pas sesuai pesanan" ucap Adit


"Baiklah terima kasih"


"Sama-sama bos"


"Ayo sekarang kita berangkat" ucap Diana tak lupa dia membawa dua box cake yang sudah dia buat tadi


"Ayo"


Dinda dan Hafid naik ke mobil Diana, karena mobil Diana lebih besar dari milik Ross. Dan Ross tentu saja berangkat bersama Adit.


Perjalanan menuju perusahaan memakan waktu 15 menit, tepat pukul 10.30 WIB kedua mobil itu sudah sampai di perusahaan.


Sebelum masuk ke dalam perusahaan, Diana melapor terlebih dahulu seperti Hari -hari sebelumnya.


"Selamat pagi Nona, antar pesanan lagi ya?" tanya pak satpam yang berjaga di sana


"Iya pak, boleh kami masuk?" Tanya Diana


"Tentu saja nona, silahkan" Ucap pak satpam sambil Tersenyum


"Terima kasih pak"


"Sama-sama nona"


Mereka berlima mengangkut pesanan-pesanan itu kedalam perusahaan, namun karena banyaknya pesanan yang Mereka bawa satpam tadi sampai harus memanggil 2 OB untuk membatu mereka.


Pesanan itu Mereka letakkan di meja yang sudah di sediakan khusus oleh sang bos agar memudahkan Diana dan rekan-rekannya saat pengiriman beberapa hari ini.


"Terima kasih" ucap Diana pada kedua OB yang membantu mereka


"Sama-sama nona" ucap salah satu OB


"Aku akan ke resepsionis dulu" pamit Diana pada Ross dan ketiga pekerjanya


"Iya"


Diana berjalan menuju resepsionis dengan kedua box cake di tangan kanan dan kirinya, sedangkan pesanan-pesanan tadi sudah di urus oleh orang-orang yang sudah di tugaskan si bos untuk membagikan ke semua pegawai yang ada di sana termasuk satpam dan OB.


Mereka akan membagikan pada pegawai yang belum mendapatkan jatah kemarin dan kemarin lusa, sedangkan yang sudah tidak akan mendapat bagian lagi.


"Permisi"


"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu, Nona Diana?" tanya Resepsionis perempuan


"Pagi, saya mau mengkonfirmasi sisa pesanan sudah di antar, 100 dessert dan 100 minuman" Ucap Diana


"Baik"


"Oh ya saya juga titip ini untuk bos anda, sebagai tanda terima kasih" Ucap Diana Sambil memberikan Kedua box cake


"Baik, sebentar saya akan laporkan pada asisten Bos atas nama nona Diana, betul?" resepsionis mengkonfirmasi kembali pada Diana agar tidak terjadi kesalahan.


"Iya betul"


"Baik, mohon tunggu sebentar"


"Baik"


Resepsionis menghubungi asisten bos


"Selamat pagi asisten Ren nona Diana sudah mengirimkan semua sisa pesanan"


"..."


"Baik akan saya sampaikan, Nona Diana juga menitipkan sesuatu untuk bos"


"..."


"Baik"


"..."


"Baik akan saya sampaikan" resepsionis meletakkan kembali gagang telp.


"Nona, bos meminta anda menemui beliau di ruangannya" Ucap resepsionis cantik Bernama Anggun itu


"Untuk apa?" tanya Diana


"Saya juga tidak tahu nona, bos meminta anda naik ke ruangannya yang berada di lantai 15 anda bisa naik dengan lift khusus di sebelah sana"


"Dan juga, bos meminta anda yang mengantarkan sendiri titipan anda"


"Harus ya?" tanya Diana


"Iya nona, silahkan" resepsionis itu mempersilahkan Diana ke lift khusus


"Maaf tolong sampaikan pada bos anda saya tidak mau, tugas saya sudah selesai"


"Tapi nona.."


"Sampaikan saja, saya akan pulang" ucap Diana dan hendak melangkah pergi


"Tunggu nona akan saya sampaikan, anda jangan pergi dulu saya akan mendapat masalah jika anda pergi" pinta Anggun


"Baiklah, tolong cepat beritahu bos anda" Ucap Diana, Dia tidak mau orang lain terkena masalah Karena dirinya.


"Terima kasih Nona, mohon tunggu sebentar nona"


"Emm" jawab Diana Sambil mengangguk


"..."


"Tapi Nona Diana tidak... "


"..."


"Baik, sebentar" Anggun sedikit menjauhkan gagang telpnya


"Nona bos tetap meminta anda untuk naik ke atas" Ucap Anggun


"Untuk apa sih, saya tidak mau" tolak Diana


"Nona bos ingin anda sendiri yang mengantar titipan anda"


"Kalau aku sendiri yang antar bukan titipan namanya" gerutu Diana


"Nona"


"Berikan telp nya" ucap Diana meminta telpon itu dan Anggun memberikannya


"Halo selamat pagi, maaf untuk apa ya saya harus ke ruangan bos anda?" Tanya Diana pada pria yang Katanya adalah asisten bos


"..."


"Baiklah, tapi tolong katakan pada bos anda, saya akan mengajak teman saya ke ruangannya, saya tidak mau ke sana sendirian" ucap Diana


"..."


"Baik saya akan segera ke sana" Ucap Diana yang akhirnya setuju


"..."


Diana mengembalikan telpnya pada Anggun


"Saya panggil teman Saya dulu" Ucap Diana pada Anggun


"Iya nona"


Diana Menghampiri Ross dan yang lain


"Sudah?" Tanya Ross


Diana menggeleng


"Kenapa lama sekali?" Tanya Ross


"Bos mereka meminta Aku menemuinya" Ucap Diana


"Untuk Apa?" Tanya Ross


"Tidak tahu, ayo kamu ikut aku"


"Aku ikut juga?" tanya Ross Sambil menunjuk dirinya


"Iyalah, masak Aku pergi sendirian" Ucap Diana


"Gak apa-apa nih aku ikut?"


"Iya gak apa-apa, barusan aku sudah izin bawa kamu"


"Ya sudah ayo" jawab Ross


"Bos Kita gimana?" Tanya Adit


"Oh Iya hampir lupa" Ucap Diana


"Dih si bos mah gitu" Ucap Adit ngambek


"Sorry sorry dit, kamu bisa Bawa Mobil kan?" Tanya Diana


"Bisa bos" jawab Adit


"Ya udah kalian pulang duluan aja, ini pakai mobil aku saja" Ucap Diana Sambil memberikan kunci mobilnya pada Adit


"Beneran boleh di bos?" Tanya Adit


"Iya boleh, asal Jangan kamu jual Mobil aku" Ucap Diana Sambil Tersenyum


"Ya gak bakalan lah bos, si bos mah ada-ada aja"


"Ya sudah sana pulang, Ross dan aku masih Ada kepentingan dengan bos mereka"


"Oke bos, Kita pulang duluan"


"Ya"


"Oh Iya bos, cafe mau di Buka tidak?" Tanya Adit


"Gak usah besok saja"


"Oke bos, Kami Pulang duluan"


"Ya, hati-hati di jalan"


"Oke bos"


Setelah Adit Dan Kedua temannya pergi, Ross dan Diana naik ke lantai 15, tak lupa membawa dua box cake nya.


Sesaat kemudian mereka sudah berada di lantai 15, Diana dan Ross Menghampiri meja sekretaris yang berada di depan ruangan bos perusahaan itu.


"Pagi, dengan Nona Diana?" Tanya Sekretaris


"Pagi, Iya benar" jawab Diana


"Mohon tunggu sebentar nona" Dia berjalan menuju pintu ruangan sang bos


"Baik" jawab Diana


Tok Tok sekretaris itu mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Masuk" jawab seseorang Dari dalam sana


"Mari Nona bos sudah menunggu di dalam"


Sekretaris perempuan itu langsung membuka pintu ruangan itu dan mempersilahkan mereka masuk.


Diana dan Ross masuk kedalam ruangan minimalis dengan nuansa warna coklat tua dan putih.


Di sana nampak dua orang pria berpakaian jas yang membelakangi pintu masuk.


Salah Satu pria berdiri di dekat meja sang bos Sambil membacakan sebuah dokumen, Diana menebak pasti pria itu adalah asisten pribadi sang bos.


Dan seorang pria lainnya yang pasti adalah sang bos dari tempat ini, dia menghadap ke arah jendela Kaca yang berada di samping meja kerjanya Sambil mendengarkan Apa yang sedang di baca sang asisten.


"Permisi" Diana memberanikan diri untuk menyapa


Kedua pria itu berbalik menghadap ke arah Suara Diana


"Kalian!!!"


.


.


.